Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
216. Tidak Romantis!


__ADS_3

"Kak, aku,..."


"Permisi, tuan!" ucap waiters menginterupsi ucapan Safira.


"Ah, iya silahkan!" ucap Fajri berdiri dari tempat duduknya.


Ia menggeser kursi agar bisa berada dekat dengan Safira. Sembari menunggu waiters itu selesai meletakkan hidangan.


"sayang, bagaimana?" tanya Fajri tidak sabar ketika waiters itu sudah pergi.


"Apa aku boleh meminta waktu? ini terlalu cepat, kak!" ucap Safira lirih.


"Bukankah kamu sudah menyukai ku sejak lama?"


"Aku hanya mengagumi, kakak. Dan sekarang rasanya berbeda kak!" ucap Safira menunduk.


"Apa waktu dua hari cukup?" ucap Fajri lirih.


"satu minggu, beri aku waktu satu minggu!"


"baiklah! tapi aku minta, jangan pernah menyangkal jika ada yang mempertanyakan hubungan kita!" ucap Fajri sedikit tegas.


"iya, kak!" Safira tersenyum manis dan kembali membuat Fajri melayang.


Namun di sudut ruangan, ada satu pasang mata yang kecewa melihat adegan barusan. Ia menggerutu, namun tidak ingin keluar dari persembunyiannya. Setelah cukup lama mengamati dua sejoli itu, ia bergegas untuk pergi dari sana, sebelum ketahuan.


🌺🌺


"Terima kasih, karna sudah menemaniku malam ini!" ucap Fajri tersenyum.


Mereka sudah berada di depan rumah Safira dan waktu sudah menunjukkan pukul 22.25 malam.


"Sama-sama, kak! Kalau gitu aku masuk dulu!" ucap Safira tersenyum manis.


"iya. Hmm, sayang?" cegah Fajri.


"Jangan tersenyum semanis itu kepada orang lain, atau aku akan mengambilnya setiap saat!" ucap Fajri serius.


Safira mengernyit bingung mendengarkan ucapan Fajri yang ambigu.


"Jangan senyum-senyum sama orang lain, sayang! aku gak ikhlas kalau mereka terpesona dengan senyum kamu yang manis itu. Cukup tersenyum di depan aku saja, atau aku akan mencium kamu setiap saat!" jelas Fajri cemberut.


"hehehe, jangan gitu, kak. Ntar aku dikira Ivanna versi ke dua lagi!" ucap Safira terkekeh.


"dingin! Hahaha. Ya jangan sampai dingin seperti itu juga, sayang. pokoknya jangan tersenyum manis sama orang lain, apalagi sama laki-laki!"


"kakak cemburu!" tanya Safira.


"iya! eh maksudnya, maksudnya itu, kamu kan sudah punya aku, nanti jangan bikin hati orang lain jadi sakit, karna cinta mereka bertepuk sebelah tangan!" ucap Fajri berkilah namun wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.


"Jangan bohong!" Safira mengelus lembut rahang kokoh Fajri.


Pria tampan itu meremang, dengan mata yang terpejam. Fajri terasa kesusahan untuk menelan air ludahnya. Tanpa menungu lama, ia segera menggenggam tangan Safira dan menahannya agar tidak berpindah tempat.


cup,...


Fajri mengecup tangan lembut itu dan menatap Safira lekat. Entah kenapa ia begitu menginginkan gadis sederhana yang ada di hadapannya kali ini.

__ADS_1


"Berjanjilah untuk selalu ada disisiku!" ucap Fajri.


Safira terdiam, ia takut jika janjinya tidak bisa untuk di penuhi. Ia hanya menatap Fajri lekat dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan menangis, sayang. Baiklah, aku tidak akan memaksamu! tapi tolong, jangan tinggalkan aku hanya karna alasan yang tidak masuk akal!" ucap Fajri lirih dan memohon.


"Aku gak bisa menjanjikan banyak hal, kak. Kita lihat dulu, bagaimana takdir membawa kita kedepannya!" ucap Safira tersenyum.


Mata mereka beradu, entah siapa yang memulai, bibir keduanya sudah bersatu padu dengan gerakan yang kaku. Fajri berusaha untuk meraup manisnya bibir cerry Safira, sementara gadis itu, tidak menolaknya sedikitpun. Hingga beberapa saat, Fajri melepaskan pagutan mereka dan mengusap bibir Safira lembut.


"Satu minggu, hanya satu minggu. Aku harap jawabanmu tidak membuat kita kecewa. Aku sudah begitu mencintaimu, sayang! kamu milikku sampai kapanpun!" ucap Fajri tersenyum.


Safira hanya mengangguk patuh dan segera keluar dari mobil, karna jantungnya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.


Sementara Fajri tersenyum manis, sambil memegang bibirnya yang masih terasa basah. Itu adalah ciuman kedua mereka.


"Apa aku harus menikah muda?" ucap Fajri tersenyum.


Seketika ia terkejut karna mengingat masa kecilnya dulu, ketika ia bertanya tentang berciuman kepada Fajira.


"Ah, jadi ini alasan Bunda, kenapa Aku tidak boleh mencium Bunda lama-lama. Hehehe pantas saja, baik Ayah ataupun Bunda, terlihat kebingungan menjawab pertanyaanku!" ucap Fajri terkekeh.


