Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
226. Benarkah?


__ADS_3

"Aduh, sakit Mas!" ucap Hersy meringis kesakitan karna hendak melahirkan anak pertamanya mereka.


"Sabar, Ma! sebentar lagi anak kita akan lahir, kamu yang kuat ya!" ucap Andika memberikan semangat kepada istrinya.


Rasa sakit itu semakin terasa, hingga hersy mengejan dan melahirkan safira kecil yang begitu cantik. Wajah bahagia terpancar begitu saja ketika melihat anak mereka untuk pertama kalinya.


"Dia, mirip sepertimu!" ujar Andika menahan haru.


"iya, Mas. Tapi lihatlah matanya, itu persis seperti kamu!" ucap Hersy tersenyum penuh kelegaan.


Setelah di rasa cukup Safira kecil mendapatkan asi pertamanya. Ia di pindahkan ke ruang khusus anak. Tanpa merasa curiga sedikitpun, Andika memilih untuk menemani istrinya di ruangan itu.


Tak selang berapa lama, suster yang Menjaga anak mereka memekik, karna Safira kecil di nyatakan tidak lagi bernyawa. Baik Andika, Hersy dan keluarganya histeris mendengar kabar itu.


Bahkan Hersy berulangkali pingsan hingga pendarahan dan mengakibatkan ia dicoba tidak bisa memiliki keturunan lagi. Mulai dari hari itu awan mendung menyelimuti keluarga Andika, Hersy bahkan sempat depresi dan menganggap anaknya masih hidup. Bagaimana tidak, ikatan bathin anak dan ibu tidak mungkin bisa terputus sampai kapanpun. Hersy masih merasa jika Safira kecil masih hidup dan sengaja ada yang melakukan hal ini kepada keluarganya.


Andika yang sudah pasrah hanya bisa menemani istrinya setiap hari sembari mendengarkan keluh kesah Hersy mengenai anaknya dan beberapa hipotesis yang ia dapatkan. Semakin lama, Andika semakin merasa apa yang dikatakan oleh Hersy adalah suatu kebenaran, jika ada yang berniat jahat kepada keluarganya.


Hingga 18 tahun berlalu, Andika dan Hersy mendapati seseorang yang di curigai sebagai dalang dari masalah ini. Dia adalah Mantan pacar Andika yang tidak terima jika, ia ditunggal menikah oleh kekasihnya.


"anak, kalian masih hidup! tapi aku tidak tau dimana dia saat ini. Aku menyuruh orang untuk membuangnya! carilah dia di kampung batu, laki-laki yang bernama Baron," ucap mantan pacar Andika lirih dan memegang nyawa.


Hanya itu saja informasi yang mereka dapatkan. Hersy menangis meraung sambil memukul mayat perempuan itu dengan keras.


Pada hari itu juga, Andika dan istrinya pergi menuju kampung batu yang ada di Indonesia, karna perempuan itu tidak mengatakan kampung batu yang di mana dan daerah mana. Sehingga satu tahun ini mereka berusaha untuk mengatur waktu mencari nama kampung batu dan pergi ke sana dengan sejuta harapan.


Hingga di kampung terakhir, Baron yang di maksud oleh perempuan itu bertemu. ia selalu berkilah dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Andika, hingga ia harus mengancam akan melaporkan Baron, barulah ia mengaku, jika Safira kecil sudah ia titipkan di panti asuhan.


Setelah mendapatkan informasi itu, mereka segera pergi ke panti tempat Safira tumbuh.


"Pada tanggal itu, ada 12 anak yang masuk, Pak, Bu! dan mereka sudah tamat sekolah. Mereka sudah keluar dari panti ini!" ucap Ibu dengan ramah.


"boleh kami minta datanya, Bu? mana tau ada anak kami di antaranya! Mohon bantu kami, Bu!" Ucap Hersy terisak.


Ibu menjadi tidak tega, melihat keadaan Hersy yang sudah kehilangan anaknya selama 19 tahun. Ibu memberikan beberapa informasi tentang 12 anak yang masuk pada hari itu, termasuk Safira.


Mereka melalang buana selama satu tahun terakhir, untuk mencari semua gadis yang ada di dalam data. Namun Safira adalah kandidat terakhir. Mereka sangat yakin, iya Safira adalah anak kandung mereka yang hilang selama 20 tahun ini.


Mereka sudah mengamati dan memperhatikan gadis itu selama satu bulan ini. Walaupun banyak orang yang mengetahui jika mereka tengah menguntit. Tak jarang, mereka kehilangan jejak kepala Safira pergi, bahkan data pribadinya pun tidak bisa di akses oleh hacker handal.


"Tunggu! bukannya Anda pemilik T-gruop, Pemilik super market besar yang sudah mempunyai begitu banyak cabang di Indonesia?" tanya Fajri yang baru menyadari siapa mereka.

__ADS_1


"iya, Tuan!"


"Apa, yang bisa membuat saya bisa yakin terhadap anda?" tanya Fajri berusaha mencerna cerita yang ia tangkap barusan.


