
"Terima kasih telah datang!" ucap seorang laki-laki tampan yang tengah mengantarkan pelanggan cafenya.
Cafe kecil yang terlihat penuh itu membuat senyumnya mengembang. Keuntungan besar tergambar jelas di depan mata. Dengan memasak sendiri menu yang ada dan di bantu oleh beberapa chef, mereka mampu memanjakan lidah setiap pengunjung cafe.
Tak jarang mereka datang kembali hanya untuk mencicipi masakan Tono atau hanya sekadar mengagumi ketampanannya, karena saat ini ia tengah berpenampilan asli tanpa tompel dan rambut klinis.
"Kak, apa aku boleh berfoto denganmu?" tanya salah satu pengunjung.
"Maaf kak, saya bukan artis!" tolak Tono tersenyum kaku.
"Gak papa, kak. Yang penting kakak mirip artis Korea, Cha Eun Wo. Boleh ya, kak!" ucapnya memohon.
"Baiklah!" ucap Tono pasrah.
Cekrek,... cekrek,... cekrek,....
"Terima kasih, kakak! Aku akan sering datang ke sini!" ucap dua orang gadis itu tersenyum senang.
"Sama-sama, ditunggu kedatangannya lagi, kak!" ucap Tono ramah dan mengantar kepergian pelanggannya.
"Senang ya, jadi idola cewek-cewek. Chefku, idolaku! hahaha," ucap seseorang dan membuat Tono tersenyum manis.
"Hai, kapan datang?" Sapa Tono salah tingkah.
"Bahkan kehadiranku saja tidak kamu sadari karna mereka!" ucap Ivanna ketus.
"Eh, jangan marah. Maaf, ya! hmm bagaimana kalau aku masakkan sesuatu?" ucap Tono menawarkan.
"Boleh, tapi sepertinya sudah tidak ada tempat kosong lagi!" ucap Ivanna memperhatikan sekitarnya.
"Ah, itu jangan risau, kamu bisa duduk di dekat kasir. Hanya itu kursi yang tersedia!" ucap Tono menggaruk tengkuknya.
"Baiklah!" ucap Ivanna mengikuti Tono.
Banyak pasang mata yang memperhatikan Ivanna yang terlihat begitu cantik dengan menggunakan midi dress berwarna biru tosca, dengan bahu putihnya yang terekspos indah, namun masih di tutupi oleh rambut panjangnya, membuat semua mata menoleh kearah gadis cantik itu.
"Nah, duduk di sini. Aku akan membuatkan sesuatu yang sangat enak untuk, Tuan Putri Dirgantara ini. Hmm, tanpa bumbu penyedap dan bahan yang aneh, apa bisa kamu memakannya?" tanya Tono yang mengetahui itu dari Safira.
"Bisa, Asal micinnya gak banyak, Aku masih bisa makan, kok!" ucap Ivanna tersenyum.
"Baiklah, aku tinggal sebentar, ya!"
"Sip!"
Tono meninggalkan Ivanna sendiri di meja kasir itu, sementara tiga orang pegawai cafe, tengah sibuk melayani beberapa pelanggan.
"Meja nomor 4, berapa, kak?" tanya salah satu pengunjung.
"Hmm? sebentar ya, kak. Saya panggilkan dulu penjaga kasirnya!" ucap Ivanna berjalan menuju dapur.
Laki-laki itu termagu, ketika mendapati siapa yang tengah ia ajak berbicara.
Di-dia, dia Nona Ivanna! kenapa aku tidak menyadari kehadirannya tadi? ah sial!. Umpatnya di dalam hati.
"Meja nomor 4 ya, bang?" ucap Tono datang dari dapur dan mengotak atik mesin komputer itu dengan lihai.
"165 ribu, bang!" ucap Tono ramah.
"Ah, iya. Ini uangnya, bang! terima kasih!" ucap laki-laki itu sambil menatap Ivanna.
"Jangan di tatap, bang! nanti di cari oleh Tuan Fajri, mau?" ucap Tono menahan tawanya.
"Eh, maaf Nona. Saya hanya begitu mengagumi kecantikan anda! Maafkan, saya!" ucap laki-laki itu tanpa bersalah memuji wanita lain di samping pacarnya.
"Huh, dasar buaya! udah punya pasangan, masih saja jelalatan! Mana gak tau diri lagi, memuji wanita lain di hadapan pasangannya!" ketus Ivanna memandang sinis laki-laki itu.
Wajahnya langsung berubah masam mendengarkan ucapan Ivanna yang begitu menohok, apalagi ia melihat pacarnya sudah berjalan keluar dengan kesal. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia segera pergi dari hadapan Ivanna.
__ADS_1
"Pfftt,... Cantik-cantik, kok galak sih!" ucap Tono menahan senyumnya.
