Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
195. Rencana Ivanna


__ADS_3

Pagi menjelang, entah karna begitu rindu dengan Fajri, Ivanna terus menempel kepadanya dengan manja. Bahkan pagi ini Fajri akan mengadakan rapat mengenai proyek terbarunya untuk Desa Selimut, namun Ivanna merengek, kerna ia ingin di antar oleh abangnya.


"ya sudah. Abang antar!" ucap Fajri tersenyum dan mengacak rambut Ivanna.


"Yes! yuk, kita pergi, bang!" ajak Ivanna senang.


Sementara Irfan dan Fajira hanya menggeleng melihat kelakuan anak gadisnya. Mereka saling lirik seolah berkata,


Anak kamu, Mas!,


Itu juga anak kamu, sayang!.


"Ayah, Bunda. Dede pergi dulu sama Abang!" ucap Ivanna merasa sangat bahagia.


Tak lupa ia mencium tangan orang tuanya dan meninggalkan kecupan hangat di pipi mereka, begitu juga dengan Fajri. Mereka segera menaiki mobil mewah pria tampan itu dan bergegas menuju ke kampus Ivanna terlebih dahulu.


"Abang?" panggil Ivanna di dalam mobil.


"iya, sayang?"


"hmm, Apa Abang jadi mendapatkan proyek pembuatan roket itu?" tanya Ivanna.


"Jadi, sayang. Kenapa dede nanya seperti itu?"


"hmm, apa boleh Dede ikut?" ucap Ivanna dengan mata berbinar.


"ikut? ikut kemana, sayang? ke bulan kah?" tanya Fajri tertawa


"bukan, ihh! Dede mau ikutan untuk membuat proyeknya. Boleh ya!" ucap Ivanna membujuk Fajri.


"Dede kan belum selesai kuliah, sayang. Lagian proyek itu masih lama," ucap Fajri gemas.


"Ihh, tapi Dede mau ikut, atau Dede akan berfikir salah ngambil jurusan!" ucap Ivanna cemberut.


"kok gitu?"


"Dede gak tau mau ngapain dengan ilmu fisika ini, bang. Soalnya udah banyak penemuan baru. Dede mau pindah jurusan aja," ucap Ivanna masih cemberut.


"Aih, ada pula seperti itu? emang Dede mau ambil jurusan apa?" ucap Fajri terkejut.


"Mau masuk sekolah musik aja deh, kalau gak ambil jurusan komputer aja. Biar Dede bisa nge hack anti virus Abang lagi. hahah," ucap Ivanna tertawa.


"Astaga dek! nantilah Abang kasih tau bisa atau gaknya dedek ikut gabung dalam pembuatan roket itu. Kalau masalah Dede mau pindah jurusan, nanti bilang sama, Bunda!" ucap Fajri tidak percaya dengan ucapan Ivanna.


Gadis itu sudah berhasil membobol sistem keamanan Fajri sebanyak 3 kali. Sehingga Otak cerdas Fajri selalu berfikir untuk mengeluakan seri terbaru dari anti virusnya.


Tanpa terasa, mobil mewah Fajri memasuki gerbang kampus, dan menuju ke Fakultas Ivanna. Gadis itu merasa senang karna tanpa sengaja dirinya bertemu dengan Safira, setelah turun dari mobil.


"Abang, yuk Dede kenalkan sama kak Safira. Dia cantik lo, bang!" ucap Ivanna antusias.


"dek. Abang ada meeting lo, sayang!" ucap Fajri memperlihatkan asistennya tengah memanggil.

__ADS_1


"ih, sebentar saja!" Ivanna menarik Fajri keluar dari mobilnya.


"kak Safira?" panggil Ivanna dengan ekspresi biasa saja.


Gadis itu menoleh ketika merasa namanya di panggil. Ia segera berjalan dengan cepat agar bisa mendekat kearah Ivanna.


"Dek!" Panggil Fajri yang sudah merasa tidak nyaman ketika semua mahasiswi melihat kearahnya dengan tatapan ingin menerkam.


"Sebentar, bang!" ucap Ivanna tersenyum sambil menggenggam tangan Fajri.


"Ada apa. Na?" ucap Safira ketika berada di depan Ivanna.


"Kakak, ada kelas pagi?"


"iya, sebentar lagi dosennya masuk! Nana ada perlu apa?" ucap Safira buru-buru.


Siapa gadis ini? kenapa dia dengan santai memanggil dede seperti itu?. bathin Fajri mengernyit.


"Aku mau ngenalin kakak sama, abangku!" ucap Ivanna tersenyum.


Fajri semakin melotot, adiknya ini memang sering bertindak di luar dugaan.


"bang, ini lo yang kemarin Dede ceritain!, cantik kan?" ucap Ivanna berbinar.


"Fajri!" ucapnya mengulurkan tangan.


deg,...


"Senang berkenalan dengan kamu!" ucap Fajri tersenyum dan menatap gadis itu dengan lembut.


Safira terpana, ia sangat mengenal siapa laki-laki yang ada di hadapannya saat ini. Fajri terlihat nyata, sang Inspirasi hidup, berdiri dan saling berjabat tangan. Safira memang sangat cantik, hanya saja karna tertutup dengan penampilan cupunya selama ini.


