Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
187. Beranjak Dewasa


__ADS_3

"Abang, yakin mau pergi sendiri, sayang?" ucap Fajira Khawatir.


"Iya, Bunda. Abang gak lama perginya, hanya satu minggu," ucap Fajri yang mulai beranjak dewasa.


"Tapi, Abang gak pernah pergi sendiri, sayang. Bunda khawatir!" ucap Fajira memegang tangan Fajri.


"Aji gak papa, Bunda. Jangan risau ya!" Pria dewasa itu memeluk ibundanya dengan gemas.


Tanpa terasa, Fajri sudah beranjak dewasa, saat ini ia sudah berusia 20 tahun. Pria tampan itu akan berangkat menuju Jerman karna pabrik mobilnya sedang mengalami permasalahan. Sehingga ia harus turun tangan langsung untuk mengurus perusahaan itu.


"Ya sudah, hati-hati perginya, sayang. beri Bunda kabar terus ya!" ucap Fajira pasrah.


Fajira paham, jika Fajri memiliki tanggung jawab yang besar terhadap seluruh karyawannya.


"Bunda, jangan sedih. Nanti Aji akan, kasih kabar terus. Bunda mau apa, biar abang belikan," tanya Fajri.


"Bunda mau, Abang cepat pulang saja, nak!" Fajira kembali memeluk tubuh jangkung anaknya.


"hehe, Aji akan cepat pulang, bunda. Sekarang Aji harus pergi, karna sebentar lagi pesawat akan berangkat!" ucap Fajri mengurai pelukannya dan mencium kening Fajira lembut.


Ivanna dan Irfan sudah lebih dulu pergi ke kantor dan ke sekolah. Sehingga hanya ada mereka di rumah mewah itu.


Fajri melangkah meninggalkan rumah. Kalau tidak mendesak, mungkin ia akan tetap berada di sana bersama dengan ibundanya. Dengan berat hati, Fajri melambaikan tangannya ketika mobil bergerak meninggalkan pekarangan rumah mewah itu.


Tuhan, tolong jaga Anak-anaku. Bathin Fajira.


Ia segera masuk ke dalam rumah ketika mobil sudah tidak telihat lagi di pandangannya. Fajira menelisik rumah mewah itu, ia merasa sepi ketua anak-anaknya sudah mulai beranjak dewasa. Hari ini tidak ada jadwal ke rumah sakit, sehingga ia hanya bisa berdiam diri dirumah.


Ia mengambil ponselnya yang tergeletak sedari tadi, ia tidak tau harus mengerjakan apa. Ia memilih untuk menghubungi Irfan, setidaknya jika ia pergi ke kantor Irfan ada wajah tampan yang bisa ia pandang tanpa bosan.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Irfan, ia segera bergegas untuk pergi ke kantor tak lupa membawa cemilan yang ada di rumah.


...🌺🌺...


Ivanna, gadis kecil yang sudah beranjak remaja, saat ini ia sudah berumur 16 tahun, Ia sudah duduk di bangku kuliah pada tahun ke dua dengan jurusan Fisika. Ia memilih untuk tidak msngambil kelas akselerasi ketika SMP dan SMA.m dengan alasan ingin menikmati masa mudanya.

__ADS_1


Dengan paras yang begitu cantik, membuat hampir semua laki-laki terpesona ketika melihatnya. Namun Ivanna tidak pernah merespons siapapun yang ingin mendekatinya, ia hanya bersikap dingin dan ketus kepada semua laki-laki. Namun jangan di tanya ketika ia berada di dalam rumah, suasana sunyi dan hening bisa menjadi riuh dengan suara dan kejahilannya.


"Bunda, kakak pulang!" teriak Ivanna.


Ia berjalan masuk ke dalam rumah dan mencari ke arah dapur, karna biasanya bidadari cantik itu berada di sana sedang membuat sesuatu pengganti cemilan mereka di rumah.


"Bunda?" panggil Ivanna mengernyit.


"Bunda kemana, bik?" tanya Ivanna.


"Nyonya lagi di kamar, Nona! beliau baru saja pulang dari kantor tuan,"


"ah ya, thanks, bik!"


Ivanna segera berlari menuju kamar, benar saja Fajira masih terlelap dengan damai di atas ranjang itu. Ia segera ikut berbaring dan memeluk Fajira sambil membangunkan bidadari cantiknya.


"Buna, Dede pulang!" lirih Ivanna manja sambil menyelipkan badannya ke dalam pelukan Fajira


"Buna? Dede lapar!" ulang Ivanna.


"sudah, Buna. dede lapar!" ucap Ivanna manja sambil menggesekkan hidungnya.


