
Perlahan mobil mewah itu berhenti di salah satu rumah sakit swasta tempat Fajira biasa memeriksakan kandungannya. Wanita cantik itu masih tersenyum sambil memegang bunga segar yang di berikan oleh Irfan tadi.
"Jangan tersenyum terus, sayang!. nanti gigi kamu kering" ucap Irfan tergelak dan membuat Fajri juga ikut tertawa mendengakan ocehan ayahnya.
"ihh dasar ya! kan hari ini adalah hari bahagia Bunda, tentu harus selalu senyum sepanjang hari" ucap Fajira masih tersenyum dengan wajah yang merona senang.
"iyalah tu, yang udah sarjana" goda Irfan lagi.
"jangan seperti itu, Mas!" cemberut Fajira dengan masih tersenyum.
"cie Bunda sudah jadi sarjana. Kalau Aji ikut mendaftar juga kemarin pasti sudah bisa sarjana juga seperti Bunda kan?" ucap Fajri cemberut.
"ya gak gitu juga, sayang. Abang kan harus sekolah dulu baru bisa kuliah" Fajira tersenyum sambil mengusap kepala Fajri.
Mereja berjalan menuju bagian dokter obgyn yang berada di lantai dasar rumah sakit Ibu dan anak itu. Tepat ketika mereka sampai di depan pintu ruangan pemeriksaan, nama Fajira terpanggil dan mereka langsung masuk ke dalam ruangan tanpa mengantri terlebih dahulu.
"Selamat siang, silahkan duduk" sapa dokter perempuan itu ramah.
"terima kasih dokter" ucap Fajira ramah.
Dokter perempuan itu segera memeriksakan keadaan janin Fajira. Beruntung tidak ada hal yang perlu di takutkan karna kondisi janin sangat kuat dan sehat. Fajira memang patuh dengan anjuran dokter jika itu menyangkut tentang anak-anaknya.
Setelah selesai, Irfan dan keluarga kecilnya segera pulang dengan nafas yang terasa lega.
🌺🌺
Seorang gadis cantik tengah memberhentikan motornya di parkiran salah satu mini maket yang ada di dekat Kontrakannya. Ia merasa sangat haus setelah menunggu sidang skripsi Fajira tadi. Perempuan cantik itu tak lain adalah Riska.
Ia berjalan dengan gontai menuju lemari pendingin untuk mengambil minuman soda yang berada pada susunan rak paling atas.
Ia mencoba untuk menjangkaunya, namun terasa sulit karna porsi tubuh yang tidak mencukupu. Hingga ia di kejutkan oleh sebuah tangan kekar yang terbalut jas, membantu untuk mengambilkan satu botol minuman soda dan memberikannya kepada Riska.
"Lebih baik ambil yang bisa di jangkau saja" ucap laki-laki itu dingin.
"te-terima kasih bapak sekretaris!" Ucap Riska sedikit merona.
laki-laki itu adalah Ray yang ke betulan juga sedang mampir di mini market yang sama. Ia segera berlalu dari sana setelah mengambil minuman dingin yang ia inginkan. Sementara Riska masih berdiri di sana sambil menatap kepergian Ray.
Kenapa dia sangat terlihat tampan dengan wajah dinginnya? Eh sadar Riska! kamu tidak akan bisa menjangkau laki-laki hebat seperti dia.
Diam-diam Riska menyukai laki-laki yang terpaut jauh dengan umurnya itu, semenjak mereka pertama kali bertemu. Ia terpesona dengan paras tampan dan kulit eksotis milik Ray.
Setelah puas menatap punggung laki-laki dewasa itu, Ia berjalan mengitari mini market untuk membeli beberapa cemilan yang akan ia bawa ke kontrakannya nanti.
__ADS_1
Setelah selesai berbelanja, Riska segera menaiki motornya dan langsung bergegas untuk pulang. Tanpa ia sadari ada sebuah mobil yang tengah mengikutinya dari belakang.
Riska terus mengendarai motor menuju kontrakannya dan berhenti di salah satu rumah yang di isi oleh beberapa orang mahasiswi.
Laki-laki itu tersenyum ketika mengetahui dimana Riska tinggal. Setelah cukup rasanya ia segera pergi dari sana dan memilih untuk segera pulang ke rumahnya.
Riska berdiri di dekat jendela kamarnya sambil memandangi sebuah mobil yang baru saja pergi . Bukan ia tidak menyadari hanya saja ia tidak ingin berfikiran buruk, namun setelah melihat kepergian mobil itu ia menjadi sedikit takut.
