Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
180. Keringat Fajri


__ADS_3

Tanpa terasa waktu lomba 'pun sudah mendekati. Fajri, ivanna dan murid yang lain membawa harapan besar dalam olimpiade sains kali ini. Selain mengharumkan nama sekolah, mereka juga akan membuat keluarga bangga. Dengan persiapan yang sangat matang, mereka siap untuk bersaing dengan peserta yang berasal dari 35 negara lainnya.


Hari ini mereka akan berangkat ke Singapura menggunakan pesawat pribadi keluarga Dirgantara yang dirancang khusus oleh Fajri sebagai hadiah milad Fajira tahun lalu. Keluarga Dirgantara pergi menggunakan baju batik keluarga, termasuk juga Mama dan Papa, Ibu tidak bisa ikut karna beliau sedang berada di kampung Fajira saat ini.


Irfan memang memiliki kebiasaan menggunakan baju batik yang berbalutkan jas, ketika ia memiliki pekerjaan di luar negeri. Dan hal itu juga yang ia ajarkan kepada anak-anaknya untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.


Fajri dan Ivanna duduk saling berdampingan dan menggenggam satu sama lain, berdoa dan sesekali mengulang pelajaran mereka kembali.


Hampir 2 jam pesawat mengudara, lomba kali ini memang di sponsori oleh Irfan khusus untuk sekolah itu, mulai dari tiket keberangkatan siswa dan guru, makan dan penginapan.


Mereka turun secara bergantian dari pesawat, menginjakkan kaki di negeri orang dengan semangat yang membara, berharap ada secercah harapan untuk mereka nanti.


"Buna, gendong. Dede, ngantuk!" ucap Ivanna lirih sambil mengulurkan tangannya kepada Fajira.


Ibu muda itu tersenyum dan langsung menggendong Ivanna. Gadis manis itu langsung tertidur pulas di dalam pelukan Fajira. Sementara Fajri dan Irfan berjalan sambil bergandengan tangan.


Mereka segera keluar dari bandara menggunakan bus yang sudah di sewa oleh Irfan selama mereka ada di sana. Sambil menikmati suasana sore hari kota Singapura, Bus melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel milik Dirgantara CORP yang tergolong pada kelas menengah ke atas, bahkan bisa dibilang Hotel Bintang Lima.


Desain interiornya yang megah, memanjakan setiap mata yang melihatnya. Mereka berjalan menuju meja resepsionis untuk meminta kunci masing-masing, sesuai dengan ketentuan yang sudah di atur sebelumnya.


Lantai paling atas disediakan khusus milik Irfan dan terdapat tiga kamar di dalamnya. Ketika semua orang menaiki lift biasa, Irfan mengajak keluarganya menaiki lift eksekutif yang hanya bisa di naik oleh dirinya dan beberapa OB terpilih untuk membersihkan ruangan besar itu.


"Ayah, apa nanti malam kita jadi pergi ke tempat caranya?" tanya Fajri.


"iya, sayang. Sejauh ini perusahaan kamu yang menjadi sponsor terbesar. Om Ray yang akan membuka caranya besok!" ucap Irfan.


"benarkah, Ayah?" tanya Fajri tidak percaya.


"beneraan, sayang. Ayah yakin setelah ini akan banyak perusahaan yang meminta untuk bekerja sama dengan, Abang!"


"waah!" Fajri berbinar mendengarkan perkataan ayahnya.


"semoga saja ya, Ayah!"


Mereka segera beristirahat ke kamar masing-masing, menunggu malam menjelang agar bisa pergi ke ballroom hotel yang akan menjadi tempat penyelenggaraan olimpiade ini. Irfan tak hanya memberikan uang, namun juga meminjamkan ballroom hotel mewahnya. Sehingga ia lebih mudah untuk memantau semuanya.

__ADS_1


...🌺🌺...


"Ayah, apa disini olimpiadenya akan di laksanakan?" tanya Fajri.


"iya, sayang!" Irfan tersenyum sambil menggendong Ivanna.


Saat ini mereka sudah berada di dalam Ballroom hotel yang di atur sedemikian rupa agar tidak berbaur satu sama lain.


"Abang deg-degan, Ayah!" ucap Fajri tersenyum sambil memegang dadanya.


"Dede juga, bang!" ucap Ivanna juga merasa gugup.


"ini olimpiade sains paling besar yang di adakan Se Asia dan di adakan 3 tahun sekali. Ayah sering mensponsori lomba ini," ucap Irfan.


"wah, Ayah hebat!" ucap Ivanna berbinar.


"harus dong! kalau Ayah gak hebat, Abang dan Dede gak akan sepintar ini sayang!" ucap Irfan.


"Iya juga sih!" Ucap Fajri tergelak.


Mereka mengelilingi ruangan itu bersama dengan siswa yang lainnya. Bunga, gadis yang memiliki ambisi tinggi itu memandang Fajri dengan tatapan tidak suka, ia selalu menempati juara kedua setelah Fajri. Makanya ia selalu mencari gara-gara dengan pria tampan itu di sekolah, namun ia pasti akan terkena batunya setelah berurusan dengan Fajri.


