
Seminggu sudah Fajri bedada di Jerman. Hari ini, adalah hari terakhirnya berada di negara Jerman, setelah menyelesaikan semua masalah yang terjadi. Dua direktur baru, sudah di angkat. Kali ini Fajri dan Aksa akan pergi ke pabrik mobil untuk melakukan uji coba mobil terlebih dahulu, sebelum di kirim ke Indonesia.
Jantung Fajri berdetak lebih kencang ketika mobil itu mulai di gerakkan secara otomatis dan berbelok di tikungan dengan cukup kencang. Fajri juga meminta untuk menabrakkan mobil ke dinding, beton atau apapun untuk melihat bagaimana keamanan mobil sport itu. Tak lupa Fajri juga mengundang pihak lisensi dan badan penguji kendaraan di negara itu.
Semuanya dinyatakan aman, jika mobil itu membentur sesuatu, penumpang akan baik-baik saja, namun jika sudah terbalik, mobil kan mudah terbakar dan meledak dalam kurun waktu 1 menit. Uji coba kali ini dinyatakan lulus dan layak beroperasi. Mereka langsung mengeluarkan surat lisensi dan izin produk kepada Fajri.
Pria tampan itu bernafas lega, Ia bisa membuat produk baru dalam waktu singkat dan sudah bisa di produksi. Semua karyawan yang menyaksikan uji coba produk terbaru itu bersorak senang karna lagi-lagi mereka berhasil menciptakan produk unggul lainnya di tambah bonus bulan ini yang akan diperkirakan naik sekitar 30 persen.
"Pak, tolong Bawa mobil ini dua unit ke Indonesia. Gunakan jasa pengiriman paling cepat, gak masalah kalau biayanya mahal. Soalnya saya butuh untuk minggu depan. Usahakan mobil yang sebelumnya selesai diproduksi dengan cepat, dan produksi ini dalam jumlah yang sedikit!" ucap Fajri tersenyum.
"baik, Tuan! segera akan kami selesaikan! hmm, bagaimana dengan kursi nya, Tuan? apakah disamakan saja atau dipisah?" ucap kepala pabrik yang begitu senang bisa bekerja sama dengan big bos nya langsung.
"Yang satu di gabung, yang satu lagi di pisah, saja! Kalau begitu saya permisi, terlebih dahulu!" ucap Fajri menjabat tangan pekerja yang mengulurkan tangan mereka.
"semoga anda diberikan keselamatan hingga sampai ke tujuan, Tuan!" ucap mereka.
"terima kasih!"
Ia segera berangkat menuju salah satu pusat perbelanjaan untuk membelikan beberapa oleh-oleh untuk keluarganya. Ia juga meminta waktu Zwetta agar bisa menemaninya untuk berkeliling. Walaupun Fajri sudah terbiasa belanja sendiri, namun ia ingin membelikan gadis itu beberapa barang yang sekiranya berguna nanti.
Mereka Bertemu di salah satu resto mewah di pusat perbelanjaan ternama di Jerman. Kebetulan Zwetta baru saja mengadakan meeting di sana.
"Fajri!" panggil Zwetta sambil melambaikan tangan ketika melihat Fajri datang berasama dngan asistennya.
"Hai, kak. Maaf ya aku datangnya telat," ucap Fajri sungkan.
Zwetta tidak menjawab, ia begitu terpesona dengan paras tampan Fajri. Ia terlihat begitu menawan dengan baju Kaos putih yang berbalut jaket levis hitam, rambut panjangnya yang tersisir rapi dan tidak lupa asesoris mewah yang melekat pada tubuhnya.
"kak?" panggil Fajri menahan senyumnya.
"ah iya. Apa kita langsung pergi, atau kamu mau makan dulu?" tanya Zwetta kikuk.
"Ah, kita langsung pergi saja kak. Soalnya aku gak punya banyak waktu lagi," ucap Fajri.
Mereka segera beranjak dari restoran itu. Fajri menggandeng tangan Zwetta dengan hangat dan membuat gadis cantik itu termagu sambil berjalan. Tanpa sengaja ia menabrak karyawan restoran dan menumpahkan makanan hingga mengenai baju Zwetta.
Waiters itu langsung terkejut takut karna kelalaiannya. Ia segera mencoba untuk membersihkan baju Zwetta, namun gadis itu menolak secara halus.
"eh, tidak papa. saya yang salah!" ucap Zwetta menyadari kesalahannya.
Pelayan itu termagu, ia sangat mengenal siapa perempuan yang ada di hadapannya saat ini.
"maaf!" ucapnya penuh sesal.
"gak papa!"
Fajri yang melihat pakaian Zwetta kotor, segera melepaskan jaketnya agar bisa menutup bagian yang terkena noda itu.
__ADS_1
"ada apa ini?" ucap manajer itu dengan bengis.
"ah, maaf pak. kami sudah membuat kegaduhan dan mengganggu kenyamanan pelanggan disini, kami tidak sengaja menyenggol salah satu karyawan, bapak!" ucap Fajri merendah.
"kalau jalan itu hati-hati! sekarang kalian ganti makanan itu sekarang!" bentak manajer itu.
Fajri dan Zwetta membola mendengarkan bentakan pria gendut itu.
Ada apa dengan orang ini?. Bathin Fajri tidak suka.
"cepat bayar sebelum saya panggil security?" ucapnya lagi dengan kasar ketika melihat Fajri dan Zwetta terdiam.
