Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
234. Kesedihan Ivanna


__ADS_3

Tak selang berapa lama Ivanna keluar dari toilet dan duduk di samping Safira dengan wajah yang menunduk. Ia berusaha menyembunyikan perasaan yang tiba-tiba saja datang menghampirinya.


Fajri memperhatikan Ivanna dan Angga dengan seksama. Hatinya kembali kesal ketika mengingat kejadian dua tahun lalu.


"hekm, Angga bukankah kamu masih ada pekerjaan yang lain?" tanya Fajri.


"i-iya, tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan, Nyonya!" ucap Angga berpamita.


Ia melangkah keluar dengan rasa tidak rela, sebelum keluar ia masih sempat untuk memandang Ivanna yang terlihat semakin cantik dan dewasa.


Sementara gadis itu hanya mencuri pandangan kepada laki-laki yang sudah berhasil meruntuhkan pertahanan hatinya.


Apa terjadi sesuatu antara, mereka? kenapa kak Fajri terlihat tidak suka karna kedekatan laki-laki itu dengan Ivanna. Batin Safira.


"Hmm, apa kita langsung makan, atau mau mengobrol dulu?" tanya Safira memecah keheningan di dalam ruangan itu.


"i-iya, kak. Kita langsung makan saja!" ucap Ivanna membuka kota bekal itu satu persatu.


Abang gak nyangka kamu bisa menaroh hati kepada laki-laki sialaan itu! Sampai kapanpun abang gak akan pernah setuju jika kamu bersama dia!. Batin Fajri menatap Ivanna lekat.


Ia sangat mengenal bagaimana pribadi Angga. laki-laki yang sibuk bekerja, tanpa menghiraukan keluarganya sedikit pun. Walaupun setiap bulan, ia juga mengirimkan mereka uang, tapi ia enggan untuk mengunjungi keluarganya.


Makan siang itu di iringi dengan ocehan Raisa yang memberitahukan kemana rute perjalanan mereka nanti. Ivanna dengan takut melirik ke arah Fajri yang terlihat santai tanpa beban.


Huft, mau bagaimana lagi. hati manusia sulit untuk di kendalikan! Maafin Dede, karna menyukai laki-laki yang abang benci. batin Ivanna sedih.


🌺🌺


Saat ini, mereka tengah berada di ruang tamu untuk membahas rute apa saja yang akan mereka tempuh selama beberapa hari di negara ini.


Setelah makan siang tadi, mereka pergi jalan-jalan mengelilingi beberapa destinasi di negara Jerman bersama. Fajri terlihat kelelahan karna menemani tiga perempuan yang begitu heboh untuk memilih barang-barang yang mereka suka.


"kakak, capek?" tanya Safira lembut sambil mengusap kepala Fajri.


"iya, lumayan, sayang. Istirahat yuk!" Ajak Fajri tiba-tiba saja bersemangat.


Glek!.


"be-bentar lagi, kak. Aku masih mau ngobron sama, dede!" ucap Safira gugup.


"Baiklah, aku tunggu ya!" ucap Fajri mengecup kening mereka satu-persatu dan berjalan menuju kamar.


"Aku juga mau istirahat, kak!" ucap Raisa beranjak menuju kamarnya.


Tinggallah Safira dan Ivanna di sana dengan keheningan. Ivanna terlihat beberapa kali menghela nafas beratnya.


"kamu mau cerita sesuatu, dek?" tanya Safira.


Mata Ivanna langsung berkaca-kaca dan memeluk kakak iparnya dengan erat. Safira pun membalas pelukan Ivanna dan perlahan gadis itu terisak. Ia hanya bisa mengelus punggung Ivanna dengan lembut sambil menunggu tangis gadis kecil itu mereda.

__ADS_1


"Apa salah, aku mencintai seseorang, kak?" tanya Ivanna di sela tangisnya.


"Gak ada yang salah dengan cinta, sayang!" ucap Safira.


"Hiks, tapi kenapa Abang gak pernah memberi Dede izin untuk dekat dengan laki-laki, kak?" ucap Ivanna membenamkan wajahnya di perut Safira sambil menahan tangis agar Fajri tidak mendengar tangisannya.


"Berarti, ada hal yang di takutkan Abang, jika Dede dekat sama laki-laki. Lagian belum saatnya, sayang. kamu masih 16 tahun!" ucap Safira.


"Tapi Dede juga mau seperti yang lain, kak!"


"dek, coba lihat, kakak!" ucap Ivanna merangkup wajah Ivanna.


"Kamu bukan mereka! Bak perhiasan, kamu ada perhiasan yang paling mahal dan begitu berharga. Bagaimana kalau seandainya kamu menemukan pencuri? Atau ada orang jahat yang hendak menghancurkanmu?" tanya Safira.


"Kamu juga melarang, Abang untuk dekat dengan perempuan lain kan? bukankah itu impas?" yang Safira lagi.


Ivanna terdiam dan mengangguk, membenarkan perkataan Safira. Ia kembali memeluk wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini.


"Tapi, sampai kapanpun, Abang gak akan pernah merestuiku bersama dia, kak!"


"siapa, sayang?"


"Angga!" ucap Ivanna lirih.


