Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
116. Terkejut


__ADS_3

Di sekolah Fajri, pria kecil itu tengah menghabiskan bekalnya bersama Hanna, Ziyyad dan bagas. Mereka bercerita mengenai hal apa saja yang menarik untuk di bahas.


"eh Aji katanya bisa membuat pesawat ya?" tanya Ziyyad antusias.


"iya, bang. Udah Aji jual juga"


"oh ya? Apa namanya?"


"FHD-421" ucap Fajri menyebutkan merek pesawat milkknya.


"FHD-421? apa itu artinya Ji?" tanya Hanna yang sedikit tertarik dengan obrolan pria itu.


"FHD itu singkatan nama Aji, kak. Fajrianda Hanindyo Dirgantara, 421 itu, Aji membuatnya di umur 4 tahun dan di produksi pada tahun 2021" ucap Fajri menerangkan.


"ooo... Tapi pesawatnya bisa terbangkan?" tanya Bagas.


"Bisa, Bang!"


"Waah jualnya dimana Ji? Abang mau beli deh" ucap Ziyyad semangat.


"iya aku juga. Harganya berapa?" sambung bagas.


"Harganya mahal sih bang. 1 jutaan. soalnya dia bisa terbang, makanya mahal" ucap Fajri menggaruk tengkuknya.


"wah mahal juga. Itu ada yang beli?" tanya Ziyyad cengo.


"ada, kemarin kata Ayah udah terjual hampir 50 ribu buah se Asia"


Braak!!!


"kamu serius?" ucap Hanna menggebrak meja dan sukses membuat mereka terkejut.


"Aji kaget kak" ucap Fajri cemberut sambil mengusap dadanya.


"kaget Na, gimana sih"


"ya gimana gak kaget, 50 ribu itu banyak lo, di jual 1 juta berapa duit. Pasti banyak kan?" tanya Hanna dengan mata yang membesar.


"iya. tapi gak gitu juga kali Na, Bikin orang kaget aja! gak baik tau"ucap bagas sedikit kesal.


"hehehe maaf!" Hanna menutup mulutnya sambil tertawa.


"itu uangnya mau Aji apain?" tanya Ziyyad penasaran.


"Aji mau bikin perusahaan pesawat yang asli bang. Makanya Aji nabung dari sekarang. Bulan depan Aji juga mau launcing helikopter, kalau gak ada hambatan sih"


"Kamu buat helikopter juga?"


"iya" Fajri menggaruk tengkuknya dengan wajah yang sedikit merona karna ia di tatap oleh teman-teman yang ada di kelasnya.


Bagas, Hanna dan Ziyyad memandang Fajri dengan tatapan tidak percaya.


"apalagi yang Aji bisa?" tanya bagas penasaran.


"Banyak yang Aji bisa, hmm, membuat aplikasi, Membuat virus untuk komputer Aji juga bisa. Aji juga bisa membetulkan mesin. Aji juga bisa membuat mesin cuci, hmm apa lagi ya? banyak deh yang Aji bisa"


glek...

__ADS_1


Mereka semakin menatap Fajri dengan intens.


"IQ Aji berapa?" tanya Bagas penasaran.


"Hehe jangan kaget ya. IQ Aji 225" pria kecil itu tersenyum manis sambil memperlihatkan deretan gigi susunya yang terlihat bersih.


"HAH?" pekik mereka.


"Ish... jangan teriak terus dong!. Aji 'kan kaget" ucap Fajri cemberut gemas.


"dua tahun kita sekolah bareng. aku baru tau kalau IQ kamu setinggi itu Ji. Pantas saja otak kamu encer banget" ucap Hanna berbinar.


"hehe, mau di apaan lagi. Bunda Aji pintar, ayah juga pintar. Kata dokter wajar saja kalau Aji memiliki IQ yang sangat tinggi"


Mereka terus mengobrol tentang apa saja kepandaian Fajri. Hingga pukulan tiang terdengar sebanyak 3 kali sehingga membuat mereka mengernyit.


"kenapa bukan bel yang berbunyi? kenapa malah tiang yang di pukul" tanya Ziyyad.


"gak tau tuh. Mungkin belnya rusak!" jawab bagas.


"Aji kamu bisa beneran bel itu gak?" tanya Ziyyad menguji perkataan Fajri.


"bisa dong. Kalau di izinkan sih" Ucap Fajri santai.


"yuk kita ke kantor" ajak Bagas.


"eh jangan lah, bel udah bunyi juga!" ucap Hanna melarang mereka ketika hendak pergi melangkah ke luar kelas.


"gak papa, nanti bilang ya Na. Kita pergi lihat Aji memperbaiki bel" ucap Ziyyad tidak mendengarkan perkataan Hanna.


