Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
229. Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari berlalu begitu saja, tibalah dimana hari bahagia Fajri dan Safira akan dilangsungkan. Segala perlengkapan acara sudah di persiapkan dengan sangat matang. Fajri memang menyerahkan segala sesuatunya kepada Safira, konsep seperti apa yang diinginkan. Dengan arahan Fajira, kini pernikahan impiannya sudah di depan mata.


Ballroom hotel termewah milik Irfan sudah dihias dengan begitu indah, bak istana kerajaan. Bertemakan putih, biru dan dibalur dengan warna emas membuat ruangan besar itu terlihat sangat mewah.


Fajri mengundang hampir sepuluh ribu udangan yang hadir dari berbagai negara yang dibagi dalam dua hari. Begitu juga dengan Safira dan Ivanna, yang mengundang hampir sebagian mahasiswa kampus dan dosen yang mereka kenal. Akan di pastikan pesta itu akan sangat ramai dan membludak.


Fajri juga mengarahkan hampir semua ornag-orang yang ia miliki untuk mengawasi pesta agar tetap berjalan dengan baik.


Ivanna, jangan di tanya. Ia adalah orang yang paling heboh, melebihi Safira. Kini gadis itu tengah berada di kamar Fajri dengan wajah sembabnya. Dari awal bangun tidur, ia sudah berada di dalam kamar ini dan menangis terisak.


"Sudah, sayang. Abang akan menikah, bukan pergi dari rumah!" ucap Fajri.


Ia baru memakai celana dan baju kemejanya. Namun karna mendengarkan isak tangis Ivanna ia menjadi tidak tega, melihat gadis kecil yang masih sulit untuk menghentikan tangisnya.


Ia segera memeluk dan mendekap adiknya dengan lembut dan mengusap punggung Ivanna.


"Dek, Abang menikah agar Dede bisa punya, kakak! Abang sudah bilang kan, kalau sayang Abang gak akan berkurang untuk Dede! Ini hari bahagia Abang, sayang. Hari bahagia semua orang, kenapa Dede malah nangis?" ucap Fajri menahan gemasnya.


"de-dede, belum mau ditinggal sama Abang lagi! Abang akan pergi lagi, dan Dede tinggal di sini sendiri!" ucap Ivanna tersedu.


"Abang kan sekalian bulan madu, sayang. Nanti kita atur waktu liburan ya! Jangan sedih gitu!" ucap Fajri bernafas lega.


Ternyata Ivanna hanya ingin ikut ke jerman dengannya, bukan mencemaskan hal yang lain.


"Tapi Dede mau ikut, bang! Dede mau ikut!" tangis Ivanna semakin menjadi.


"Emang Dede kuat lihat Abang sama kakak bermesraan? nanti Dede malah menyesal ikut ke Jerman!" ucap Fajri terkekeh.


"Ihh, kan ada Raisa. Dede bisa main sama Raisa di sana! Yang jelas Dede gak mau jauh dari Abang lagi! Dede mohon, Dede ikut ya!" ucap Ivanna menohon.


"Ya sudah. Selepas acara nanti kemasi beberapa barang, sama Raisa juga! besok kita langsung pergi!" ucap Fajri pasrah.


"Ha, gitu dong! kan gak perlu Dede nangis sampai mata bengkak seperti ini!" ucap Ivanna seketika berhenti menangis, namun masih sesegukan.


"haih, ternyata kamu merengek karma mau ikut sama, Abang! udah sana siap-siap! kita harus foto keluarga dulu sebelum tamu berdatangan!" ucap Fajri tiba-tiba saja kesal mendengarkan ucapan adiknya.


"iya, terima kasih, Abang ganteng, muach!" ucap Ivanna terkekeh dan mengecup pipi Fajri.


Tuhan, punya adik satu tingkahnya sejuta! untung sayang!. Batin Fajri.


Ia harus mengganti kemejanya karna sudah basah terkena air mata Ivanna tadi. Ia kembali berkemas hingga selesai. Menggunakan jas berwarna hitam yang dipadukan dengan batik, celana senada dan kemeja putih dengan dasi kupu-kupu yang bertengger indah di lehernya.


"Sebentar lagi, semakin banyak tanggung jawab yang akan aku emban. Tuhan tolong kuatkan aku!" ucap Fajri sambil melangkah keluar.


Ia sudah di jemput oleh petugas untuk menuju Ballroom karena janji pernikahan akan di laksanakan. Berjalan sambil menggandeng tangan Fajira dan Irfan, dengan jantung yang mulai bergemuruh.

__ADS_1


Sementara di kamar pengantin, Safira baru saja selesai berhias. Gaun berwarna putih itu melekat indah di badannya. Dengan kalung pemberian Fajri yang sama dengan milik Ivanna, ia begitu terlihat sangat cantik bahkan melebih Putri raja manapun.


Jangan nangis Fira, ini hari bahagia! ingat make up ini sangat mahal, jangan sampai kamu menghancurkannya!. batin Safira.


Ia melihat dirinya saat ini, sangat berbeda dengan dirinya yang dulu. Hanya seorang gadis yang tumbuh dan besar di panti asuhan, bisa mendapatkan tempat di dalam keluarga yang begitu terpandang.


Setelah ini, aku akan menjadi Nyonya Fajri, segala tindakanku akan di perhatikan oleh banyak orang. Semoga aku bisa menjaga nama keluarga Dirgantara dengan sangat baik. Terima kasih atas apa yang engkau berikan kepadaku hingga hari ini. Tuhan tolong kuatkan aku!. Batin Safira.


