
"Jadi, bagaimana sekarang, darling? Apakah kau masih bersedia ke hotel bersamaku?" tanya Andre pada istri cantiknya.
Rumanah menaikkan bola matanya dan seperti sedang berpikir keras. "Eemmmmmh," gumamnya.
"Jangan banyak berpikir, darling. Tidak apa-apa kita menginap di hotel. Toh, pernikahan kita sebentar lagi akan dipublikasikan. Sekarang pun aku tidak menyamar lagi, karena aku sudah siap mempublikasikan pernikahan kita," ucap Andre penuh penekanan.
Rumanah tersenyum kecil dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya. "Benar. Tapi ... saya takut, Tuan." jawabnya sedikit merajuk.
"Takut apa, darling?" Andre bertanya sembari mengusap lembut puncak kepala istrinya.
"Takut ... bertemu dengan itu," jawab Rumanah sedikit gugup.
"Orang itu? Yang mengejarmu tadi?" tanya Andre penuh selidik.
Rumanah mengangguk mengiyakan.
"Memangnya siapa orang itu, darling?" tanya Andre.
Rumanah terdiam sejenak, seketika wajahnya berubah menjadi tegang dan kaku.
"Ada apa, sayang? Apa yang akan dia lakukan padamu tadi? Kenapa dia bisa mengejarmu?" tanya Andre lagi.
"Dia ... dia ingin menjambret barang-barang saya, Tuan." Rumanah menjawab sedikit tergagap.
Andre tampak mengerutkan dahi dan menatap intens wajah cantik istrinya. Terlihat kekhawatiran dan keraguan di wajah cantik istrinya.
"Menjambretmu? Sebentar, apa yang akan dia jambret darimu? Kau, tidak membawa apa-apa, darling. Bahkan, gawai pun tidak kau bawa," protes Andre penuh selidik.
Ya, Rumanah memang tidak membawa apa-apa. Sebuah tas kecil pun tidak ia bawa. Sebab, dirinya memang tidak memiliki barang-barang yang harus ia bawa. Hanya punya gawai satu, itu pun tidak ia bawa. Karena, ia berpikir tidak ada gunanya membawa-bawa gawai.
"Hah? Benar juga. Aku memang tidak membawa apa-apa. Astaga! Sepertinya aku mengeluarkan alasan yang salah," ucap Rumanah dalam hati.
"Darling, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Andre yang berhasil membuat Rumanah harus meninggalkan lamunannya.
"Ah iya, emh ... itu, sebenarnya tadi ... dia mencoba menggoda saya, Tuan." Rumanah menjawab dengan ekspresi bingung dan juga gugup. Sementara sang suami begitu intens menatap manik matanya.
__ADS_1
"Benarkah yang kau katakan itu? Apakah kau sedang tidak berbong?" tanya Andre yang kian mendesak.
Rumanah mengangguk kecil. "Sebaiknya memang aku harus berbohong," ucapnya dalam hati.
Andre menggenggam erat tangan istrinya. Menatap dalam wajah cantik yang terlihat tegang itu. "Aku tahu kau sedang berbohong, Annabelle. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa pria yang membuatmu sampai ketakutan seperti ini. Sudah kuduga, kau memang menyembunyikan sesuatu dariku. Dan, jika dipikir-pikir ... aku memang terlalu cepat mengambil keputusan yang mungkin mengandung sebuah risiko besar," celotehnya dalam hati.
Rumanah tampak terdiam dengan lamunannya. Ia sendiri sangat tidak menyangka jika akan bertemu dengan pria bertubuh kekar yang membuatnya panik dan bergegas lari menjauhi pria itu. Tetapi, siapakah sebenarnya pria bertubuh kekar yang mengejar Rumanah tadi?
"Darling, jangan takut dan panik. Kau tahu jika aku akan selalu melindungimu?" ucap Andre seraya mengusap lembut wajah cantik istrinya.
Rumanah mengangguk kecil serta menyunggingkan senyuman kakunya. "Ya, Tuan. Saya tahu," jawabnya.
Andre tersenyum hangat. "Ya sudah, jika begitu ... ayo kita bergegas ke hotel. Aku ingin menginap dan melakukan honeymoon denganmu," ajaknya yang berhasil membuat Rumanah terjingkat kaget.
"Apa?? Honeymoon lagi?" tanya wanita cantik itu dengan tatapan terkejutnya.
Andre mengangguk seraya tersenyum genit. "Ya, darling. Honeymoon," jawabnya setengah berbisik.
