
Rumanah memeluk erat tubuh suami rahasianya yang baru saja merobek selaput daranya, merenggut kesucian yang selama ini ia jaga baik-baik. Keringat, air mata dan darah seakan jadi bukti kuat jika ia sudah dimiliki seutuhnya oleh suami rahasianya itu.
Andre mengatur napasnya yang ngos-ngosan dan tak beraturan. Setelah heberapa menit ia mengobrak abrik mis vags istri sirrinya itu, akhirnya pria tampan itu sudah memuncratkan mayonais pada perut istri sirrinya itu. Tentu saja ia tidak akan menebar benih miliknya di dalam rahim istri sirrinya. Sebab,ia tidak ingin istrinya hamil sebelum mereka mengesahkan pernikahan mereka di mata negara.
"Terima kasih, Belle. Kau hebat sekali malam ini." Andre melepaskan pelukannya dan merebahkan tubuhnya di samping istri sirrinya itu.
Rumanah tersenyum kecil seraya melirikkan manik matanya pada perutnya yang lengket terkena mayonais yang Andre semprotkan di sana.
"Sama-sama, Tuan. Saya harap Anda tidak meninggalkan saya setelah ini," jawab Rumanah sembari sesekali bergidik geli melihat perutnya sendiri.
"Itu tidak akan kulakukan, Belle. Kau akan menjadi istri satu-satunya untukku. Aku berjanji suatu saat nanti akan mengungkap pernikahan kita pada princess, Ferhat, orang tuaku dan orang tuamu. Aku akan mempublikasikan pernikahan kita ini. Kau tidak usah khawatir mengenai apa pun." Andre bicara seraya memeluk hangat dada istri sirrinya itu.
Rumanah terdiam dan menatap langit-langit kamarnya. "Apakah pria ini serius dengan semua ucapannya? Kenapa dia bisa secepat itu menjadikanku sebagai istrinya dan mengatakan jika aku akan menjadi istri satu-satunya. Artinya, tidak akan ada wanita lain lagi di hatinya selain diriku." cerocos Rumanah di dalam hati.
Andre mendongakkan wajahnya dan menatap lekat wajah cantik istrinya yang terlihat jelas seperti sedang mencemaskan sesuatu. "Ada apa, Annabelle? Apa yang membuat pikiranmu mengganjal? Apakah kau masih tidak yakin dengan semua ucapanku?" serbu Andre penuh selidik.
Rumanah mengerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya serta menyunggingkan senyuman kecilnya. "Tidak, Tuan. Saya hanya sedang memikirkan bagaimana caranya membersihkan cairan lengket yang melumuri perut saya. Astaga! Ini sangat menjijikkan sekali." sanggah gadis desa itu yang tampak mengalihkan pada topik yang lain.
"He he he he he, kau ini sangat kurang ajar sekali, Annabelle!" cicit Andre disertai cengengesnya.
"Kurang ajar bagaimana, Tuan? Bukan kah Anda yang kurang ajar? Bagaimana bisa Anda mengotori perut saya," protes Rumanah yang tampak menekan setiap ucapannya.
Andre membulatkan kedua bola matanya penuh dan menatap tajam pada istri sirrinya itu. "Apaa??? Jadi kau tidak terima dengan semua ini? Apakah itu artinya kau ingin aku menyemprotkan benih berhargaku di dalam rahimmu ini?" seloroh pria tampan itu penuh penekanan.
Rumanah tampak terhenyak kaget dan membulatkan kedua bola matanya penuh. "Hah? Tidak tidak! Tidak seperti itu maksud saya, Tuan." elak wanita yang berasal dari desa itu.
"Lantas? Apa yang kau inginkan? Aku membuang benih berhargaku ini pada perutmu agar kau tidak hamil. Bukan kah kau tidak ingin segera hamil? Astaga, kau benar-benar membuatku kesal," cicit pria tampan itu dengan segenap kekesalannya.
"He he he he, jangan kesal-kesal, Tuan. Kita baru saja bercinta dan saling memuji kehebatan satu sama lain. Sangat tidak bersahaja jika Tuan mengomel seperti ini pada saya. He he he," ucap Rumanah yang tampak nyengenges tanpa dosa.
Andre memutar bola matanya malas dan mengusap wajahnya kasar. "Bagaimana aku tidak kesal! Sementara istriku sendiri berani mengatai benih berhargaku adalah sesuatu yang menjijikkan. Astaga! Dan, kau tidak terima dengan apa yang kulakukan padamu. Sejujurnya hatiku begitu teriris oleh ucapanmu, Annabelle!" cerocos pria tampan itu yang berhasil membuat Rumanah terkekeh geli.
"Hi hi hi hi, kenapa Anda semakin bawel dan cerewet, Tuan? Apakah itu karena Anda telah mendapatkan gigitan dari mis vags saya? Ha ha ha, Anda benar-benar lucu dan menggemaskaaaaan!" ucap Rumanah sembari mencubit gemas pipi suami tampannya itu.
__ADS_1
Andre mengerucutkan bibirnya bertingkah kesal. "Lucu matamu! Ini sangat membolukan!" cicit Andre disertai kelakarnya.
"Hah? Memalukan, Tuaaaan. Ha ha ha," seloroh Rumanah disertai tawa ngakaknya.
"Ha ha ha ha ha, maksudku begitu, Belle." Andre ikut tertawa dan ia mengusel pada leher istrinya itu.
"Ha ha ha, dasar Daddy princessss," desis Rumanah.
"Ha ha ha, dasar Mommy princess," balas Andre.
"Apa? Mommy?" seloroh Rumanah dengan tatapan tajamnya.
"He he he, maksudku Bunda nya princeeeessss," jawab Andre disertai cengengesnya.