Andika membawa seluruh berkas yang ia dapat dari Ibu panti dan dilengkapi dengan surat keterangannya disana. Fajri membacanya satu persatu, semua hasil tes DNA juga sudah dilakukan oleh pasangan paruh baya ini. Hanya tinggal Safira saja yang belum bisa mereka sentuh.


"Sejak kapan, Ibu dan bapak, mengawasi tunangan saya?" tanya Fajri dingin.


Bukan ia tidak mengetahui jika Safira tengah di ikuti oleh beberapa orang. Namun Ivanna sudah lebih dulu memberikan pengawal bayangan kepada Safira agar gadis itu bisa lebih aman dan terhindar dari bullying lagi.


Fajri juga menambah beberapa orang untuk memastikan calon istrinya baik-baik saja, ketika mereka berjauhan.


"Sudah dari dua bulan yang lalu, Tuan! tapi kami merasa selalu saja ada yang menghalangi untuk mendekatinya, Saya berpikir mereka adalah orang suruhan anda untuk melindungi Safira, maka dari itu kami memutuskan untuk menemui anda ke sini Tuan!" ucap Andika lirih.


"Apa yang akan kalian lakukan, kepada calon istriku?"


"Izinkan kamu melakukan tes DNA, Tuan. Sungguh jika Safira memang bukan anak kami, hari itu juga kami akan berhenti untuk mencari jejak Putri kecil kami. Saya mohon, izinkan kami untuk mendekatinya!" ucap Hersy yang sudah menangis.


Ceklek,...


Pintu terbuka, menampilkan sosok cantik yang sudah berlinang air mata. Ia adalah Safira, gadis itu mendengarkan semua perkataan mereka yang ada di dalam.


"Sayang?" panggil Fajri.


Ia terkejut dan langsung berdiri melihat mendekap Safira yang sudah menangis.


"Siapa mereka, kak?" tanya Safira lirih karna sangat tergoncang mendengar cerita tadi.


"Kita duduk dulu, ya!" Ucap Fajri sambil menuntun Safira duduk di sampingnya.


Ibu Hersy tak kuasa lagi melihat wajah cantik Safira yang begitu mirip dengannya ketika masih muda. Begitu juga dengan Safira yang melihat ada sekelebatan kemiripan di antara dirinya dan ibu itu.


"Sayang, Ibu dan bapak ini, sedang mencari anak mereka yang hilang sekitar 20 tahun yang lalu. Dan usut, punya usut, petunjuk mengarah ke panti. Ibu sudah memberikan data 12 orang anak yang datang ke panti pada bulan itu. Kamu adalah anak terakhir yang belum mereka temui!" ucap Fajri menerangkan dengan lembut.


Safira menatap Fajri dan pasangan paruh baya itu bergantian. Tangannya melingkar erat di pinggang Fajri dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.


Ia menangis tersedu, sudah lama ia menunggu kedatangan orang tua kandungnya. Namun semakin ia tumbuh besar semakin ia merasa kasih sayang Ibu panti cukup baginya.


"Apa yang akan mereka lakukan kepadaku, kak?" tanya Safira lirih.


"Mereka ingin melakukan tes DNA, sayang!" ucap Fajri membelai kepala Safira lembut.

__ADS_1


"Apa kamu mau?" tanya Fajri.


Safira hanya diam, ia tidak mampu melihat dua orang yang tengah menatapnya dengan penuh haru.


"Kenapa, harus aku?" tanya Safira lirih.


"Karna kamu orang terakir, sayang! Hanya kamu yang tersisa dari 12 orang itu,"


"Hanya tes DNA?"


"iya, sayang. Apa kamu mau?"


"Baiklah!" ucap Safira setuju.


Namun ia masih belum berani untuk menatap dua orang paruh baya itu walau hanya sebentar saja.


Fajri memanggil beberapa orang dari rumah sakitnya yang bertugas di bagian laboratorium. Safira memilih untuk memberikan satu helai rambutnya untuk di tes.


Andika dan Hersy hanya bisa menatap gadis itu tanpa bisa menyentuhnya. Safira hanya memeluk Fajri dengan erat dan air mata yang menetes.


"Bapak bisa menunggu hasil itu sekitar tiga hari lagi!" ucap Fajri.


"ti-tiga hari lagi? secepat itu, Tuan?" tanya Andika tidak percaya.


"iya! Sekarang, silahkan. Saya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus di selesaikan!" ucap Fajri.


"Sekali lagi terima kasih, Tuan Fajri!" ucap Andika menahan tangisnya karna Safira tidak ingin menoleh barang sebentar saja.


Mereka segera pamit dari ruangan Fajri karna tidak ada yang akan dibicarakan lagi. Sebelum pergi mereka masih sempat melihat Safira sebentar, berharap ada sedikit kata pengantar untuk mereka sebelum pergi dan akan bertemu dalam beberapa hari lagi.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Udah yag ke dua nih, sisa 4 bab lagi. Belum terlihat pergerakannyaa. 😁😁


Kuy laah πŸ˜…πŸ˜…


poin atau koin juga boleh πŸ˜ŠπŸ˜…


terima kasih πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2