
Ivanna pulang dengan raut wajah sedihnya. Ia teringat dulu Fajira juga pernah bercerita bagaimana kehidupan susahnya, sebelum bertemu dengan Ayah, sehingga ia mendapatkan gambaran bagaimana ibunda dan abangnya hidup dalam serba kekurangan. Setibanya di rumah Ia langsung mencari keberadaan Fajira dan memeluk bidadari cantiknya itu.
"Bunda," panggil Ivanna lirih dan melingkarkan dltangannya di pinggang Fajira.
"udah pulang, sayang?" tanya Fajira merasakan ada sesuatu yang aneh dengan anak gadisnya.
Ivanna menceritakan semua kejadian tadi. Fajira hanya tersenyum, ia tau Ivanna bukan gadis kejam yang akan membiarkan orang lemah mengalami diskriminasi.
"Keputusan, Dede memang benar, karna selagi kita mampu untuk mencegah kejahatan kenapa tidak! Nanti kita bicarakan lagi ya sayang, sekarang bersih-bersih dulu, Bunda tunggu di ruang makan!" ucap Fajira tersenyum sambil mengusap kepala Ivanna.
"iya, Bunda"
...🌺🌺...
"Aku pikir kamu sudah tidak mengingatku lagi!" ucap Zwetta menunduk.
"ah, iya. Tadinya memang seperti itu, tapi aku merasa tidak asing dengan nama kamu. Makanya aku berusaha untuk mengingat siapa kakak!" ucap Fajri jujur dan tersenyum.
krik,... krik,...
Keheningan melanda sepasang sejoli itu, mereka hanya bisa menikmati kecanggung yang terasa di dalam ruangan.
"apa kamu sudah menikah? eh,maaf!" ucap Zwetta yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"belum! Saya baru 20 tahun, dan belum terfikirkan untuk menikah, kakak sendiri bagaimana?" tanya Fajri sedikit tertawa
"ah iya, kita beda lima tahun ya! aku juga belum, kita hanya bisa berencana, jika tuhan tidak mengizinkannya, ya tidak akan terjadi!" ucap Zwetta tersenyum kecut.
"ah, maaf. Saya tidak tau!" ucap Fajri merasa bersalah.
"tidak apa. Hmm, bagaimana keadaan Hanna? apa kalian masih?"
"kak Hanna masih menempuh pendidikan kedokterannya di Malaysia. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengannya," ucap Fajri.
"Cukup lama ya kalian berhubungan," ucap Zwetta.
"Setelah lulus SD, kak Hanna ikut dengan orang tuanya pindah ke luar pulau, bahkan untuk mencari kontaknya saja susah. Beberapa tahun yang lalu saya baru mendapatkan nomor ponselnya, namun harus kembali kehilangan karna kak Hanna pergin ke Malaysia. Aku gak paham, apa dia sengaja ingin menghindariku atau bagaimana," ucap Fajri.
"ternyata waktu merobah semuanya!"
"iya. Hmm bagaimana kalau kita bertukar nomor ponsel?" tanya Fajri.
"tentu!"
Mereka segera bertukar nomor ponsel, namun Asisten Fajri sudah memberitahu jika ada agenda lain yang harus di hadiri oleh Fajri. Sehingga obrolan singkat itu harus berhenti.
🌺🌺
"bagaimana?" tanya Fajri ketika ia berada di dalam pabrik mobil.
"semuanya sedang kami uji coba, hanya saja, untuk permintaan jok mobil yang harus di gabungkan, itu sangat susah untuk di sesuaikan, Tuan" ucap kepala pabrik.
__ADS_1
"tidak bisa ya? kalau begitu, buat yang normal saja. Hmm, saya ingin mobil ini nanti di pasang GPS dan alat sadap, nanti saya berikan," ucap Fajri.
Hari ini, tahap pengerjaan mobil akan dilakukan setelah membuat blue print dari mobil itu. Fajri mengawasinya secara langsung, agar tidak terjadi kesalahan yang fatal nanti.
"coba gabungkan dulu mesinnya, apa bisa hidup?" ucap Fajri.
Mereka segera menggabungkan semua mesin-mesin mobil yang sudah dirancang. Dengan hati-hati mereka mempertemukan besi-besi itu dan di uji coba.
brum,... brum,... brum,...
"Sudah hidup, Tuan!"
"bagus, bagaimana untuk kerangka?"
"kerangkanya sedang kami buat, Tuan. Mungkin besok atau lusa sudah selesai dan bisa kita pasang langsung,"
"baiklah, kerjakan semua dengan baik. bonus kalian akan saya tambahkan bulan ini!" ucap Fajri tersenyum.
"terima kasih banyak, Tuan! terima kasih!" ucap mereka senang dan bersorak.
Fajri segera pergi dari sana dan segera menghadiri agenda selanjutnya. Wajah tampannya terlihat sangat lelah dan mengantuk. Namun semuanya harus ia selesaikan dengan cepat agar bisa mengurus hal yang lain.
"apa, Tuan ingin beristirahat?" tanya Zyu.
"apa agendanya masih banyak?"
