
"sayang, Coba lihat om Irfan" Fajri patuh dan melihat Irfan yang tengah tersenyum ke arahnya.
"dia ayah Aji sayang"
deg....
Fajri membulatkan matanya menatap Fajira. Air mata itu kembali menetes tanpa suara, ia hanya menatap wanita yang paling ia cintai dengan lamat.
"Om Irfan Ayah Aji nak, maafkan Bunda tidak memberitahukan ini kepada Aji dari awal" ucap Fajira tersenyum dengan air mata yang menetes. Tangan kecil itu perlahan mengusap pipi Fajira, menghapus jejak air mata di pipi mulus itu.
"Bunda jangan menangis. Aji gak papa" ucapnya tercekat.
"Aji paham, pasti Bunda berat banget menanggung semuanya sendiri" sambungnya tertahan.
"maafin Bunda sayang. hiks.." ucap Fajira terisak.
"Aji gak mau lihat Bunda menangis" pria keci itu kembali terisak.
Sementara Irfan hanya melihat ibu dan anak itu saling berpelukan. Dengan air mata yang sudah menetes dan membawa secercah harapan agar Fajri mau menerimanya, Irfan mendekat dan ikut duduk di samping ibu dan anak yang tengah berpelukan itu. Perlahan tangannya terangkat mengelus kepala kecil Fajri dengan lembut, Sehingga membuat pria kecil nan tampan itu menoleh.
"jangan sentuh Aji om!" ucapnya sarkas
deg....
Irfan terkejut dengan sikap Fajri yang melarang untuk menyentuhnya. Dadanya seolah di remas mendengarkan penolakan yang tegas dari Fajri.
"Fajri" peringatan Fajira.
"Bunda, Aji gak pernah tau bagaimana Aji ada, tentu ada alasan kenapa ayah dan Bunda berpisah. Jika bukan Ayah yang menyakiti Bunda, mungkin sebaliknya bunda yang menyakiti Ayah. Aji gak suka melihat Bunda menangis seperti ini. Apa lagi karna sedih" ucapnya tegas dengan masih sesegukan.
"Bunda masih sakit, jangan banyak berfikir dulu ya" sambungnya lembut
"iya sayang. Tapi...."
"Bunda istirahat ya. Aji mau ngomong dulu sama om Irfan" ucap Aji semakin lembut membantu Fajira untuk kembali berbaring.
"Aji" peringatan pertama keluar dari mulut Fajira.
"Aji mau ngomong sama om Irfan Bunda, ini urusan laki-laki"
"Fajri" peringatan ke dua meluncur.
"Bunda" pria kecil itu memelas.
"Fajrianda!"
"baiklah. Om Irfan jangan dekat-dekat sama Bunda dan Aji, sebelum om bisa menjawab pertanyaan Aji" ucapnya lantang.
"apa yang mau Aji tanyakan sayang? Ayah akan menjawabnya" ucap Irfan menyimpan banyak luka karna penolakan dari anak dan wanitanya.
"Aji yakin Bunda tidak langsung berada disini tadi. Om apakan Bunda Aji?" tanya Fajri dengan wajah dingin namun matanya melotot tajam ke arah Irfan
__ADS_1
"panggil Ayah nak" seru Fajira.
"Aji belum yakin kalau om Irfan Ayah Aji Bunda. bunda istirahat ya. muach..." Fajri mencium kening Fajira lembut.
"sayang" panggil Fajira. Sungguh ia takut Fajri akan berbicara kemana-nana dan membuat kebenciannya bertambah kepada Irfan.
"Jawab om"
"iya nak, Ayah tadi sengaja mengikuti Aji dari belakang, Karna Ayah kangen sama Aji. Terus gak sengaja bertemu dengan Bunda di gerbang sekolah kamu, Tadi tiba-tiba Bunda pusing dan hampir saja jatuh dari motor, makanya Ayah bawa Bunda ke sini sayang" ucap Irfan tersenyum menutup rasa sakit yang ia rasakan.
"betul bunda?"
"iya sayang"
"terus kenapa om gak mau menerima Aku dan Bunda? apa karna kami miskin dan tidak memiliki keluarga?"
deg...
"bukan sayang, Ayah sudah lama mencari kalian sungguh. Dari awal Ayah sudah menyadari jika kita ada ikatan, namun ayah gak tau apa ikatan yang ada di antara kita sayang. Maafin Ayah ya" sungguh laki-laki dingin itu tidak mampu lagi untuk memendam rasa sakitnya.
"maafkan ayah nak. Sungguh Ayah sudah mencari Aji dan Bunda dari dulu" sambungnya lirih menahan tangis.
"kenapa ayah gak mau Aji ada?"
"Ayah gak tau kalau Aji ada nak. Kalau Ayah tau dari awal mungkin kita sudah bersama dan Ayah bisa melihat bagaimana Aji tumbuh dan berkembang seperti sekarang"
deg....
Jantung Fajira berdetak kencang. kenapa dia seolah meluapkan kesalahannya kepadaku? begitu jerit hatinya.
"iya sayang"
"Apa Bunda tidak memberitahu Ayah waktu Bunda hamil?"
"Bunda gak punya kontak Ayah waktu itu. Bunda sadar diri kalau kita orang miskin pasti gak ada yang percaya jika Bunda hamil anak Ayah kamu. Mungkin mereka juga akan menghina Bunda dan kamu. Makanya lebih baik bunda pergi dan membesarkan kamu sendiri dari pada hidup dengan tekanan perbedaan kasta sayang" ucap Fajira menusuk jantung Irfan.
