Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
210. Hukuman Dari Ivanna


__ADS_3

Fajri segera mengejar Ivanna yang sudah lebih dulu turun kebawah. Ia juga menelfon bawahannya agar bisa mengawasi pergerakan Ivanna. Fajri sangat mengerutuki perbuatannya kali ini.


"ah dasar bego! kenapa bisa kecolongan seperti itu! Gila, gila, gila! Tuhan, jangan sampai Bunda tau!" ucap Fajri frustrasi sambil memukul stir mobilnya.


Fajri terus mengikuti pergerakan Ivanna yang entah pergi dengan siapa.


"Argghhh!" teriak Fajri lagi.


Ivanna membawanya berkeliling mengitari kota dan berhenti di salah satu cafe yang berada jauh dari rumah mereka. Ia segera turun dari mobil dan melihat Ivanna yang tengah duduk melamun di salah satu kursi yang ada di rooftop.


Cafe itu tampak kosong dan hanya ada dirinya di sana. Fajri berfikir, jika Ivanna memesan satu cafe untuk malam ini. Fajri memperhatikan Ivanna yang tengah terisak sambil menutup wajah cantiknya.


Betapa bodohnya aku kali ini! aku tidak bisa membaca kelicikan Zwetta. Bahkan aku melukai dua, bukan, tiga hati dalam satu hari. Percuma kamu pintar Fajri, tapi bodoh jika sudah menyangkut tentang perempuan.


Cukup lama Fajri membiarkan Ivanna menangis di dalam sana. Hingga ia masuk ke dalam cafe dan segera memeluk Ivanna dari belakang.


"Maafin Abang, sayang!" ucap Fajri mendekap Ivanna dengan erat.


"LEPAS!" Bentak Ivanna sambil memberontak di dalam pelukan Fajri.


"Gak, sampai Dede maafin, Abang!" ucap Fajri berusaha untuk menenangkan Ivanna.


"Pergilah! kenapa Abang ada di sini? pergi sana temui pacar kamu!" teriak Ivanna.


"sstt, sayang jangan berteriak! malu didengar sama orang!"


"bodo!, lapasin!" ucap Ivanna masih memberontak


"janji gak akan kabur lagi!"


"iya, lepas dulu!"


Fajri melepaskan pelukannya dan menatap wajah sembab Ivanna.


"maafin, Abang ya!" ucap Fajri lembut.


"Abang bego tau gak! bego banget!" teriak Ivanna sambil memukul Fajri.


Bugh!!


Bugh!!


Plak!!


"aduh sakit, sayang!" ucap Fajri menahan tangan Ivanna.


"lepas!" bentak Ivanna sambil menghempaskan tangannya dari Fajri.


"Demi perempuan murahan itu, Abang sudah membuat 3 hati kecewa! apa Abang tau?" ucap Ivanna kesal.


"Iya, Abang tau. Abang emang bodoh. Abang gak bisa membaca modus zwe,..."


"jangan sebut nama laknat itu!" teriak Ivanna.


"baiklah, jangan bentak Abang seperti itu, sayang. Sedih hati Abang jadinya!"


"biarin, biar bang sadar. Kalau yang Abang lakukan itu salah! Percuma Abang pintar, kalau masalah seperti ini gak bisa Abang atasi!" ucap Ivanna menatap Fajri dengan tajam.


"Berhenti saja jadi Abang! panggil aku kakak mulai sekarang. biar Abang yang jadi adik aku!"


"baiklah, kak!" ucap Fajri menunduk.


"Dede serius, bang!" ucap Ivanna melotot


Glek!


"iya, Sayang. Abang salah," ucap Fajri menunduk.


"Kita tukaran otak yuk, bang! Dede kesal sama Abang, sumpah! Dede gak bohong," ucap Ivanna penuh penekanan.


"udah di cariin yang baik, malah gak mau! gimana kalau Abang di jebak lebih jauh? apa Abang gak mikirin Ayah sama Bunda? apa Abang gak mikirin penerus Dirgantara selanjutnya? apa Abang gak mikirin kak Safira juga? semua orang sudah tau kalau dia calon istri Abang. Dan sampai kapanpun hanya dia kakak ku!" ucap Ivanna berapi-api.


Fajri hanya terdiam membiarkan adiknya melepas semua emosi yang sudah ia tahan. Ia ikhlas jika harus di maki oleh adiknya malam ini, karna ini memang salahnya.

__ADS_1


"dede gak mau dia ada di apartemen abang. Besok dia harus angkat kaki dari sana!" ucap Ivanna.


"Dede bisa bantu, Abang?"


"apa Abang segan? baiklah, besok akan Dede pastikan jika dia tidak akan berani untuk menginjakan kakinya lagi di negara ini!" ucap Ivanna tegas.


"Abang, jangan pernah mencoba untuk menemuinya! kalau aku sampai tau, jangan pernah sapa Dede lagi!" ultimatum Ivanna keluar.


"dek, jangan gitu!"


"kenapa? apa Abang gak rela kalau harus berpisah dengan perempuan itu?"


"bukan gitu, sayang. Huft, baiklah. Apapun itu untuk adek abang!"


"bukan karna Dede saja, bang! tapi untuk diri Abang sendiri, Jangan sampai karna perempuan Abang jadi bego!"


"iya, jangan marah lagi. Nanti Abang bilang sama dia jangan dekat-dekat sama Abang!"


"Apa Abang mencintai perempuan itu?"


"gak sayang, kamu kan tau kalau Abang baru saja putus cinta!" ucap Fajri sendu.


"ah, iya. kasihan banget sih abangku ini. Tapi sekali bego, tetap bego!" ucap Ivanna masih kesal


Ponsel Fajri berdering, terlihat Fajira sudah memanggil mereka. karna waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"kita pulang, yuk!" Ajak Fajri setelah menjawab panggilan Fajira.