"Aji" panggil gadis kecil itu memperingatkan.


Mereka bertiga berjalan menuju ruang guru, terlihat disana seorang guru tengah berusaha untuk memperbaiki bel tersebut.


"permisi, Pak!" sapa Bagas dengan berani.


"eh kok masih di sini? 'kan tadi bapak sudah memukul tiang sebanyak tiga kali"


"Hmm ini pak. Fajri katanya bisa memperbaiki bel yang rusak. Jadi dia mau menawarkan bantuan, pak!" terang Ziyyad.


"kalian masih bocil. gak usah ngawur" ucap Bapak itu sedikit kesal.


"Tapi ini serius, pak! kalau bapak tidak percaya, yuk kita buktikan" tantang Bagas.


Fajri hanya terdiam mendengarkan dua orang temannya berusaha untuk meyakinkan bapak itu.


"gak, Ada! nanti kalian kena setrum atau terjadi hal yang lainnya" ucap bapak itu tegas dan mengusir tiga kurcaci nakal itu


"plis, Pak! kita coba sebentar saja. Kalau gak hidup nanti, Bapak bisa hukum kami deh" Ucap Ziyyad yakin jika Fajri bisa di andalkan.


"Gak ada!" bentak bapak itu.


"sebentar saja. Pak" bujuk mereka.


"kalian!..." kesal sudah bapak itu.


"Pak, saya rasa jika bapak memberikan saya kesempatan untuk memperbaiki bel itu. mungkin dari tadi sudah siap" ucap Fajri.

__ADS_1


"Kamu anak kecil bisa apa? saya dari tadi gak bisa-bisa memperbaiki bel ini"


"saya bisa membuat, pesawat, mesin cuci dan banyak lagi pak" kesal Fajri karna ia lagi-lagi di rendahkan karna umur dan badannya yang masih kecil.


"Alah kamu jangan mengada-ngada anak kecil. Sekarang kembali ke kelas. atau saya akan adukan ini kepada ibu Rully" ancam Bapak itu.


"Sebentar saja pak! gak sampai 5 menit juga"


"huft... Ya sudah, tapi kalau kamu kena setrum saya tidak tanggung jawab ya"


"iya pak"


Fajri di bantu oleh bapak itu menaiki meja agar ia bisa mencapai keberadaan bel yang tengah rusak itu. Fajri mengerjakannya dengan fokus dan benar saja, tidak sampai 5 menit, bel itu sudah hidup kembali.


Apa yang di lakukan oleh Fajri tak lepas dari tatapan kagum dan terpesona dari orang yang ada di sana. Mereka tidak menyangka jika pria kecil yang masih berusia 4 tahun itu bisa memperbaikinya.


"sudah selesai" ucap Fajri memasang kembali tutup kabel yang sempat ia buka tadi.


"wah Fajri memang hebat!" Puji bagas dan membuat pria kecil itu merona.


prok...


prok...


prok...


Tepukan tangan terdengar dari Ziyyad dan bagas. Sementara bapak itu hanya terdiam sambil menatap Fajri tidak percaya.


Apa benar dia yang memperbaikinya? ini mustahil!. Bathin bapak itu.


Ia hanya melihat Fajri yang sedang memasang kembali tutup kabel itu dengan hati-hati.


Benar-benar anak Ajaib. bathinnya kembali


"ah iya kamu memang hebat! Terima kasih ya. Nak! Sekarang silahkan kalian kembali ke kelas.


🌺🌺


Irfan berlari di lorong rumah sakit bersama Ray dengan wajah yang merah padam, ia sangat tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi saat ini.


Jantungnya berdetak sangat kencang mendengarkan berita yang sangat tidak ingin ia dengar. Pria tampan itu terus berlari mengitari lorong rumah sakit, berharap ia bisa menemukan kamar yang sudah di sebutkan oleh orang yang menelfonnya tadi.


Beruntung ia yang di telefon terlebih dahulu, ia tidak akan bisa membayangkan jika Fajira yang mendengarkan kabar ini, bisa jadi perempuan yang tengah hamil itu langsung mengalami kontraksi yang hebat, bahkan berkemungkian bisa keguguran.


Braak!!


Irfan mendorong pintu dengan sangat kencang sehingga membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main. Mereka berangsur pucat pasi ketik melihat wajah sangar yang tengah terpajang pada dua pria tampan itu.


"Ba-bapak? selamat datang"


"..."


🌺🌺🌺


To Be Continue


Apa lagi sih yang terjadi? 😩

__ADS_1


yuk koment di bawah 😁


__ADS_2