Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
144. Kakak Lebih Cantik


__ADS_3

Waktu terus berjalan, hari berganti bulanpun juga masih tetap mengitari bumi tanpa henti barang sedetikpun.


Kandungan Fajira sudah memasuki usia 36 minggu lebih, dokter meperkirakan Ia akan melahirkan dalam tiga hari lagi.


Saat ini mereka tengah sarapan di ruang makan. Fajri tak hentinya mengembangkan senyum manisnya karna banyak hal yang membuat pria kecil itu bahagia.


"kok abang kelihatan bahagia banget hari ini, sayang?" tanya Fajira yang begitu penasaran melihat rona bahagia di wajah Fajri.


"Iya tu, dari tadi nenek lihat Abang senyum-senyum terus," ucap ibu Nurma.


"Aji lagi bahagia Bunda, Nenek!. Karna sebentar lagi, Dede akan lahir. Selain itu helikopter Abang juga sudah terjual lebih banyak dari pesawat kemarin, Soalnya banyak konten kreator yang mereview karya Aji. Terus nanti di sekolah ada pertukaran pelajar dari berbagai negara, Bunda. Abang bisa melatih bahasa asing yang abang kuasai!" terang Fajri dengan wajah yang berbinar senang.


"Wah,,, pantesan aja, abang bahagia hari ini. Nanti abang harus hati-hati sama orang asing ya, nak!" ucap Fajira mengusap mulut Fajira yang belepotan.


"Iya, bunda!" ucap pria kecil itu tersenyum.


"Abang nanti pulang sekolah ke kantor Ayah ya, nak!" ucap Irfan.


"ngapain, sayang?" tanya Fajira menelisik wajah suaminya.


Ia tau, jika Irfan meminta Fajri untuk pergi ke kantor, pasti akan ada saja yang mereka bicarakan nanti. Bukan hal mengenai anak-anak, namun mereka membicarakan bisnis besar yang sedang di rancang untuk masa depan Fajri.


"Ada investor yang tertarik dengan mainan buatan Fajri, sayang. Karna produksinya masih di bawah naungan perusahaan, makanya mereka meminta untuk bekerja sama kepadaku. Namun aku sudah mengatakan jika ini bukan produksi perusahaan Dirgantara. Jadi kalau mau bertemu langsung dengan pemiliknya, boleh Aku bilang!. Makanya nanti siang selepas Aji pulang sekolah, aku membuat janji dengan mereka!" Terang Irfan.


"Waaah,,, Apa setelah ini mainan Abang bisa di produksi lebih besar ayah?" tanya Fajri berbinar.


"Tentu!, bahkan Abang sudah bisa mendirikan perusahaan sendiri!"


"wah,, Aji mau! aja mau!" teriak Fajri berdiri di atas kursi karna saking senangnya.


"Duduk, nak! nanti jatuh!" sergah Fajira sambil melotot.


"hehe maaf Bunda, Soalnya Abang sangat bahagia hari ini! Yuk ayah kita berangkat! Abang sudah selesai!" ucap Fajri turun dari kursinya.


Ia mencium tangan Fajira lembut dan mengusap perut buncit ibundanya.


"Dede, abang pergi dulu ya. jagain Bunda, sayang! Nanti kita ngobrol lagi ya!" ucap Fajri.


muach... muach... muach...


Ya mengecup perut buncit itu dan juga mengecup pipi Fajira.

__ADS_1


"Aji pergi dulu, Bunda!" Ucap Fajri tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Iya sayang, hati-hati ya, nak!"


"iya Bunda. Nenek Aji pergi dulu ya!" Fajri mencium tangan ibu Nurma dengan lembu


"iya nak, Hati-hati!"


...🌺🌺...


"wah,,, Aji lihat, mereka sudah datang!" ucap Hanna antusias ketika melihat beberapa bus besar mulai berdatangan di halaman sekolah yang besar itu.


"wah, iya kak. Apa kakak sudah bisa berbicara menggunakan bahasa asing?" tanya Fajri.


"Sudah, Ji. Semoga saja! hehehe,"


Gadis kecil itu memang berusaha untuk menguasai beberapa bahasa asing. Bahkan ia sering belajar dengan Fajri mengenai bahasa yang tidak ia pahami. Karna pria kecil itu memang menguasai banyak bahasa asing yang ia pelajari secara otodidak.


Fajri dan Hanna adalah ikon dari sekolah itu, karna mereka selalu menempati juara umum 1 dan umum 2. Sehingga dalam kegiatan apapun mereka selalu di ikut sertakan.


Terdengar suara pemberitahuan dari ruang guru, meminta semua perwakilan, untuk keluar dan berkumpul di auditorium sekolah itu


"iya. kak! Tadi kata Bunda Aji gak boleh jauh-jauh dari kakak, nanti Aji hilang!" ucap Fajri cemberut.


