
Hari ini Fajira sudah terlihat sangat cantik berbalutkan gaun mewah berwarna putih dengan payet yang begitu menawan, hasil rancang dari perancang busana ternama di tanah air. Aura pengantin baru yang di hiasi dengan senyuman tak henti terpancar indah di wajah cantik nan anggun itu. Pernikahan impian yang sangat ia tunggu-tunggu dalam 23 tahun perjalanan hidupnya sudah terpampang di depan mata.
Berjalan sambil menggandeng tangan laki-laki yang memberikan banyak pelajaran dan pengalaman hidup untuknya. Melangkah menuju singgasana pelaminan yang sangat di impikan oleh setiap pasangan.
Irfan yang terlihat tampan dengan wajah dingin yang selalu terpancar di wajahnya mengenakan balutan Jas mewah senada dengan baju yang di kenakan oleh Fajira. Hatinya terasa berbunga-bunga karna hari ini menjadi awal dari kebahagiaan yaitu menikahi wanita yang paling ia cintai.
"aku gugup mas" lirih Fajira.
"mas juga sayang"
"pria kecilku terlihat tampan ya mas, kamu lihat itu dia tersenyum manis sambil membawa se ikat bunga. Bukankah itu terlihat mengemaskan"
"ia, dia sangat mirip dengan ku sayang"
"beda mas, dia laki-laki yang hangat dan murah senyum, sementara kamu?" delik Fajira
Fajira tak henti tersenyum bahagia hari ini. Apa lagi melihat Fajri yang berdiri di depan pelaminan dengan gagah, dan terlihat mengemaskan. pria kecil itu tak henti tersenyum sambil sesekali menghapus air matanya yang meleleh melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah wanita yang paling ia sayangi.
Semoga Bunda bahagia setelah ini, bersama Ayah dan Aji. Semoga setelah ini hanya ada kebahagiaan yang datang menghampiri kita. Terima kasih bunda, karna sudah mau menerima ayah lagi dan juga mengalah demi kebahagiaan Aji. Aji sayang bunda dan Ayah sampai kapanpun.
Iringan lagu romantis menemani langkah kaki mereka menuju pelaminan. Seperti permintaan Fajira, mereka menikah di tepi pantai dengan konsep privat wedding. Hanya seratus undangan yang datang dalam acara pernikahan ini. Sehingga Fajira lebih merasakan kehangatan yang terpancar dari keluarga Irfan. Walaupun masih ada yang menatapnya sinis, namun Fajira tidak menghiraukan mereka dan memilih fokus dengan acara pernikahannya.
Kedua mempelai itu mengambil tempat yang di sediakan khusus untuk mereka. Tak lupa Fajri memberi seikat bunga untuk bidadari kesayangannya yang terlihat sangat cantik malam ini.
"Bunda cantik banget. Ayah juga tampan" ucap Fajri tersenyum manis.
"Aji juga tampan sayang, terima kasih ya nak" ucap Fajira mengelus kepala Fajri lembut.
"Anak ayah memang selalu tampan seperti ayah"
"Iya, Aji tampan karna ayah dan Bunda juga cantik dan tampan"
"Aji sudah makan?" tanya Fajira.
"ih Bunda, kan lagi nikahan masa iya Bunda nanya Aji udah makan sih" keluhnya.
"hahaha maafkan Bunda sayang. Yuk kita duduk"
"iya bunda"
Mereka duduk bertiga, Irfan senantiasa memangku pria kecilnya sambil melihat para tamu undangan.
"cek... hekm..." Ucap MC.
__ADS_1
"selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Malam hari ini adalah malam yang paling membahagiakan untuk kedua mempelai beserta keluarga. Selamat menempuh hidup baru untuk Raja dan Ratu kita pada hari ini.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa ada pangeran kecil juga ikut duduk di depan. Siapa dia? kenapa dia bisa duduk di tempat yang sangat istimewa itu?. itu kan pertanyaan para hadirin? Dia adalah nak kandung dari tuan Irfan dan Nyonya Fajira, yang bernama Fajrianda Hanindyo Dirgantara. Mereka menyembunyikan hubungan yang ada sedari dulu dan hari ini mereka resmi menyelenggarakan resepsi sekaligus mengumumkan hubungan yang sudah tertutup selama 4 tahun lebih.
Ini juga tidak lepas dari permintaan sang Ratu, karna tidak ingin identitas mereka terbongkar. Duuh,,, Jarang-jarang sekali ada orang seperti tuan irfan dan istrinya mau merakyat seperti ini.
Iya sekali lagi kami ucapkan selamat berbahagia untuk kedua mempelai. Kepada para tamu undangat di persilakan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan. Terima kasih"
Begitulah sedikit informasi yang di sampaikan oleh MC untuk memberitahukan siapa Fajri dan juga untuk menutupi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Pesta meriah itu terasa sangat khidmat hingga selesai. Fajri sudah lebih dulu terlelap dalam pangkuan Irfan karna malam sudah semakin larut. Mama sudah beberapa kali meminta agar Fajri bisa di baringkan di dalam kamar hotel agar mereka bisa lebih leluasa untuk berbincang dengan tamu undangan yang lain. Namun Irfan tetap ingin menggendong anaknya, karna tidak ingin Fajri kenapa-napa nanti.