Siapa dia? apa dia berniat jahat kepada ku? semoga saja tidak! tuhan tolong lindungi aku dari segala macam bahaya yang akan menimpa ku di kemudian hari. Bathin Riska takut.
Ia memilih untuk segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket karna seharian berada di luar. Sekitar dua puluh menit, ia keluar dengan memakai bathrobe dan lilitan handuk di rambutnya.
Memandangi diri di depan cermin dengan seksama, aku cantik! begitu ucaonya tersenyum. Perlahan ia mengoleskan berbagai macam skin care di wajahnya.
Setelah selesai gadis cantik itu duduk di atas lantai yang beralaskan karpet sambil mengotak-atik komputer lipatnya, menyambung skripsi yang sedang dirampungkan.
Sambil memakan cemilan yang ia beli tadi, Riska kembali penasaran dengan orang yang berani mengikutinya hibgga sampai ke kontrakan.
"apa aku minta tolong sama Fajri saja ya?"
Riska mengambil ponselnya dan segera menghubungi Fajri.
tuut... tuut...
"halo onty" sapa Fajri di balik telefon.
"hmm gak sibuk sih onty. Aji lagi main sama Dede, Ada apa onty?" tanya Fajri dengan wajah yang mengernyit.
"onty mau minta tolong sama Aji, Boleh gak?" ucap Riska hati-hati
"kalau Aji bisa bantu, Pasti Aji bantu! lagian onty seperti sama orang lain saja." dengus Fajri.
"hehe maafin onty ya, sayang. Jadi begini tadi waktu onty pulang ke kontrakan, onty di ikuti sama mobil sedan hitam. Apa Aji bisa lihat siapa yang mengikuti onty?" terang riska serius.
"apa onty pake motor?"
"iya, Nak"
"Sebentar ya, Aji cek dulu"
"Onty tunggu ya, nak"
"iya onty"
__ADS_1
Tut...
Riska segera mematikan panggilan itu dan kembali mengotak-atik komputer lipat miliknya. Berharap Fajri bisa membantu untuk menguak siapa yang tengah mengikutinya.
🌺🌺
"Onty Riska kenapa, sayang?" tanya Fajira yang tertarik dengan obrolan Fajri.
"itu Bunda, onty bilang tadi dia di ikuti sama mobil sampai ke kontrakan. Jadi onty minta tolong sama ababg untuk melihat siapa yang mengikutinya, Bunda," ucap Fajri menerangkan.
"iya, sayang? Tumben onty abang yang jomblo itu ada yg ngikutin!. Apa mungkin perasaannya saja?" gelak Fajira.
"gak tau juga, bunda. Lebih baik Abang cek dulu ya, mana tau onty beneran di ikuti, Bunda. Jangan sampai onty kenapa-napa nantinya" ucap Fajri beranjak dari atas kasur itu.
"iya sayang, hati-hati ya!"
"Iya, bunda" Fajri tersenyum menatap bidadari cantiknya itu.
Ia segera mengambil laptopnya dan melacak motor Fajira yang di pakai oleh Riska tadi. keningnya berkerut ketika menyadari siapa yang tengah mengikuti Ontynya itu.
"Kenapa, sayang?" tanya Fajira ketika melihat ekspresi Fajri yang tidak biasa.
"Bunda pasti kaget melihat siapa yang sudah mengikuti onty" ucap Fajri heran.
"memang siapa sayang?" Fajira juga ikut mengamati mobil yang tidak asing bagi mereka.
Mata Fajira membola ketika ia mengenali mobil itu. Ia menatap Fajira dengan kaget dan sejurus kemudian ibu dan anak itu tergelak.
Ceklek ...
"ada apa ini?" tanya Irfan yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Ayah coba lihat deh, ini mobil siapa?" tanya Fajri masih tertawa.
"itu..."
"sepertinya ada yang lagi jatuh cinta" ucap Fajira berjalan ke arah Irfan dan memeluk laki-laki itu.
Muach... satu kecupan mendarat di leher pria tampan itu, karna matanya tidak berkedip ketika menyadari siapa yang tengah mengikuti Riska.
Ia terkejut ketika meradakan lehernya basah karna kecupan dari Fajira.
"sepertinya kita harus membantu proses pendekatan mereka, Mas! hehe," ucap Fajira masih tertawa dan kembali berjalan ke arah kasur lalu berbaring.
__ADS_1
🌺🌺🌺
To Be Continue