Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
131. Penguntit


__ADS_3

"Mas, Sepertinya kak Ray akan bertemu dengan Riska!. Yuk kita ikuti, Mas! Aku mau lihat!" rengek Fajira kepada Irfan.


"sayang, biarkan itu menjadi urusan mereka!" ucap Irfan masih mengusap lembut perut istrinya.


"tapi aku pengen lihat. Mas!" kekeh Fajira tidak ingin di bantah.


"sayang!" Irfan menatap Fajira dengan tatapan menolak.


"Aku Ngidam, Mas!" ucap Fajira manja sambil.mengusap pertunya dan mengeluarkan senjata terakhir tang ia gunakan untuk meluluhkan hati Irfan.


Duaar!!


Irfan seperti di hantam petir mendengarkan kata Ngidam dari istrinya.


"sayang!" panggil Irfan memelas.


"Ayo lah Mas, Aku pengen lihat. sebentar saja. hmm, sebagai imbalannya, nanti malam kamu boleh dapat ini" ucap Fajira mengarahkan tangan Irfan menuju dua gundukan besar miliknya


"Baik lah, Tapi dua ronde ya!" ucap Irfan nakal sambil mere'mas pepaya menjuntai milik Fajira.


"iyahh..." desah Fajira merasakan gelenyar kenikmatan di tubuhnya.


Irfan tidak berhenti dengan permainan tangannya, beruntung Fajri tengah bermain bersama dengan Mama Viola di bawah, sehingga mereka bebas hendak melakukan apa saja di dalam kamar itu berdua.


"Sudahhh Mas! hmm..." Fajira berusaha untuk menahan tangan Irfan yang semakin tidak bisa diam


"Mas!" rengek Fajira dan berhasil membuat Irfan terkekeh.


"betul ya dua ronde?" Tanya Irfan kembali memastikan.


"iya, sayang!" mata ibu hamil itu sudah terlihat sayu karna sudah terbakar gairah.


Namun rasa penasaran mengalahkan segalanya, ia segera bersiap-siap untuk pergi menyusul Ray dan Riska yang entah dimana keberadaan mereka.


Hingga Irfan yang terpancing karna ucapan Fajira juga ikutpenasaran. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa orang untuk melacak keberadaan Ray.


...🌺🌺...


Di sinilah mereka, Menatap Ray dan Riska dengan gemas, sementara Irfan menatap rusak dengan kesal.


"Mas! kamu lihat itu, mereka terlihat sangat mengemaskan! Apa lagi kak Ray, telinganya udah merah banget!" ucap Fajira menunjuk lengan Irfan agar pria itu bisa mengalihkan perhatiannya sebentar saja dan melihat ke arah Ray.


"ih sayang, aku lagi makan, nanti tumpah ini!" kesal Irfan.


"hehe maaf sayang, lanjut makannya ya!" cengir Fajira kearah pria tampannya


Ia merasa curiga ketika Ray bertanya tentang kata-kata romantis yang bisa di ucapannya nanti kepada Riska. Dengan rasa kepo yang melambung tinggi membuat Fajira merasa tidak tenang, Ingin melihatnya! begitu teriak Fajira di dalam hatinya


Tanpa menunggu lama, fajira segera mencari beberapa kata romantis sesuai dengan kondisi yang di alami oleh pasangan. Beruntung laki-laki dewasa itu dengan mudah menghafal dan mepraktekannya.


Mereka berada tak jauh dari pasangan Ray dan Riska. Dengan sedikit menyamar, Fajira menajamkan kupingnya agar bisa mendengar apa saja yang dibicarakan oleh pasangan yang tengah di mabuk asmara itu.


Fajira berteriak gemas melihat perlakuan Ray kepada Riska. Inilah Defenisi kulkas mencair!. begitu batinnya.


"Apa kakak sedang melamarku?" tanya Riska polos.


Membuat Fajira semakin gemas seakan ingin mencekik adiknya itu.


"kenapa kamu polos banget, Ris!" jerit Fajira sambil memukul lengan Irfan


plak... plak... plak....

__ADS_1


Beberapa pukulan mendarat cantik di lengan kekar pria taman itu.


"sakit, sayang!" ucap Irfan Meringis dan mengusap bahunya.


"Aku gemas, Mas!" jerit Fajira mencubit Irfan.


"Iya, tapi sakit sayang! kamu gimana sih" ucap Irfan.


Ia menoleh ke arah Ray, seketika matanya membola ketika melihat Ray dan Riska yang sedang berpelukan mesra. Ia melihat Ray sesekali mengecup kening gadis manis itu dengan gemas.


Sial, Aku kalah romantis sama perjaka tua itu!. Bathin Irfan kesal.


"sudah sayang, jawabannya sudah tau 'kan? kita pulang sekarang ya!" ucap Irfan lembut sambil menahan kesalnya.


"Iya, sayang. Yuk kita pulang. Biarkan mereka memadu kasih dulu" Fajira mengeluarkan dompetnya dan memanggil waiter lalu meminta Bil.


Setelah selesai membayar mereka segera berjalan keluar dan menuju mobil.