"Abang pulang aja! aku masih mau di sini. sayang uangnya!" ucap Ivanna.


"Ayolah, sayang. Nanti Bunda khawatir!" bujuk Fajri.


"Sekarang baru Abang fikirkan perasaan, Bunda. Tadi Abang kemana saja?" delik Ivanna dan membuat Fajri terdiam.


Ia memilih bangkit dan berjalan keluar cafe dan menunggu Ivanna di dalam mobil. Sementara gadis cantik itu termagu melihat kepergian Fajri.


Apa aku keterlaluan? abang memang salah, tapi semua ini bukan hanya salah Abang! hanya saja, kenapa Abang dengan mudahnya mau berciuman dengan perempuan itu!. Bathin Ivanna.


Ia segera bangkit dan menyusul Fajri yang masih termenung di dalam mobil.


"iya," Fajri memaksakan senyumannya dan segera menjalankan mobil, mengambil rute terdekat menuhu pulang.


"Kita berhenti di warung tempat orang menjual kembang," ucap Ivanna.


"kembang? untuk apa sayang?" tanya Fajri mengernyit.


"Mau beli kembang 7 rupa, buat mandiin Abang. Dede gak mau bekas perempuan itu nenek di kulit abang!" ucap Ivanna mendelik.


"dek!"


"sudah, bang. Bukan hanya Abang yang bisa melarang dan menyingkirkan laki-lami yang bersikappi kurang ajar kepada, Dede. Tapi Dede juga berhak atas Abang!" ucap Ivanna tegas.


"baiklah!"


Tak Jauh dari sana, mereka melihat warung yang menjual perlengkapan bunga-bunga seperti itu.


"Buk, Bunga 7 rupa nya ada?" tanya Ivanna.


"ada, dek. Mau beli berapa?"


"berapa satu bungkusnya, Bu?"


"lima ribu dek,"


"saya minta 10 bungkus, Bu!"


"eh untuk apa sebanyak itu? sepertinya gak sampai kalau 10 bungkus,"


"untuk ngusir Roh halus, Bu. Berapa ada aja!"


Ibu itu segera membungkus 8 bungkus Bunga 7 rupa itu. Ivanna segera mengeluarkan uang seratus ribu dari dompetnya.


"kembaliannya ambil Aja, Bu. Terima kasih!" ucap Ivanna langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"terima kasih. dek!" ucap ibu itu tersenyum bahagia.


"kenapa harus sebanyak itu sayang?" tanya Fajri mengernyit.


"Dede mau rendam Abang semalaman biar kuman perempuan itu gak nempel!"


"baiklah!" ucap Fajri pasrah.


🌺🌺


"dari mana kalian?" suara Fajira terdengar horor.


"bu-buna belum tidur?" tanya Ivanna memeluk Fajira manja.


"Bunda tanya, kalian dari mana?"


"dari cafe, Bunda!" jawab Fajri.


"Sejauh itu?"


Deg!


"iya, Bunda. Dede yang minta kesana,"


"terus itu apa?"


"ini? jangan 7 rupa,"


"bunga 7 rupa? untuk apa, sayang?"


"Dede mau mandi kembang, biar wangi!" ucap Ivanna mengedip-ngedipkan matanya.


"mencurigakan!" ucap Fajira menelisik anak-anaknya.


"Ya sudah, sana istirahat dulu! Abang sama Dede udah makan?" tanya Fajira.


"sudah, Bunda! tapi mungkin sebentar lagi, kita lapar!" ucap Fajri tersenyum.


"Ya sudah, Bunda naik dulu! Ayah lagi ke Singapura, Nanti Dede temani bunda, tidur!" ucap Fajira


"iya, Bunda! Dede naik keatas dulu, mau bersih-bersih!" ucap Ivanna mengecup pipi ibundanya.


"abang juga, Bunda!" ucap Fajri mengecup kening Fajira.


"iya, Bunda juga mau beristirahat!"


Mereka segera pergi ke kamar masing-masing. Fajri dan Ivanna bernafas lega karna Fajira tidak curiga terhadap tingkah mereka.


Ivanna segera keluar dan menuju kamar Fajri yang ada di sebelah kamarnya.


"bang! Ayo mandi!" ucap Ivanna menarik Fajri ke dalam kamar mandi.


Fajri pasrah mengikuti apa yang tengah di lakukan oleh Ivanna. Gadis itu segera mengisi air di dalam Bathtube dan menaburkan 5 bungkus Bunga, beberapa tetas aroma terapi dan lainnya.


"sayang, Kamu yakin?" ucap Fajri tidak percaya.


"Sudah. Yang penting kuman-kuman perempuan itu hilang. baju ini juga nanti Dede bakar, atau Dede kasih sama orang lain!" ucap Ivanna mendelik.


"udah, sana masuk!" ucap Ivanna.


Fajri yang masih menggunakan pakaian lengkap menceburkan diri ke dalam bathtube itu. Untung Ivanna menambahkan sedikit air panas, sehingga Fajri tidak merasa kedinginan.


Hingga 20 menit berlalu, Fajri sudah terlihat kedinginan.


"dek, abang sudah dingin!" keluah Fajri.


"Masih mau bertingkah bodoh lagi?"


"gak mau!"


"ya sudah, mandi bersihlah lagi. Nanti dede siapkn baju abang!" ucap ivanna kekuar dari kamar mandi dan menyiapkan baju ganti untuk Fajri.


Setelah itu ia segera keluar dan membersihkan diri, lalu bergegas pergi ke kamar Fajira dan beristirahat.

__ADS_1


🌺🌺🌺


__ADS_2