"Bangun dulu, ganti baju. bersih-baersih. Bunda tunggu di ruang makan ya, sayang!" ucap Fajira mengelus punggunv Ivanna.


"iya. Buna. muach, muach," Ivanna berlalu setelah melayangkan begitu banyak kecupan kepada Fajira.


Fajira segera bangkit dan membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah selesai ia melangkah menuju ruang makan dan Menyiapkan makanan untuk Ivanna.


"Abang sudah berangkat, Buna?" tanya Ivanna ketika ia berada di ruang makan.


"sudah, sayang. Apa Abang gak pamit sama Dede tadi?"


"pamit, tapi pesan Dede belum di balas sama, Abang," ucap Ivanna sendu.


"Perjalanannya kan jauh, mungkin Abang masih di pesawat. berdo'a saja, semoga abang selamat sampai ke tujuan.

__ADS_1


Mereka segera memakan hidangan yang sudah di sediakan oleh Fajira sambil sesekali mengobrol. Mereka hanya berdua, krna irfan belum pulang dari kantornya.


Mereka segera menghabiskan makan sore itu hanya berdua saja. Namun penuh dengan kehangatan yang selalu di berikan oleh Fajira. Bahkan hingga saat ini ia masih menyuapi Ivanna dan Fajri untuk menghabiskan makanan mereka.


Ia hanya ingin anak-anaknya sehat tanpa penyakit yang di akibatkan dari kurangnya asupan atau terlambat makan. Bahkan kebiasaan untuk membungkuskan bekal anak-anaknya masih berlangsung hingga hari ini.


...🌺🌺...


Fajri mengernyit ketika mendapatkan pesan dari sahabatnya Boy, yang tiba-tiba saja meminta untuk membuatkannya sebuah mobil. Ia tersenyum membaca permitaan Boy yang begitu detail.


"Mobil canggih yang bisa mengemudi otomatis? Bukankah itu sudah ada perusahaan yang membuatnya, Boy! Tapi bagus juga sih, ini bisa jadi terobosan baru untuk perusahaanku!" ucap Fajri tersenyum.


Ia baru saja tiba di Jerman setelah kurang lebih 18 jam mengudara. Ia segera menuju ke apartemen mewahnya dan beristirahat. Ada satu hal yang sangat ia suka ketika melakukan perjalanan jauh seperti ini, yaitu membuka koper dan mengoleksi surat ancaman yang begitu manis dari Fajira.


"Sambalnya tinggal di panasin saja, nak! jangan sampai Bunda mendengar kabar kalau kamu sakit karna gak makan! love You, sayang." pesan Fajira.


"love you to, Bunda!" ucap Fajri tersenyum.


Di umurnya yang sudah beranjak dewasa, ia merasa Fajira tidak pernah berubah dari dulu, menyiapkan segala keperluannya mulainya dari bangun tidur hingga tidur kembali. Apalagi di saat ia berada jauh dari bidadarinya. Berbagai macan protokol yang harus di patuhi oleh pria tampan itu.


Ia hanya pergi berdua dengan asisten pribadinya yang bernama Aksa, Sementara Ray sudah diangkat menjadi CEO di salah satu cabang perusahaan Fajri yang terbesar setelah perusahaan inti. Pria taman itu semakin tua, sehingga Fajri mengambil alih sebagian perusahaan dan sebagian lagi ia serahkan kepada Ray.


Setelah selesai membongkar kopernya, Fajri segera menghubungi Fajira dan Ivanna, barulah ia beristirahat sejenak sebelum pergi ke perusahaan mobilnya.


Fajri dengan berbagai kecerdasannya. bisa mengalahkan perusahaan Dirgantara hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah olimpiade yang berhasil membuat namanya naik dan melambung. Kini Fajri juga melebarkan sayapnya ke berbagai negara eropa dalam berbagai bidang. Tahun ini, ia mendapatkan tender untuk pembuatan sebuah roket yang akan di terbangkan untuk mengganti satelit yang di perkirakan, akan mengalami kerusakan.


Ia menjadi pengusaha muda terkaya di dunia dan menempati urutan ke 10. Ia mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari rancang anti virusnya yang sudah di pakai lebih dari dua ribu perusahaan di dunia. Sehingga saat ini, ia hanya memetik hasil dari kerja kerasnya selama ini.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE.


Masih rancu gais, kita perkenalan dulu ya, siap-siap di hadapkan dengan berbagai macam kejadian yang tidak terduga. Semoga bisa semakin menarik Yaa 😍


Aku gak jadi ambah 1 chapter lagi gais πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2