Beruntung ia bisa bertemu dengan Ivanna, karna gadis manis itu berhasil membuat Safira percaya diri dan bisa tampil cantik setiap hari. Fajri sedikit terpesona ketika melihat Safira, ia seolah melihat Fajira di diri gadis cantik itu.


Semua mahasiswi berteriak iri kepada Safira karna berkenalan dengan pria paling tampan di Indonesia dan penguasa bisnis itu. Siapa yang tidak kenal dengan Fajri, pengusaha muda yang sangat genius dan fotonya juga berkeliaran dimana-mana.


"Abang harus pergi, sayang. Nanti telefon, Pak Sakti saja kalau Dede mau pulang, ya! Nanti ajaklah temannya main ke rumah!" ucap Fajri mengelus kepala Ivanna lembut dan mengecup keningnya.


Semua mahasiswi kembali berteriak melihat perlakuan Fajri yang sangat romantis kepada Ivanna, mereka juga ingin berada di posisi itu.


"iya, bang. Hati-hati!" ucap Ivanna tersenyum tipis, san mengecup tangan Fajri.


"saya pergi dulu, Safira!" ucap Fajri tersenyum.


"i-iya, Tuan!" ucap Safira gugup.


Fajri segera masuk kedalam mobil dan bergegas untuk pergi ke kantornya. Sementara Ivanna dan Safira masih berdiri di sana.


"kak, yuk masuk!" ajak Ivanna ketika melihat Safira masih termenung di tempatnya.


Wajah gadis manis itu kembali kepada mode dingin dan garang. Semua mahasiswa mengernyit melihat bagaimana perubahan Ivanna ketika bersama dengan Fajri.

__ADS_1


Mereka segera berjalan menuju kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran yang tertinggal karna minggu depan mereka akan menjalani ujian akhir semester empat.


...🌺🌺...


Di dalam mobil, Fajri tersenyum manis. Ia cukup terpesona dengan aura kecantikan yang terpancar dari wajah Safira. Ia merasa ada ketenangan ketika menatap wajah gadis itu.


"Aish, kenapa aku terfikirkan dengan gadis itu? tapi mata teduhnya hampir sama seperti aku menatap, Bunda. Bahkan ketika menatap kak Hanna, aku tidak pernah melihat keteduhan di matanya. Hehehe apa, Ivanna berniat ingin menjodohkanku dengannya? kita lihat saja nanti, siapa yang tuhan takdirkan untukku!" ucap Fajri tersenyum.


Ia segera melajukan mobilnya dengan cukup kencang, agar bisa sampai ke kantor dengan cepat. ketika ia sampai di loby, Fajri segera menyerahkan kunci mobilnya agar bisa diletakkan sesuai pada tempatnya.


Ia segera berlari bersama dengan Aksa menuju ruang meeting yang sudah heboh karna keterlambatannya.


"maaf, saya terlambat!" ucap Fajri anil mendobrak pintu.


"Apa seperti ini disiplinnya seorang CEO?" sarkas seseorang


"apa anda sering terlambat seperti ini, Profesor Fajri?"


"Maaf, Tadi di jalan,..." ucap Fajri merasa tidak enak.


"kami tidak menerima alasan apapun, Tuan profesor!"


"Baiklah, mari kita mulai saja rapat ini,..."


"tidak sebelum anda memesankan kami sarapan!"


"betul!"


"Aksa, pesankan sarapan untuk mereka yang tengah kelaparan ini!" ucap Fajri menyeringai sambil menahan kesalnya.


Mereka adalah Kenji, Rion, Dion, Boy dan Rana sahabat Fajri ketika mereka kuliah. Walaupun umur mereka tidak sama, tapi pertemanan itu terjalin layaknya kawan seumuran. Bahkan di sini Fajri berumur paling kecil.


"silahkan duduk dulu! apa kita langsung membahas proyeknya?" ucap Fajri santai.


" Lebih baik kita membahasnya dengan santai, jika bertemu kendala atau masalah kita gak panik nanti!" usul Rion.


"Iya, bukankah lebih baik jika kita rapat sambil di temani dengan secangkir kopi?" tanya Kenji sambil tertawa.


Fajri segera memesan beberapa gelas kopi, teh dan susu, dilengkapi dengan cemilan agar manusia yang tengah kelaparan ini bisa lebih tenang dan tidak mengerjainya lagi.


Mereka memulai rapat untuk kelanjutan pembangunan Rumah sakit dan pengembangan pertanian di desa itu. Serta apa saja yang akan mereka butuhkan selama dua bulan nanti.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Bagi yang penasaran sama sahabat Fajri, bisa cek di karya @pinkanmiliar yang berjudul Jangtung Hati Sang Dokter Tampan. Ceritanya bagus banget, aku udah baca 😍😍.


Yuk tinggalkan jejak. Yang bertanya Hanna di mana, mereka akan bertemu di desa selimut nanti, gais.


Stay tune 😍

__ADS_1


__ADS_2