
Setelah princess Sandrina benar-benar tidur nyenyak, Rumanah tampak bergegas menuju kamar suami tampannya itu.
"Semoga princess tidur nyenyak sampai pagi," ucap Rumanah dalam hati.
Srreeeetttttt!
Pintu kamar Andre terbuka dengan sendirinya. Tanpa membuang waktu lagi Rumanah pun bergegas masuk ke dalam kamar yang sudah tidak asing lagi baginya.
"Hallo sayang, come here!" ucap Andre seraya melambaikan tangannya. Ia tampak sedang berada di atas ranjangnya dengan santai.
Rumanah tersenyum tipis serta mengangguk. "Anda menyebalkan sekali, Tuan!" cicitnya sembari mendudukkan bokongnya di tepi ranjang.
"Menyebalkan?" tanya Anda tak mengerti.
"Yup! Semestinya Anda menahan diri Anda tadi. Saya sudah ingatkan untuk melakukannya di kamar Anda saja. Tapi, Anda benar-benar ngeyel sureyel dan tidak bisa diatur. Alhasil, kepala saya jadi pusing tujuh keliling!" cerocos Rumanah yang tampak kesal. Wanita cantik itu tampak menjatuhkan dirinya ke atas ranjang dan memejamkan matanya.
Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan seketika ia terkekeh geli mendengar ucapan istri sirrinya itu. "Hehehehe, rupanya istriku sedang kesal karena permainan kuda-kudaannya terganggu oleh putri kecilnya. Hahaha!" ucapnya disertai tawa ngakaknya.
Rumanah membuka matanya dan membuang napasnya kasar. "Huuufffft! Menyebalkan sekali. Andai saja Anda mendengarkan perkataan saya, Tuan. Pasti tidak akan seperti itu jadinya. Arrgh!"cicitnya sebal.
Andre tersenyum tipis seraya beringsut mendekati istri cantiknya. "Kenapa kau sangat kesal seperti itu, Annabelle sayang?" tanyanya sembari merebahkan kepalanya pada perut rata istrinya. "Kita bisa melakukannya sampai puas di sini. Tidak usah kesal seperti itu. Kau seperti tidak tahu pada suamimu saja. Aku pasti bisa melayani dan memuaskanmu dua puluh empat jam non stop!" lanjutnya yang berhasil membuat Rumanah tertawa kecil.
"Ha ha ha ha, sudah macam pemadam kebakaran saja!" ucapnya disertai tawa renyahnya.
"Hehehe, aku serius dengan ucapanku, aku bisa melayani dan memuaskanmu sampai kau lelah dan tak berdaya, Belle." Andre menangkap tangan istrinya lalu mengecupnya penuh cinta.
"Iiih, mengerikan sekali." Rumanah bergidik ngeri.
"Ngeri-ngeri enak, he he he." Andre membalas seraya mencubit gemas pipi mulus istri cantiknya itu.
Rumanah tersenyum kecil dan menolehkan wajahnya pada suaminya. Ia pun lantas memainkan tangannya pada wajah dan rambut suami tampannya itu. Suasana seperti ini memang terasa manis, dan Rumanah sangat menyukainya. Tapi, entah sampai kapan kemanisan itu akan bertahan?
"Oh ya, aku lupa." Andre beringsut bangun dari tempatnya. "Aku punya kejutan untukmu," ucapnya seraya menurunkan kakinya dari ranjang dan melangkah mencari sesuatu.
"Kejutan apa?" tanya Rumanah seraya beringsut bangun.
"Sebenarnya bukan kejutan sii. Karena kau sudah tahu jika aku akan membelikannya untukmu. Emh, ini juga usul dari princess," ucap Andre seraya mendudukkan bokongnya di rajang.
"Ooooh, ponsel, ya? Hehehe, tetap saja itu kejutan, Tuan." Rumanah bersorak ria dan terlihat gembira.
Andre tersenyum. Ia pun bergegas membuka kotak ponsel dan mengeluarkan sebuah ponsel untuk istri sirrinya itu. "Ini untukmu. Aku ingin kau menggunakannya hanya untuk menghubungiku, menghubungi princess, menghubungi orang tua dan keluargamu. Jangan ada orang lain lagi yang kau hubungi. Ingat, ya! Jangan sampai kau menyimpan nomor si Muhsin. Aku sungguh tidak akan mengampuni orang itu jika kau dan dia saling menyimpan nomor telepon," tegas Andre penuh penekanan.
Ruamanah tampak menelan ludahnya kasar dan menganggukkan kepalanya. "Baik, Tuan. Lagipula, saya tidak begitu tertarik bermain dengan ponsel," ucapnya.
