
Di sekolah, Hanna selalu menggoda pria kecil itu, karna sudah memiliki seorang adik. Hal ini terjadi, karna fajri selalu menceritakan apa yang yang ia lakukan bersama adiknya ketika berada di rumah.
"Kak, udah dong. Kan Aji malu!" rengek Fajri.
"habisnya kamu gemesin banget Ji!" ucap Hanna tergelak.
"ihh... Yuk kita makan kak!" Ajak Fajri.
Saat ini mereka baru saja memasuki jam istirahat. Fajri, Hanna, Bagas, dan Ziyyad makan bersama di dalam kelas. Seperti biasa, empat sekawan itu memakan bekal masing-masing dan saling berbagi. Hingga mereka di kejutkan oleh suara yang selalu mereka dengar belakangan ini.
Zwetta datang dengan membawa kotak bekalnya. Ia berjalan menghampiri Fajri sambil tersenyum manis.
"Hai, Boleh gabung?" tanya Zwetta dalam bahasa inggris.
"Hah?" tanya Ziyyad yang masih belum bisa berbahasa inggris.
"kak Zwetta bertanya, apa boleh dia gabung duduk di sini!" ucap Fajri.
"oh boleh kok! sini!" Ucap Bagas.
"terima kasih!" ucap Zwetta kaku dalam bahasa Indonesia.
Hanna menampilkan wajah cerianya, walaupun di dalam hati ia sangat tidak menyukai perempuan cantik yang berada tepat di sampingnya.
"Fajri, aku dengar kamu baru saja memiliki adik?" tanya Zwetta.
"Iya. Usianya baru satu bulan!" ucap Fajri tersenyum.
"Siapa namanya?" tanya Zwetta penasaran.
"rahasia! Kata ayah semua tentang Dede Aji masih rahasia!" ucap Fajri tersenyum.
"Apa sama aku juga menjadi rahasia?" tanya Zwetta mengernyit.
"iya. semuanya!"
Apa hanya aku yang tau tentang Ivanna? Berarti aku juga harus menyimpan rapat-rapat apa yang sudah aku lihat. Bathin Hanna. Menatap Fajri.
Hanya ia yang di izinkan untuk masuk ke dalam rumah mewah Fajri. Dan hanya dia juga yang tau bagaimana cantiknya paras dan nama Putri kecil keluarga Dirgantara itu.
Mereka makan dengan lahap sambil bercerita, Beberapa kali Zwetta mencari perhatian kepada Fajri, namun pria tampan itu hanya menanggapi secukupnya saja. Sehingga membuat gadis bule itu menjadi kesal karna tidak bisa menjadi pusat perhatian Fajri.
"Fajri mau ini?" Tanya Zwetta menawarkan Fajri daging panggang yang ia bawa.
"Terima kasih, kak. Tapi Aji gak bisa makan sembarangan. Soalnya Aji mudah sakit perut kalau salah makan! Maaf ya!" ucap Fajri menolak.
"Tapi itu kamu juga berbagi makanan dengan mereka! Apa karna aku orang asing?" tanya Zwetta.
"Kok kamu ngomongnya gitu!" tanya Hanna mengernyit.
"Bukan gitu kak, Kalau punya mereka Aji biasa makan, dan hanya ini saja! Punya bang Bagas 'pun gak ada Aji ambil! Jangan salah paham ya!" ucap Fajri menjelaskan.
Perempuan cantik itu hanya menatap Fajri dan Hanna dengan tatapan tidak suka. Ia tidak suka jika ada yang menolak pemberian dan keinginannya.
__ADS_1
Hingga semua makanan itu tandas, Zwetta pamit terlebih dahulu dengan wajah masam. Hanna tersenyum manis karna melihat Zwetta tidak mendapatkan perhatian Fajri sedikitpun.
Terserah orang mengatakan aku serakah! tapi pria kecil ini hanya milikku dan gak boleh ada yang menyentuhnya!. Bathin Hanna menatap Fajri.
Suara bell kembali berbunyi, mereka segera membersihkan meja agar tidak adalah sisa makanan yang terjatuh. Fajri duduk di samping Hanna dengan malas, karna saat ini ia akan belajar pelajaran yang sangat tidak ia sukai.
πΊπΊ
Di kanto Dirgantara, irfan tengah menyusun rencana yang sudah lama ia rancang. Cukup lama ia mengadakan rapat dengan beberapa staf ahli dan orang-orangnya. Hingga mereka mendapatkan kesepakatan yang sudah sangat matang.
Irfan tersenyum puas, namun di dalam hatinya terselip rasa ragu dengan apa yang akan ia lakukan setelah ini.
Setelah cukup lama berdiskusi, rapat 'pun selesai. Para staf yang hadir tadi sudah berganti dengan staf yang lain. Kali ini Irfan akan membahas rumah sakit yang akan di resmikan kurang lebih satu minggu lagi.
Irfan tersenyum puas ketika menerima laporan dari staf yang bertanggung jawab untuk membangun rumah sakit itu. Senyuman yang jarang terlihat kini terukir sempurna di bibirnya.
Tuan bisakah anda tidak tersenyum seperti itu? lihatlah mereka sangat ketakutan melihat ekspresi anda!. Bathin Ray menghela nafasnya.
"Ray!" panggil Irfan.
"Saya Tuan!"
"Berikan bonus tambahan untuk karyawan 20% Masing-masingnya!, tanpa terkecuali!" ucap Irfan tegas.
"baik Tuan!"
