Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Semakin penasaran


__ADS_3

Glekkk!


Andre menelan ludahnya kasar, pemandangan indah di hadapannya begitu membuatnya enggan memalingkan wajahnya. Dua bukit kembar yang berukuran sedang itu nyaris membuat duda tampan itu sulit bernapas dengan lega.


"Lucunya, kalau dibandingkan dengan milik Luna, yang ini lebih menggemaskan." ucap Andre dalam hati.


Ya, tentu saja duda tampan itu sudah paham dan masih ingat pada buah dada milik mantan istrinya itu. Milik Luna memang berukuran besar, namun tetap terlihat seksi karena wanita itu senang merawat dan menjaga keindahan buah dadanya itu. Sedangkan milik Rumanah hanya berukuran sedang, pas dengan usianya yang masih sembilan belas tahun.


"Kenapa majikan galak ini diam saja. Apa yang dia lakukan? Kenapa aku jadi tidak tenang begini. Jangan-jangan majikan galak ini sedang merekam tubuhku ini. Astaga!" cicit Rumanah dalam hati.


Andre memang masih terdiam tanpa kata. Tangannya pun kini diam dan tidak melanjutkan tugasnya lagi. Tentu saja hal itu karena ia terpukau pada keindahan buah dada yang masih asri itu. Belum terjamah oleh tangan siapa pun, pastinya rasa buah dada milik gadis desa itu sangat manis dan lezat.


"Tuan, apa yang Anda lakukan? Kenapa lama sekali." tanya Rumanah penuh selidik.


Andre mengerjapkan matanya dan mengusap wajahnya kasar. "Sialan, apa yang aku pikirkan." ucap Andre dalam hati.


Duda tampan itu menarik napasnya dalam dan membuangya kasar. "Tidak ada, aku hanya sedang mengusir cicak yang sedang memandangi tubuhmu." jawab duda tampan itu sekenanya.


"Hah, cicak macam apa yang memandangi tubuh saya, Tuan. Astaga, cepat pakaikan baju operasi itu Tuaaan." kali ini Rumanah nampak membuka kedua kelopak matanya. Gadis desa itu setengah terjingkat kaget saat majikan wajah majikan galaknya tepat berada di depan buah dadanya.


"Aaaaaaaaaaaa, Tuaaaaaan! Apa yang Anda lakukan!?" gadis desa itu memekik dan kini meloncat menjauhi majikan galaknya.


"Astaga, kenapa dia malah bergerak seperti itu siii. Lihat, dua balonnya semakin terlihat menggemaskan saat beradu dan bergoyang. Ck, menyebalkan!" Andre berdecak dalam hati.


Sementara itu Rumanah nampak berusaha menutupi dua bukit kembarnya menggunakan tangannya. Tentu saja hal itu sangat membuatnya kesulitan untuk melakukannya. Namun tetap saja gadis desa itu harus melindungi buah dadanya dari jilatan mata majikan galaknya.


Andre mengusap wajahnya kasar dan memutar bola matanya malas. "Ck, apa yang kau pikirkan, Annabelle! Diam di sana dan aku akan melanjutkan tugasku lagi. Kau jangan terlalu percaya diri, Annabelle. Aku hanya sedang memastikan apakan kau benar-benar seorang wanita!?" ucap duda tampan itu panjang lebar.

__ADS_1


Rumanah nampak membulatkan kedua bola matanya penuh. Apapun alasan majikan galaknya itu, tetap saja dia harus waspada padanya. "Hish, dasar majikan galak tak punya akhlak!" desis Rumanah dalam hati.


Andre melangkahkan kakinya mendekati Rumanah yang berdiri di pojokan. Detak di jantungnya masih berirama, perut rata yang putih mulus tanpa noda dan lekukan di pinggang Rumanah kini menjadi objek penglihatannya.


"Menyebalkan! Kenapa dia menatap perutku seperti itu. Dasar mata jelalat, kalau sampai berani macam-macam maka akan kucolok mata jelalat majikan galak itu menggunakan bambu runcing." cerocos Rumanah dalam hati.


Andre berdiri di hadapan pengasuh putrinya. "Annabelle, sekarang aku akan membuka celanamu, kembali kau pejamkan matamu dan tenanglah! Aku tidak akan melakukan apapun padamu." ucap duda tampan itu yang nampak menekan setiap ucapannya.


Rumanah mendelikkan wajahnya dan menatap kurang yakin pada majikan galaknya. Tentu saja ia sangat takut jika sesuatu yang tidak seharusnya terjadi malah terjadi. Rumanah masih gadis, wey! Tentu saja ia harus menjaga kegadisannya yang akan ia berikan hanya untuk suaminya kelak.


"Tidak, biar saya saja yang membukanya sendiri. Lebih baik sekarang Tuan saja yang tutup mata." tolak Rumanah tanpa basa-basi.