Fajri terdiam menatap kedua orang tuanya bergantian. Ia bingung saat ini, mana yang benar dan mana yang salah.
"apa betul om Irfan Ayah Aji bunda"
"iya nak, apa perlu kita tes DNA untuk itu?"
Fajri terdiam dan menatap Irfan yang duduk di sudut tempat tidur. Sungguh ia ingin memeluk ayahnya saat ini. Namun rasa perih di hati karna tidak di inginkan membuat Fajri berfikir dua kali, apakah ia akan di tolak lagi atau bagaimana.
"om"
"iya nak. Om ayah Aji sayang. Ayah rindu sungguh" air mata Irfan menetes menatap Fajri.
"apa om menerima Aji karna Aji pintar?"
"Ayah menerima apapun yang ada dalam diri Aji. Baik Aji pintar atau tidak, sempurna atau tidak, Ayah tetap sayang sama Aji nak. sungguh"
__ADS_1
"Apa om akan menyakiti Bunda lagi"
"gak sayang, justru ayah takut Bunda gak mau lagi sama Ayah"
"berarti sudah jelas kalau om yang menyakiti Bunda. Kenapa om jahat? padahal Bunda sangat baik, perempuan yang penuh dengan kelembutan, tapi kenapa om menyakiti Bunda Aji?" tanya Fajrin dengan lantang. Sungguh pintar analisis anak kecil itu.
"Aji sudah ya nak" ucap Fajira berusaha menenangkan emosi anaknya yang masih meledak dengan memeluk pria kecil itu.
Like son like father. bathin Fajira mendelik.
"Ayah minta maaf sayang. Ayah janji akan menebus semua waktu kita yang terlewatkan. Ayah janji gak akan menyakiti bunda lagi nak. maafin Ayah" irfan terisak! tidak ada lagi pria dingin yang arogan, yang tersisa hanya seorang laki-laki yang memohon untuk di maafkan oleh anaknya.
Fajri menatap laki-laki yang menghadirkannya di dunia ini. Perlahan ia bangkit dari pangkuan Fajira dan berjalan menuju Irfan yang masih menunduk sambil menangis.
"Aji sudah lama menunggu kedatangan Ayah menjemput Aji dan Bunda" ucap Fajri serak dan memengang tangan Irfan.
Betapa terkejutnya laki-laki itu ketika mendengarkan panggilan ayah yang keluar dari mulut kecil nan indah milik Fajri. Perlahan Irfan mengangkat kepala, ia melihat Fajri sudah berada di hadapannya. Tanpa menunggu lama Irfan langsung mendekap Fajri erat dan menangis meraung.
"hiks... Maafin ayah sayang, Maafin ayah. Ayah sayang sama Aji. sayang banget hiks" isaknya tidak tertahan begitu juga dengan Fajri yang mendekap tubuh Ayahnya dengan erat.
"jangan tinggalkan Aji dan Bunda lagi Ayah"
"iya nak, ayah janji gak akan meninggalkan Aji dan Bunda lagi, Ayah sayang kalian sayaaang banget"
Mereka masih menangis dalam dekapan hangat, termasuk Fajira yang juga sudah terisak sambil bersandar di tempat tidur.
Irfan menggendong Fajri mendekat kearah Fajira, dengan tersenyum lembut ia mengulurkan tangannya berharap Fajira mau memeluk nya barang sebentar saja.
Ibu muda itu menatap sebentar dengan perasaan takut, namun ia tidak ingin mengecewakan Fajri yang baru saja merasakan dekapan hangat seorang ayah. Perlahan tangan Fajira terulur dan mendekap tubuh dua laki-laki beda usia itu dengan hangat.
Irfan semakin terisak, sungguh hatinya menghangat ketika berhasil mendekap dua malaikat yang mulai saat ini menjadi orang yang sangat ia cintai dan sangat ia sayangi.
"maafkan Ayah, kita mulai dari awal ya, hanya ada Aji, Bunda, Ayah dan adik-adik Aji nanti" ucap Irfan masih sesegukan.
"aduh sakit sayang" ucap Irfan kesakitan ketika Fajira mencubit pinggangnya.
"ayah kenapa?" tanya Fajri
"Ayah gak papa sayang. Sini Ayah masih kangen sama kalian"
Mereka kembali berpelukan merasakan kehangatan satu sama lain.
Terima kasih tuhan engkau sudah mengembalikan wanita yang paling ku cintai dan memberiku bonus malaikat kecil nan pintar ini. terima kasih.
Perlahan Fajri dan Fajira yang kelelahan menangis menjadi terlelap dalam pelukan Irfan nan kokoh. Dengan saling mendekap, Irfan ikut membaringkan badannya dan juga terlelap bersama.
πππ
TO BE CONTINUE
Author bikinnya dengan derai air mata gais, semoga feelnya sampai kepada readers ya.
__ADS_1
Dukung author terus dengan cara terbaik dari para readers semua. terima kasih π€
Skuy lah kalau misalnya hari minggu ini yang masukan karya ku ke favoritnya sebanyak 300 orang aku akan crazy up 4-5 episode untuk hari Senin. yuk bantu promosi terima kasih ππ