Ia memilih untuk segera pulang dan menggoda Fajira dan melihat wjah salah tingkah ibundanya itu.


"Semoga, Bunda belum tidur. Hahaha!" gelak Fajri tidak tertahankan.


Hingga 10 menit berkendara, mobil mewah Ivanna yang di bawa oleh Fajri, memasuki perkarangan rumah. Ia segera keluar dan menyerahkan kunci mobil kepada penjaga rumah, untuk di masukkan ke dalam bagasi.


"Bunda?" panggil Fajri sambil tersenyum.


"Bundaku, sayang?" panggil Fajri lagi.


"ah, iya. Terima kasih, ya bik!"


"sama-sama, Tuan!"


Fajri segera berlari menuju kamar orang tuanya.


"Bunda? Ayah?" panggilnya dari luar.


"Sudah pulang, sayang?" tanya Fajira setelah membukakan pintu kamarnya.


"sudah, bunda. Abang mau mengobrol di dalam boleh?" tanya Fajri sambil menahan tawanya.


"Boleh, masuk saja, nak!"


Mereka segera masuk ke dalam kamar itu. Wajah Fajri merona karna fikirannya sudah melayang kemana-mana. Irfan dan Fajira mengernyit melihat tingkah anak mereka yang terlihat sedang menahan sesuatu.


"Ayah, Bunda. Abang mau bertanya, boleh?" ucap Fajri tersenyum.


"nanya apa, sayang? kamu kenapa sih?" tanya Fajira bingung.


"Ayah sama Bunda, ingat gak, waktu Abang nanya kenapa Abang gak boleh cium Bunda seperti Ayah?" tanya Fajri.


"apa kamu sudah mencium Safira?" tanya Fajira mengernyit.


"Hehe, sudah Bunda. Rasanya itu,..." ucap Fajri.

__ADS_1


"rasa apa, Bang?" potong Ivanna yang baru saja masuk ke dalam kamar.


"anak kecil gak boleh tau!" ucap Fajri mendelik.


Rencananya untuk menggoda Irfan dan Fajira gagal kali ini, karna kehadiran Ivanna.


"ihh!, Bunda dan Ayah tau ada yang habis melamar cewek! tapi gak ada romantis-romantisnya!" ucap Ivanna tertawa.


Deg!


Fajri melotot dan melihat kearah Ivanna yang sudah tertawa. Ia memilih untuk pura-pura tidak tahu, semoga saja bukan dirinya yang tengah dibicarakan oleh Ivanna.


"Siapa, sayang? pasti dia buka laki-laki yang romantis dan kaku, sama seperti Ayah waktu melamar, Bunda!" ucap Fajira mendelik ke arah Irfan.


"Sepertinya begitu, Bunda. Masa iya, dia bilang gini. Sayang, nikah yok!, segampang itu? ihh kalau Dede yang di lamar seperti itu, sudah Dede buang ke laut!" ucap Ivanna mulai kesal.


Apa Ivanna tengah membicarakanku? Kenapa dia bisa tau? Ah sial! Habis aku malam ini. batin Fajri menjerit.


"siapa sih, dek? sini kasih tau sama Bunda, buar Bunda ajarkan bagaimana cara romantis sama perempuan!" ucap Fajira yang sudah kesal.


"Bunda, beneran mau tau?"


"iya!" ucap Fajira serius.


Ivanna berjalan mendekat ke arah pintu dengan wajah serius.


"Bunda, tau. kalau Abang habis melamar kakak di cafe dan di tolak!" teriak Ivanna sambil berlari menuju kamarnya.


Fajri, Irfan dan Fajira melotot kaget dengan ucapan gadis itu. Fajri menjadi pusat perhatian orang tuanya untuk meminta jawaban pasti.


Glek!!


"hmm, minggu depan Safira akan memberikan jawabannya, Bunda!" ucap Fajri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Jadi, Abang yang melamar perempuan dengan cara yang tidak romantis itu?" tanya Fajira.


"Romantis kok, bunda. Hanya saja Abang gak terlalu pandai merangkai kata, makanya langsung to the poin!" ucap Fajri.


"abang yakin mau menikah muda, nak?" tanya Irfan.


"Abang belum tau, Ayah. Yang jelas, Abang ingin mengikat Safira agar tidak ada yang mengganggunya lagi!" ucap Fajri lirih.


"Fikirkan baik-baik, nak! jangan sampai kamu mempermain anak orang, Bunda gak akan menerima alasan apapun jika kamu menyakiti perempuan!" ucap Fajira tegas.


"Iya, Bunda. Abang serius dan yakin dengan keputusan ini!"


"baiklah, semoga kalian berjodoh! Bunda harap kamu bisa menjaga Safira dengan baik seperti kamu menjaga Ivanna!"


"iya, Bunda!"


"Beristirahatlah!" ucap Fajira.


Fajri berpamitan untuk kembali ke kamarnya setelah melayangkan kecupan sana sini untuk kedua orangnya.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE

__ADS_1


Maaf aku telat gais, ada acara keluarga.


Pasti gak sesuai sama ekspetasi kan? biarkan Fajri frustrasi sendiri sambil menunggu jawaban Safira gais πŸ˜‚πŸ˜‚.


__ADS_2