Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Berjanjilah


__ADS_3

Andre dan Rumanah melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar yang telah dibooking oleh duda tampan itu. Keduanya nyaris tak sabar ingin menikmati siang pertama dan honeymoon dadakan di dalam kamar yang sangat bernuansakan romantis dan sensual.


Rumanah terpukau, matanya membulat dan mulutnya menganga. Ia melangkah masuk dengan jantung yang berloncatan ke mana-mana. Tapi tunggu! Apakah mereka tidak salah masuk? Tempat itu... kamar atau taman bunga? Pasalnya, dari ujung pintu hingga ke atas ranjang, kelopak bunga mawar dan bunga-bunga lainnya yang beraromakan sensual bertabur indah di sana.


"Waaaaahhhh, kamarnya ... aku bahkan tidak pernah membayangkan akan seperti ini. Ya Tuhan, kenapa aku tidak membawa karung atau plastik untuk memunguti bunga-bunga yang aku injak ini. Sayang sekali," cicit gadis desa itu di dalam hati.


Setelah si jasa hotel menyiapkan segalanya, termasuk kamar mandi yang akan menjadi tempat untuk mengguyur tubuh mereka, Andre pun menyuruh orang itu untuk segera meninggalkan mereka di sana. Dan, tanpa membuang waktu lagi ia pun melepas topi, kacamata hitam, masker serta jaket hitamnya. Huh, sungguh penyamaran yang memberatkan!


Sementara itu Rumanah tampak berdiri di depan jendela yang menampakkan pemandangan laut yang indah. Mereka berada di lantai dua belas, wajar saja jika hamparan kota terlihat jelas oleh manik mata keduanya.


"Apakah ada yang ingin kau katakan, Annabelle?" Andre bertanya seraya melingkarkan tangannya pada pinggang ramping gadis desa itu. Dari belakang ia memeluk istri kecilnya, menghirup aroma shampoo dan juga tubuh Rumanah yang manis.


Seketika Rumanah menyandarkan kepalanya pada dada bidang duda tampan yang kini sudah sah menjadi suaminya. Namun sayangnya, mereka hanya menikah sirri. Itu artinya, pernikahan mereka sah menurut agama, namun belum disahkan menurut negara. Sebab, pernikahan mereka tidak tercatat dan tidak mendapatkan buku nikah.


Sejujurnya, akan banyak sekali konsekwensinya melakukan nikah sirri. Terutama bagi sang istri yang notabenenya tidak akan mendapatkan apa-apa jika pernikahan mereka belum disahkan oleh negara. Termasuk, nasib si anak yang tidak akan mendapatkan gono gini dari pria yang menjadi suami ibunya.


"Tuan, apakah Tuan akan menghamili saya?" tanya gadis desa itu dengan jantung yang mulai berdegup kencang dan berloncatan.


Andre tersenyum lantas mendartkan wajahnya pada pundak istrinya itu. "Tergantung, jika kau diam saja, maka aku akan menghamilimu. Tetapi, jika kau melawanku, maka aku tidak akan menghamilimu." jawab duda tampan itu yang berhasil membuat Rumanah memutar otaknya berpikir keras.


"Maksud Anda, bagaimana Tuan? Memangnya Anda akan memukuli saya?" Rumanah bertanya dengan polos dan tanpa disaring. Dan tentunya hal itu membuat Andre terkekeh gemas pada gadis desa yang kini sudah sah menjadi istrinya.


"He he he he, untuk apa aku memukulimu, Annabelle? Bukankah sangat sayang sekali jika tubuh mungil dan elok rupa'nya ini dipukuli begitu saja? Aku tidak akan melakukannya, Annabelle." duda tampan itu berkata seraya memutar tubuh gadis desa itu agar menghadap kepada dirinya.


"Lantas, mengapa saya harus melawan agar tidak hamil?" tanya Rumanah yang tampak masih tak mengerti.


Andre melemparkan senyuman hangatnya. Tangan kekarnya refleks mengusap lembut wajah cantik gadis desa itu. "Kau khawatir soal itu? Belum siap kah kau untuk mengandung anakku?" selidik duda tampan itu yang kini tampak menatap intens dan serius pada istri kecilnya.

