Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
100. Nasib Sherly


__ADS_3

Hari ini, Berita tentang kejadian di restoran kemaren tersebar dengan cepat. Irfan sengaja kembali meminta Ray untuk membatalkan perintahnya.


"kita lihat dulu, bagaimana respon para pemilik saham di perusahaan mereka. Terus naikkan berita agar bisa menjadi trending di semua sosial media" ucap Irfan menyeringai.


"Baik, Tuan."


Berbagai macam pembahasan yang di angkat dalam berita pada hari ini. mulai dari kelakuan buruk Sherly, tindakan dan kekalahannya ketika melawan Fajira istri sah dari Irfan.


Ada juga artikel yang mengangkat tentang keberanian Fajira. Fakta tentang perempuan itu kembali terkuak dengan kontrol dari Irfan dan Ray.


Banyak orang yang menghujat Sherly dengan mencaci makinya, apalagi ketika media meberitakan jika Fajira tengah berbadan dua, hal itu dengan mudah menyulut emosi kaum ibu-ibu julid yang juga sedang hamil saat ini.


Semua orang tak hentinya mengutuk perbuatan Sherly yang tidak tau malu. Namun Do'a-do'a yang penuh dengan kebaikan mengalir begitu saja untuk keluarga Irfan dan Fajira.


Dua pria tampan itu sengaja mengosongkan jadwal mereka hari ini, hanya untuk mengurus permasalahan kemarin. Mereka seperti dua orang penting yang lebih memilih untuk bermain-main di bandingkan mengurus peruhasaan yang sudah beranak cabang.


"Bagaimana keadaan saham mereka, Ray?" tanya Irfan yang masih mengamati komputer lipat itu dengan seksama.


"Sejauh ini masih stabil tuan!"


"Menurutmu apa yang akan kita lakukan? Apa rencana yang semalam akan kita laksanakan?"


"saya rasa ini waktu yang tepat, tuan. Karna statistik saham mereka masih stabil. Berbeda lagi jika anda memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan alasan perilaku Putri mereka yang membahayakan Nyonya Fajira, Mungkin semua investor juga akan ikut hengkang tuan!" ucap Ray menyeringai jahat.


"iya kamu benar Ray. saya yakin para investor dan oemegang saham tengah bimbang saat ini. Kita lihat saja kedepannya bagaimana, siapa yang akan mundur terlebih dahulu."


"Baik tuan. Saya rasa itu bisa menjadi kejutan yang akan membuat mereka sangat terkejut. Saya akan menambah penjagaan pada tuan muda dan Nyonya Fajira,"


"iya, Ray. kamu benar! Mereka akan mendapatkan kejutan yang berkali-kali lipat dari hari ini. Adakan meeting secepatnya Ray! siapkan uang sebanyak 25 miliar untuk kita berikan kepada mereka!"


"sudah saya siapkan tuan, Kita akan mengadakan pertemuan besok, pada pukul 13.00. Saya juga sudah menyiapkan uangnya tuan. Hehe" Ray sedikit tergelak dengan ucapannya.


"Saya tidak menyangka jika kamu akan se antusias ini Ray!"


Irfan menyeringai senang, Ia merasa pekerjaannya berjalan dengan mudah dan ringan tanpa hambatan.


Coba saja dari awal anda mendengarkan perkataan saya Nona, semua ini gak akan pernah terjadi. Bathin Irfan menyeringai.

__ADS_1


🌺🌺


Plaak!!...


Tamparan keras mendarat di pipi mulus seorang wanita. Ia tersungkur karna tidak mampu menahan bobot tubuh yang tiba-tiba saja kehilangan keseimbangan.


"Papa!" terdengar teriakan dari suara perempuan yang tak lagi muda, yaitu Mama Sherly.


"Dasar Bodoh!" Bentak seorang laki-laki paruh baya. Tak lain dan tak bukan adalah Bayu Orang tua dari Sherly.


"Kau sudah mencoreng nama baikku Sherly! Apa ini balasan yang kau berikan untuk ku setelah aku bersusah payah membesarkan mu? Dasar anak tidak tau diri!" bentak bayu membuat Sherly menangis sambil memegang pipinya.


"apa kau tidak sadar dengan siapa kau berhadapan hah? Irfan Dirgantara! kau tau? Irfan Dirgantara! jika dia membatalkan kerja sama ini kau tidak akan bisa hidup mewah lagi Sherly!" Bayu masih membentak Sherly tanpa ampun.


deg...


Perempuan itu terkejut dengan penuturan Papa Bayu. Matanya yang basah menatap tidak percaya kearah laki-laki paruh baya yang sudah membesarkannya.


