
Teet... Fajri dengan cepat memencet tombol itu dan membuat semua orang kaget dan kagum dengan kepintaran Fajri.
"3.160 rupiah" ucapnya lantang.
"Salah!, silahkan tim B" ucap MC segera
"3.180 rupiah"
"betul. Dengan ini sudah jelas jika tim B masuk ke dalam babak selanjutnya dengan selisi poin 150-160" ucap MC.
"tunggu" ucap Fajri marah.
"Apa bapak tidak menghitung soalnya betul-betul. Jawaban mereka salah Pak. Itu curang namanya. Pantas saja sekolah kami tidak pernah menang melawan mereka" sarkas Aji.
"Coba bapak hitung lagi deh, jangan menatang-mentang sekolah kita bersaing, kalian main curang begini. Jawaban Aji tadi sudah benar. kenapa malah di bilang salah" sambungnya.
"ini sudah jawaban dari panitia dek, Kamu tolong duduk yang sopan
ya. Atau kamu akan kami diskualifikasi"
"diskualifikasi saja kalau bapak berani, dan ini akan saya laporkan atas tindak kecurangan" ucapan Fajri membuat Irfan tersenyum. Seisi gedung itu riuh mendengar keberanian pria kecil itu.
Ini baru anak Ayah. Bathin Irfan.
"tolong tenang, kami mendapatkan jawaban dari para panitia, Jadi kalau adek tidak bisa tertib dan menerima kekalahan, adek dan satu Grub sekolahnya akan kami diskualifikasi" ancam Mc.
"permisi, Saya mencoba untuk kembali menghitung jawaban dari soal yang disiapkan oleh panitia. Dan hasilnya memang 3.160 rupiah, bukan 3.180. Mohon dihitung lagi panitia dan juri" ucap Fajira lantang, membuat semua wali murid heboh ketika menyadari siapa yang ada di sampingnya.
"Aji bisa menjabarkan cara menghitungnya. Kalau Bapak dan kakak panitianya ketahuan curang, Aji akan melaporkan ini kepada pihak yang berwenang"
MC dan panitia sudah berkeringat dingin mendengar ancaman Fajri ketika mereka menyadari kehadiran Irfan yang sudah membuka masker sambil menatap MC dan panitia dengan tatapan dinginnya.
"Silahkan" ucap MC.
"baik terima kasih. Harga 1 buah bolpoin seharga 1.820, jika 1 lusin itu 12 buah. Bona membeli 12 buah bolpoin. Maka total harga bolpoin yang dibeli Bona adalah 12 x 1.820 sama sengan 21.840. Bona membayar 5 lembar uang lima ribuan artinya 5 x 5.000 sama dengan 25.000. Maka uang kembalian Bona adalah Rp25.000- Rp21.840 \= Rp3.160," ucap Fajri menjabarkan.
"kalau masih salah juga, coba kelompok B menjabarkan bagaimana cara mereka mencari jawaban yang tadu" sambungnya yang sudah jengah karna selalu di curangi.
MC berbisik dengan panitia, mereka cukup takut karna baru kali ini ada yang berani untuk menentang keputusan mereka.
Semua orang berbisik membahas banyak hal, Mulai dari kepintaran dan kehebatan Fajri, hingga kecurangan panitia yang mulai ter endus.
"permisi, Kami dari para juri juga sudah menghitung. Hasilnya 3.160. Dan kelompok A keluar sebagai pemenang dalam seleksi pertama ini. Mohon pihak panitia lebih teliti lagi dalam memberikan soal dan jawabannya kepada mc" ucap salah satu juri.
Fajri yang masih kesal, mulai tersenyum sambil melipat tangan di dadanya. Ia sudah banyak belajar dari keberanian Fajira waktu lomba cipta karya tahun lalu. Sementara Fajira tersenyum melihat keberanian Fajri yang mulai membara sambil menahan tangan Irfan.
"Karna juri sudah memutuskan, Grub A sebagai pemenang pada sesi pertama ini. Berikan tepuk tangan yang meriah untuk anak-anak kita" Tidak di bohongi jika peluh keringat MC itu bercucuran.
"silahkan kembali ke tempat masing-masing" sambungnya.
Fajri dengan cemberut berjalan kearah orang tuanya. Ia segera merentangkan tangan ke arah Irfan agar ia bisa mendapatkan pelukan sebentar saja. Sementara Para panitia sudah pucat pasi melihat siapa yang tengah di peluk oleh Fajri.
__ADS_1
"Anak ayah memang hebat" Puji Irfan sambil tersenyum ketika memakai maskernya.
"kenapa Aji selalu di curangi Ayah" keluh Fajri.
"karna mereka iri dengan kehebatan Aji sayang. Anak ayah ini kan sangat istimewa" ucap Irfan menghibur Fajri.
"Iya nak, karna ada banyak orang yang ingin menjatuhkan Aji" sambung Fajira membelai kepada putra kecilnya lembut.
"hmm... apa Bunda dan Ayah bangga dengan Aji?"