"kak?" panggil Ivanna memeluk Safira dari belakang.


"Dek?" gadis itu terkejut dan tersadar dari lamunannya.


"Kakak cantik banget! Apa kita taruhan lagi, kalau Abang akan lebih terpana melihat kaka nanti!" ucap Ivanna tersenyum.


"Jangan, sayang. Kasihan, Abang nanti! Kakak gak kuat melihat wajah merona dan salah tingkahnya, begitu mengemaskan!" ucap Safira terkekeh.


"Aih, sepertinya kakak akan lebih ganas di bandingkan, Abang!" ucap Ivanna tergelak.


"Lebih ganas di bandingkan Abang? maksud, Dede apa, sayang?" tanya Safira mengernyit.


"Itu, malam pertama!" bisik Ivanna dengan wajah merona.


Safira melotot dan juga ikut merona mendengarkan ucapan Ivanna. Bagaimana gadis kecil ini bisa mengucapkan hal itu dengan santai.


"hus! kamu anak perawan. masa ngomongnya gitu!" ucap Safira salah tingkah.


Mereka tergelak sambil berjalan keluar, karna petugas juga sudah menjemput mereka.


Safira berjalan bergandengan dengan orang tuanya, menuju Ballroom untuk mengucapkan janji pernikahan.


"Apa Fira gugup, sayang?" tanya Mama dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya, Ma!" ucap Safira lirih.


Jantungnya semakin berdetak lebih cepat mengiringi langkahnya. Berulang kali ia menghela nafas suntuk meredakan rasa gugup dan sesak menahan haru secara bersamaan.


Ceklek!


Pintu besar Ballroom itu terbuka, ruangan gelap yang hanya di temani lampu di sudut ruangan menambah kesan sakral hari ini. Lighting langsung menyoroti Safira yang berjalan bersama sang Papa menuju tempat di mana Fajri sudah berdiri sambil menahan tangisnya.


Semua mata tertuju kepada Safira yang terlihat begitu cantik, bahkan mereka berfikir jika itu bukan Safira, apa pengantinnya tidak tertukar? begitu fikir mereka.


Nyonya Safira cantik banget!.


Benar, ternyata tuan Fajri tidak salah memilih pasangan.

__ADS_1


Kabarnya, Nona Ivanna yang memilih Nyonya Safira untuk menjadi pendamping Tuan Fajri!.


Ini namanya berlian yang baru saja muncul ke permukaan.


The real Cinderella ada di depan mata kita.


Begitu bisik-bisik para temu yang sudah datang untuk menyaksikan janji sakral yang akan menjadi sejarah bagi bangsa ini. Pik abo menikahi seorang pangeran.


🌺🌺


"Selamat, Abang sudah menikah! hiks,... jaga kakak, Dede ya!" ucap Ivanna tersedu di dalam pelukan Fajri setelah resmi menyandang status suami.


"Iya, sayang. Terima kasih sudah memilihkan Abang istri yang begitu sempurna, seperti kakak!" ucap Fajri yang juga ikut menangis.


"Sama-sama. Ingat janji Abang, jangan tinggalkan Dede besok!" ucap Ivanna.


"iya,!" ucap Fajri pasrah dan merenggang pelukannya.


"Kakak?" panggil Ivanna yang kembali memeluk Safira.


"Kakak harus sabar menghadapi, Abang ya! dia pria yang manja apalagi kalau sakit. Tapi bagaimana pun Abang adalah pria yang lembut dan penuh kasih sayang. Kalau Abang nakal kaka boleh jewer telinganya! Dede ikhlas berbagi Abang, dengan kakak!" ucap Ivanna dan sukses membuat Fajri melotot.


Sementara Safira hanya bisa tersenyum sambil menahan haru. Ia memeluk Ivanna dengan erat, sungguh gadis ini sangat berjasa dalam hidupnya.


"Terima kasih, karna Dede sudah hadir dalam hidup, kakak. Kakak akan menjaga abang sesuai dengan amanah, Dede! boleh ya kakak cubit, kalau Abang nakal?"


"boleh, kak! aku ikhlas, aku ridho!" ucap Ivanna menatap Safira serius.


Sementara Fajri hanya bisa menghela nafasnya melihat tingkah Ivanna. Bisa-bisanya dia melucu di saat suasana haru tengah menyelimuti mereka.


Setelah itu, keluarga dan para tamu undangan bergantian untuk mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.


Fajira memeluk Fajri dan Safira dengan erat dan lama sembari meninggalkan petuah-petuah yang sangat berguna untuk kehidupan rumah tangga anaknya nanti. Begitu juga dengan Mama Hersy yang betul-betul menitipkan Safira kepada Fajri, agar Putrinya bisa merasakan kebahagiaan yang tidak terhingga.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Jangan di skip dong, likenya gais, satu jempol sangat berharga untukku 😒😒


Tinggal 1 lagi gais, aku ketik dulu πŸ˜…


Aku kurang dapat feelnya untuk bab ini 😒😒


Yang penting Fajri dan Safira sudah sah. Habis ini mereka akan berangkat menuju Jerman, honeymoon sambil bekerja, kasihan ya Safira.

__ADS_1


Btw, ini malam pertamanya gimana? mau di skip, apa di jabarkan?πŸ™ˆπŸ™ˆ


kuy coment di bawah πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2