"apa kau tidak percaya? itulah sebabnya kau bodoh Sherly. Lebih baik hentikan niat kau mulai dari sekarang. Kau salah orang kalau ingin bermain-main" ucap Bayu dengan wajah frustrasi.


"ini! ini hasil didikan kau! kau yang selalu memanjakannya hingga menjadi wanita yang tidak tau diri seperti ini!" Emosi Papa Bayu semakin melonjak.


"Apa kau rela jika aku di rebut oleh orang lain?. Apa kau rela?" tanya Bayu kepada Mama Sherly.


Dua orang wanita yang saling berpelukan itu hanya terdiam mendengarkan penuturan Bayu.


"bersiap-siaplah, malam ini kamu akan papa kirim ke belanda! anggap sebagai hukuman untuk kamu, semoga dari hal ini kamu bisa berfikir lebih jernih. Hentikan niat kamu untuk merebut Irfan dan Fajira!" Ucap Bayu tegas.


Laki-laki itu langsung berjalan menuju ruang kerjanya, berharap ia bisa mendapatkan ketenangan agar bisa berfikir lebih jernih setelah ini.


"Pa! Papa! Aku gak mau!. Papa aku mohon jangan kirim aku kesana lagi Pa!" Sherly bangun dan berlari mengejar Bayu.


Namun laki-laki itu tidak lagi mendengarkannya, ia terus melangkah menuju ruang kerja sambil menghempaskan tangan Sherly yang berusaha untuk memohon kepadanya.


Bayu segera memasuki ruang kerja dan meninggalkan Sherly yang masih menangis terisak di depan pintu.


"Pa! papa aku mohon jangan kirim aku kesana lagi!. Pa aku gak akan merebut Mas Irfan lagi Pa! Papa" Sherly menangis sambil menggedor pintu ruangan itu.

__ADS_1


Nihil, pintu itu masih tertutup rapat tanpa ada pergerakan sedikitpun. tubuh Sherly kembali luruh ke lantai.


"Pa! Aku mohon jangan kirim aku kesana lagi! Aku gak mau, Pa!" ucapnya lirih sambil bersimpuh di depan pintu itu.


"Nak, Bangun ya! nanti Mama bantu ngomong sama Papa" ucap Bram Sherly.


"Aku gak mau dikirim pagi ke sana, Ma! Aku mau!" tangis perempuan itu pecah di dalam pelukan ibunya.


"Yuk sayang, kita kekamar dulu"


Mereka segera melangkah menuju kamar Sherly. Perempuan itu masih terisak, karna tidak menyangka jika ia akan di kirim lagi ke Belanda.


Bukan tanpa alasan Sherly tidak ingin kembali ke kesana. Jika ia berada di belanda ia akan tinggal bersama sepupunya yang sangat kejam dan tegas. Tak jarang Sherly sering mendapatkan bentakan dan pukulan jika ia salah sedikit saja. Namun perempuan itu tidak juga jera dan malah makin menjadi-jadi.


Ceklek...


"Kemasi barang-barang kamu sekarang, pesawat akan berangkat 2 jam lagi" ucap Bayu dan kembali pergi dari sana.


"Ma, Aku gak mau kesana lagi!. Bantu aku Ma!" ucap Sherly semakin terisak.


"Mama gak bisa bantu lagi sayang. Jika melihat papa sudah seperti itu. Kamu ikuti saja ya apa kata papa ya," ucap mama lembut.


"mama udah gak sayang lagi sama aku? mama dan papa sama saja! Aku benci kalian!" teriak Sherly frustrasi.


Hingga dua orang ART masuk dan membantu Sherly untuk mengemasi beberapa barangnya.


Perempuan itu hanya pasrah, dan sesekali memberontak jika keinginannya tidak terpenuhi. Ia di gotong menuju mobil yang di kawal oleh beberapa orang dan segera meninggalkan rumah mewah dan megah itu


"sepertinya dia harus saya bawa ke rumah sakit jiwa untuk memeriksakan keadaan mentalnya!" ucapan bayu di depan pintu rumah.


"Apa kata kamu? apa kamu pikir anak ku gila? kau yang gila bayu!" teriak Mama dengan lantang dan berlari menuju kamar mereka.


Laki-laki itu hanya terdiam menatap kepergian anak dan istrinya. Ia merasa ini adalah keputusan yang tepat. Besok ia hanya harus mengumpulkan kekuatan dan menurunkan gengsi untuk meminta maaf kepada Irfan dan keluarganya. Berharap hubungan kerja sama mereka tidak akan putus dan berakibat fatal terhadap perusahaannya nanti.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2