"Nah, gitu dong!" ucap Rumanah seraya menyilangkan tangannya.
Andre tersenyum serta memandangi wajah cantik istri sirrinya itu. "Belle, setelah kuperhatikan, wajahmu sangat cantik dan menggemaskan. Tapi, sejujurnya aku sangat merasa heran padamu. Kenapa kau berpenampilan cumpang camping dan terlihat sangat jelek sekali waktu itu? Padahal aslinya kau sangat cantik dan selalu membuatku gemas," akhirnya pria tampan itu mengungkapkan keheranannya selama ini.
Rumanah terdiam sejenak dan melemparkan pandangannya pada langit-langit kamar suami rahasianya itu. "Kenapa dia menanyakan hal ini? Haruskah aku menjawabnya? Tapi ... aku tidak ingin dia tahu." ucap Rumanah di dalam hati.
"Emh, memangnya kenapa dengan waktu itu, Tuan? Bukan kah itu sudah berlalu? Dan kini Tuan tidak akan lagi melihat saya seperti itu. Percaya deh! Sebab, kalau saya seperti itu lagi, saya yakin Tuan akan meninggalkan saya. Hu hu hu," ucap Rumanah yang ternyata enggan menjawab pertanyaan suami rahasianya itu.
Andre tersenyum kecil dan mengusap lembut wajah cantik istrinya. "Tidak ada, Belle. Aku hanya penasaran saja dengan hal itu. Sebab, kau terlihat seperti sedang menyamar." celetuk Andre yang berhasil membuat Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh.
"Hah? Itu tidak benar, Tuan. Emh, sebaiknya saya pergi ke kamar mandi dulu deh! Saya risih sekali dengan cairan lengket ini, Tuan. Dan lihat ini, astagaaaaa!" Rumanah beringsut bangun dan menatap syok pada seprei yang dilumuri oleh darah perawannya.
"Ada apa?" tanya Andre yang juga beringsut bangun.
"Ini, darahnya mengotori seprei Anda, Tuan." Rumanah menjawab dengan raut wajah yang cemas.
Andre tersenyum kecil seraya mengusap lembut kepala istri sirrinya itu. "Tidak apa-apa, ini menjadi bukti jika kau hanya milikku, Annabelle. Dan soal seprei ini ... aku akan membuangnya. Jadi, tidak akan ada yang tahu soal darah keperawananmu ini." terang pria tampan itu dengan suara yang lembut.
Rumanah menutup mulutnya yang menganga, manik matanya masih menatap jeli pada darah yang mengotori seprei. Ternyata, dia benar-benar sudah menyerahkan keperawanannya pada suami rahasianya itu.
__ADS_1
"Astaga, Ya Tuhan! Aku benar-benar sudah memberikan kesucianku pada pria ini. Pria yang hanya menjadikanku istri sirrinya. Semoga saja pernikahanku ini langgeng dan hanya maut yang memisahkan." ucap Rumanah di dalam hati.
"Ada apa lagi, Belle? Apakah kau ingin mengabadikan kenangan ini? Mungkin kau ingin menggunting seprei ini dan menaruh darah keperawananmu di dalam dompetmu? He he he he he," ucap Andre membuyarkan lamunan istri sirrinya.
Rumanah menyunggingkan senyuman kakunya. "Tidak, Tuan. Saya kira Anda yang akan membiarkan seprei ini berada di dalam kamar Anda untuk menjadi kenang-kenangan. Misalnya, Anda menjadikan seprei ini sebagai hordeng jendela kamar Anda. Atau Anda akan menjadikan seprei ini selimut yang akan—" Rumanah tampak menggantung ucapannya saat tiba-tiba Andre menepuk jidatnya.
Plaaakkk!
"Aauuuuwhhh!" Rumanah meringis.
"Kau sudah seperti orang gila, Annabelle!" cicit Andre seraya menatap datar pada istrinya.
"Hah? Orang gila? Apa yang Anda katakan? Berani sekali mengatai saya orang gila. Astaga!" protes Rumanah tak terima.
"He he he he, maksudku orang yang membuatku tergila-gila padamu. Ha ha ha ha!" seloroh Andre disertai tawa ngakaknya.
Rumanah memutar bola matanya dan menyunggingkan senyuman kecilnya. "Dih, gombal!" desisnya yang kemudian beringsut turun dari ranjang king size itu.
Andre tampak terkekeh dan memandangi tubuh istrinya dari belakang. "Dia benar-benar menggemaskan." batinnya berucap.
Sementara itu, Rumanah tampak sudah masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar suami rahasianya itu.
"Belle, bersihkanlah saja perut dan mis vagsmu. Mandinya nanti saja bersamaku!" teriak Andre penuh desakkan.
Tak ada jawaban, sepertinya Rumanah tidak mendengar atau mungkin sengaja tidak menanggapi.
Andre tersenyum penuh arti saat ia menatap darah yang mengotori seprei berwarna abu-abu muda itu. "Annabelle, akhirnya kau sudah berhasil kudapatkan." gumamnya pelan.
Menyadari ular berbulunya yang terasa lengket, buru-buru Andre mencari tissue basah untuk membersihkan ular bulunya yang sudah loyo.
"Aish, kerja yang bagus, adik kecilku. Setelah ini kau akan sering mendapatkan jatah dari wanita cantik itu." Andre bicara pada kejantanannya sembari membersihkannya menggunakan tissue basah.
Guys, kira-kira apa ya alasan Rumanah berdandan seperti boneka Annabelle saat ia pertama kali menginjakkan kaki ke Kota besar itu dan bertemu dengan Tuan Andre? Jika kalian penasaran, maka terus ikuti kisah mereka berdua. Author akan mengungkap teka-teki yang berputar di kepala Andre.
__ADS_1
BERSAMBUNG...