Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Happy ending


__ADS_3

"Hubby, apa maksudnya ini? Ya Tuhan!" Rumanah tampak menatap syok, senang, dan tak percaya pada sosok pria yang ada di hadapannya.


Ternyata, selama beberapa hari wanita cantik itu diculik oleh suaminya sendiri. Tentunya Rumanah tidak tahu jika si Joker itu adalah suaminya. Hal ini benar-benar membuatnya sangat syok dan tak sulit mempercayai.


Pasalnya, selama ia berada di dalam rumah yang menjadi kurungannya, sosok Joker yang ternyata adalah suaminya, begitu tak dapat ia tebak. Bagaimana ia bisa menebak, secara wajah dan suaranya memang bukanlah suaminya. Tapi, bagaimana bisa hal itu terjadi? Ini sungguh membuat Rumanah sakit kepala.


"Surprise!" sorak Andre seraya mengangkat tubuh istrinya lalu membawanya melangkah.


"Ya Tuhan! Ada apa ini, hubby? Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau tahu? Aku hampir gila karena merasa sudah ternoda. Astaga!" desis Rumanah sembari berpegangan dengan kuat pada tengkuk suaminya.


Andre tersenyum, "Kau tidak tahu, bukan? Sebentar lagi kau akan tahu, darling," jawabnya yang masih membuat Rumanah bingung dan keheranan.


Sudah menangis karena kesal, sakit, perih, takut dan merasa putus asa. Kini Rumanah menangis karena ternyata suaminya yang telah mengatur semua jalan cerita penculikan yang terjadi padanya.


"Aku benar-benar tidak menyangka. Kupikir aku sudah tak akan dapat lagi bertemu denganmu, hubby. Kupikir ini adalah akhir cerita cinta kita," celoteh Rumanah mengungkapkan kekhawatirannya.


Andre tersenyum, kini ia mengajak istrinya masuk ke dalam kapal pesiar yang cantik.


"Hubby, apa ini? Kau akan mengajakku ke mana?" tanya Rumanah yang sangat heran.


Andre tersenyum, ia menurunkan istrinya di dalam kepal pesiar itu. Suasana terasa romantis dengan hiasan dan dekorasi yang begitu indah. Sepertinya Andre menyiapkan ini matang-matang.


"Happy birthday to you, darling!" ucap Andre seraya memberikan sebuah kunci padanya.


Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh, "Hah? Birthday? Ah, aku? Aku ulang tahun?" ia bahkan tak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.


Andre mengangguk, "Selamat ulang tahun yang ke dua puluh tahu, istriku sayang. Semoga kau tetap setia dan tetap menjadi pendamping hidupku untuk selama-lamanya," ucapnya seraya menangkap wajah cantik istrinya. Membelainya lembut lalu mengecup kening dan bibir milik wanita yang sangat ia cintai.


Rumanah sudah tak dapat lagi menahan tangisnya. Ia sendiri tak ingat hari ulang tahunnya, tapi sang suami begitu menyiapkan kejutan yang sangat luar biasa untuknya.


"Hubby, i am ... i am so, argh!" wanita cantik itu tak dapat lagi bicara apapun. Dengan cepat ia memeluk erat tubuh suami tampannya itu.


Andre tersenyum bahagia, akhirnya surprise yang ia kerjakan begitu lancar dan berbuah manis. Sekarang, tinggal menunggu kedua orang tua dan putrinya.


"Kau harus bahagia, sayang. Ini kado untukmu, kapal ini sekarang milikmu," ucap Andre sembari memberikan kunci pada istrinya.


Lagi-lagi Rumanah tampak tercengang dan tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Ya, sebuah kapal pesiar yang harganya tentu saja tidak akan semurah harga sebungkus rokok.


"Sayang, a–apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Rumanah dengan mata yang basah.


Andre menggeleng disertai senyumannya, "Kau berhak mendapatkannya," ucapnya seraya menggenggam kedua tangan istrinya dengan erat.


Rumanah benar-benar tidak tahu mau bicara apa," ucapnya dengan suara yang bergetar dan lirih.


Andre tersenyum, diusapnya punggung istrinya itu dengan lembut, "Aku mengerti. Dan, yang aku inginkan saat ini adalah melihatmu bahagia," balasnya.


Rumanah mengangguk. Untuk sesaat mereka pun berpelukan dan saling memberikan kehangatan.


Krriiiiiiing!


Terdengar alarm, sebuah tanda bahwa keluarga Andre sudah tiba. Tentunya hal itu membuat Andre melepaskan pelukannya.


"Ada apa, hubby?" tanya Rumanah.


"Mami beserta rombongannya sudah datang, darling." Andre menjawab sembari mengusap air mata yang masih menempel di pipi istrinya.


Senyum bahagia mengembang di wajah cantik Rumanah. Ia begitu semangat karena sudah rindu pada mertua dan putrinya.


"Tunggu di sini, ya. Aku akan memberi instruksi pada Leo dan yang lainnya," ucap Andre.


Rumanah mengangguk mengiyakan. Sementara Andre bergegas ke luar sebentar.


