
Rumanah menjinjing tas travel yang dipenuhi oleh pakaian dan bekal Sandrina. Gadis desa itu tampak terlihat sibuk dan terburu-buru.
"Aaaissh, dasar orang kaya. Mau jalan-jalan jauh ke luar kota pake acara dadakan kayak gini si!' gerutu Rumanah seraya memasukkan satu persatu barang-barang yang akan dibawa ke Jogjakarta.
Ya, hari ini Andre mendadak mengajak Sandrina untuk berkunjung ke rumah orang tuanya yang berada di kota Jogjakarta. Tentu saja pengasuh putri kesayangannya turut ikut bersama mereka.
Awalnya Rumanah sedikit terkejut karena ia mengira jika Sandrina bolos sekolah. Ternyata setelah diselidiki, hari ini Sandrina memang sedang libur sekolah dikarenakan tanggal merah.
"Apakah semuanya sudah selesai?" tanya Joe yang tak lain adalah supir pribadi Andre.
Rumanah menolehkan wajahnya dan mengangguk kecil. Wajahnya tampak terlihat ditekuk dan keringatnya pun begitu bercucuran.
"Siap sudah!" jawabnya memberi hormat.
"Baik, sekarang kau beritahu Tuan besar bahwa semuanya sudah siap dan tinggal berangkat." titah Joe pada Rumanah.
Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya dan menatap kesal pada supir pribadi majikannya.
__ADS_1
"Astaga, kau punya kaki dan punya mulut! Sana kau yang bergerak dan jangan memerintahku! Kau pikir aku tidak pegal hah? Ck, dasar menyebalkan!" Rumanah mengomel dan menggerutu kesal.
Joe tampak tercengang dan melongo tak percaya dengan tindakan pengasuh Nona kecilnya. Di dalam sejarah hidupnya ia tak pernah merasakan yang namanya dibentak oleh seorang wanita mana pun. Karena wajahnya yang terlihat sangar dan tubuhnya yang tegap membuat siapa pun yang melihatnya sungkan dan takut-takut pada Joe. Tapi gadis Desa ini??
"Apa aku tidak sedang bermimpi??" ucap Joe lirih. Kedua manik matanya menatap kosong pada Rumanah yang sudah berlalu meninggalkannya.
____
"Dad, apakah kita akan menginap?" tanya Sandrina pada Daddynya.
"Yaaaaah, princess kira kita akan menginap." rengek Sandrina yang tampak mengerucutkan bibirnya bertingkah manja.
Andre tersenyum kecil dan mengusap lembut puncak kepala putrinya.
"Princess sayang, dengar. Daddy pasti akan mengajakmu menginap di rumah Omma dan Oppamu sampai kau puas. Tapi itu nanti, saat kau libur tengah semester. Apakah kau mengerti?" jelas Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.
Sandrina mengerucutkan bibirnya dan hanya terdiam. Tingkah manjanya benar-benar membuat Andre gemas.
__ADS_1
Sementara itu Rumanah yang duduk di bagian depan samping supir Joe, ia tampak mendengar obrolan majikan dan asuhannya. Dilihat dari kaca kecil yang berada tak jauh dari kepalanya, Sandrina tampak manyun dam merajuk.
"Princess, benar yang dikatakan Daddy. Jika hari ini princess kekeh ingin menginap, maka itu artinya besok princess akan bolos sekolah. Memangnya princess tidak sayang pada pelajaran yang sudah pasti akan tertinggal jika princess bolos sekolah? Dan lagi pula sebentar lagi princess akan mengikuti pentas seni tarian ballet, bukan?Jadi sebaiknya princess nurut pada Daddy dan tahan dulu keinginan untuk menginapnya." timpal Rumanah yang tampak mendukung majikan galaknya.
Sandrina terdiam dan memutar otaknya berpikir keras. Mencerna setiap ucapan pengasuhnya. Sementara itu Andre dan Joe tampak tercengang mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Rumanah.
"Hhmmm, gadis Desa ini ternyata bisa menasihati putriku dengan kata-katanya yang bijak. Kukira dia hanya seorang gadis Desa yang tidak berpengetahuan apa-apa." ucap Andre dalam hati.
"Hahh, ternyata si lusuh ini bisa bicara dengan nada yang lembut juga." Joe pun ikut membatin.
Sekian detik berlalu..
"Oke baiklah, kalau begitu princess tidak akan memaksa untuk menginap. Untung saja dewi peri mengingatkan princess. Terima kasih dewi periii." seru Sandrina yang tampak luluh pada ucapan Rumanah.
Rumanah menolehkan wajahnya ke belakang, senyuman hangat ia berikan pada asuhannya.
***
__ADS_1