"tidak, Tuan. Hanya tersisa satu saja. Besok, ada rapat jam 11 sekaligus makan siang dengan beberapa rekan bisnis," ucap Zyu menerangkan.
"iya, Tuan!"
"majukan beberapa rapat. saya tidak ingin ada waktu yang kosong!"
"baik, Tuan!"
Zyu kembali fokus untuk mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju cabang perusahaan pesawat Fajri yang ada di Jerman.
Ia langsung melihat dan mengamati bagaimana sistem kerja dari perusahaan yang sudah lama tidak ia kunjungi. Terlihatt masih sama seperti terakhir kali ia kunjungi.
"bukankah, tahun lalu ada yang mengajukan dana untuk melakukan renovasi gedung ini, Zyu?" tanya Fajri.
"iya, Tuan. Mereka hanya merenovasi beberapa ruangan petinggi perusahaan dan beberapa bagian yang rusak, Tuan!" terang Zyu.
Ia menekan tombol lift dan segera naik menuju ruang direktur perusahaan itu.
Ceklek,...
Fajri terkejut, betapa menyesalinya ia telah mengangkat laki-laki paruh bawa ini untuk menjadi direktur. Pria yang tidak berguna itu malah sibuk sedang bercumbu dengan seorang gadis di saat jam kerja.
"Tu-tuan, Fajri?" ucapnya membola sambil membereskan pakaian.
Begitu juga dengan perempuan itu, ia terlihat ketakutan sambil berusaha untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Fajri yang tidak ingin membuat matanya semakin ternoda, ia segera berbalik dan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"kamu urus mereka Zyu, nanti akan saya kirim lagi Direktur baru untuk perusahaan ini!" ucap Fajri langsung pergi menuju bagian keuangan.
Ia penasaran bagaimana bentuk anggaran yang sudah di alokasikan untuk renovasi gedung perusahaannya.
Semua karyawan terkejut dengan kedatangan Fajri. karna mereka tidak mendapatkan aba-aba atau pemberitahuan jika Fajri akan datang. Dengan kocar kacir mereka bergegas untuk pergi ke ruangan masing-masing dan menyiapkan beberapa berkas yang di rasa perlu.
Inilah alasan kenapa Fajri memilih untuk langsung pergin ke Jerman. banyak hal yang tidak beres terjadi di sana. Ia begitu merasa sangat sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri karna tidak bisa menjaga semua perusahaan dengan baik.
"Kumpulkan mereka semua, Zyu!" titah Fajri sambil berjalan ke ruang manajer.
"baik, Tuan!"
Setibanya di ruangan, ia begitu terkejut mendengarkan ucapan manajer itu. Yang secara terang-terangan mslakukan korupsi.
"cepat kau transfer sebelum, Tuan Fajri memang benar-benar datang ke sini!" Bentaknya dengan kasar dan menghadap ke arah jendela.
Prok,... prok,... prok,...
Fajri sudah tidak bisa menyimpan kekecewaannya lagi, wajah tampan nan ramah itu terlihat sangat menyeramkan, mirip seperti Irfan yang tengah marah.
Bugh,...
Bugh,...
Bugh,...
Fajri melayangkan pukulan dan tendangan kepada Manajer keuangannya. Sudah habis batas kesabaran seorang Fajri hari ini. Wajahnya memerah karna menahan amarah yang begitu sangat membuncah hari ini.
"sudah, Tuan! Kita bisa langsung melaporkan ini kepada pihak yang berwenang, saya sudah menelfon mereka untuk datang kemari!" ucap Zyu menahan tubuh Fajri.
Sementara manajer itu sudah tergeletak tidak berdaya setelah mendapatkan amukan dari Fajri. Ia segera menyeret laki-laki itu dengan kasar menuju ruang pertemuan.
Brugh...
Semua karyawan di ruangan itu terkejut bukan main, melihat manajer mereka yang sudah terkapar dan di hempaskan oleh Fajri.
"Ada yang berani bermain dengan saya lagi?" ucap Fajri dingin dengan sorot mata yang begitu menakutkan.
"jawab!" bentak Fajri membuat seseorang mengeluarkan peluh dinginnya.
"kau, kau, kau, dan kau! SAYA PECAT!!" bentak Fajri menunjuk direktur dan beberapa petinggi perusahaan yang terlibat, termasuk manajer tadi.
"Tuan, polisi sudah tiba!" ucap Zyu.
"bawa mereka kemari!" ucap Fajri bengis. Wajahnya masih belum bersahabat.
Beberapa orang yang sudah di tunjuk oleh Fajri itu di tangkap oleh pihak kepolisian. Mereka berteriak tidak terima dengan penangkapan yang tengah terjadi saat ini. Semua karyawan terlihat pucat dan membeku. Jangankan untuk bergerak, bernafas saja mereka seolah enggan, agar tidak membuat kemarahan Fajri semakin membuncah.
Fajri melakukan evaluasi kinerja semua karyawan perbidang. Amarahnya belum reda saat ini karna begitu banyak hal yang sudah luput dari pandangannya.
🌺🌺🌺
__ADS_1
TO BE CONTINUE