Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
233. Digigit Harimau


__ADS_3

Sementara di dalam Apartemen, Ivanna membantu Safira untuk berjalan, walaupun gadis itu sudah menolaknya. Raisa yang mengira jika Safira memang betul sakit, juga ikut membantu kakak iparnya untuk berjalan.


"Kak, Icha mau istirahat lagi ya!" ucap Raisa yang masih mengantuk.


"iya, dek Istirahatlah! nanti kita pergi jalan-jalan kalau keadaan kakak sudah lebih baik lagi!" ucap Ivanna.


"Ya sudah, kak. Aku ke kamar dulu, ya!" Raisa berlalu.


Tinggallah Ivanna dan Safira di ruang tamu. Ivanna terlihat ketika hendak bertanya kepada Safira. Namun jika tidak ditanyakan, ia akan mati penasaran.


"Kak?" panggil Ivanna.


"iya, dek?"


"Hmm, apa kakak sama Abang udah,... itu?" ucap Ivanna menggerakkan tangan seperti berciuman.


Deg!...


Wajah safira mendadak merona dan salah tingkah. Ivanna paham dengan gerik kakak iparnya. Mereka berdua sama-sama merona dan salah tingkah.


"Apa sakit, kak?" tanya Ivanna.


"Hmm? ya, lumayan sakit, dek. Nanti kalau kamu menikah juga akan merasakannya!" ucap Safira yang sudah merasa sangat malu.


"sshhh,... Apa seperti di gigit kucing? atau digigit semut?" ringis Ivanna.


"hmm, Digigit harimau, dek!" ucap Safira menahan senyumnya.


Deg!


Ivanna melotot sambil menatap Safira dengan rasa tidak percaya.


"ka-kakak se-serius?" pekik Ivanna dengan mata yang berkaca-kaca.


Safira hanya bisa mengangguk dan bingung melihat raut wajah Ivanna yang seperti ingin menangis.


"Kalau sakit kenapa kakak mau?" teriak Ivanna dengan air mata yang sudah mengalir.


"eh, kok jadi nangis! Sakitnya cuma sebentar kok, dek!" ucap Safira yang merasa bersalah karna sudah membuat adiknya menangis.


"Tapi kan sakit juga, kak! aku harus kasih pelajaran sama, Abang nanti!" ucap Ivanna geram.


"Dek! sakitnya cuma sebentar. Beneran!" ucap Safira menenangkan Ivanna.


"Benarkah? ah, kakak bohong! tadi katanya serasa di gigit harimau! gak mungkin sakitnya cuma sebentar!" delik Ivanna tidak percaya.


"Ya, kalau gak percaya. Kakak gak bisa ngasih bukti, sayang. Kamu bisa merasakannya sendiri, nanti!" ucap Safira menggaruk tengkuknya.


"hmm?, apa masih sakit, kak?"


"gak sakit, cuma rada perih terus ngilu gitu, dek!"


"Jangan sakit-sakit!" ucap Ivanna kembali berkaca-kaca dan merebahkan kepalanya di pangkuan Safira.

__ADS_1


"iya, kaka bentar lagi udah sembuh. Kita bisa jalan-jalan!" ucap Safira mengelus lembut kepala adik iparnya.


"Kakak tau, kenapa aku ikut dengan kakak kesini?" ucap Ivanna merasa nyaman di pangkuan Safira.


"Mau liburan kan?"


"Bukan! kakak masih ingat, perempuan bule yang waktu itu datang ke perusahaan Abang?"


"oh, Zwetta?"


"Iya. Aku hanya ingin memastikan, jika perempuan itu tidak mengganggu, Abang! Karna dia pasti tau Abang datang ke sini. Aku yakin dia akan menemui Abang nanti!" ucap Ivanna menerangkan maksudnya.


"Kakak harus jadi istri siaga seperti, bunda! Karna Abang itu bisa dibilang laki-laki sempurna, pasti semua wanita menginginkannya! Jadi kakak jangan minder, ya!" ucap Ivanna tersenyum.


"iya, sayang! Ini semua sudah kakak fikirkan, sebelum menerima Abang!, karna waktu itu Abang bilang, kalau dia pernah ditinggal karna perempuan itu merasa minder jika dekat dengan Abang!"


"Iya, kak. aku kesal jadinya, padahal dulu aja kakak itu baik, sering bantu Abang. Tapi malah nikah sama orang lain!" dengus Ivanna kesal.


"Itu yang namanya gak jodoh. Dede bantu kakak ya, karna kakak gak sekuat kamu, yang bisa menentang siapa saja!" ucap Safira lirih.


"Kakak tenang saja. Yang jelas, kakak gak boleh takut untuk merusak nama baik Dirgantara, asal yang kakak perbuat itu memang suatu kebenaran. Dan bukan kakak yg memulainya!"


"ah, iya. Kamu kan tau, kalau kakak gak pernah mencari gara-gara dengan orang lain!"


"iya, Itu makanya Dede suka! Kakak tau, kalau Abang marah itu bisa terlihat menakutkan dari pada, Ayah! apalagi kalau menyangjut tentang perempuan," tanya Ivanna.


"Iya, kah? kakak belum pernah melihat Abang mara, Dek!" ucap Safira sedikit begidik.


