
Kruukk...
Perut Fajira berbunyi ketika ia sedang asik memilih beberapa pasang sarung tangan dan sarung kaki untuk anak gadisnya nanti. Ia memilih berjalan ke luar toko dan melihat salah satu restoran yang baru saja buka di depan toko baju itu.
Dengan perlahan Fajira melangkahkan kakinya ke sana tanpa mengatakan apapun ke pada anak dan suaminya.
"selamat datang Kak. Silahkan" ucap Karyawan restoran dengan ramah dan membantu Fajira menuju salah satu kursi yang ada di sana.
"terima kasih, mbak" ucap Fajira sambil tersenyum.
"ini menunya Kak, silahkan di lihat dulu"
Fajira memilih tempat makan yang tepat untuknya. Salah satu restoran seafood dengan menu yang cukup banyak dan lengkap. Mata ibu muda itu berbinar senang, apa lagi ia melihat mereka menyediakan seafood tumpah yang sangat menggoda di matanya.
"saya pesan seafood tumpah nya satu mbak. Minumnya air putih saja" ucap Fajira tersenyum.
"baik kak, mohon di tunggu sebentar ya!"
"ah iya, mbak, apa disini ada menu Seafood goreng"
"ada kak, ada cumi goreng krispy, jamur krispy, udang krispy juga ada"
"hmm... bawakan saya satu porsi ya mbak. Terima kasih"
"baik kak. di tunggu ya" karyawan itu berlalu dari hadapan Fajira.
Perempuan cantik itu mengusap perutnya yang terasa bergerak. Ia tersenyum memikirkan dua pria tampannya yang pasti akan kalang kabut ketika mendapati ia tidak berada di dalam toko.
"Besok Dede jangan ikut berantem juga sama ayah dan abang Ya, nak. Bikin Bunda pusing" ucap Fajira.
"mereka lagi ngapain ya? hehe" Ucap Fajira tergelak.
Ia menikmati suasana yang cukup sejuk di dalam restoran itu. Nuansa biru dan putih menggambarkan suasana di laut dan beberapa gambar seafood yang sangat menggugah selera makannya.
Sementara di luar, Irfan menggendong Fajri sambil berjalan sedikit cepat untuk mencari keberadaan Fajira. Mereka panik karna takut jika bidadari itu kembali di culik oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
"Ayah, Bunda kemana?" tanya Fajri sudah menangis.
"sabar dulu ya sayang, kita cari Bunda ya" Irfan juga sudah terlihat panik.
Sayang, kamu dimana? jangan buat aku panik.
Irfan berdiri di depan restoran tempat Fajira bersembunyi. Perempuan itu Kaget ketika melihat Irfan tengah panik sambil menggendong Fajri.
Tok... tok... tok..
Fajira mengetuk dinding kaca itu berharap Irfan bisa melihat ke arahnya. Dan benar saja laki-laki itu kaget melihat istrinya dengan nafas lega seketika. Irfan dan Fajri segera masuk ke dalam restoran dan menatap Fajira tajam.
Perempuan cantik itu menelan ludahnya kasar. Melihat tatapan Irfan dan Fajri yang seolah akan melahapnya.
"ma-maaf. Bunda tadi lapar, makanya langsung kesini" ucap Fajira dengan puppy eyesnya.
"Bunda tau, kalau Aji takut bunda dan dede kenapa-napa?" tanya Fajri yang terlihat horor namun juga mengemaskan.
__ADS_1
"maaf sayang, Bunda lapar banget. Lagian Bunda juga baru kesini, kan dekat juga" Fajira memasang wajah memelas, berharap ia tidak di marahi oleh ayah dari anak-anaknya.
"hiks... jangan seperti ini lagi. Aji takut" Pria kecil itu mendekat ke arah Fajira dan memeluk tubuh buncit itu sambil terisak.
"maafin bunda ya sayang" Ucap Fajira menyesal tidak izin terlebih dahulu kepada anak dan suaminya.
"permisi, ini pesanannya kak" Ucap pelayan restoran mengantarkan beberapa gorengan yang dipesan oleh Fajira tadi.
"Untuk seafood tumpahnya sebentar lagi kami antarkan kak, mohon menunggu sebentar" Ucap pelayan itu sambil mencuri-curi pandang kepada Irfan.
"Lihatnya biasa aja, Mbak!" ketus Fajira menangkap gelagat aneh dari karyawan itu dan membuat Irfan yang emosi menjadi tergelak, namun ia menahannya dan kembali memasang wajah dingin.
"eh maaf. Permisi"
Fajira menatap tajam Irfan, ia kesal kenapa suaminya itu terlalu tampan dan di idam-idamkan oleh banyak kaum wanita.
Dua orang dewasa itu hanya saling menatap tajam satu sama lain. Sementara Fajri malah menjadi terheran melihat orang tuanya.
"Bunda, apa boleh Abang makan itu?" tunjuk Fajri ketika melihat makanan kesukaannya.
"Boleh sayang, Sini duduk dulu" Fajri patuh, ia duduk di samping Fajira, sementara Irfan memilih duduk di depan istri cantiknya.