__ADS_1


Rumanah menggigit bibir bawahnya dan diam sejenak. Tatapan lembut yang suaminya lemparkan padanya berhasil membuat gadis desa itu terpaku dan terhipnotis.


"Annabelle, aku tidak akan menghamilimu sampai kau siap untuk mengandung anakku. Kau tenang saja! Apa pun yang terjadi, aku akan bertanggung jawab." duda tampan itu berkata dengan lembut dan memeluk hangat gadis desa yang kini tengah menahan air matanya yang sebentar lagi akan meluncur jatuh ke permukaan.


Untuk beberapa saat Andre membelai lembut rambut panjang milik istrinya itu. Mencoba memberi kehangatan dan ketenangan pada gadis desa yang sudah menjadi seorang istri.


"Tuan, apakah setelah ini princess akan tahu tentang pernikahan kita?" tanya Rumanah tiba-tiba.


Andre terdiam sejenak. Untuk hal ini sudah ia pikirkan sejauh mungkin.


"Sebaiknya kita rahasiakan pernikahan ini untuk beberapa saat, Annabelle. Ada saatnya nanti kita akan bongkar perihal pernikahan kita ini. Aku yakin mereka semua pasti terkejut jika kita mengatakan yang sebenarnya saat ini juga," jawab Andre yang berhasil membuat Rumanah sedikit cemas dan merasa tiada guna.


"Merahasiakan pernikahan ini? Lantas, apa gunanya aku menjadi istrinya? Aku tidak bisa mengatakan jika mulai saat ini aku adalah istri duda tampan ini. Aku tidak bisa mengatakan jika mulai saat ini aku sudah menjadi ibu bagi princess," Rumanah bicara dalam hati. Seketika dadanya terasa sesak. Dan ia sudah tak dapat lagi menahan air matanya. Mengapa... kesedihan ini terasa setelah ia menikah?


Andre mendongakkan wajah istri cantiknya yang kini sedang menangis. Tentu saja hal itu membuatnya sedikit terkejut dan tampak heran. Ia tak mengerti bagaimana perasaan yang sedang Rumanah tahan.


Rumanah menggeleng kecil serta mengusap kasar air matanya sendiri. "Berjanjilah tidak akan meninggalkan saya, Tuan." pinta gadis desa itu mendesak suaminya.


Andre menyunggingkan senyuman manisnya. "Nampaknya itu yang membuatmu menangis, Annabelle." bisik duda tampan itu di dalam hati.


Dengan lembut Andre mengusap air mata yang masih mengalir. Membersihkan air mata yang membasahi wajah cantik istrinya.


Muach!


Duda tampan itu mendaratkan bibirnya pada kening istrinya. Mengecup manis dan lembut kening istrinya yang sedang gundah gulana.


"Jangan khawatir, Annabelle."

__ADS_1


Muach!


Muach!


Ia kembali mendaratkan bibirnya, mengecup lembut mata gadis desa yang sudah tak berair itu.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam situasi apa pun," ucap duda tampan itu seraya mendekap erat tubuh mungil gadis desa itu.


Rumanah hanya diam tak mampu berkata apa-apa lagi. Namun, kali ini ia sedikit merasa tenang. Sementara duda tampan itu membelai lembut rambut panjangnya.


"Sudah saatnya aku mendapatkan apa yang aku mau," bisik Andre di dalam hati.


Andre merenggangkan pelukannya. Menangkupkan kedua tangannya pada wajah cantik istrinya. Dengan lembut ia mendongakkan wajah cantik yang sangat menggemaskan itu.


"Are you oke?" tanya Andre dengan tatapan yang lembut dan penuh cinta.


Rumanah mengangguk kecil serta tersenyum manis.


"Are you ready?" tanya Andre lagi.


Rumanah mengusap wajah tampan suaminya yang menatap mesum padanya. "Bicaralah bahasa lokal saja, Tuan. Saya merasa seperti sedang menonton film Titanic. Ha ha ha ha," ucap gadis desa itu disertai tawa ngakaknya.


Andre terhenyak kaget dan sontak saja ia pun tertawa terbahak-bahak. "Ha ha ha ha!"


Akan kah, duda tampan itu berhasil membuka segel yang masih rapet?


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2