Olimpiade kali ini menggunakan sistem penyisihan Grub. Sekolah Fajri berada pada Grub E bersaing dengan 6 negara lainnya dan akaj di puluh 3 orang pemenang untuk melaju ke grand final.


Setelah mengikuti breafing untuk lomba besok, mereka segera kembali menuju kamar masing-masing dan beristirahat.


...🌺🌺...


"Acara ini resmi saya buka!" ucap Ray lantang dalam bahasa inggris, membuka olimpiade sains tingkat Asia kali ini.


Gemuruh tepuk tangan menggema di ruangan itu. MC menutup acara pembukaan pagi ini dengan baik. Setelah itu ia mengarahkan semua Siswa sesuai dengan tempat yang sudah di tentukan.


Hari ini akan di adakan babak penyisihan untuk semua cabang lomba, Fajri pada tingakt SMP akan mengikuti cabang lomba, Matematika, Fisika dan Biologi. Sementara Ivanna hanya mengikuti cabang, matematika dan IPA tingkat SD saja.


Sebelum acara di mulai, Fajri lebih dulu meminta restu dan do'a dari orang tuanya, begitu juga dengan Ivanna. Fajri yang di temani oleh Fajira berdiri bersama dengan beberapa wali murid lainnya. Sementara Ivanna berbeda tempat dengan abangnya, sehingga Irfan memilih untuk menemani gadis itu bersama dengan wali murid Papa.

__ADS_1


Olimpiade kali ini tidak sesuai dengan ekspetasi, Fajri. Ia sempat berfikir, jika lomba ini akan mengusung tema cerdas cermat seperti biasanya. Namun kali ini ia harus menyelesiakan soal dengan tenang dan bekerja sediri.


Mungkin lebih baik seperti ini. Jadi dia terlihat siapa yang bermain curang. bathin Fajri.


Ia sudah berada di dalam ruangan yang sudah di lengkapi dengan komputer dan beberapa laptop, agar menjamin jika hasil seleksi kali ini adalah mutlak tanpa ada sogokan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.


Fajri mulai mengisi semua soal itu secara perlahan namun pasti. Soal Matematika yang hanya berisikan 10 soal saja, namun membuatnya cukup terkejut dengan tingkat kesulitan yang ia dapatkan.


Dengan bantuan kertas buram, ia mnggoreskan tinta pena untuk mencari jalan agar bisa menjawab semua pertanyaan itu.


Sepertinya ini menggunakan rumus yang di ajarkan oleh Bunda kemarin. soal ini sangat menjebak! jika Aji gak hati-hati, pasti bisa salah ini. Bathin Fajri.


Waktu yang diberikan hanya sebanyak 120 menit untuk menyelesaikan 10 buah soal. Fajri dengan telaten menyelesaikan soal itu sambil mengingat rumus apa saja yang harus ia gunakan.


Ia mengangkat sedikit kepalanya dan menatap Fajira yang tengah tersenyum di balik celah jendela yang terbuka. Itu seolah memberikan tenaga ekstra untuknya. Fajri tersenyum dan kembali mengerjakan soal yang tersisa.


Ayo, Fajri! kamu bisa. Jangan sampai gagal dalam lomba kali ini! kesempatan emas untuk pendidikan yang sangat baik!. Bathin Fajri menyemangati dirinya.


Hingga waktu sudah berjalan 100 menit. Satu persatu dari mereka sudah selesai namun belum di perkenankan untuk keluar dari ruangan, karna hasilnya akan langsung di tampilkan.


Keringat Fajri menetes, ia mengalami kendala pada dua soal terakhir. Jantungnya berdetak dengan cepat karna diburu oleh waktu. Ia berusaha mengingat kembali jalan pintas yang di ajarkan oleh ibundanya jika ia mengalami kesulitan dalam mengingat rumus atau hasilnya.


Mata tajam itumembola, ketika berhasil mengingat rumus dan jalan pintas untuk jenis soal terakhir. Dengan segera ia menyelesaikan semua pertanyaan dengan yakin dan penuh harap. waktu tersisa 5 menit, ia melihat bunga dan temannya yang lain masih sibuk untuk mengerjakan soal yang tertinggal.


Tiiit!


"Waktu habis!" ucap penggawas yang ada di sana.


Dalam 1 ruangan yang berisi 18 peserta, di awasi oleh 5 orang pengawas profesional yang sudah di sediakan sebelumnya.


"Sekarang kita akan melihat siapa yang akan lolos dan terdaftar sebagai Grand finalis. Sekali lagi ini murni hasil kerja para peserta, Soal yang kami berikan dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan pihak yang berwenang. Tiga, dua, satu!" ucap salah satu pengawas menggunakan mic dalam bahasa Inggris.


Tring,...


Proyektor menembakkan hasil ujian kali ini ke arah dinding polos yang ada di bagian depan ruangan. Semua orang terkejut dengan hasil yang di tampilkan disana.

__ADS_1


"..."


🌺🌺🌺


__ADS_2