"Makan yang banyak sayang, Apa mau bunda pesankan lagi?" tanya Fajira kepada fajri dan sukses membuat pria kecil itu merona.
"apa boleh Bunda?" cicitnya pelan
"Pelayan" panggil Irfan dan membuat Fajri mengangkat kepalanya.
"saya pesan, Cumi dan udang krispy nya masing-masing satu porsi lagi ya" ucap Irfan membuat senyum Fajri mengembang.
"untuk apa sayang? itu untuk Ayah sendiri" ucap Irfan santai.
deg...
"bunda" lirih Fajri cemberut karna kecewa.
"Mas! Kamu ya, bisa gak sehari aja gak berantem sama anakmu?" delik Fajira sementara Irfan hanya mengedikkan bahunya.
"Sudah sayang. Ayah gak suka sama udang. Ini makanlah" Fajira mendekatkan piring itu kepada putranya.
"Sayang!" panggil Irfan horor.
Fajira menyangkat kepalanya dengan perlahan, terkadang ia juga takut dengan tatapan mata Irfan yang begitu tajam. Ia menelan ludahnya kasar, namun harus mencari cara agar suaminya tidak marah.
"Aaa... buka mulutnya, Mas" ucap Fajira menyuapkan Irfan.
"mau gak?" tanya Fajira kembali.
"Apa kamu bisa membuat aku..."
"hekm... nanti bisa kita bahas di rumah, Ada Fajri" ucap Fajira memotong ucapan Irfan.
"permisi, ini pesanannya" Beberapa karyawan mengalas meja tersebut dengan plastik dan menuangkan berbagai macam seafood ke atas meja itu.
__ADS_1
"waaah" ucap Fajri dengan mata yang berbinar.
"Silahkan di nikmati. kalau butuh sesuatu silahkan panggil kami lagi Kak. Mari"
"terima kasih Mbak"
"Bunda. kita pernah makan ini kan? tapi gak sebanyak ini" ucap Fajri mencuci tangannya.
"Iya sayang. Abang biar Bunda suapi aja ya"
"Boleh Abang makan sendiri. Bunda?"
"ya sudah. Pake sarung tangan dulu ya!"
"iya Bunda"
Fajira membantu memakaikan sarung tangan khusus kepada Fajri dan dirinya. Mereka berbinar senang, Fajira mulai mengambil satu persatu jenis kerang yang terlihat memanggilnya untuk segera di cicipi.
Irfan menatap dua orang yang paling ia sayang dengan perasaan senang. Sampai saat ini ia masih penasaran bagaimana dulu anak dan istrinya menjalani hidup serba kekurangan.
"Kamu gak makan. Mas? atau mau aku suapi?" tanya Fajira.
"boleh sayang" Irfan tersenyum manis sambil membuka mulutnya.
Hap...
Potongan cumi-cumi mendarat cantik di dalam mulut Irfan. Fajri melihat itu dan juga ingin di suapi oleh Fajira.
"Abang juga Bunda, aaa" ucapnya membuka mulutnya.
Fajira dengan senang hati menyuapinya dua pangeran tampan miliknya. Ia sesekali mengusap bibir mereka bergantian ketika melihat ada saos yang menempel tidak pada tempatnya.
"Kamu juga harus makan sayang" ucap Irfan menyuap Fajira.
Sebenarnya ini belum masuk jam makan siang karna masih menunjukkan pukul 10.45. Namun jika ibunda ratu sudah memberi titah, mereka hanya bisa mengikutinya dengan pasrah, bahkan tak jarang mereka juga ikut makan dan bahkan menghabiskan porsi lebih banyak di bandingkan ibu hamil itu.
Irfan terkadang meringis melihat badannya yang sudah sedikit buncit karna mengikuti pola makan Fajira yang bisa merasa lapar kapan saja. Namun bagaimanapun juga ingin menemani istrinya kapanpun dan di manapun.
Makan pagi menjelang siang itu di saksikan oleh hampir semua karyawan yang bekerja di sana, karna Fajira adalah pelanggan pertama mereka pada hari ini, dan belum ada pelanggan lain yang berdatangan.
"suaminya ganteng banget, ya. Apalagi anaknya, duh pen ku bawa pulang!" jerit karyawan itu.
"iya duh mana tadi sempat di tegur lagi karna ketahuan melirik suaminya"
"eh bukannya itu Irfan Dirgantara? pengusaha kaya itu? kemarin sempat viral juga kan. Mana istrinya berani banget lagi!"
"iya. Tapi mereka memang serasi sih, Pak irfannya tampan, istrinya cantik banget"
Mereka tak hentinya mengunjungi Fajira dan keluarganya. Sementara yang di gunjingi hanya fokus pada makanan mereka dan menambah beberapa menu lainnya sesuai dengan keinginan ibunda ratu yang masih terlihat cantik dengan tubuh gemuknya.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
__ADS_1
Happy weekend gai, yuk dukung Aji terus ya onty online, bentar lagi Aji mau punya dede bayi loo. Yuk dari pada bingung mau nge vote siapa mending kasih ke aji sini wkwkwk.
terima kasih banyak sudah mendung Aji π€π€