Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
244. Tono vs Bryan


__ADS_3

"Jadi itu hanya tempelan?" pekik Ivanna tertahan.


Ia cukup terkejut melihat tampang Tono yang begitu tampan. Bahkan rambut yang baru saja di potong, hampir membuat Tono menyerupai sosok Cha Eun Wo yang sebenarnya.


"Kenapa?" tanya Ivanna lagi.


"Banyak hal yang terjadi, Na! Ya, karna wajah tampan ini banyak di manfaatkan oleh perempuan nakal untuk mengambil keuntungan! Aku,..." ucap Tono terputus ketika mendengar suara bariton yang memanggil Ivanna


"Nana?" panggil seseorang dengan wajah yang memerah karna menahan cemburu.


"Bryan?" ucap Ivanna mengernyit.


"Kamu ngapain di sini sama dia?" tanya Bryan sambil menunjuk Tono.


"Terus masalahnya apa? kenapa kamu tiba-tiba saja marah?" tanya Ivanna yang juga ikut kesal.


"Kita pulang!" ucap Bryan memegang tangan Ivanna.


Set!


Tono pun juga ikut memegang tangan Bryan dan mencegat pria blasteran itu.


"Siapa anda? Ivanna pergi bersama saya! kenapa anda seenaknya seperti ini?" tanya Tono dengan berani.


Tidak di pungkiri jika jantungnya berdetak sangat kencang dengan badan yang gemetaran.


"Lepaskan tanganmu!" ucap Bryan geram.


"Tidak! sebelum anda melepaskan tangan pacar saya!" ucap Tono dengan berani.


Bryan dan Ivanna melotot mendengar pengakuan Tono kepada Ivanna. Gadis itu menahan senyumnya, ketika melihat Tono yang sudah cukup berani melawan Bryan.


"Sudah! kenapa kalian jadi bertengkar seperti ini? apa kalian tidak malu dilihat oleh orang lain?" ucap Ivanna dingin.


Ia menghempaskan tangan Bryan dengan sedikit keras, dan melihat pergelangan tangannya memerah, bekas cengkeraman pria bule itu.


"Duduklah!" ucap Ivanna yang kembali duduk di kirinya.


Sementara Bryan dan Tono masih bertatapan satu sama lain dengan tatapan mata yang tajam.


Haduh, mereka seperti memperebutkanku. Apa aku terlihat seperti barang yang bisa di rebutkan begitu saja? shh, semoga bekas merah ini bisa hilang sebelum pulang nanti. Jika tidak, pasti Abang akan mengamooook!. batin Ivanna jengah.


Mereka hanya terdiam sambil menatap satu sama lain. Ivanna hanya memperhatikan Bryan dan Tono yang masih saling bertatapan.


"Sudah, jangan terlalu lama bertatapannya! nanti kalau jatuh hati bisa bahaya!" ucap Ivanna menahan senyumnya.


Namun Ivanna menjadi gugup dan langsung berdeham ketika melihat dua pria tampan itu tengah menatapnya.


"Kenapa?" tanya Ivanna ketus.


"Apa dia alasan kamu menolakku?" tanya Bryan.


"Gak juga!"


"Lalu apa? kenapa kamu bisa berada di sini bersama dia, Nana sayang!" ucap Bryan yang berusaha untuk berkata lembut.


"Itu bukan urusanmu. Yang jelas, aku pergi ke sini sudah meminta izin kepada keluargaku!" ucap Ivanna.


Ia sedikit tidak menyukai sifat Bryan yang terkesan pemaksa. Cukup Fajri saja yang memiliki sifat seperti itu, jangan sampai ada yang lain.


"Lagian, kamu siapa? Datang dan meninggalkan janji, lalu hilang begitu saja, terus datang dan pergi lagi! Apa pekerjaanmu sekarang menjadi kang ghosting?" sindir Ivanna membuat Bryan terdiam.

__ADS_1


"Maaf, aku harus mengurus perusahaan yang ada di Singapura, Na! itu juga untuk kamu dan anak kita nantinya!" ucap Bryan lembut.


"Hah? Maaf Tuan Bryan, mungkin anda salah orang kalau membicarakan tentang anak! saya masih 16 tahun!" ketus Ivanna.


"Sudah, Na! lebih baik, aku mengantarmu pulang. Safira sudah menelfonku!" ucap Tono yang melihat mood Ivanna sudah berantakan.


"Tidak! Ivanna kan pulang bersamaku!" ucap Bryan tegas.


Mulai lagi!. batin Ivanna beranjak dari tempat duduknya dan menuju kasir.


"Kau harus tau diri. Jika Ivanna adalah kekasihku sejak kami sekolah!" ucap Bryan.


"Oh ya? Saya rasa, bang Fajri gak akan pernah mau mengizinkan siapapun untuk mendekati adik kesayangannya!" ucap Tono berani.


"Apa? Kau memanggil, Bang Fajri? bang Fajri?" ucap Bryan tidak terima.


"Iya! Memangnya kenapa?" ucap Tono.


Cih, kasihan sekali Ivanna jika harus memiliki kekasih seperti dia. Pemaksa, kasar, dan apa tadi namanya, kang ghosting ya!. Batin Tono.