Apa lelaki seperti Abang, juga memiliki temperamen yang begitu berbahaya!. batin Safira


Mereka masih terus bercerita tentang apa saja mengenai Fajri dan fakta kehidupannya. Safira semakin mengenal suaminya berkat gadis cantik yang tengah ia pangku ini.


🌺🌺


Sementara di persidangan, Fajri mengira jika ia harus marah-marah dan berdebat dengan pihak lawan. Ternyata tidak, ketika ia datang mereka sudah terlihat pucat dan tidak ada yang berani melawan.


Bahkan ketika memberikan keterangan dan bukti yang lain mereka terbata-bata dan berbelit-belit untuk menjawab pertanyaan hakim.


Sementara Fajri, ia masih memiliki diam dengan menyerahkan barang bukti yang ada. Dan hanya mengeluarkan perkataan ketika di tanyai oleh hakim.


"Selama 12 tahun perusahaan FHD Indonesia berdiri, belum pernah saya mendapati kecurangan seperti ini. Setiap hari saya selalu memiliki inovasi baru untuk perusahaan. Termasuk mobil yang tengah di perkarai. Mobil itu ada, karna permintaan sahabat saya beberapa bulan yang lalu. Bagaimana ada orang, memiliki pemikiran yang sama, dengan tata letak 100 persen sama?. Saya berani jika harus melakukan uji coba, jika memang benar blue print itu memang milik mereka!" ucap Fajri santai.


Mereka terdiam, bahkan hakim bisa langsung memutuskan saat ini juga. Karna Fajri memang di kenal dengan sosok yang jujur dalam berkata, dan bijak dalam bertindak.


"Baik, kami para hakim memutuskan, setelah mengingat dan menimbang, bahwa perusahaan PT. FHD Indonesia adalah pemilik blue print yang asli!. bla, bla, bla," ucap hakim menjelaskan beberapa hal yang terkait.


Fajri tersenyum manis, karna bayangan bulan madu yang tenang dan indah sudah ada di depan mata.


Asisten kepala pabrik sudah di tangkap dan Fajri juga menuntut perusahaan itu dengan pasal yang berlapis dan tak lupa menuntut ganti rugi kepada mereka.


Pada akhirnya, ia bisa bernafas lega. Karna lagi-lagi ia bisa mengalahkan semua lawan dengan cara yang mudah.


Silahkan bermain denganku, maka akan aku berikan permainan yang baru untuk kalian. Selamat mencoba!. batin Fajri tersenyum smirk.

__ADS_1


"kita kembali ke kantor!" ucap Fajri.


Ia melangkah bersama Angga menuju ke perusahaan. Sementara Zyu mengurus beberapa berkas kecukupan data untuk memberatkan hukuman mereka.


🌺🌺


"kakak, sudah siap kerjanya?" tanya Safira di balik telefon.


"Sudah, sayang. Aku menang di sidang tadi, sekarang aku lapar!" ucap Fajri cemberut. Mereka tengah melakukan panggilan video.


"Apa mau, aku bawakan makan siang?" tanya Safira tersenyum gemas.


"Boleh, sayang. kamu sudah bisa berjalan? apa masih sakit?" tanya Fajri khawatir.


"Sudah gak terlalu sakit, kak. Aku juga sudah bisa berjalan normal!" ucap Safira tersenyum.


"Ya sudah. Aku tunggu, sayang!"


"iya, kak!"


Panggil berakhir, Safira segera menyiapkan bekal untuk mereka, agar bisa makan siang bersama di kantor. Beruntung Bunda mertuanya menyiapkan beberapa sambal dan beras, sehingga ia hanya perlu memanaskannya untuk makan kali ini.


"Begini rasanya jadi istri. Bukan hanya memikirkan diri sendiri, namun ada suami yang harus di perhatikan juga!" ucap Safira tersenyum sambil memanaskan sambal Rendang.


Setelah selesai Para gadis itu segera pergi menuju kantor Fajri menggunakan Mobil Limousin miilik pria tampan itu.


Setelah 10 menit berkendara, mereka berhenti di loby perusahaan yang tak kalah mewah di bandingkan perusahaan inti yang ada di Indonesia.


"selamat siang, Nona!" Sapa penjaga.


"Siang!" ucap Ivanna datar dan langsung pergi ke ruangan Fajri bersama dengan Safira dan Raisa.


Banyak karyawan yang menatap Safira dengan kagum, melihat betapa cantiknya wanita itu dan tidak kalah dari Ivanna. Namun Safira hanya melayangkan senyum manisnya kepada setiap orang yang menyapa.


"Abang?" panggil Ivanna sambil membuka pintu ruangan.


Deg!


Jantungnya berdetak ketika melihat seseorang yang begitu ia rindukan. Yang sudah di asingkan oleh Fajri selama dua tahun. Ivanna membeku di tempatnya, hingga suara Fajri kembali menyadarkan gadis itu.


"Dek? ngapain kamu berdiri di sana?" tanya Fajri mengernyit.


"Gak ada, bang!" Ivanna memilih untuk pergi ke kamar mandi untuk menetralkan sedikit detak jantungnya.


Apa Abang sudah memaafkannya? kenapa Abang gak ngomong sedikitpun tentang hal ini? Berarti dia sudah lama berada disini!. Batin Ivanna tidak percaya.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Ada yang kangen sama Zwetta? mau di munculin apa gak nih? πŸ˜‚πŸ˜‚


koment di bawah gais! 😁

__ADS_1


__ADS_2