
Setelah acara pembukaan selesai, setiap siswa saling berkenalan satu sama lain. Fajri memang tidak lepas dari Hanna sesuai dengan pesan bundanya. Bahkan mereka selalu bergandengan tangan walaupun sedang berdiri dan mengobrol dengan yang lain.
Hanna menjaga Fajri layaknya menjaga seorang adik. Ia masih mewanti-wanti agar pria keci itu tidak bertemu dengan gadis keturunan inggris yang ia puji tadi.
"Kak, Mereka baik semua ya. Ramah lagi!" ucap Fajri berbinar.
Wajahnya tak henti merona mendengarkan pujian dari semua orang yang ia temui.
"Iya, Ji. sepertinya kemampuan bahasa kita sudah lebih baik!" ucap Hanna senang.
"Wah, syukurlah kalau begitu. Kita bisa ngobrol dengan bahasa asing terus setiap hari!" ucap Fajri antusias.
"iya. Yuk kita kenalan lagi sama yang lain!" Ajak Hanna.
Namun ketika mereka hendak melangkah, terdengar suara merdu nan indah memanggil nama Fajri.
"Hai, fajri?" Sapa salah satu peserta yang ada di sana.
Pria kecil itu termagu, akhirnya ia menemukan gadis cantik yang ia lihat tadi. Sementara Hanna terkejut dan memandang gadis itu dengan tatapan tidak suka.
Kenapa dia ada di sini sih?. Bathin Hanna.
"Ha-hai!" sapa Fajri menunduk dengan wajah yang merona.
"Kamu Fajri 'kan?" tanya Gadis yang bernama Zwetta itu dalam bahasa inggris.
"eum, ya," Ucap Fajri gugup.
"Aku Zwetta!" ucapnya mengulurkan tangan.
"A-aku Fajri!" Pria kecil itu menjabat tangan Zwetta.
"Kamu tadi bagus lo, saya kagum dengan cara kamu berbicara, sangat fasih dan tidak terlihat gugup. Omong-omong, berapa usia kamu?" tanya Zwetta menatap Fajri sambil menunduk.
"umurku baru menginjak 4 tahun 6 bulan!" ucap Fajri menengadah melihat gadis manis itu.
"wah, kamu terlalu kecil untuk bisa bersekolah!" ucap Zwetta terkejut sekaligus kagum.
"ah iya, kenalkan ini Hanna, dia... dia..." ucap Fajri mengenalkan Hanna namun dia tidak tau harus berkata seperti apa.
"Hai Zwetta. Aku Hanna sahabatnya Fajri!" ucap Hanna memotong ucapan Fajri yang tengah bingung, dengan bahasa inggris sambil mengulurkan tangannya.
Zwetta terlihat ragu untuk menjabat tangan itu. Karna melihat Fajri yang mulai mengernyit menatapnya, ia segera menjabat tangan Hanna dan berkenalan.
"Zwetta! Senang berkenalan denganmu!" ucap Zwetta dengan senyum yang terpaksa.
Ada raut wajah sedikit tidak suka yang di tampilkan Fajri kepada perempuan cantik itu. Ia sangat tidak suka jika ada orang lain yang memperlakukan kakak kesayangannya itu dengan cara yang tidak baik.
"Ah iya, seperti aku dan kak Hanna harus berkeliling lagi untuk menyapa yang lain!. Senang berkenalan dengan kamu, Zwetta!" ucap Fajri sedikit membungkuk hormat.
__ADS_1
Pria kecil itu segera menarik tangan Hanna agar pergi dari sana. Zwetta mengernyit melihat sikap Fajri yang tiba-tiba saja berubah tidak senang, ketika ia tidak terlalu menanggapi keberadaan hanna.
Apa mereka ada hubungan? bukankah hanya sahabat? kenapa Fajri marah ketika saya menatap perempuan itu dengan tidak suka?. Bathin Zwetta mengernyit.
Sementara gadis manis yang tengah di tarik Fajri hanya mengikuti pria kecil itu dengan tampang bingungnya. Namun di dalam hati, ia bersorak karna Fajri tidak menganggap gadis cantik tadi.
"Yang cantik, belum tentu baik kan, Ji?" celetuk Hanna membuat Fajri berhenti.
"iya, kak. Aji gak suka sama cara dia menantap kakak seperti itu! dia seperti gak suka sama kakak!" ucap Fajri serius.
"iya. aku juga merasa seperti itu, Ji" ucap Hanna
"Ya sudah yuk, kita menyapa yang lain saja. Semoga dia gak satu kelas sama kita nanti ya!" sambungnya dan menarik Fajri untuk menyapa siswa yang lain.
"iya, kak. semoga saja dia tidak satu kelas dengan kita!" ucap Fajri.
...πΊπΊ...
"huh. Akhirnya kita bisa beristirahat ya, kak! Aji sudah kangen dengan masakan bunda. Makanan yang di dalam tadi Aji gak suka!" keluh Fajri yang merasa kelaparan.
"Ya sudah yuk, kita makan di tenda yang ada di sana!" ucap Hanna menunjuk tenda yang pernah mereka jadikan tempat makan siang bersama Fajira waktu itu.
"iya, kak. Yuk!" Ajak Fajri.
