Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
209. Singa Betina


__ADS_3

Malam menjelang, Fajri belum juga menampakkan batang hidungnya. Padahal ia meminta Safira untuk datang ke rumah, namun malah memilih untuk menjemput wanita lain. Sehingga, Safira berpamitan pulang tak lama setelah Fajri pergi.


"Buna, kok abang belum pulang?" tanya Ivanna yang tengah berbaring di pangkuan Fajira.


"Mungkin abang masih menemani kak Zwetta, sayang!"


"apa mereka gak akan macam-macam?"


"semoga saja tidak, nak!" terselip rasa cemas di hati Fajira sedari tadi.


Namun ia tetap berusaha untuk meyakinkan hatinya jika Fajri tidak akan berbuat hal yang mengecewakan.


"Dede gak tenang, Buna!" ucap Ivanna bangkit dan menuju ke ruang perpustakaan untuk melacak dimana keberadaan Fajri.


Fajri hanya diam, sungguh ia juga merasa khawatir dengan putranya. Walaupun ia percaya, jika Fajri tidak akan berbuat hal yang salah.


Tak lama Ivanna keluar dengan tergesa-gesa.


"Buna, Dede keluar dulu. Mau jemput, Abang!" ucap Ivanna berlalu tanpa meninggalkan kecupan kepada bundanya.


"Hati-hati, sayang!" teriak Fajira cemas.


Ivanna segera pergi bersama pak sakti menuju apartemen Fajri. Ia berusaha untuk tenang dan tidak emosi.


Awas saja, kalau Abang macam-macam dengan dia! Aku bunuh di tempat perempuan itu! Aku gak peduli mau dia anak presiden sekalipun, asal kalian macam-macam, rasakan aja amarahku!. Bathin Ivanna geram.


"percepat, Pak!" ucap Ivanna tidak sabar.


"baik, non!"


🌺🌺


Fajri mengerjab, ruangan itu tampak gelap dan hanya diterangi oleh lampu otomatis. Ia terkejut ketika mendapati kepalanya berada di dalam pangkuan Zwetta.


Ia segera bangkit dan duduk di samping gadis cantik itu. Fajri merasa kasihan melihat posisi tidur Zwetta yang sagat tidak nyaman. Mungkin karna kelelahan, Zwetta terlelap begitu saja.


Fajri segera menggendong gadis cantik itu menuju kamar tamu, agar Zwetta bisa tidur lebih nyaman. Dengan hati-hati, Fajri mengangkat tubuh indah itu, sambil memperhatikan wajah cantik Zwetta.


Hingga di kamar, Fajri mmembaringkanya dengan pelan. Namun sayang, Zwett terbangun dan menahan tengkuk Fajri. Tatapan mereka terkunci, Fajri seolah terhipnotis dengan mata biru nan indah itu.


Mereka terhanyut, perlahan kepala Zwetta mendekat dan hendak mengecup bibir merah yang terlihat menggoda itu.


Cup,...


Mata Fajri membole ketika bibir mereka bertaut satu sama lain. Zwetta merasakan Fajri yang tidak bergerak sama sekali, berusaha untuk menuntun pria tampan yang masih terlihat kaku ketika berciuman.


Brak!!.

__ADS_1


Pintu terhempas dengan keras dan berhasil membuat dua orang yang tengah memadu kasih itu terkejut.


"Abang!" teriak Ivanna dengan wajah yang menyeramkan


Fajri dan Zwetta terkejut bukan main dengan wajah pucat pasi ketika melihat Ivanna datang dengan raut wajah yang membuat siapa saja bergidik.


"De-dek?" ucap Fajri kesulitan menelan salivanya.


"aku tunggu di luar!" ucap Ivanna dingin dan berlalu dari sana.


Fajri termagu, ia melihat kekecewaan pada Ivanna. Tanpa menunggu lama, ia segera pergi dan menyusul adiknya.


"aku tunggu di luar, kak!" ucap Fajri tanpa menoleh ke arah Zwetta.


"i-iya!" ucap Zwetta masih terkejut


Fajri mencari keberadaan Ivanna, matanya menangkap adik kecilnya tengah berada di balkon gedung yang sangat tinggi itu.


"dek?" panggil Fajri sambil menyentuh pundak Ivanna.


"Apa perempuan itu sudah keluar?" suara Ivanna terdengar bergetar berusaha untuk menahan tangisnya.


"Sudah, sayang!" ucap Fajri merasa begitu bersalah.


"Abang bisa jelas,..."


Ivanna beranjak dari sana dan menuju ke ruang tamu dan melihat keberadaan Zwetta yang baru saja keluar dari kamarnya.


Tahan Ivanna, kamu wanita terhormat. Jangan sampai berbuat hal yang akan meruntuhkan harga dirimu! tahan!. Bathin Ivanna.