"Ya Tuhan, aku benar-benar tidak menyangka jika ternyata suamiku yang telah menculikku. Tapi, aku sangat bahagia karena suamiku memberikan kejutan ini padaku," ucap Rumanah dalam hati.


Tak berapa lama...


"Darling, duduk di sini!" ajak Andre sambil menarik tangan istrinya dan mengajaknya duduk di sebuah sofa.


Rumanah pun menurut saja. Kini mereka tengah duduk berdua di sofa. Sementara di luar, rombongan Ferhat tampak sedang berbicara dengan anak buah Andre. Ya, tentunya anak buah baru yang tidak dikenali oleh rombongan itu.


"Di mana menantuku! Biarkan kami membawanya pulang." Mami Purwati tampak antusias dan bersemangat.


"Menantu Anda ada di dalam kapal itu, Nyonya," jawab si anak buah Andre.


"Hah? Kalian mau membawa ke mana menantuku!?" tanya Mami Purwati.


"Sebaiknya kalian berikan uang yang kami inginkan," pinta pria itu.


'Jika kami memberikan uang ini, apakah kalian akan mengembalikan Rumanah pada kami?" tanya Ferhat penuh selidik. Tentu saja ia harus berhati-hati.


"Tentu! Kalian akan mendapatkannya kembali," jawab si pria.


"Sebaiknya jangan dulu diberikan uangnya, Fer. Kita harus bertemu dulu dengan Rumanah," bisik Mami Purwati memberi instruksi.


"Benar, takutnya orang-orang ini licik," balas Ferhat.

__ADS_1


"Daddy mana, Oppa?" tanya si cantik Sandrina.


Papi Dargono menolehkan wajahnya, "Ah itu, Daddy ... mungkin masih di jalan, sayang," jawabnya gugup.


"Yaaah, lama sekali. Ayo kita masuk saja, princess ingin bertemu dengan Bunda," rengek Sandrina.


"Iya iya sayang," jawab Papi Dargono.


"Hei! Biarkan kami bertemu dengan wanita itu! Nanti kami akan memberikan uang ini pada kalian," ucap Ferhat.


"Baiklah! Ayo ikut kami," ajak si pria.


Mereka semua bersorak dan berharap bisa membebaskan Rumanah malam ini juga.


"Hah, kok kapalnya cantik begini, ya?" ucap Septi yang tampak tercengang dan kagum.


"Sttt, jangan banyak bicara. Mungkin penculik itu sengaja menghias kapalnya ini," ujar Mami Purwati.


"Di sana," tunjuk si pria.


"Tolooooong!" terdengar suara Rumanah meminta tolong.


"Hah, itu dia! Ayo cepat ke sana," ucap Ferhat antusias.


Dengan cepat mereka pun masuk ke dalam kapal itu. Dan pada saat itu...


"Bundaaaa!"


"Rumanaaah!"


"Rumrum!"


Mereka semua tampak terkejut melihat Rumanah sedang ditahan oleh pria bertopeng Joker.


"Princess sayang, tolong Bunda!" ucap Rumanah pura-pura.


"Lepaskan menantuku!" pinta Mami Purwati.


"Bunda! Tunggu di situ, princess akan menolong Bunda," ucap si cantik Sandrina yang kini sudah siap untuk berlari.


"Eh, jangan sayang. Bahaya!" cegah Septi.


"Jangan, princess. Biar Uncle saja," ujar Ferhat.


Sandrina mengangguk.


"No! Dia milikku!" balas Andre.


"Kurang ajar! Lepaskan menantuku!" umpat Mami Purwati.


Andre terkekeh di balik topengnya, "Kalau aku tidak mau, kalian mau apa?" ucapnya sambil membuka topengnya.


"Hah?"


Sontak saja mereka semua terbelalak kaget saat melihat wajah Andre.


"Daddyyyyyyyy!" teriak Sandrina yang kini tak dapat lagi diam. Ia berlari menghampiri Bunda dan Daddy nya.


"Astaga! Andre! Kok bisa?" Mami Purwati tampak tidak mengerti.


Duarrr!


Kembang api mulai dinyalakan. Lampu-lampu gemerlapan. Dan musik pun mulai dimainkan.


"Sayang, apa kabar? Bunda kangen banget," ucap Rumanah sambil memeluk hangat putrinya itu.


"Bunda, princess juga kangen banget sama Bunda. Bunda kok bisa sama Daddy?" tanya Sandrina heran.


"Ya, sayang. Daddy yang telah menculik Bunda," jawab Rumanah.


"Hah? Jadi, kau diculik oleh suamimu sendiri?" tanya Ferhat.


Rumanah mengangguk, "Tapi, aku baru tahu malam ini, Fer. Kemarin-kemarin dia menyamar menjadi Joker!" jawabnya.


"Astaga! Kau ini Bang!" desis Ferhat kesal. Ia tampak meninju kecil lengan mantan kakak iparnya itu.


"Hahaha, aku lakukan ini karena memberi surprise ulang tahun pada istriku," ucap Andre.


"Bukan hanya pada istrimu, ya! Tapi pada kami semua!" sosor Mami Purwati.