"Mas, apa acaranya masih lama?"
"apa kamu sudah capek sayang?"
"iya mas, Aku juga sudah gerah juga"
"Ya sudah, yuk kita balik ke hotel"
"iya mas, Apa kamu gak capek gendong Fajri? sini gantian yuk"
"gak papa sayang, kamu pasti juga ribet menggunakan baju besar seperti itu"
Mereka segera pergi menuju kamar hotel yang sudah di sediakan khusus untuk pengantin baru. Berbeda dengan pengantin pada umumnya, Irfan sudah lebih dulu merasakan bagaimana rasanya belah duren.
Wajahnya memerah ketika mengingat kembali kejadian malam pertama mereka. Namun seketika berubah sendu kala mengingat kembali persyaratan dari Fajira, jika ia mendapatkan hukuman sampai trauma Fajira bisa di atasi.
"Mas kamu kenapa wajahnya merah? apa mas sakit?" tanya Fajira lembut ketika mendapati wajah Irfan memerah.
"hmm? gak sayang, mas hanya membayangkan bagaimana malam pertama kita nanti" ucap Irfan tersenyum genit
"ih dasar, kamu lupa kalau masih dalam masa percobaan?"
"haa? yaah, apa gak boleh nyicil dikit sayang?"
"gak boleh mas"
"cium?"
"gak boleh"
"Hah? peluk aja?"
__ADS_1
"boleh, nanti Fajri tidur di tengah ya. Aku ingin melihat wajahnya yang berseri ketika bangun tidur besok mendapati kita tidur bersama"
"iya sayang, Tapi adik mas sudah meronta-ronta sayang" ucap irfan genit.
"mas jangan merusak hari bahagia kita karna kamu membangkitkan trauma ku" delik Fajira jengah, namun tidak di pungkiri jika wajahnya memerah saat ini.
"maafkan aku sayang, tapi aku mohon jangan pernah melarang aku untuk memeluk kamu"
"iya, selagi aku masih bisa mengkondisikannya peluklah sepuas kamu mas"
"terima kasih sayang. Yuk kita masuk" Ucap Irfan membukakan pintu kamar untuk Fajira.
Betapa terkejutnya perempuan itu ketika melihat kamar yang sudah dihias se romantis mungkin, dengan taburan bunga mawar di mana-mana. Ia melangkah masuk ke dalam dan pandangannya tertuju ke arah balkon yang membutuhkan pemandangan indah tepi pantai pada malam hari. Fajira tak hentinya tersenyum dan bersyukur atas apa yang ia dapatkan hari.
Sesaat ia merasakan sepasang tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya, siapa lagi kalau bukan Irfan.
"apa kamu suka sayang?"
"iya mas Aku suka banget, terima kasih banyak" Fajira mengelus rahang tegas Irfan dari depan.
"Akhirnya, Aku memiliki kamu sentuhnya, perempuan yang paling aku cintai. Kedepannya cukup tatap aku dan percaya kepadaku sayang. Aku belum pernah seserius ini mencintai seseorang. Aku mencintaimu istriku, bidadariku"
"aku hanya percaya satu hal, kalau kamu tidak akan mengecewakan Fajri, Karna bagi pria kecilku, dia akan bahagia jika aku bahagia. Aku yakin kamu pasti paham mas"
"Aku paham sayang"
Irfan merebahkan kepalanya di bahu Fajira yang terbuka, tak lupa ia mengecupnya dengan lembut. Sungguh ia sangat bahagia saat ini, ketika mimpi yang paling besar terwujud dengan baik tanpa hambatan. Begitu juga dengan Fajira, bibir itu tak henti melengkung, berharap kebahagiaan akan datang mendera kehidupan pernikahannya nanti.
"sayang" panggil Fajira yang sukses membuat Irfan terkejut
"i-iya sayang"
"aku harap kamu biasa belajar dari kesalahan. Semoga kedepannya pernikahan kita bisa langgeng sampai tua. Karna aku gak akan mau menikah lagi jika hubungan kita kandas mas"
"iya sayang. Aku akan memberikan kebahagiaan semampu yang aku bisa"
Fajira membalikkan badannya mengasap Irfan dan menatap pria tampan itu dengan lembut. tangannya terangkat membelai lembut wajah Irfan. Sejanak pria tampan itu terlena dengan nafas yang menderu, ia menutup matanya sambil merasakan usapan tangan istrinya.
Perlahan Irfan membuka mata, ia menatap Fajira lembut dan dalam. Pria tampan itu menarik tubuh Fajira sehingga mengikis jarak di antara mereka. Perlahan namun pasti ia mendekatkan wajahnya ke arah Fajira.
"...."
πππ
__ADS_1
TO BE CONTINUE