"Heh, berapa? barapa miliar harga satu porsi makanan itu? berapa triliun saya harus membayar? bahkan membeli jabatan anda, bisa saya lakukan saat ini juga. Dasar kurang ajar!" Bentak Fajri.
Ia sangat membenci orang seperti itu. Jabatan manajer, tapi perilakunya tidak mencerminkan sama sekali. Ingin rasanya ia menendang pria gendut itu sekeras yang ia mampu. Sementara semua orang terkejut dan mulai berbisik menerka siapa Fajri.
"Sombong sekali anda! bayar kalau memang anda mampu!" ucap manajer itu menantang.
Fajri tersenyum smirk, ia segera mengeluarkan dompetnya. Ada dua black card disana, ia segera memilih salah satu dan memberikannya kepada Aksa.
"Aksa, Beli pusat perbelanjaan ini dan restorannya sekaligus, panjang nama perusahaanku sebelum kembali ke Indonesia!" ucap Fajri tersenyum smirk.
deg,...
Manajer itu terkejut dan menjadi pucat mendengarkan perkataan Fajri.
"Aksa, setelah selesai, pecat dia dari sini! saja tidak suka ada orang sombong seperti dia!" ucap Fajri sarkas
Ia segera menggandeng tangan Zwetta yang masih terdiam, keluar dari sana. Wajah Fajri masih belum bersahabat, harga dirinya merasa terinjak karna ucapan dari pria gendut tadi.
"Apa, kakak mau es krim?" tanya Fajri pelan.
"i-iya, boleh!" Zwetta tersenyum.
Mereka melangkah menuju stand es krim yang terletak tak jauh dari sana. Fajri segera memesan dua cup es berukuran Medium.
"Ini kak," ucap Fajri menyerahkan satu cup es krim kepada Zwetta.
"terima kasih."
Mereka mencari tempat duduk untuk menghabiskannya.
"Kamu kalau marah seram juga ya, bisa-bisa satu dunia kamu beli! eh" ucap Zwetta keceplosan.
"iya, kata orang memang seperti itu. Ya terkadang, kita yang hangat, bisa terlihat menyeramkan ketika marah," ucap Fajri tersenyum.
Mereka memilih untuk menghabiskan es krim itu terlebih dahulu sambil membicarakan hal ringan maupun proyek yang sedang mereka kerjakan.
__ADS_1
Fajri mengajak Zwetta berkeliling Pusat perbelanjaan itu, keluar masuk toko dan menenteng paket bag masing-masing. Hingga manik mata Fajri menangkap sepasang hils yang begitu menarik di matanya. Hils berwarna biru langit dengan tinggi 5 cm, dihiasi dengan beberapa manik-manik, akan terlihat cocok di kaki jenjang Zwetta nantinya.
"Kak?" panggil Fajri sambil menyembunyikan sepatu itu di balik punggungnya.
"iya? apa sudah selesai?"
"belum, Coba kakak duduk disini dulu!" ucap Fajri.
Zwetta patuh, ia duduk di atas sofa yang ada di toko itu. Matanya membola ketika melihat Fajri berlutut dan memasangkan sepatu di kakinya.
"Ji!" ucap Zwetta menahan Fajri.
"Pas! apa kakak suka?" ucap Fajri tersenyum.
"apa ini untuk, Ivanna?"
"ini untuk, kakak!" ucap Fajri.
Mata Zwetta berkaca-kaca, ia sudah melihat sepatu itu tadi, namun ia bukan perempuan yang suka menghamburkan uang untuk membeli barang yang terlalu mewah, walaupun ia sanggup untuk membelinya.
"Tolong bungkus ini!" ucap Fajri ketika melihat Zwetta terdiam, ia kembali membuka hils itu dan menyerahkannya kepada penjaga toko.
Mereka memborong cukup banyak oleh-oleh untuk di rumah. Dan pasti, banyak orang yang akan ia berikan oleh-oleh nanti. Fajri tersenyum manis ketika semua barang yang ia inginkan bisa di dapat dengan mudah.
Setelah puas berbelanja, Fajri mengantar Zwetta pulang terlebih dahulu dan memastikan gadis itu tiba di rumahnya dengan selamat.
"Hati-hati, nanti di jalan!" ucap Zwetta berkaca-kaca.
"Iya, terima kasih banyak karna kakak sudah meluangkan waktu untuk ku selama di sini! semoga kita memiliki kesempatan untuk bertemu kembali," ucap Fajri tersenyum.
"iya, jangan sungkan. Salam untuk kedua orang tuamu. Maaf aku tidak bisa mengantar!"
"iya, tidak masalah," Fajri tersenyum.
Tiba-tiba Zwetta memeluk tubuhnya dengan erat. Fajri terkejut dan membeku di tempat, namun tangan itu juga bergerak membalas pelukan Zwetta. Ia merasa menghangat ketika mendapatkan pelukan dari gadis cantik ini.
Fajri kembali pulang menuju apartemen yang dan segera berkemas untuk pulang ke Indonesia.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
Banyak yang nanya-nanya, Hanna kemana, habis ini kita akan bertemu lagi dengan Hanna ya.
Ntar Fajri sama siapa ya? π
Yuk dukung terus karya ku, maaf ya hari ini aku telat Update. Naskahnya sudah selesai dari pagi tadi, hanya saja barus sempat di koreksi π€π€
__ADS_1
terima kasih π€