Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
236. Siapa Dia?


__ADS_3

Rutinitas Fajri srtiap paginya semenjak bersama Safira yaitu mengantarkan permaisurinya menuju kampus bersama dengan Ivanna. Ia harus memastikan jika adik dan istrinya baik-baik saja ketika berada di luar.


Setelah mengantarkan Ivanna menuju kelasnya, Fajri segera mengantar Safira. Semenjak menjadi istri Fajri, penampilan Safira berubah drastis 180 derajat. Walaupun ia tidak selalu menggunakan pakaian mewah, namun apa yang ia pakai sangat terlihat modis dan menambah kesan cantik dan anggunnya seorang Safira.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam. Ia sangat tidak suka melihat Safira menikah dengan laki-laki lain kecuali dirinya.


Fajri menyadari tatapan itu, ada rasa tidak rela jika wanitanya di tatap seperti itu. Ia segera mendekap pinggang Safira dengab eratdan berhasil membuat mahasiswa yang lain menjadi berteriak gemas.


"Mas?" panggil Safira lirih.


"iya, sayang?" ucap Fajri lembut dan tersenyum.


"Mas, Malu dilihat orang!" ucap Safira dengan wajah yang merona.


"Kamu harus terbiasa seperti ini, sayang! Jangan menolak, atau aku akan menghukum dirimu ketika pulang nanti!" ucap Fajri menyeringai.


Safira terdiam, tentu saja ia sudah paham bagaimana cara kerja Fajri dalam menghukum dirinya.


"Baiklah, apapun untuk paduka raja!" ucap Safira tersenyum.


"Jangan tersenyum manis, sayang! karna kamu bisa menarik lai-laku lain untuk mendekat! sungguh aku tidak akan rela jika harus berbagai, walaupun hanya sedikit!" ucap Fajri cemberut.


"Hahaha, iya, sayang. Iya!" ucap Safira semakin tergelak melihat ekspresi Fajri yang sangat mengemaskan.


"ih, dibilangin jangan tersenyum, malah ketawa!" ketus Fajri.


"maaf, sayang!" ucap Safira menahan senyumnya.


Hingga mereka tiba di kelas Safira, wanita cantik itu segera masuk ke dalam kelas setelah berpamitan kepada Fajri sang suami.


"Nanti, ada mang Arya yang menjemput kamu, sayang!" ucap Fajri merapikan rambut panjang Safira.


"Iya, Mas. terima kasih! Apa nanti aku boleh mampir ke kantor?" tanya Safira.


"kalau siang ini, mungkin gak bisa, sayang. Aku sudah ada janji dengan rekan kerjaku. Sebagai gantinya, ku ingin mengajakku ke suatu tempat! Apa kamu mau?" tanya Fajri.


"Baiklah!" ucap Safira tersenyum manis.

__ADS_1


"sudah, masuk dulu sana! Aku harus bekerja!" ucap Fajri.


"baiklah, Tuan suami! hati-hati nanti perginya!" ucap Safira melambai dan masuk ke dalam ruang kelasnya.


Fajri tersenyum dan langsung bergegas menuju kantor untuk bekerja. Namun siapa sangka, ada seorang laki-laki yang tengah menghadangnya.


Laki-laki yang berperawakan culun, dengan rambut belah tengah, gigi yang tongos, tempel besar di pipinya, tak lupa kaca mata tebal dengan baju kotak-kotak.


Fajri berusaha untuk tidak menghiraukannya, namun laki-laki itu malah berani menghadang langkah kaki Fajri.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Fajri mengernyit.


"iya, to-tolong anda jauhi Safira. Di-dia pacar saya!" ucapnya terbata.


"pacar? saya suami Safira, suami!. seharusnya saya yang berbicara seperti itu kepada kamu!" ucap Fajri tidak percaya.


"ka-kami saling me-mencintai! ka-kamu ha-hanya menjadi perusak hubungan orang!" ucapnya lagi.


"Sudah, saya tidak ada waktu untuk mengurus kamu! Ini peringatan pertama dan terakhir, Kalau kau berani menyentuh istriku satu ujung kuku saja, aku akan remukkan seluruh tulangmu hari itu juga!" ucap Fajri tegas dan berlalu dari sana.