"Bunda hari ini gak bawa dua bekal. jadi kata Bunda, kalau kakak mau, ambil saja punya Aji, karna sudah di lebihkan sama Bunda!" ucap Fajri membuka bekalnya.
"wah, Bunda baik banget ya, Ji!" ucap hanna berbinar senang.
"hai, Fajri! kita bertemu lagi ya?" ucap Zwetta duduk di samping Fajri.
"hai Zwetta, Hmm kamu mau makan?" sapa Fajri.
"Ah aku sudah makan tadi di dalam. Kenapa gak ikut makan bareng-bareng? Kan di dalam ada hidangan, enak-enak lagi!" tanya Zwetta mengernyit.
"Maaf ya, kami sudah mencoba makanan itu, tetapi rasa masakan bundaku lebih enak. Jadi ya begitulah!" ucp Fajri dalam bahasa inggris sambil menyuap makanannya.
"kakak mau ini?" tanya Fajri kepada Hanna.
"iya, boleh!"
Pria kecil itu memberikan dua potong nuget Ayam dan sosis, serta satu potong udang krispy. Fajira membuatkan bekal semacam bento untuk Fajri dengan berbagai macam isian.
Hanna 'pun tak mau kalah, ia juga membagi makanannya kepada Fajri, ia membawa Ayam krispy dua potong dan nasi goreng beserta sayurannya.
"terima kasih," ucap Hanna tersenyum dan mencubit sebelah pipi Fajri.
"sama-sama, Terima kasih juga kakak!" pria kecil itu merona senang.
"Ah iya, kamu mau ini, Zwetta?" tanya Fajri.
__ADS_1
"tidak! terima kasih,"
Fajri dan Hanna hanya fokus memakan makanan mereka tanpa menghiraukan Zwetta yang ada di sana.
Huft,,, untung Fajri tidak terlalu menanggapi keberadaan perempuan itu. Tapi kenapa aku kesal kalau melihat Fajri dekat dengan dia?. Semoga saja dia gak berniat untuk merebut Fajriku!. bathin Hanna menahan senyum penuh kemenangan.
Zwetta terlihat kesal karna Fajri tidak menghiraukan keberadaannya. Entah kenapa ia merasa tertarik dengan pria kecil yang ada di hadapannya ini.
Hingga waktu istirahat habis, mereka segera kembali menuju ke ruangan Auditorium Sekolah untuk melanjutkan acara yang sudah di sususn sedemikian rupa.
Ada games, dan kegiatan lainnya yang membuat hari itu tanpa terasa berjalan dengan baik. Fajri yang awalnya melirik Zwetta, malah terlihat tidak peduli kepada gadis itu.
Sementara Hanna tersenyum manis karna perhatian Fajri tidak akan terbagi kepadanya.
Hingga acara serah terima siswa berakhir, sebanyak 45 siswa dari beberapa negara resmi di serahkan kepada sekolah untuk mengenyam pendidikan di sana.
Fajri terlihat kelelahan karna terlalu banyak aktivitas yang ia lakukan hari ini. Hal yang lebih parah Pak sakti terlambat untuk menjemputnya.
Alhasil, Hanna dan Pahanya harus menunggu sebentar lagi hingga Driver Fajri datang. Namun pria kecil itu sudah terlihat mengantuk sambil bersandar pada punggung Hanna.
"Pa, Apa kita antar Fajri pulang saja?, nanti kita bilang sama bunda!" ucap Hanna.
"ya sudah kalau begitu, Kasihan juga Fajri sudah terlelap!" ucap Papa Hanna terkekeh geli melihat Fajri yang tengah tertidur.
"Pa, Udah berat punggung adek!"
"tunggu sebentar, dek!" Papa Hanna menghubungi Fajira untuk mengatakan jika Fajri tertidur dan ia akan mengantarkan pria kecil itu pulang.
Namun Fajira menolaknya dengan halus karna tidak ingin merepotkan orang lain dengan alasan Fajri harus pergi ke kantor ayahnya siang ini.
Beruntung pak sakti datang tak lama setelah papa Hanna selesai menelfon Fajira.
"Kok bapak telat jepmputnya?" tanya Hanna.
"ban mobil bapak bocor tadi nona, makanya lama. Duh Tuan muda sudah terlelap ya!" Pak sakti segera mengendong Fajri.
"terima kasih ya, nona! karna sudah menjaga Tuan Muda. Terima kasih juga kepada bapak, karna sudah mau menunggu, maaf atas keterlambatan saya!" ucap Pak sakti segan.
"tidak apa, pak. kalau begitu kami permisi terlebih dahulu!" ucap papa Hanna pamit sambil menggandeng tangan anaknya.
Namun sebelum pulang, Hanna menyempatkan untuk mencubit betis Fajri karna gemas. Namun pria kecil itu tidak terbangun karna sudah sangat terlelap.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
Mowning gais. jam'at berkah ya, yuk mari sedekah bunga dan vote untuk author wkwkwk. berkah selalu ya.π€
Aku sebenarnya ingin membuat percakapan Zwetta dalam bahas inggris, hanya saja aku fikir terlalu ribet.
__ADS_1
yuk dukung Fajri terus onty. Terima kasih π€π€