"Tidak tertarik bagaimana maksudmu?" tanya Andre.
__ADS_1
"Ya, tidak tertarik. Saya hanya tertarik bermain kuda-kudaan di atas ranjang dengan Anda. He he he," jawab Rumanah seraya ngelendot manja pada lengan kekar suami tampannya itu.
Andre tersenyum lebar dan benar-benar baper mendengar ucapan istri cantiknya itu. "Makin hari, kau makin menarik, Annabelle," ucapnya seraya memainkan jari jemarinya pada wajah cantik istrinya.
Rumanah tersenyum manis. "Emh, boleh saya melihat ponselnya, Tuan?" tanyanya seraya mendongakkan wajahnya dan menatap manja pada suaminya.
"Of course," jawab Andre seraya mencubit gemas dagu belah kedaton milik istri cantiknya itu.
Rumanah tersenyum, ia pun mulai memainkan jari jemarinya pada layar ponsel yang suaminya belikan. "Ponselnya cantik. Rasanya saya tidak pantas memiliki ponsel ini Tuan." ucapnya yang tampak merendah.
Andre tersenyum kecil. "Siapa yang bilang begitu, sayang? Kau semakin cantik dan menarik dengan ponsel yang kau miliki ini," ucapnya seraya mengusap lembut puncak kepala istri cantiknya itu.
Rumanah tersenyum. "Berapa nomor telepon Anda, Tuan? Saya perlu menyimpannya sekarang," ucapnya.
"Berikan ponselnya padaku!" Andre merebut ponsel yang berada di genggaman tangan istri cantiknya. "Biarkan aku yang menyimpannya," ucapnya seraya mulai menggerakkan jari jemarinya pada layar ponsel milik istrinya.
Rumanah memutar bola matanya dan hanya diam dan membiarkan suaminya yang menyimpan nomor tepelon di ponselnya.
"Oke, sekarang kau perlu tahu kejutan yang ke dua," ucap Andre seraya menarik tangan istrinya dan melangkahkan kaki mendekati sebuah lemari.
Rumanah tampak mengerutkan dahinya dan tampak semakin penasaran. "Kejutan apa lagi, Tuan?" tanyanya.
"Silakan dibuka lemarinya, sayang," ucap Andre dengan suara yang le.but.
"Haaaaaaahh!" Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh saat melihat isi di dalam lemari itu.
"Bagaimana, apakah kau suka?" tanya Andre seraya memeluk manja pinggang ramping istrinya itu.
"Ini semua...," Rumanah benar-benar takjub melihat beberapa potong pakaian yang mewah dan branded di dalam lemari itu. Tentu saja pakaian wanita.
"Ya, ini semua milikmu, Annabelle. Aku sengaja menyediakannya di kamar kita agar kau lebih mudah berganti pakaian ketika sedang berada di kamar ini," terang Andre.
"Tunggu! Semua pakaian ini ... bukan bekas istri Anda, 'kan?" tanya Rumanah penuh selidik.
Andre tampak terjingkat kaget mendengar pertanyaan istri cantiknya itu. "Apa yang kau katakan, Annabelle? Tentu saja ini pakaian baru! Aku sungguh tidak pernah berpikir untuk memberikanmu pakaian bekas. Ck, kenapa kau begitu berburuk sangka kepadaku, Annabelle. Kau tahu jika aku sangat jijik dan membenci linrah darat itu. Maka tidak mungkin aku sudi membiarkanmu memakai baju bekas dia!" seloroh Andre yang tampak sedikit menaikkan suaranya.
Rumanah manggut-manggut tanda mengerti. "Bukan begitu maksud saya, Tuan. Saya hanya merasa sangat tersanjung dengan semua yang Tuan lakukan. Ini, sangat luar biasa." elaknya. "Terima kasih, ya. Saya pasti akan memakai semua baju-baju ini dengan senang hati," lanjutnya seraya merangkul lengan suaminya dan ngelendot manja penuh bujukan.
Andre membuang napasnya kasar. "Hmmm, itu harus! Tapi, untuk malam ini ... aku ingin kau memakai lingerie yang ini!" ucapnya seraya meraih lingerie seksi berwarna hitam.
"Apaaa????" Rumanah tampak terbelalak kaget saat melihat bentuk lingerie yang tidak pernah ia pakai sebelumnya. Tentu saja ia sedikit merasa keberatan.
"Pakai lingerie ini, kau akan sangat terlihat seksi dan menggemaskan," ucap Andre seraya memberikan lingerie itu pada istrinya.