Rumanah tampak memutar bola matanya dan membuang napasnya kasar. "Ya Tuhan, harus berapa kali kita melakukan honeymoon, Tuan? Astaga! Ayolah, biarkan istrimu ini beristirahat, Tuan." omelnya yang tampak menekan setiap ucapannya.
Rumanah mendelikkan matanya dan memencengkan bibirnya, sebal.
"Pokoknya, jangan banyak protes. Kau tidak lupa, bukan. Jika aku ingin segera memiliki baby denganmu. Astaga, coba kau bayangkan saja, darling. Perpaduan antara diriku yang sangat tampan maksimal seperti ini, dengan dirimu yang cantik jelita. Ya Tuhaan, aku yakin anak kita pasti sangat sempurna!" cerocos Andre panjang lebar.
Rumanah hanya manggut-manggut mengiyakan. Pokoknya, dia sudah tak ingin lagi protes ataupun melakukan perdebatan. Sebab, dia pasti yang akan selalu kalah. Sementara sang suami selalu tak mau kalah.
"Kau tahu, darling. Aku akan mengajakmu ke sebuah hotel yang sangat mewah. Di mana, di kamar yang kita sewa, ada sebuah kolam renang di dalamnya. Bukan hanya itu saja, kau pun bisa menikmati berbagai makanan dan minuman yang dikirim langsung dari luar negeri," ujar Andre menjelaskan. Ia tampak semangat dan anrusias.
"Waaaah, benarkah semua yang dikatakan oleh Anda? Banyak makanan dan minuman dari luar negeri?" seru Rumanah yang seperti tengah tergiur.
Andre mengangguk tanpa ragu. "Ya, tentu saja, darling. Aku sama sekali tidak berbohong!" jawabnya.
Rumanah menyunggingkan senyuman lebarnya. "Makanan dari mana saja, Tuan?" tanyanya.
"Eeemmhhh ... seluruh dunia ada, darling," jawab Andre yang berhasil membuat Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh.
__ADS_1
"Waaaaahhh, menarik sekali. Kalau gitu ... saya mau!"sorak Rumanah yang tampak sumringah.
Andre tersenyum manis serta mengusap lembut puncak kepala istrinya. "Bagus! Aku akan memanjakanmu di sana,"ucapnya.
Rumanah tersenyum sumringah. Sementara Andre sudah menyalakan mesin mobilnya.
•
•
Sesampainya di kamar hotel...
Andre menggandeng mesra tangan istrinya. Aroma harum bunga dan parfum klasik begitu menyeruak masuk ke dalam indera penciuman keduanya.
"Indah sekali, Tuan. Saya merasa sedang berada di sebuah kerajaan yang ada di film-film kartun yang pernah saya lihat. He he he," ucap Rumanah yang tampak terpukau hebat dan terkagum-kagum.
Andre tersenyum. Tanpa menjawab ucapan istrinya, dengan cepat ia mengangkat tubuh istrinya. Menggendongnya penuh kemesraan.
"Nikmatilah malam ini dengan kasih dan cinta kita, darling." Andre berkata dengan suara yang lembut.
Rumanah tersenyum lantas mengangguk. Sementara sang suami sudah melangkahkan kakinya sembari menggendong tubuh istrinya penuh manja.
"Aku ingin kita olahraga di dalam kolam, darling," ucap Andre seraya menurunkan tubuh istrinya di tepi kolam yang berukuran kecil. Hanya cukup untuk dua orang yang sedang menikmati honeymoon.
Rumanah tampak tersenyum manis dan tersipu malu.
"Apakah kau bisa berenang?" tanya Andre seraya melepas resleting dress istrinya.
Rumanah mengangguk mengiyakan.
"Bagus! Kau memang istri yang cerdas, darling," puji Andre seraya melepas dress Rumanah secara perlahan.
"Apakah Anda melakukan apa yang pernah Anda lakukan dengan—" belum sampai Rumanah menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Andre menyelanya.
"Jangan pernah berpikir jika aku selalu ingin mengulangi sesuatu yang telah terjadi! Aku, sama sekali tidak ingin dan tidak pernah memikirkan apa pun tentang wanita rubah itu. Kau tahu? Aku tidak pernah melakukan hal semanis ini dengan wanita rubah itu. Jadi, jangan pernah lagi kau tanyakan hal itu padaku. Karena, aku sangat membenci itu!" tegas Andre panjang lebar.
__ADS_1
BERSAMBUNG...