
Andre mengecup lembut bahu Rumanah yang sedikit terbuka. Duda tampan itu benar-benar tidak tahan melihat gadis desa yang molek itu. Goresan warna keemasan di waktu sore itu semakin menambahkan suasana keindahan yang tercipta.
Seketika, degup jantung Rumanah terasa bergelombang dan berjoget ria saat duda tampan itu memeluk tubuhnya kembali. Ada apa ini? Dia mencintai duda tampan itu? Ya, dari awal Rumanah memang sedikit menggemari majikan galaknya itu. Namun, saat ia tahu jika Andre mencintai Meliza, seketika gadis desa itu memutus harapannya dan berusaha untuk menahan hatinya. Dan kini? Kalian semua sudah tahu jika yang lebih ngebet adalah Andre. Hmmm, terkadang cinta memang datang dari mana saja.
"Benarkah kau ingin menjadi istriku, Annabelle?" duda tampan itu bertanya dengan suara yang pelan. Berbisik namun nyaris terdengar oleh telinga gadis desa itu. Tangan kekarnya memeluk hangat pinggang ramping gadis desa yang ia inginkan.
Rumanah tampak terhenyak kaget mendengar pertanyaan majikan galaknya yang tiba-tiba. Sementara ia sendiri belum tahu jawaban apa yang ia berikan pada majikan galaknya itu. Astaga!
"Hah? Menjadi istri Anda?" Rumanah tampak gugup dan sedikit terbata menanggapi pertanyaan majikan galaknya itu.
Andre mengangguk. "Kenapa kau seperti tidak mengerti, Annabelle. Padahal kau yang ngebet ingin menikah denganku," ucap duda tampan itu seraya melepaskan pelukannya lalu berdiri di samping pengasuh putri cantiknya itu.
Rumanah gugup, gerogi dan juga salah tingkah. Ada apa dengannya? Dan ada apa dengan duda tampan itu? Apakah duda tampan itu memang benar-benar ingin menikahinya?
"Aku bicara apa? Tetapi, mungkin memang aku sudah jatuh cinta pada gadis desa ini. Buktinya, setiap detik aku selalu memikirkannya. Tak ada yang lain, bahkan Meliza sekalipun mampu terkalahkan oleh pesona gadis desa ini," ucap Andre dalam hati.
"Secepatnya aku akan menikahimu, Annabelle. Kau percaya 'kan pada ucapanku ini?" ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah kembali terjingkat kaget.
"Ah, iya, Tuan. Saya percaya," jawab gadis desa itu yang tampak masih gugup.
Andre tersenyum hangat. "Kalau begitu, sekarang buka bajumu," ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah terbelalak kaget.
"Hah??? Kenapa saya harus membuka baju saya, Tuan?" tanya Rumanah yang tampak terkejut.
"Bukankah sudah kubilang jika aku ingin berenang denganmu? Hmmm," jawab duda tampan itu seraya memainkan jari jemarinya pada pipi mulus gadis desa itu.
"Oh, tapi saya tidak perlu membuka baju, Tuan. Saya sungguh bisa melakukannya walau pakai daster ini, he he he he he," sanggah gadis desa itu menolak secara halus.
Tak ingin membuang waktu dan terus memaksa, akhirnya Andre pun pasrah dan mengiyakan. Duda tampan itu dengan perlahan menurunkan kakinya ke kolam. Sementara gadis desa itu tampak masih berdiri di pinggiran kolam.
"Ayo turun, Belle. Airnya segar sekali," ajak Andre seraya mengulurkan tangannya.
Rumanah tersenyum kecil. Majikan galaknya itu memanglah tampan dan keren. Seksi dan juga menggairahkan, namun terkadang semua keindahan yang duda tampan itu miliki dapat terkalahkan oleh kegalakannya.
"Baiklah, tetapi sepertinya di sini terlalu dalam, Tuan. Bagaimana kalau beralih ke sebelah sana saja, cari yang sedikit dangkal," ucap gadis desa itu yang kemudian berlari ke arah barat.
__ADS_1
"Oke, aku meluncur ke sana, ternyata kau tidak berani kedalaman," duda tampan itu akhirnya menyelam dan berennag hingga ke tempat Rumanah duduk memainkan kakinya di air kolam.
Byuuuurrrrr!!!
Andre menyembulkan kepalanya tepat di hadapan Rumanah, dan hal itu membuat gadis desa itu terkejut.
"Aaaaaaaaaa, muonyooong lu!" gadis desa itu memekik. Seketika latahnya pun kembali muncul. Dan kini, wajah serta daster mininya sudah basah terkena cipratan air.
"Ha ha ha ha," Andre tertawa lepas melihat ekspresi gadis desa itu.
"Tuan, lain kali kalau mau mengejutkan bilang-bilang dulu agar saya tidak terkejut," sungut gadis desa itu sedikit merengek.
"Ha ha ha ha, namanya bukan mengejutkan kalau pakai bilang dulu. Dasar oons!" desis Andre di sertai tawa renyahnya.
Rumanah memutar bola matanya kesal. "Tuan terlalu sering membuat saya terkejut," rengek gadis desa itu.
