
Andre mengusap lembut wajah putri sematawayangnya. Raut wajahnya yang tampan itu begitu terlihat tenang dan damai. Rumanah pun dibuat heran oleh majikan galaknya itu, terkadang pria tampan itu berwajah jutek dan sangar padanya. Tapi saat ia melihat Andre menatap syahdu putrinya, Rumanah merasa ada yang lain dari sisi pria tampan yang kini menjadi majikannya.
"Princess, apakah kau jadi berkunjung ke rumah Omma?" tanya Andre penuh kelembutan.
"Jadi dooooong Dad. Princess sangat rindu pada Omma." seru Sandrina penuh ceria.
Rumanah yang sedang menyiapkan air hangat untuk Sandrina tampak menguping pembicaraan kedua manusia itu. Tentu saja ia dapat menangkap semua pembicaraan mereka dengan jelas.
"Ke rumah Omma? Apakah mereka akan jalan-jalan? Itu artinya princess bolos sekolah hari ini." ucapnya dalam hati.
"Dewi peri, apakah sudah selesai?" tanya Sandrina membuyarkan lamunan Rumanah.
Rumanah menolehkan wajahnya dan sedikit terjingkat kaget.
"Sudah sayang." jawabnya seraya mengusap lembut puncak kepala asuhannya.
"Hmmm, dewi peri, princess perhatikan akhir-akhir ini dewi peri banyak melamun. Sebenarnya apa yang ada di dalam lamunan dewi peri? Apakah dewi peri ingin pulang ke kayangan?" celetuk gadis kecil berusia lima tahun itu.
Mendengar hal itu membuat Rumanah kembali terjingkat kaget. Ia tak menyangka jika ternyata gadis kecil di hadapannya itu telah memperhatikannya.
"Hehehe, sepertinya dewi peri sangat beruntung karena telah diperhatikan oleh princess." ucapnya sembari nyengenges.
Sandrina hanya menatap datar pada pengasuhnya.
"Tapi sepertinya princess salah menebak. Dewi peri masih ingin tetap di sini kok, menemani princess setiap hari." lanjut Rumanah seraya berjongkok menghadap asuhannya.
__ADS_1
Sandrina tersenyum kecil.
"Dewi peri berjanji?" desaknya seraya mengacungkan kelingkingnya.
Rumanah mengangguk dengan pasti.
"Ya, dewi peri janji!" jawabnya seraya menyatukan kelingkingnya dengan kelingking Sandrina.
"Horreeee!! Terima kasih, dewi perii. Sekarang princess tidak akan takut sendirian lagi. Karena dewi peri akan menemani Daddy untuk merawat dan menyayangi princess." celoteh gadis kecil yang masih polos itu.
Rumanah tersenyum seraya mengusap lembut puncak kepala asuhannya.
"Jangan khawatir sayang." ucapnya lembut.
Rumanah melangkahkan kakinya keluar kamar mandi, pikirannya masih berkecamuk. Gadis desa itu nampak melangkah gontai dengan beberapa teka-teki yang berputar di kepalanya.
"Ehem!" Andre mendehem kencang dan berhasil membuat Rumanah terlonjak kaget.
"Monyong lu, eh monyong-monyong. Eeeh, iish astaga. Sungguh mengejutkan!" gerutu Rumanah diiringi latahnya.
Andre yang sedang menghadap jendela tampak tersenyum kecil mendengar latah dan gerutuan Rumanah.
"Dasar boneka Annabelle." ucapnya dalam hati.
Sementara itu Rumanah tampak mematung dan menatap punggung sempurna majikan galaknya. Kedua manik matanya naik turun menyapu setiap jengkal tubuh atletis pria tampan itu. Kaos santai dan celana cinos panjang membuat Rumanah terheran-heran. Pasalnya di pagi hari seperti saat ini, majikan galaknya biasanya sudah siap-siap untuk berangkat ke perusahaannya. Tentu saja pakaiannya tidak sesantai seperti saat ini.
__ADS_1
"Sudah kubilang jangan terlalu lama menatapku." celetuk Andre yang berhasil membuyarkan lamunan Rumanah.
"Hadeeeuuuuhh, stop Rumanah, kau harus tahan matamu untuk menatap majikan galak ini." ucap Rumanah dalam hati.
"Apakah kau lupa dengan membayar satu milyar jika menatapku dalam satu menit saja?" lanjut Andre.
Glekkk!
Rumanah tampak menelan ludahnya kasar.
"Hah? Satu milyar katanya? Hahaha, uang satu juta saja aku tidak pernah melihatnya." protes Rumanah dalam hati.
"Annabelle, kenapa kau malah bengong!?" gertak Andre yang berhasil membuat Rumanah kembali terkejut.
"Eeeh, itu.. Maaf Tuan. Saya tidak sengaja menatap Tuan seperti tadi. Sebenarnya kedua mata saya yang ngeyel dan tidak nurut pada saya. Iiish." jawab Rumanah yang berhasil membuat Andre tertawa kecil.
"Hahaha, jawaban macam apa ini." ucap Andre di sela-sela tawanya.
Rumanah meremas jemarinya dan menyengir kuda.
"Oke, untuk saat ini aku maafkan dan aku maklumi. Aku pun tidak bisa memungkiri jika pesona dan ketampananku memang selalu membuat siapa pun terpana dan terpincut saat melihatku. Begitupun denga kau, Annabelle!" ujar Andre penuh percaya diri, dan hal itu membuat Rumanah enek dan ingin muntah mendengar pengakuan majikan galaknya itu.
"Ciiiiihh, tampan sih tampan. Tapi ternyata kau gila pujian. Haha." ucap Rumanah dalam hati.
***
__ADS_1