Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Bell berbunyi


__ADS_3

Warning : Banyak adegan yang harus dihindari oleh kalian yang belum cukup umur dan belum memiliki istri atau suami.


_________________________________


Cup!


Andre melepaskan bibirnya. Duda tampan itu tampak semakin ingin menikmati semua yang ada pada tubuh Rumanah.


"Annabelle, pipislah di sini. Aku sungguh tidak apa-apa." ucap duda tampan itu seraya beringsut turun ke bagian bawah pusar pengasuh putri kecilnya itu. Sepertinya dia sudah siap dengan aksi selanjutnya, tentunya aksi yang lebih ekstream dan menegangkan.


"Tidak, Tuan. Saya ingin ke kamar mandi saja. Aaach!" tolak Rumanah yang kembali mengerang nikmat.


Andre tersenyum nakal. *"Itu bukan pipis biasa, Annabelle. Kau akan merasakan sensasi lain saat kau mengeluarkan cairan itu."* ucap duda tampan itu di dalam hati.


Andre tak ingin menyiksa pengasuh putri kecilnya itu, sementara tangannya masih setia bermain di mis vags milik gadis desa itu. Sudah basah dan lembab, licin dan juga hangat. Tanpa membuang-buang waktu lagi Andre pun merentangkan kedua paha mulus milik pengasuh putri cantiknya itu. Dan, waaaaw! Betapa terpukaunya Andre saat melihat objek itu. Ah, sudah basah dan juga merekah.


*"Gila, ini benar-benar cantik. Milik Luna saja kalah dengan yang ini. Astaga, aku sudah tidak tahan lagi ingin menghisapnya*" cerocos duda tampan itu di dalam hati.


Sementara Rumanah tampak masih mengerang dan mendesah. Tangannya kini tak mau diam, tubuhnya menggelinjang. Benar-benar membuat Andre semakin gemas.


"Tuan, saya sudah tidak tahan lagi. Sa saya ingin pipis. Aaaaaaacccchhhhh!!!!" gadis desa itu seketika mengerang nikmat dan setengah menaikkan suaranya saat ia sudah tak dapat menahan sesuatu yang keluar dari mis vagsnya.

__ADS_1


Andre tersenyum senang dan semakin berbinar. Dan kini, gadis desa itu terkulai. Badannya terasa lemas setelah mengeluarkan sesuatu yang ia pikir adalah pipis.


"Bagaimana rasanya? Enak?" tanya Andre menggoda.


"Ya, enak sekali." entah sadar atau tidak, gadis desa itu mengangguk dan mengakui.


Andre tersenyum mesum. Di bersihkannya mis vags milik gadis desa itu menggunakan tissue basah. Setelah itu, tanpa membuang waktu lagi Andre pun mendekatkan wajahnya pada mis vags milik Rumanah yang sedang terbuka lebar. Ah, aromanya mantap!


"Ooooh My Good! Harumnya luar biasa." racau Andre yang tampak terpukau saat aroma khas mis vags milik Rumanah menyeruak masuk mengusik saraf indera penciumannya.


"Uhm, apa yang akan Anda lakukan, Tuan?" tanya Rumanah penuh selidik.


"Hmmmm." Rumanah hanya mendehem tanpa menolak.


Merasa mendapatkan sinyal dari pengasuh putrinya itu, Andre pun tak membuang waktu lagi. Duda tampan itu tampak mendaratkan bibirnya mencium puncak mis vags milik gadis desa itu.


"Ach!" dan lagi-lagi Rumanah mendesah.


Andre tersenyum, untuk sesaat ia melirikkan matanya pada wajah manis pengasuh putri kecilnya itu. Dan Rumanah menyunggingkan senyuman manisnya, seolah senang dengan apa yang majikan galaknya lakukan padanya.


Andre bersorak dalam hati. Tak membuang waktu lagi, duda tampan itu bergegas menjulurkan lidahnya pada mis vags milik Rumanah yang terbuka lebar. Sluuurrrrppp!!! Seperti menjil*ti ice cream, seprerti menyeruput kopi. Seperti itu pula lah yang Andre lakukan pada mis vags original yang masih rapet dan disegel itu.

__ADS_1


"Aaaacchhh, Tuan. Eeeeemhhhhh, apa ini. Aaach, enak sekali." kali ini Rumanah tampak meracau seperti burung beo. Astaga, ini memang enak!


Andre semakin semangat dan tergugah. Ya, memang milik gadis desa itu begitu sangat menggiurkan. Namanya juga masih perawan.


"Uuuhhhmmmmm!" tubuh Rumanah kembali menggelinjang. Saat lidah dan bibir Andre bermain pada mis vags miliknya, saat itu juga ia merasakan kenikmatannya.


Andre semakin menjadi, tak dapat ia ingat lagi siapa dirinya. Hingga saat permainan itu masih berlangsung...


"Ting toooooong!" terdengar suara bell berbunyi. Tentu saja hal itu membuat Andre refleks menghentikan permainannya. Dan Rumanah pun refleks menghentikan desahannya. Mereka berdua sangat tersentak kaget mendengar suara bell yang tiba-tiba berbunyi.


"Siapa itu, Tuan? Sepertinya ada yang menunggu di luar." Rumanah tampak panik. Tentu saja ia takut ketahuan.


Andre mendongakkan wajahnya, kali ini ekspresinya pun telah berubah menjadi kesal. "Ck, mengganggu saja!" decak duda tampan itu seraya mengusap wajahnya kasar.


Rumanah beringsut dari tempatnya. "Tuan, jangan-jangan Mbak Mel sama princess yang ada di luar." ucap Rumanah yang benar-benar tegang.


"Tunggu di sini, selimuti tubuhmu." perintah Andre pada pengasuh putri kecilnya itu.


Rumanah mengangguk mengiyakan, sementara Andre tampak sudah turun dari ranjang dan kini melangkah mengunjungi komputernya. Tentu saja ia akan mengecek siapa yang ada di luar kamarnya. Kalau orang itu bukan Meliza dan princess putrinya, sudah pasti ia akan mengamuk karena telah berani mengganggu aktivitasnya.


***

__ADS_1


__ADS_2