Semua anggota rapat tersenyum senang mendengarkan ucapan Irfan.
"maaf Tuan, di dalam ada Tuan besar!" ucap Fitri ketika melihat Irfan dan Ray berjalan menuju ke arahnya.
Papa? ada apa papa ke sini?. Bathin Irfan bertanya.
ceklek....
Pintu terbuka, benar saja, pria paruh baya itu sedang duduk dengan tenang di atas sofa sambil bermain ponselnya.
"Pa?" panggil Irfan.
"Apa sudah selesai?"
"Sudah Pa, Kapan Papa datang?"
"ya sudah cukup lama. Duduklah, ada yang ingin papa bicarakan!" Ucap Papa meletakkan ponselnya.
Irfan mengernyit bingung, namun ia tetap patuh dengan perintah orang tuanya.
"Ada apa, Pa? Apa ada hal yang sangat penting sampai papa harus menemuiku di kantor?" tanyya Irfan yang sudah tidak sabar.
"Iya, Papa hanya ingin membahas tentang masa depan Fajri dan Ivanna, bukankah lebih baik kita bahas dari sekarang?. karna Ivanna masih kecil jadi, Papa ingin membahas masa depan pria kecil itu dulu!" ucao Papa
"Bagaimana rencana kamu selanjutnya? Bukankah Fajri meminta agar ia memiliki perusahaan sendiri?" sambungnya bertanya.
"Iya, Pa. Aku belum merencanakan apapun, karna Fajira masih belum ingin jika Fajri memiliki perusahaan di usianya sangat terlalu dini. Mungkin semuanya bisa aku rencanakan jika Fajri sudah berusia 10 tahun! karna saat ini aku hanya fokus terhadap produksi mainan Fajri,"
__ADS_1
"bukankah itu terlalu lama? Kalau Papa gak salah ingat, Fajira memberikan Fajri waktu hingga ia bisa menamatkan sekolah dasarnya, bukan?"
"iya, ayah! Tapi aku gak yakin dengan keputusan Fajira nanti!"
Mereka terdiam, Ayah dan anak itu memiliki sifat yang sama, yaitu menyerahkan keputusan tertinggi berada di tangan istrinya masing-masing.
"Lebih baik kita merencanakan semuanya dari sekarang. Karna Fajri anak yang sangat cerdas! Papa yakin dia akan melebihi kehebatan kamu nanti!"
"Iya Pa, Aku juga berfikir seperti itu!"
"Bukankah tabungan Fajri cukup untuk membangun perusahaan?"
"Abang rasa sudah cukup, Pa!"
"coba kamu bicarakan terlebih dahulu dengan Fajri, perusahaan seperti apa yang ia inginkan!"
"Iya, Pa! aku akan membicarakan hal ini secepatnya dengan Fajri!"
"Fajri lulus sekolah kurang dari dua tahun kan? Papa rasa itu waktu yang cukup untuk membangun sebuah perusahaan. Kebetulan Papa baru saja membeli tanah yang cukup luas dan itu sudah milik Fajri. Rencana akan Papa berikan ketika pria kecil itu berulang tahun!" Papa Tersenyum manis. Ia sangat merindukan duo bocil itu.
"Papa serius?" ucap Irfan melotot.
"Apa papa pernah bercanda tentang hal ini?"
Irfan menggeleng pelan, sungguh selama ia hidup, papa tidak pernah memberikannya hadiah sebesar itu kepadanya.
"Jangan iri! Papa memberikan kamu perusahaan sebagai modal usaha!"
"perusahaan yang hampir bangkrut!" dengus Irfan.
"hahaha" papa tertawa melihat anaknya yang mendengus kesal.
"Fajri sangat mirip dengan kamu. Dia memiliki tujuan hidup yang sangat penting, Dia ambisius namun juga bisa melepaskan apa yang tidak menjadi rezekinya. Dari sekian banyak perbincangan Papa bersama Fajri, Tujuan pria kecil itu hanya satu! Hanya satu! Apa kamu tau apa itu?" Tanya Papa.
Irfan berfikir, namun ia tidak menemukan jawaban sedikitpun atas pertanyaan itu.
"Tujuan hidup Fajri hanya satu! Yaitu kebahagiaan Fajira! Istrimu memang hebat mendidik anak. Fajri tumbuh dengan sikap yang sangat dewasa jika di bandingkan dengan anak seusianya!"
"Iya, papa benar! Fajri memang lebih sering bertanya kepada Fajira ketika ia berhasil meraih sesuatu, bisa jadi menang lomba, atau membuat karya baru dan hal lainnya. Fajri selalu bertanya, apakah Bunda bahagia?, sementara denganku, sekalipun Fajri tidak pernah menanyakan tentang hal itu!" ucap Irfan sendu.
"Bukankah kamu dulu juga seperti itu? Sudahlah! fikirkan kembali apa yang akan kamu lakukan setelah ini. Jangan sia-siakan kesempatan emas. Papa sangat merindukan dua bocil itu, Papa pulang dulu!" ucap Papa beranjak dari ruangan Irfan dan segera menuju ke kediaman Dirgantara.
Irfan masih termenung memikirkan perkataan Papa. Ia harus merancang semuanya dengan baik agar masa depan Fajri lebih baik dari dirinya.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
Udah tanggal 1 aja gais ππ
Semoga ketika hari berganti, kebahagiaan selalu datang menemani kita semua. Semoga harapan akan terwujud dan do'a akan terkabulkan.
Stay healty gais ππ
__ADS_1