"hehe. iya lah! Nanti 'kan orang di sana itu banyak. Badan Aji 'kan kecil gimana kalau Aji hilang?" ucap Hanna tergelak.


"Ihh, Aji kan pintar kak, Gak mungkin hilang!" delik Fajri.


Sungguh Hanna sangat menyukai pria kecil ini. Ia terlihat sangat mengemaskan dari sisi manapun. Terkadang tanpa ada angin Hanna berani mencubit pipi Fajri dengan gemas.


Mereka berjalan menuju Auditorium bersama dengan siswa lain. Ketika masuk ke dalam, mata fajri berbinar karna melihat berbagai macam ras manusia berada di salam satu ruanhan.


"wah,,, kan lihat! mereka banyak banget!" ucap Fajri berbinar.


"iya Ji! kamu jangan macam-macam nanti ya!" ucap Hanna memperingatkan Fajri, karna pria kecil ini akan membuatnya repot jika sudah menemukan hal baru.


"hehe... Gak janji!" ucap Fajri terkekeh.


Mereka segera mencari tempat duduk yang sudah di sediakan. Mata Fajri tak hentinya menelisik keadaan sekitar. Sampai matanya menatap satu perempuan berkebangsaan inggris, dengan kulit putih dan rambut yang berwarna abu-abu.


"Waaah! cantiknya!" ucap Fajri menatap gadis itu dengan berbinar.

__ADS_1


Hanna yang mendengar mulut manis Fajri yang memuji perempuan, malah memukul kepala kecil yang berharga itu.


Bugh...


"hadap kedepan Ji! jangan sampai kamu di tegur sama guru!" ketus Hanna.


"ihh sakit lo kak. Tapi kakak tadi itu cantik lo, beneran! gak bohong!" ucap Fajri meyakinkan.


"Cantikan mana dari pada aku?" celetuk Hanna.


"ehh? masih cantik 'kan kakak lah!" sergah Fajri.


"Ya sudah! jangan lirik sana-sini lagi!"


"iya!"


Mereka duduk dengan tenang sambil mendengarkan apa yang di sampaikan oleh MC, dan mendengarkan kata sambutan dari berbagai perwakilan sekolah.


Fajri menjadi salah satu siswa yang memiliki kesempatan untuk berbicara di depan. Ia melangkah dengan gagah menggunakan seragam merah putih kebanggaannya ketika MC menyebutkan nama lengkap Fajri tanpa menggunakan embel-embel Dirgantara.


"Selamat pagi semua! Selamat datang di negara kami, di sekolah kami. Saya Fajrianda Hanindyo, salah satu siswa yang menjadi perwakilan dalam acara kali ini, mewakili teman-teman yang lain mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, guru dan pembimbing acara pertukaran pelajar pada tahun ini. Semoga kedepannya kita bisa menjadi teman, sahabat atau bahkan keluarga" Ucap Fajri lantang menggunakan bahasa Inggris, sambil tersenyum di atas panggung.


"Menjunjung tinggi etika adalah moto di sekolah kami, Menjaga sikap dan perkataan merupakan kewajiban yang harus di jalankan bagi setiap siswa. Menghargai dan menghormati guru dan sesama siswa lainnya adalah sumpah kami. Mari saling mengenal tanpa memandang strata sosial yang sering kali menjadi pemicu perpecahan. Setiap manusia itu sama, hanya takdir dan garis hidup yang membedakan kita. Semoga teman-teman semua bisa betah belajar di sekolah kami, di negara kami. Sekali lagi saya mewakili siswa yang lain mengucapkan selamat datang kepada peserta pertukaran pelajar tahun ini. Terima kasih, selamat siang" ucap Fajri tersenyum manis dan membungkukan badannya sebagai bentuk hormat.


Prok... prok... prok...


Tepuk tangan bergemuruh di ruangan itu, mereka yang ada di dalam ruangan terpesona dan kagum melihat kecapakan Fajri berbicara dalam bahasa asing. Mereka masih bertepuk tangan hingga Fajri kembali duduk di tempatnya tadi.


Wajah pria kecil itu merona, namun ia berusaha untuk menyembunyikannya, karna tatapan mata indah miliknya bertemu dengan gadis cantik yang ia lihat tadi. Beruntung ia fokusnya tidak terganggu atau gelagapan. Namun tidak bisa di pungkiri jika tangannya gemetaran dan berkeringat dingin karna berdiri di atas panggung dan dilihat oleh banyak orang.


"wah, Aji hebat banget sih! Itu bagus banget!" ucap Hanna senang sambil bertepuk tangan.


"terima kasih, kak" Ucap Fajri menatap Hanna dengan wajah meronanya.


"iih malu pula! gemesin banget sih!" ucap Hanna mencubit kedua pipi Fajri gemas.


Fajri hanya bisa tersenyum manis membiarkan perlakuan Hanna kepadanya, karna ia juga menyukai hal itu.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2