"eh culun, lo berani banget sih, nantang, Tuan Fajri! Jangan sampai lo tinggal nama setelah ini! mana berani ngancam lagi! lo siapa?" bentak mahasiswi yang ada di sana.


Dan masih banyak lagi ucapan para mahasiswa lain yang menghujat keberaniannya. Tanpa mereka sadari ada seorang laki-laki yang tersenyum tipis melihat hal itu.


🌺🌺


Sialan! siapa laki-laki itu? kurang ajar banget, mana pake nantangin lagi! dasar!. Batin Fajri kesal.


Ia segera pergi menuju kantor dan tak lupa meminta para penjaganya berjaga-jaga untuk mengawasi Ivanna dan Safira. Ya yakin ada orang yang tengah berusaha untuk berbuat jahat kepada mereka.


"Siapapun dia, aku tidak akan melepaskan mereka. Cukup Bunda yang diculik setelah menikah karna keteledoran Ayah! Sekarang aku tidak akan membiarkan siapapun untuk membahayakan keluargaku!" ucap Fajri berapi-api.


Tak lama, mobil yang di kendarai Fajri berhenti di loby perusahaan. Ia terkejut ketika mendapati mertuanya tengah menunggu di ruang tunggu perusahaan.


"Pa?" sapa Fajri mencium tangan mertuanya itu.


"Fajri, apa kamu sedang sibuk nak? Ada hal yang harus papa bicarakan sama kanu, ini penting!" ucap Andika.

__ADS_1


"Aji cuma punya waktu 30 menit, Pa. Ayo keruanganku!" ucap Fajri.


Mereka segera bergegas menuju ruangan pria tampan itu untuk membicarakan sesuatu yang terlihat begitu serius.


"Ada apa, Pa? apa yang terjadi?" tanya Fajri ketika mereka sudah duduk di atas sofa ruangan itu.


"Begini Fajri, menantu Papa!. Melihat kebahagiaan Safira, rasanya Papa dan tidak ingin menuntut banyak hal dari kalian. Apalagi untuk meminta kamu dan Safira mengunjungi keluarga besar, Papa! Hanya saja, Kakek Safira ingin bertemu dengan istrimu, karna saat ini beliau tengah berada di rumah sakit," Ucap Andika berusaha untuk tenang.


"Papa dan Mama paham, jika sebentar lagi Safira akan melaksanakan Ujian semester dan kamu juga sedang memiliki banyak pekerjaan. Namun Papa minta, kamu untuk membawa Safira pulang barang satu atau dua hari untuk melihat kakeknya! karna papa takut, jika mereka tidak lagi sempat untuk bertemu!" terang Andika dengan lirih.


"Baiklah! sore ini kita akan berangkat! Tapi Aji gak bisa janji, kami akan lama di sana, Pa! karna banyak kewajiban yang harus kami lakukan disini. Jika Safira libur nanti, mungkin aku bisa ambil cuti barang satu atau dua minggu. Aji harap, kita bisa saling mengerti satu sama lain, Pa!" ucap Fajri.


"Terima kasih banyak, nak! Terima kasih! Papa akan memberitahukan kepada Mama agar dia bisa bersiap-siap!" ucap papa senang dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya, Pa! semoga, kakek bisa diberikan kesehatan dan kesembuhan! aamiin."


tok,... tok,... tok,...


"Permisi, Tuan. Rapat akan dimulai 10 menit lagi!" ucap Indah.


"baiklah! Pa, aku harus pergi, nanti sore kita akan berangkat!" ucap Fajri berjalan keluar.


"terima kasih, Fajri! kalau begitu Papa pergi dulu!" ucap Papa berkaca-kaca.


Ia berjalan cepat, keluar dari gedung agar bisa pulang dan berkemas. Begitu juga dengan Fajri, ia harus menghadiri meeting penting pagi ini.


"kosongkan jadwal saya dua hari ke depan, Mbak! Jika tidak bisa di pindahkan, minta Aksa untuk menggantikan saya!" ucap Fajri.


"baik, Tuan!"


Fajri segera memulai rapat pagi ini dan menyelesaikan agenda yang sudah di jadwalkan hingga nanti sore.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Dikit dulu gais, Aku lagi sibuk banget. Maaf ya, belum bisa Update banyak-banyak πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2