Andre terkekeh.


"Tidak, ya! Papi tidak merasa tertipu. Karena Papi sudah tahu yang sebenarnya," ungkap Papi Dargono.


Mami Purwati dan Ferhat melongo tak percaya.

__ADS_1


"Apaaa?"


"Jadi, Papi sudah tahu? Sialan," dengus Mami Purwati kesal.


"Hehehe, Andre sudah koling-koling dengan Papi," jawab Papi Dargono tanpa dosa.


"Astaga, Opaaa! Tapi, akting Oppa beneran keren lho!" ucap Ferhat.


"Hehehe, iya dong!" jawab Papi Dargono.


"Bunda, happy birthday to you!" ucap Sandrina.


"Thank you, princess," balas Rumanah sambil memeluk putrinya itu.


"Oh my God, happy birthday, Rumanah," ucap Mami Purwati sambil memeluk menantunya itu.


"Thank you, Mam," kata Rumanah.


"Mamimu hampir gila karena memikirkan kamu, Rumanah," ucap Papi Dargono.


"Oh Ya Tuhan! I am sorry, Mam!" Rumanah menangkupkan tangannya pada wajah Mami mertuanya.


Mami Purwati memutar bola matanya malas, "No problem! Ini semua gara-gara si nakal ini!" ucapnya sambil menyentil telinga putranya.


"Auwh! Mami, ini 'kan sebuah kejutan. Oh ya, mana uang 1 miliarnya!" pinta Andre.


"Enak saja kau! Tidak ada!" desis Mami Purwati.


"Hei, Mam. Ayolah berikan pada putramu ini. Karena malam ini kami akan berlayar ke ujung dunia," rengek Andre.


"What? Apakah benar begitu, Bunda?" tanya Sandrina kaget.


Rumanah mengangguk, "Princess mau ikut?" tanyanya.


"Tidak! Princess jangan ikut. Karena Daddy dan Bunda akan bulan madu, akan membuat adik bayi untuk princess!" sergah Andre.


"Oooh mau bikin adik bayi ya? Ya sudah, princess tidak mau ikut. Tapi, adik bayinya harus jadi, ya!" pinta si cantik Sandrina.


"Tentu! Kami akan berusaha," jawab Andre.


"Jadi, kalian benar-benar akanβ€”" Mami Purwati belum selesai bicara, dengan cepat Andre menyelanya.


"Ya, benar! Mana uangnya! Untuk ongkos kami di sana. Hihihi," pinta Andre.


"Ya sudah, Ferhat, berikan uangnya. Tapi, mereka harus berhasil membuat adik untuk Sandrina. Jika tidak, maka uangnya harus dikembalikan!" ujar Mami Purwati.


"Siap!" jawab Ferhat.


Rumanah dan Andre saling adu pandang dan tersenyum.


"Kalian tenang saja. Selama kami berada di dalam kapal ini, kami akan membuat bayi setiap hari," ucap Andre.


"Semangat banget bang!" sosor Ferhat sambil memberikan sepoker uang.


"Waw, thank you!" sorak Andre.


Mereka pun berbincang. Melepas rindu dan menikmati makanan yang sudah tersedia. Andre pun menceritakan apa yang ia lakukan selama menculik dan pura-pura menjadi Joker. Bulak balik dari rumah tempat Rumanah dikurung hingga ke rumahnya sendiri. Tentunya hal itu membutuhkan tenaga dan pikiran yang kuat.


"Princess, jangan nakal, ya. Bunda sama Daddy pasti akan kembali," ucap Rumanah pada putrinya.


"Ya, Bun. Princess janji! Bunda sama Daddy hati-hati, ya!" balas Sandrina.


Rumanah dan Andre mengangguk. Sebelum berangkat, mereka memeluk dan mencium hangat putri mereka. Begitupun dengan Mami Purwati dan Papi Dargono. Mereka saling berpelukan dan melepas rindu.


"Selamat jalan! Hati-hati, ya! Kami tunggu kabar baiknya!" ucap Ferhat sembari melambaikan tangannya.


Rumanah dan Andre yang sudah hendak berangkat pun mengangguk, tersenyum dan melambai.


"Oke!" ucap Andre.


Mereka semua berpisah untuk sementara waktu. Andre mengajak istrinya berlayar di lautan hingga ke luar negeri. Sungguh hal ini tak pernah Rumanah pikirkan sebelumnya.


"I love you, darling!" ucap Andre sambil memeluk tubuh istrinya itu.


"I love you too!" jawab Rumanah.


Semilir angin laut menerpa mereka. Tetapi, kehangatan cinta dan kasih sayang mampu mengalahkan dinginnya di malam itu.


Selamat jalan Rumanah dan Andre, semoga sukses dan cepat dapat baby buat princess!


~Happy Ending~


Guys, terima kasih sudah mengikuti Rumanah dan Andre sampai di titik ini. Sampai jumpa di season berikutnya ya! Bye bye!


Sayaaaaaang kalian semua!

__ADS_1


😍😍😍😍😍😍😍😍😍


~TAMAT~


__ADS_2