"Tapi, saya tidak mungkin bisa memakai ini, Tuan. Ini bukan pakaian, tapi ... saringan tahu!" tolaknya tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Apa? Saringan tahu? Ha ha ha, ngawur!" Andre tampak tertawa terbahak-bahak. "Ini lingerie, sayang. Para wanita normal akan sangat senang memakai lingerie di hadapan suaminya. Kau juga wanita normal 'kan? Jadi, cepat pergi ke ruang ganti untuk mengganti baju tidur jelekmu itu dengan lingerie ini. Cepat!" paksa Andre yang kian mendesak.
Rumanah menelan ludahnya kasar. Namun, sepertinya ia tidak dapat menolak. Dengan berat hati ia pun melangkah masuk ke ruang ganti pakaian. Sementara Andre tampak mendudukkan bokongnya di sofa malas.
"Ck, menyebalkan sekali! Sekalian saja aku tidak usah pakai baju kalau seperti ini caranya. Hmmm, sudah macam model-model yang mengisi ruang di majalah dewasa. Hahaha!" cerocosnya sebal.
Setelah selesai, Rumanah pun bergegas keluar. Ia tampak kikuk dan gugup. Bagaimana mungkin ia memakai pakaian yang sama sekali tidak menutupi lekuk tubuh dan isi di dalam pakaian itu. Pasalnya, dua balon kenyal dan mis vags yang masing-masing tertutup oleh tempatnya tampak terpampang nyata di hadapan Andre.
"Woaaaaahhh, so beautyfull, beybii," puji Andre seraya melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang tersipu malu.
"Tuan, jika seperti ini jadinya, sekalian saja saya tidak perlu memakai apa pun." Rumanah berucap seraya membelai lembut dada bidang suaminya.
Andre tersenyum. "Tidak, kau mesti memakai ini agar terlihat seksi dan menarik. Dan ternyata, kau begitu seksi memakai ini. Sepertinya, aku ingin kau memakai lingerie setiap malam di kamar ini. Hehehe," ucapnya seraya menangkupkan tangannya pada wajah cantik istrinya.
Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh. "Nanti saya bisa masuk angin, Tuan. Hehehe," ucapnya disertai cengengesnya.
"Bukan masuk angin, sayang. Tapi ... kemasukan senjata tajamku!" bisik Andre yang kemudian menggendong tubuh istrinya lalu membaringkannya di atas ranjang.
Rumanah tersenyum manis dan tersipu malu. Sementara Andre tampak menatapnya penuh naf*su dan penuh cinta.
"Bersiaplah untuk menerima sengatanku, sayang," ucap Andre seraya meraba lembut paha mulus istrinya.
Rumanah mengatur napasnya yang sudah terasa berat. Tentu saja ia pun sangat menginginkan hal itu. Mengingat permainan tadi tidak selesai dan hanya menyisakan sakit du kepala.
"Bekerja keraslah, Tuan!" balas Rumanah dengan suara yang berat.
Andre tersenyum. Tanpa membuang waktu lagi ia pun menyatukan bibirnya pada bibir istrinya.
"Eeemh!" Rumanah bergumam. Ia tampak melahap habis bibir tebal milik suami tampannya itu. Sementara tangannya mulai tak mau diam.
Beberapa menit mereka melakukan porefly, hingga pada detik terakhir, Andre pun mulai menancapkan senjata tajamnya pada lubang sempit dan menggigit milik istrinya itu.
"Aaaaaaccchhhh!" Rumanah mendes*ah saat senjata tajam yang besar dan panjang itu menerobos masuk ke dalam mis vagsnya. Sungguh kenikmatan yang tiada bandingnya. Ia sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi tentang rasa yang begitu lezat dan gurih-gurih nyoy.
"Acch ah ah! Oouucchhhh! Kamu seksi sekali, sayang. Oouch! racau Andre saat mereka sudah berganti gaya. Kini, Rumanah yang mengambil alih permainan itu.
"Aaach! Sa–saya sebentar lagi, Tuan," ucap Rumanah sembari masih menggoyangkan pinggul dan bokongnya.
"Faster, beybii! Kita akan terbang bersama-sama," balas Andre seraya meremas gemas balon kenyal milik istrinya.
Rumanah mengangguk, ia pun terus bermain dengan lincah dan sangat menggairahkan. Hingga beberapa detik kemudian...
"Aaaaaaaaaacccccchhhhhh!!!!" keduanya menger*ang nikmat saat telah sampai ke puncaknya secara bersama-sama.
BERSAMBUNG...
__ADS_1