Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
55. Kesedihan Fajri


__ADS_3

Pagi ini Fajira sudah mengantarkan Fajri pergi ke sekolahnya, dan ia juga sudah berada di kampus. Hari ini Fajira memiliki daftar mata kuliah full dari pagi hingga sore, Sehingga Fajri akan di jemput oleh irfan nanti.


ddrrtt... ddrrtt...


Ponselnya berbunyi menandakan adanya panggilan masuk, tertulis di sana kontak dengan nama "Ayah Fajri" memanggil.


"halo Mas, Ada apa"


"kamu sudah sampai di kampus sayang?"


"sudah, kamu ada perlu apa mas? dosenku sebentar lagi masuk"


"Aku lupa bilang, Nanti Fajri aku ajak ke kantor ya, habis itu ada meeting juga di luar"


"Iya, Tapi jangan sampai anakku kelelahan ya"


"Iya, aku juga gak akan tega membuat pria kecilku yang manis itu kelelahan sayang"


"ya sudah ku tutup dulu"


"iya sayang Love You"


"hmm"


tut...


Fajira mendengus, namun ia masih tersenyum mendengarkan kata cinta dari Irfan. Seharian ini ia akan full belajar dan praktik, Biasanya Fajri ada untuk menemaninya, tapi sekarang pria kecil itu akan ikut dengannya. ayahnya, sehingga putra kebanggaan Fajira itu tidak bisa mengikuti praktiknya kali ini.


Kalau Aji gak ada, kurang saja rasanya sayang. Apa lagi kamu paling suka banget kalau Bunda ada praktik. ucap Fajira sendu.


Tak lama dosen masuk ke kelas dan memulai pembelajaran.


🌺🌺


Di sekolah, Fajri tengah melihat pelajaran yang akan ia pelajari hari ini. Karna semalam ia sudah terlelap dan tidak sempat untuk mengulang materi kemaren dan untuk hari ini. Namun pagi itu, entah mengapa Fajri tiba-tiba saja di ganggu oleh se kelompok siswa kelas tinggi.


"eh Fajri. Katanya kamu gak punya ayah ya" ucap salah satu dari mereka.


"punya, tadi pagi Aji di antar sama ayah ke sekolah" ucap Fajri datar.


"alah palingan itu pacar baru bunda kamu kan"


"hahaha" gelak mereka.


"kalian kok jahat banget sih, Lagian ayah Fajri juga sering mengantarkan dia ke sekolah. Kalian aja gak melihatnya" ketus Bagas.


"iya, lagian ngapain juga mengganggu hidup orang, dia saja tidak mengganggu hidup kalian" tambah Ziyyad membela Fajri.


"itu beneran Ayah Aji, kalau gak percaya Aji bisa menelfonnya sekarang juga" ucap pria kecil itu menyakinkan.


"coba saja" ucapnya menantang.


Tanpa rasa takut, Fajri menelfon Irfan yang baru saja memulai meetingnya. Dering ponsel itu terhubung dan beruntung Irfan segera mengangkat panggilan dari pria kecilnya.


"halo sayang. Ada apa nak?"


"Ayah" panggil Fajri.


"iya nak. Ada apa? Aji baik-baik aja kan sayang?" tanya irfan sedikit menyadari ada yang tidak beres sa


dari anaknya.


"Ayah, Ada yang bilang kalau Aji gak punya ayah. Mereka gak percaya kalau Ayah adalah Ayah kandung Aji"


"siapa yang bilang begitu sayang? Tentu Aji Anak ayah, anak kandung ayah. Sebentar lagi ayah kesana ya" Irfan emosi karna anaknya di hina karna tidak memiliki Ayah.


"Aji gak papa Ayah. Nanti Ayah jadi menjemput Aji kan?"

__ADS_1


"iya nak, nanti Ayah jemput ya. Belajar yang rajin sayang. jangan dengarkan kata orang lain. karna Aji memiliki Ayah. Aji anak Ayah, Ya sayang"


"iya ayah"


"Ya sudah sayang, Ayah tutup dulu ya, Love You nak"


"Love You to ayah" Fajri tersenyum


tut...


"sudahkan?"


"palingan juga pacar baru Bunda kamu yang sudah kamu anggap ayah sendiri. ya gak?" ucap mereka tetap tidak percaya.


"terserah kalian saja deh. Aji cuma mau bilang, kalau sampai ayahku mencari kalian pasti orang tua kalian juga ikut terkena imbasnya"


"aku gak takut. Haaaa, Fajri gak punya ayah... Fajri gak punya ayah... hahaha" teriak mereka mengejek Fajri.


Namun pria kecil itu hanya menatap mereka datar tanpa ekspresi, hingga guru masuk dan melerai anak-anak yang tengah mengejek Fajri itu.