"Tono, ayo kita pulang!" Ajak Ivanna menarik tangan Tono.


Bryan semakin terbakar api cemburu melihat Ivanna dengan santai menggandeng tangan laki-laki lain di hadapannya.


"Na!" panggil Bryan.


"Bry, tolong jangan memaksaku, sebelum aku benar-benar benci dengan kelakuan kamu yang seenaknya saja!" ucap Ivanna tegas.


Bryan hanya terdiam sambil mengepalkan tangannya dengan erat. ia menatap nanar punggung Ivanna yang melangkah semakin jauh dari hadapannya.


🌺🌺


"Hmm, Na. Maaf untuk yang tadi!" ucap Tono memecah keheningan.


"Iya, kamu gak salah kok!" ucap Ivanna dengan mood yang masih berantakan.


"Apa kamu dan bule tadi,..."


"Tidak, aku tidak ada hubungan apapun dengannya!" ucap Ivanna.


"Maaf!"


"Hmm,..."


Keheningan kembali melanda dua sejoli itu. Tanpa di sadari, ada beberapa paparazi yang mengikuti Ivanna ketika keluar dari Mall tadi. Mereka mengambil beberapa potret Ivanna dan Cha Eun Wo gadungan itu.


Setelah selesai makan, Tono mengantarkan Ivanna ke rumah terlebih dahulu, baru ia akan pulang menggunakan Ojek online atau mobil online.


"Bukannya lebih baik, kamu yang aku antar?" tanya Ivanna mengernyit.


"Gak papa. lagian ini sudah larut, pasti keluargamu cemas di rumah!" ucap Tono tersenyum.


"aku sudah minta izin,"


"Iya tetap saja! Aku juga punya adik perempuan, Na. Kalau dia udah pulang larut begini, pasti aku sudah mencarinya kemana-mana. Apalagi Abang kamu possesif!" ucap Tono tersenyum.


"Iya, kamu benar! Tapi, lebih baik kamu di antar pak sakti saja, nanti! dan jangan menolak!" ucap Ivanna tegas.


"Baiklah!" ucap Tono pasrah.


Hingga mobil berhenti di pekarangan rumah mewah Dirgantara. Tono yang bukan berasal dari golongan orang kaya, terkagum-kagum melihat begitu mewah dan indahnya bangunan itu.

__ADS_1


Sangat berbeda jauh dengan rumahnya yang hanya rumah tipe minimalis, dengan 3 buah kamar. Karna bapaknya hanya seorang pegawai negeri biasa.


Ivanna begitu kaya, Safira sangat beruntung bisa bertemu dengan pria sebaik, Tuan Fajri!. batin Tono.


"Masuk dulu, Ton!" Ajak Ivanna.


Benar saja ketika membuka pintu, Fajri sudah berdiri sambil menyilangkan tangan di dadanya. Sehingga membuat Ivanna dan Tono terkejut.


"Dari mana kamu dek?" tanya Fajri garang.


"Da-dari Mall, bang!" ucap Ivanna takut.


"Siapa dia?" tanya Fajri melotot tajam ke arah Tono.


Deg!.


Laki-laki itu terkesiap, ketika melihat tatapan Fajri yang terlihat hendak menerkamnya.


"Sa-saya Tono, Tuan Fajri!" ucap Tono gugup.


"Tono? Tono mana? berani kau membawa adikku?" ucap Fajri yang hendak menarik kerah baju Tono.


"Bang, dia Tono yang culun itu, pacar kakak!" ucap Ivanna yang tiba-tiba saja usil.


"Tono?" tanya Fajri mengernyit.


Ia melihat tampilan pria tampan itu dengan seksama. Benarkah dia Tono? begitu isi fikiran Fajri.


"Mana tompelmu?"


"A-ada, Tuan!" ucap Tono menyentuh pipinya.


Eh tompelku gak ada?. batin Tono kaget.


Ia segera meraba sakunya dan mengeluarkan tompel mainan itu dan menempelkannya ke pipi.


Fajri membulatkan matanya, ia begitu terkejut ketika melihat wajah Tono yang begitu tampan.


Glek!


Semoga Safira tidak pernah melihat betapa gagahnya pria culun ini! lagian kenapa Dede malah membawa laki-laki ini ke rumah? Bagaimana kalau Safira tiba-tiba saja meminta hal yang aneh-aneh?. Batin Fajri takut.


"Sudah, sana kau pulang. Jangan pernah berani membawa adikku lagi, atau kau akan ku kirim menuju antartika!" Ancam Fajri.


"ba-baik!" ucap Tono sigap.


"Mas?" panggil Safira yang baru saja keluar dari dapur.


"Eh, Tono? kamu ngapain di sini?" tanya Safira berbinar.


"Ha-hai, Safira. Bagaimana keadaan kamu?" ucap Tono tersenyum.


"Aku baik, Wah kebetulan, aku mau dong nasi goreng buatanmu!" ucap Safira berbinar senang sambil bertepuk tangan.


DUAR!!


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Bentar lagi Fajri akan kepanasan gais πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Bolehlah bagi Votenya, gais. Aku akan Update 1 lagi kalau banyak yg ngasih vote πŸ˜‚


Di jamin ambyar πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2