Andre nampak memelototkan kedua bola matanya kesal. "Jangan gila! Dengan kondisi tanganmu yang seperti itu kau ingin melakukannya sendiri? Sampai hari kiamat kau baru akan bisa menyelesaikannya." sungut duda tampan itu yang nampak menekan setiap ucapannya.


Rumanah mengerlingkan matanya dan mengerucutkan birbirnya kesal. Tentu saja dia pun memang merasa kesulitan, dua tangannya kini tak mampu melakukan apa-apa karena luka dan infusan.


"Apa yang aku lakukan? Kenapa aku semangat sekali dan semakin penasaran ingin melihat seluruh tubuh gadis desa ini." ucap Andre dalam hati.


"Kenapa dia serius sekali. Dan lihat, dia berjongkok seperti hendak.. Argh, menjengkelkan!" decak Rumanah kesal.


Andre mulai menyentuh rok selutut yang Rumanah kenakan. Tentu saja hal itu kembali membuat Rumanah bergetar hebat dan ketakutan. Sementara Andre kini mulai memeloroti rok yang Rumanah kenakan. Jantungnya semakin berpacu kencang tanpa kenal lelah.


"Argh, sialan. Ada apa denganku? Kenapa aku semakin tertarik untuk menelanja*ngi gadis desa ini. Ck, apa semua gadis yang berasal dari desa memiliki kulit putih mulus seperti ini?" cerocos Andre dalam hati.


Kini, rok selutut yang Rumanah kenakan nampak sudah terlepas dari tempatnya. Andre nampak tak sanggup membuka matanya saat gundukan kecil mungil namun tembem itu terpampang nyata di hadapannya. Walau masih terbalut oleh CD berwarna pink, tetapi keelokan objek itu tetap terlihat menggemaskan.


"Ya Tuhan, entah ini salah siapa? Aku bingung harus berbuat apa. Jika ini dosa besar, maka aku terima hukumannya." ucap Rumanah dalam hati. Gadis desa itu nampak menggigit bibir bawahnya dan menahan kakinya yang sudah bergetar hebat.

__ADS_1


Sementara itu Andre nampak memejamkan matanya dan menarik napasnya dalam. Untuk sesaat ia berusaha merilekskan dirinya sendiri. Dadanya semakin terasa sesak dan adik kecilnya pun kini tengah mengamuk dan mulai terbangun dari tidurnya.


"Sialan! Ada yang salah dari diri gue saat ini. Bisa-bisanya gadis desa ini mampu membuat adik kecil gue tergelitik dan mulai mengamuk." cicit Andre dalam hati.


"Tuan, saya bisa melakukannya sendiri. Berikan baju operasi itu pada saya." ucap Rumanah dengan suara yang bergetar. Tentu saja ia tidak ingin membiarkan Andre melihat mis vagsnya yang masih asri dan menggemaskan.


Andre mendongakkan wajahnya dan menatap tajam pada pengasuh putrinya itu. "Tidak! Aku yang harus melakukannya." tolak Andre dengan cepat.


"Tidak, Tuan. Saya rasa ini terlalu berlebihan. Saya akan berusaha melakukannya sendiri." sanggah Rumanah yang tetap kekeh ingin melakukannya sendiri.


Andre menggeleng. "Aku yang harus melakukannya. Kau diam dan jangan banyak bergerak." ucap Andre penuh penegasan.


"Tapi, Tuan. Saya tidak ingin—" Rumanah menggantung ucapannya saat tiba-tiba Andre menyelanya.


"Diam! Jangan membantah ucapanku! Aku yang akan melakukannya sendiri! Jangan menolak lagi." bentak Andre yang kian memaksa.


Rumanah nampak terjingkat kaget dan menelan ludahnya kasar. Nampaknya si majikan galaknya sangat antusias dan sudah tersulut emosi. Rumanah diam dan tak bisa berbuat apa-apa. Sementara Andre kini nampak menarik napasnya dalam dan membuangnya kasar.


Tangan kekar itu, mulai menyentuh CD berwarna pink yang semakin membuat gadis desa itu menggemaskan. Perlahan tapi pasti, Andre menurunkan CD Rumanah yang lumayan kencang membalut miss vagsnya.


Degggg!!!!


Lagi-lagi Andre harus merasakan detak jantung yang kian melonjak tinggi. Saat itu, rumput hitam yang halus nampak sudah terlihat di bagian bawah pusar hingga pertengahan mis vasg milik Rumanah. Dan pemandangan itu semakim membuat Andre meradang dan kian penasaran.


"Astaga, benar-benar menggemaskan!" ucap Andre dalam hati.


***

__ADS_1


Makin gaswat ini guys, othor gak sanggup lagi melanjutkan adegan menegangkan ini. Haduh 😬😂


__ADS_2