Ia duduk di sofa dengan anggun dan menatap tajam Zwetta. Ia tau siapa gadis ini.


"Zwetta! apa yang membawa anda ke sini dan menodai kakakku?" ucap Ivanna sarkas dan membuat Fajri melotot


"dek!" sanggah Fajri.


"Abang, diam! Dede gak nanya, Abang!" ucap Ivanna menatap tajam kearah Fajri.


Glek!


Adik kecilku yang manis sudah berubah menjadi singa!. Bathin Fajri kesusahan untuk menelan air liurnya.


"Apa anda bisu?!" teriak Ivanna kepada Zwetta.


"Apa salah saya datang ke sini, apa negara ini punya kamu?" ucap Zwetta yang tidak kalah tajam sambil menatap Ivanna.


Dia kira aku bodoh!. bathin Ivanna tersenyum smirk.

__ADS_1


"setiap orang memiliki hak untuk datang ke sini. Namun setiap orang juga memiliki alasan untuk datang. Apa kau berniat ingin melakukan hal yang tidak senonoh dan menjebak abangku?" tanya Ivanna dan sukses membuat Zwetta termagu.


"Dek!" ucap Fajri membesarkan matanya ke arah Ivanna.


"Apa, Abang mau membela dia? Dede yakin Bunda akan kecewa, ketika tau apa yang Abang lakukan barusan, untung Dede cepat datang, kalau tidak, Mungkin Bunda akan memiliki cucu dengan cepat!" ucap Ivanna yang tidak bisa menyembunyikan raut wajah kecewanya.


Fajri terdiam karna membenarkan ucapan Ivanna. Ia bisa membayangkan wajah kecewa Fajira ketika tau apa yang barusan ia lakukan.


"Saya tau, kenapa anda datang ke sini dan menemui, Abang saya!" ucap Ivanna tersenyum smirk.


"Kau cemburu kan, dengan video yang beredar? Kau tidak ingin posisi Nyonya Fajri di gantikan oleh orang lain!" ucap Ivanna santai sambil melihat kuku jarinya.


Deg,...


Zwetta terkejut, dan ekspresinya tidak lepas dari pandangan Ivanna. Gadis manis yang sedang berubah menjadi singa betina itu semakin membuat Zwetta tidak berkutik.


"Cantik, berkelas, Kaya. Tapi sayang tingkah anda tak hayal seperti wanita murahan! Saya yakin, Bunda tidak akan memberikan kamu restu untuk menikah dengan, Abang!"


"kenapa?" ucap Zwetta polos.


"Keluarga kami mencari menantu yang memiliki etika dan bisa menjaga diri!" ucap Ivanna menohok.


"Dek, sudah sayang. Kita pulang ya!" ucap Fajri mengajak Ivanna untuk pulang.


Ia takut jika adiknya ini mengeluarkan kata yang lebih kurang ajar lagi.


"Abang masih mau membela dia? Dede kecewa sama Abang!" ucap Ivanna berdiri dari tempat duduknya.


"dengar ini, Zwetta! saya tidak akan membiarkan kamu dekat dengan abangku! kalau mau mencoba, silahkan! tapi jangan salahkan saya jika terjadi sesuatu pada dirimu! camkan itu!" ucap Ivanna penuh penekanan.


Ia beranjak dari sana setelah menatap Fajri dengan tajam.


"dek, tunggu Abang!" ucap Fajri mengejar, namun ia kembali dan menatap Zwetta dengan raut wajah yang sulit untuk di gambarkan.


"Maafkan sikap adikku, Aku tidak bisa menyalahkan kakak atas kejadian ini. Tapi apa yang dikatakan ivanna memang benar. Aji harap, kakak tidak bertindak lebih jauh dan melampaui batas!" ucap Fajri berlalu dan mengejar Ivanna.


Zwetta termagu, Ia tidak menyangka jika adik kakak itu bisa menyerang dengan perkataan yang bisa membuatnya tidak bisa membalas.


"sial! aku kalah telak, gadis itu sangat pandai membuatku bungkam. emangnya seperti apa perempuan yang ia anggap sebagai kakak ipar itu? bukankah jika Fajri memang mencintai perempuan itu pasti dia akan menolakku dan menjaga jarak. Namun ini bahkan ia membalas ciumanku!" ucap Zwetta beritanya.


"setidaknya aku orang pertama yang mendapatkan ciuman pangeran dunia!" ucap Zwetta tersenyum penuh kemenangan.


Ia bisa merasakan jika Fajri belum pernah berciuman karna gerakan pria tampan itu terasa kaku dan membuatnya gemas.


"Aku akan mendapatkan Fajri, Bagaimanapun caranya!" Ucap Zwetta bertekad.


🌺🌺🌺

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2