Andre tersenyum seraya menumpangkan kedua tangannya pada paha pengasuh putri kecilnya itu. "He he he he, suatu saat nanti aku akan membuatmu merasakan kenikmatan yang tiada tara, Annabelle," ucap duda tampan itu.
Rumanah memalingkan wajahnya ke udara. Tak ingin lama-lama ia menatap wajah tampan majikan galaknya itu. Takut khilaf, he he he.
"Annabelle, kau jangan jutek dan judes seperti itu padaku. Kau tahu? Wajahmu semakin manis dan menggemaskan jika kau sedang cemberut seperti itu," ujar duda tampan itu yang berhasil membuat Rumanah tersentak kaget dan terserang virus bucin.
Rumanah menahan senyumannya agar tidak luber dan meleleh, ah dasar duda tampan yang gombal. Dia selalu saja bisa membuat gadis desa itu tersipu malu dan salah tingkah.
"Annabelle, perlukah aku menahan tubuhmu ini?" tanya Andre.
"Hmm? Menahan tubuh saya?" Rumanah tampak tidak mengerti.
"Ya, karena aku takut kau akan terbang ke angkasa karena sudah mendapatkan pujian dariku, ha ha ha ha!" jawab duda tampan itu di sertai tawa ngakaknya.
Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh dan melipat bibirnya ke dalam. "Sialan, dia hanya menggombaliku!" desis gadis desa itu dalam hati.
"Sudah sini nyebur, Annabelle. Sampai kapan kau akan duduk di sini? Ayo sini, genggamlah tanganku," ajak Andre seraya mengulurkan tangannya.
Rumanah membuang napasnya kasar dan menganggukkan kepalanya tanpa ragu. Tanpa pikir panjang ia pun menangkap tangan majikan galaknya lalu dengan perlahan menurunkan kakinya. Tangan kirinya tak menjadi hambatan baginya, karena plastik pelindung itu benar-benar kuat dan melindungi tangannya dari terpaan air.
__ADS_1
"Bagaimana? Segar, bukan?" ucap Andre seraya mengusap lembut wajah cantik gadis desa itu.
Rumanah mengangguk. "Ya, Tuan," jawabnya.
"Kalau begitu ayo kita menyelam, kau bilang bisa berenang, jadi aku ingin melihatnya," ucap Andre mendesak.
"Ayo, siapa takut!" jawab Rumanah menantang.
Andre tersenyum simpul. "One, two, three, gooooo!" setelah ia menghitung maju, mereka berdua pun mulai menyelam dan berenang menyapa air kolam yang dingin itu.
Andre begitu gesit mengayuh kaki dan tangannya, sementara Rumanah tampak sedikit kesulitan karena tangan kirinya yang sedikit terasa sakit jika harus dipaksakan.
"Huuuh, lambat sekali kau, Belle," ledek Andre saat Rumanah baru saja menepi, sementara dirinya sudah sedari tadi.
"Jangan banyak komentar, Tuan! Lihat tangan saya, inilah alasannya," sungut gadis desa itu.
"He he he, tidak apa-apa, aku hanya bercanda. Lagi pula, kau tetap terlihat manis dan menggemaskan walau kau kalah olehku," ucap duda tampan itu seraya memeluk mesra gadis desa itu.
Rumanah hanya diam dan mengatur napasnya yang lumayan ngos-ngosan. Sementara Andre kini sudah ingin meluncurkan strateginya.
"Annabelle, kapan kau bersedia menjadi istriku?" tanya Andre seraya mendorong pelan tubuh Rumanah hingga menempel mentok di tembok sisi kolam.
Rumanah terkesiap, bingung harus menjawab apa. Sementara duda tampan di hadapnnya kian tak mau diam. Tangannya mulai nakal, bermain di wajah, leher hingga dua bukit kembarnya.
"Jawab saja, aku akan menikahimu kapanpun kau mau," bisik Andre pada telinga gadis desa itu.
"Uhm, entahlah, mungkin harus saya pikirkan dulu," jawab gadis desa itu dengan suara yang berat.
"Oh, begitu." ucap Andre seraya mendekatkan tubuhnya pada tubuh Rumanah dengan sedekat-dekatnya. Dan hal itu membuat napas Rumanah terasa tercekat di tenggorokan. "Kalau begitu akan kutunggu!" bisik Andre seraua memeluk erat dan menempelkan tubuhnya pada tubuh gadis desa itu.
Uh, mereka benar-benar menempel tak ada jarak sedikit pun. Maka tak heran jika saat ini belalai gajah milik Andre pun menempel dan sedikit menggesek pada mis vags milik Rumanah yang masih terlindungi.
"Uh, apa ini? Keras sekali, kenapa benda ini menyundul-nyundul mahkota dewaku?" ucap Rumanah dalam hati.
~Semerbak bunga mawar tercium harum masuk ke dalam indera penciumanku, seperti itulah harumnya tubuh kekar milikmu itu, Tuan Andre,~ (Rumanah)
__ADS_1
🌷Yang kemarin minta triple up, alhamdulillah sudah author turuti keinginannya🌷
BERSAMBUNG...