Irfan mengeram kesal mendengarkan jawaban Riska yang harus menggantung asisten kesayangannya. Sementara Fajira tergelak mendengarkan Ray yang merayu Riska yang terdengar tidak terlalu kaku.


"Kenap gak tadi terima saja langsung! habis cerita, biar nanti Ray datang langsung membawa keluarganya ke rumah Riska," ucap Irfan bersungut.


Beruntung mereka memilih pulang terlebih dahulu agar tidak ketahuan jika mereka sengaja menguntit.


"Sudahlah, Mas! Jawaban Riska itu memang bagus, karna dia masih memiliki orang tua!" ucap Fajira yang juga ikut jengah melihat suaminya.


"iya tapi kan dia bisa ngasih jawaban terlebih dahulu, sayang. Ia aku mau, hanya mengatakan itu kenapa susah!"


"setiap orang berbeda Mas! Ray itu bukan kamu yang hobi memaksa orang lain!" ketus Fajira dan sukses membuat Irfan tersentak.


"sa-sayang. Lagian waktu itu kamu juga gak menolak paksaan aku!" ucap Irfan tidak terima.


"Emang aku ada hak untuk menolak kamu? gak ada kan!" Ketus Fajira membuat Irfan terdiam.


"itu makannya, jangan sama orang lain dengan dirimu!"


"Maaf sayang. Jangan marah lagi" bujuk Irfan


"malam ini kamu tidur di sofa atau di kasur single!"


"sayang, Aku minta maaf yaa. Kamu kamu tadi udah janji ngasih jatahku double" rengek irfan


"sstt..."


Irfan terdiam, sial! jatah malamnya melayang dengan sempurna.


Pak Sakti hanya bisa menahan tawa melihat Irfan yang sudah mati kutu di hadapan Fajira


"Jangan ketawa pak! atau gaji bapak bulan ini saya potong 60%!" ancam Irfan yang melihat drivernya tengah menahan tawa.


"eh jangan tuan, maafkan saya!" sentak pak Sakti.


"kamu kenapa sih! malah melimpahkan kekesalan kamu kepada orang lain" ucap Fajira menatap Irfan tajam.


Ia membenci sifat suaminya yang berlaku seenaknya saja, tanpa memikirkan orang lain.


"jangan marah lagi" ucap irfan cemberut. Ia merebahkan kepalanya dengan manja di bahu Fajira.


"apa kamu gak malu seperti ini, Mas?"


"sudahlah! Aku kesal sama kamu, sayang!" ucap Irfan cemberut.

__ADS_1


Fajira tergelak di dalam hati, hanya dengan cara ini ia bisa menghentikan perdebatan dengan Irfan. Ia mengusap kelapa suaminya dengan lembut, sungguh Irfan terlihat seperti Fajri yang tengah merajuk.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Dirgantara. Fajira menatap sekitaran jalan. ia melihat banyak orang yang berjualan makanan ringan. Matanya menatap sebuah kedai yang sangat menggugah seleranya, namun terlihat sepi.


"Pak berhenti pak!" ucap Fajira.


Pak sakti segera menepikan mobilnya dengan hati-hati.


"Ada apa sayang?" tanya Irfan mengernyit.


"Aku mau jajan, Mas. Minta uang!" ucap Fajira menampung tangannya dan tersenyum.


"Hah? bukannya kamu baru mukbang di cafe tadi sayang?" ucap Irfan melongo.


"tadi baru perut sebelah kanan, yang sebelah kiri belum lagi," ucap Fajira dengan wajah yang merona.


"Astaga. Kamu mau beli apa sayang? apa nanti kita buat saja di rumah?"


"Aku mau beli itu, Mas. sate seafood" ucap Fajira berbinar.


"Hah?" Irfan pasrah ia mengeluarkan satu lembar uang seratus ribu dari dompetnya.


Mereka keluar dengan menggunakan masker agar tidak dikenali oleh orang di sekitarnya.


Mata ibu hamil itu berbinar melihat begitu banyaknya sate seafood yang berjejer di dalam etalase warung pinggir jalan itu.


"Mas, uangnya aku habiskan boleh?"


"boleh, sayang"


glek...


Irfan mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan kepada Fajira.


"kamu kenapa, Mas?" tanya Fajira mengernyit.


"Aku juga mau, sayang!" Irfan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"hehehe" Fajira memborong hampir semua jajanan yang ada di sana.


"berapa, Pak?"


"275.000, Mbak"


"kembaliannya untuk bapak saja" ucap Fajira memberikan tiga lembar uang seratus kepada bapak itu.


"terima kasih banyak, mbak. Semoga lancar sampai lahiran nanti! terima kasih, Pak!" ucap pedagang itu senang.


Irfan menatap laki-laki paruh baya itu dengan pandangan yang berbeda.


Kamu memang benar sayang!, walaupun hanya mendapatkan sedikit keuntungan mereka masih tersenyum, bahkan juga ikut mendoakanmu.


Irfan kembali menggandeng Fajira menuju mobil dan segera pulang menuju rumah mewah dan menyantap makanan yang mereka beli tadi.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Up yang ke 3 gais


jangan lupa tinggalkan Bunga untuk Fajri Yaa onty onlen 😍😍

__ADS_1


Terima Kasih πŸ˜πŸ€—


__ADS_2