Kata Bunda Aji anak ayah kan? Bisa di tes DNA untuk membuktikannya. Kenapa Aji jadi sedih ya. Bunda Aji kangen. bathin Fajri sendu.


Fajri sedikit termenung memikirkan perkataan anak-anak tadi. Hingga ia di tegur oleh ibu guru yang tengah menjelaskan pelajaran di depan.


"Fajri, kenapa bengong nak?"


"Aji kelupaan sesuatu bu. Maaf" ucapnya merunduk.


"Apa yang Aji lupakan nak?"


"Aji lupa bilang sesuatu sama bunda bu"


"nanti waktu istirahat kamu bisa menghubungi Bunda, Sekarang fokus dulu belajar ya nak"


"iya bu"


tuut... tuut...


Bunda angkat telefon Aji. bathinnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"halo Aji, ada apa nak?" ucap Fajira di balik telefon.


"Bunda lagi belajar?"


"ia sayang. Aji nangis?"


"Aji gak nangis bunda" ucapnya dengan suara bergetar.


"terus Aji kenapa sayang?" tanya Fajira lembut dengan perasaan yang cemas.


"Aji kangen Bunda"


"Bunda ke sana sekarang ya"


"Bunda kan lagi kuliah"


"Aji kenapa sayang? bilang sama Bunda sini. Apa ada yang menjahati Aji nak?"


"mereka bilang Aji gak punya ayah Bunda. hiks..." Fajri terisak.


"Sayang, jangan dengarkan kata mereka ya. Aji kan tau kalau Aji punya Ayah"


"iya Bunda, tapi Aji sedih dengarnya hiks..." Fajri tersedu.


"Bunda kesana sekarang ya, nanti Bunda telefon Ayah sayang"


"Aji gak papa bunda"

__ADS_1


"Bunda harus kesana sayang. Bunda tutup ya nak. Love You sayang"


"iya Bunda Love You to"


Aji mematikan ponselnya dan menghapus air mata yang menetes begitu saja ketika mendengarkan suara lembut dan merdu dari bidadari kesayangannya.


"mau coklat?" ucap salah satu siswi yang menyodorkan coklat ke arah Fajri yang masih terisak di samping kirinya.


"terima kasih kaka" ucap Fajri tersenyum sambil menerima sebungkus coklat itu.


"Aji kenapa menangis? apa karna di ejek tadi kah?" ucap Hanna duduk di hadapan Fajri.


"Aji cuma teringat sama Bunda kak" Ucap Fajri kembali berkaca-kaca dan membuat gadis manis itu gemas dengan tingkah Fajri yang terlihat sangat lucu baginya.


"Hmm Fajri sudah makan?"


"belum kak"


"kita makan bareng yuk. aku juga bawa bekal"


"iya kak"


Sejenak Fajri bisa melupakan kekesalannya sebentar karna ia mendapatkan teman makan baru di dalam kelasnya. Mereka saling berbagi makanan dan sesekali tertawa ketika ada yang terasa lucu bagi mereka.


Kaka ini cantik, baik juga. Sama seperti Bunda. bathin Fajri tersenyum senang.


"Fajri, kaka boleh bertanya?"


"boleh kak"


"yang tadi pagi itu Ayah Fajri kan?"


"iya kak. Kenapa?"


"gak papa, pantas aja kamu ganteng, Bunda kamu cantik Ayahnya juga tampan"


blusshhh....


Fajri merona mendengarkan mulut manis itu bekerja dengan baik untuk merayu pria tampan ini.


"kaka juga cantik kok"


Mereka sama-sama merona dengan pujian masing-masing. Baik Fajri maupun Hanna tersenyum malu dan canggung hingga makanan itu habis tanpa tersisa.


"masakan Bunda Aji enak ya"


"iya kak, makanya Aji gembul seperti ini hehe"


"Gembul juga kamu lucu lo"


"Aduh Aji jadi malu" pria kecil itu memegang pipinya yang terasa panas.


"haha gak usah malu atuh, orang beneran juga"


Mereka masih mengobrol hingga bel kembali berbunyi. Dengan masih tersenyum, Fajri dan Hanna saling memandang satu sama lain. Hingga pandangan itu harus terputus karna Guru yang tengah mengajar menegur mereka berdua.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


TO BE CONTINUE


Aduh aku senyum-senyum sendiri ini bikin nya.


Yuk simak terus ceritanya jangan lupa dukung terus ceritaku dengan cara terbaik teman-teman semua.


Baca aja boleh, koment aja boleh, Vote saja boleh, LIKE aja juga boleh, atau hanya scrol saja boleh πŸ˜…πŸ˜….


terima kasih😍

__ADS_1


__ADS_2