"banget, Bunda bangga dengan apa yang sudah Aji lakukan" ucap Fajira tersenyum.
"Ayah juga, nak. Ayah yakin Aji akan jadi abang yang hebat untuk adik-adik nanti"
" Ayah Aji malu" Ucapnya merona.
"hehehe. Apa sudah selesai lombanya sayang?"
"belum Ayah, masih ada finalnya nanti. Sekrang cuma menunggu teman-teman yang lain saja lagi"
"apa perlu kita tunggu? soalnya ayah lagi gak enak badankan, Bunda juga lagi hamil"
"coba tanya sama bu Rully dulu Ayah"
"apa kita jadi pulang, Mas?" tanya Fajira.
"Gak usah saja, Sayang. Aku mau disini saja sampai Fajri selesai lomba"
Sementara Fajira dengan lembut Menyuapkan irfan dan Fajri bekal yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Bunda Aji sudah kenyang. untuk Dede aja lagi bunda" ucapnya menolak suapan Fajira.
"Ayah masih mau lagi?"
"iya sayang, mumpung lagi gak mual"
Banyak pasang mata yang melihat ke harmonisan keluarga kecil itu. Mulai dari tatapan irit dan dengki, ada juga yang menatap mereka dengan marah, bahagia dan ada jug yang masa bodoh dengan itu semua.
Mereka masih menunggu sambil sesekali mengobrol dan menggoda Fajri yang tengah belajar dengan tam-temannya yang lain.
Hingga sore menjelang, babak final yang di nanti-nanti akan segera di mulai. Fajri kembali bertemu dengan juara bertahan pada babak final tadi, karna ia berhasil mengalahkan semua kandidat yang ada.
"Ini akan menjadi lomba cerdas cermat yang selalu terjadi setiap tahunnya. Dimana sekolah XX kembali bertemu dengan sekolah XYZ. Akankah tim A bisa mengalahkan Tim B kali ini?"
"Final lomba cerdas cermat kita mulai"
Teet....
Teet....
teet....
__ADS_1
Mereka berebut untuk menjawab pertanyaan dari dewan juri, namun Fajri tidak akan memberi kesempatan kepada pihak lawan untuk menjawab. Ia juga memberikan kesempatan kepada Hanna dan Ziyyad untuk menjawab namun ia tetap lebih dulu memencet tombol itu.
Riak gemuruh tepuk tangan menggema di ruangan itu. Tim Fajri sudah di pastikan untuk lolos ke babak selanjutnya dengan selisih poin 200-150.
"masih ada 2 soal lagi. Kita lihat apakah tim B akan bisa mengejar ketertinggalannya?. Soal selanjutnya, Perpindahan panas pada sebatang besi yang dibakar disebut..."
Teet...
Teet...
dua Grub itu rebutan untuk memencet tombol, Namun Fajri sudah memencetnya terlebih dahulu.
"Konduksi" ucap Hanna.
"betul. 10 point untuk tim A. Soal selanjutnya, Luas wilayah laut yang ditarik sejauh 200 mil dari garis pantai kearah laut bebas disebut?"
Fajri tidak menekan tombol itu dan juga mencegah Hanna dan Ziyyad, sehingga membuat semua orang mengernyit.
"kita kasih untuk mereka saja kak, abang. soalnya kita sudah pasti menang" lirih Fajri sambil tersenyum.
"okey"
"ayo siapa yang mau menjawab?" tanya MC.
"kita tekan saja bagaimana Ji?" tanya Ziyyad.
"tekan lah kak"
Teet...
"silahkan tim A"
"Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE."
"benar sekali, Sudah jelas ya siapa pemenang kita pada lomba kali ini. Tim A Dari sekolah xx berhak untuk mewakili Kota kita dalam lomba cerdas cermat tingkat provinsi. Sekali lagi selamat kita ucapkan kepada utusan Sekolah XX yang berhasil mendapatkan posisi pertama dalam loba kali ini"
Mereka tersenyum senang dengan hasil yang sudah di dapatkan, termasuk ibu Rully yang sudah berkaca-kaca karna untuk pertama kalinya dalam waktu 5 tahun sekolah XX bisa maju untuk tingkat provinsi.
"Ayah, Bunda, kami menaaang" teriak Fajri berlari kearah Irfan.
"selamat ya sayang. Duh ayah bangga banget sama Aji" ucap Irfan memuji pria kecilnya.
"duh anak Bunda, Gak dimana-mana sih Aku memang selalu menang" ucap Fajira tergelak.
"terima kasih Ayah, Bunda" ucap Fajri merona.
Tak lama setelah itu, para panitia juga membagikan hadiah untuk para pemenang lomba kali ini. Mereka bergidik ngeri ketika Irfan menatap tajam, seperti macan yang akan menerkam mangsanya.
Fajri, Fajira dan Irfan segera pulang setelah acara itu selesai dengan membawa sebidang kebahagiaan. Bahkan pria kecil itu sudah terlelap dalam pangkuan Fajira, karna kelelahan.
πππ
__ADS_1
TO BE CONTINUE