"Angga? Direktur perusahaan Abang? yang tadi ada di dalam ruangan?" tanya Safira tidak percaya.


"Apa Abang mengatakan alasannya?"


"itu, itu karna kesalahan kami. Aku yang meminta Angga untuk menemaniku jalan-jalan. Namun, Abang salah paham dan mengatakan jika Angga membawaku kabur. Abang hampir saja membunuhnya jika Bunda tidak segera pulang, kak!" ucap Ivanna terisak.


"Kamu serius?" tanya Safira tidak percaya.


"Aku gak mungkin bohong, kak. bahkan aku berlutut meminta Abang berhenti pun, gak mempan!" ucap Ivanna.


"Astaga!" ucap Safira sedikit takut jkka ia melakukan kesalahan dan Fajri akan kalap seperti itu.


"Tapi kan waktu itu Dede masih 14 tahun, dek!"


"umurku memang masih 14 tahun kak. Tapi aku sudah lulus SMA, pemikiranku sudah dewasa dan paham tentang hal yang seperti itu!" ucap Ivanna.


"Ya tuhan! Sekarang kamu masih menyimpan rasa kepada angga?"


"Aku gak tau kak! Ada perasaan lega dan rindu ketika aku bisa melihatnya kembali!" ucap Ivanna lirih.


"Adikku yang malang! tapi kamu harus percaya, jika jodoh itu sudah di atur. Kamu masih kecil, dek. Lebih baik fokus untuk masa depan dan karir kamu! bukankah Dirgantara CORP akan di wariskan kepadamu?" tanya Safira.


"Aku gak mau, kak!. Itu makanya aku minta kakak melahirkan anak genius yang banyak, agar mereka bisa mewarisi itu semua. Aku ingin menjadi orang biasa, kak. hidup tanpa kemewahan!"


Aih, ini anak, malah ngomongnya kemana-mana!. batin Safira

__ADS_1


Mereka masih mengobrol di sana, tanpa menyadari kehadiran Fajri yang berada tak jauh dari ruang tamu. Ia hendak menyusul Safira, tetapi malah mendengarkan ucapan Ivanna yang berhasil membuat hatinya terasa tercubit.


Apa yang harus Abang lakukan? dia bukan laki-laki yang baik untuk kamu, dek! Abang janji, akan mencarikan kamu laki-laki yang memang benar-benar kamu butuhkan untuk mendampingi hidup Mu di kemudian hari!. Batin Fajri.


Ia memilih untuk kembali ke dalam kamar dan beristirahat.


🌺🌺


"Angga tunggu!" teriak Ivanna ketika ia melihat sosok Angga yang berada di super market.


Ia mengejar laki-lak itu hingga dapat. Saat ini Ivanna sudah menggenggam tangan pria itu dengan erat dan memeluknya dari belakang.


"Aku merindukanmu!" ucap Ivanna.


"Na, Jangan seperti ini. Aku masih menyayangi nyawaku! tolong, jangan membawamu ke dalam jurang kematian, karna mendapatkan amukan dari Fajri untuk yang ke sekian kalinya!" ucap Angga tegas.


Deg!


Ivanna termagu, ia tidak percaya jika Angga bisa berkata seperti itu. Namun ada benarnya juga, jika Fajri tau, mungkin lubang kematian akan terasa lebih dekat bagi Angga.


Perlahan Ivanna melepaskan pelukannya. Dengan mata yang berkaca-kaca, Ia hanya bisa menunduk dan menahan agar air mata itu tidak jatuh.


"Aku senang, kamu baik-baik saja!" ucap Ivanna.


"Na, Mari jalani hidup masing-masing!kita gak akan mungkin bisa bersama! Dengan aku berada di sini saja, sudah sangat bersyukur, tolong jangan menambah bebanku lagi! karna Fajri gak akan merestui hubungan kita!" ucap Angga tegas dan meninggalkan Ivanna yang masih berdiri mematung dengan air mata yang mengalir.


Safira yang melihat itu, juga ikut mematung. Adik kecilnya mengalami masalah cinta yang begitu rumit dan menyakitkan. Ia segera menghampiri Ivanna dan memeluk tubuh rapuh itu.


"Kakak di sini, sayang! Kakak di sini!" ucap Safira mendekap Ivanna.


"hiks! aku menyesal datang ke sini, kak!" ucap Ivanna terisak.


"Lebih baik, kita pulang!" Ajak Safira.


Ia melihat salah satu bodyguard Fajri yang ada di dekatnya. Safira yang sudah mengenal laki-laki itu memanggilnya dan meminta untuk meneruskan berbelanja bahan dapur.


Mereka segera pulang, dengan perasaan yang tidak karuan. Apa lagi Ivanna yang berusaha untuk menahan tangisnya, namun tidak bisa di bohongi, jika hatinya begitu sakit.


Ketika berada di apartemen, Ivanna hanya tertidur dan enggan untuk keluar dari kamar. Hingga Fajri pulang, barulah ia ikut makan malam bersama dengan yang lain.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Huh, Jadi milih siapa nih?


Aku belum membahas siapa Bryan ya. Kita lihat, apa Fajri setuju dengan Bryan atau malah menjodohkan Ivanna?.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2