"Orang seperti itu memang harus digituin. Kalau gak, dia gak akan sadar!" ucap Ivanna kesal.
Aduh, sebenarnya kamu yang terlalu cantik, Na. Dan itu membuat semua laki-laki hanya memandangmu saja, termasuk aku!. batin Tono.
"Sini, aku ajarkan cara menjadi kasir yang baik dan benar!" ucap Tono tergelak.
"Huh, aku sudah paham! pergi sana, aku sudah lapar!" ucap Ivanna mendelik.
"Baiklah, Nona muda!" ucap Tono pasrah. Namun ia masih tertawa hingga menghilang di bakik pintu dapur.
Ivanna memilih untuk mengamati sekitar cafe yang terlihat begitu ramai dan sesak. Ia melihat hiasan dinding yang begitu menarik di mata pengunjung.
Entah apa yang di pikirkan oleh Tono. Naruto, kartun Disney, kartun Indonesia, bahkan sepak bola pun ada di setiap bagian dindingnya. Itu terlihat sangat menarik, apalagi mereka seolah terhubung satu sama lain. Batin Ivanna cukup kagum.
Ia hanya menggeleng, ketika melihat, tokoh Elsa tengah di lamar oleh Naruto, dengan sebongkah bola gudoudama.
Tuhan, apa isi fikirannya? lihatlah itu! Astaga.
Ia hanya bisa memijit kepalanya sambil melayani beberapa pembeli yang hendak membayar Bil mereka. Hingga moodnya menjadi anjlok ketika melihat sosok laki-laki yang begitu menyebalkan baginya. Dipastikan, jika ia akan mendapat kesialan setelah ini.
"Wah, Putri kerajaan Dirgantara, memilih untuk kerja part time ya?" ucap seorang laki-laki yang tidak menyangka akan bertemu dengan Ivanna lagi.
"Apa maumu, wahai tuan muda Avicenna?" ketus Ivanna.
"Apa kamu kekurangan uang jajan?" tanya Nathan tersenyum tipis.
"Kenapa kau selalu mencari gara-gara denganku, Nathan!" ucap Ivanna kesal.
"Aku tidak mencari gara-gara. Aku hanya bertanya, jika kamu kekurangan uang, biar aku transfer!" ucap Nathan enteng.
"Na, ini makanannya. Spesial untuk gadis cantik, Putri mahkota Dirgantara!" ucap Tono membawa menu seafood yang begitu menggoda di lidah Ivanna.
"Wah, sepertinya enak! Tono, itu ada pelanggan yang membuatku kesal. Dari pada dia aku usir mending kamu saja yang mengajaknya berbicara!" ucap Ivanna duduk di kursi yang ada di sana.
"Baiklah, selamat menikmati!" ucap Tono mengacak rambut indah Ivanna.
Ia menatap tajam Tono dan menelisik, siapa laki-laki ini sebenarnya.
"Ada yang bisa kami bantu, Tuan?" tanya Tono ramah.
"Ayam bakar dengan saos Padang, satu!" ucap Nathan tajam.
"Ayam bakar dengan saos Padang, satu. Apa ada yang lainnya, Tuan?" tanya Tono.
"Air putih, jangan lupa nasinya!" ucap Nathan.
"Baiklah! silahkan di tunggu!" ucap Tono.
Ia memanggil salah satu karyawannya untuk mengantarkan Nathan menuju meja yang baru saja kosong.
Aku harus mencari tau siapa laki-laki itu!. Batin Nathan.
Sementara di meja kasir, Ivanna sudah menghidupkan ponselnya dan melakukan Live streaming di salah satu media sosial. Ia ingin membantu Tono tanpa di minta oleh pria tampan itu.
"Bagaimana rasanya? apa enak?" tanya Tono yang duduk di samping Ivanna.
"Enak! Semuanya pas!" ucap Ivanna.
"Habiskanlah!" ucap Tono memandang Ivanna sambil tersenyum.
Ia tidak menyadari, jika Ivanna tengah melakukan Live. Hingga kolom komentar milik Ivanna sudah di banjir oleh para followersnya, dan menanyakan tentang siapa yang ada di sebelah Ivanna.
"hati-hati, makannya. Belepotan kemana-mana!" ucap Tono tanpa sadar mengusap mulut Ivanna menggunakan tisue.
"Astaga!" pekik Tono dan segera bangkit ketika menyadari kamera Ivanna tengah menyala.
__ADS_1
Ivanna hanya menahan tawa melihat wajah Tono yang merona malu, karena apa yang barusan ia lakukan ditonton oleh hampir 200 ribu orang.
"Kenapa gak bilang kalau lagi live?" bisik Tono dari jauh.
"Kamu 'kan gak nanya!" ucap Ivanna polos.
Ia membaca komentar-komentar orang yang ada di ponsel Ivanna dari samping.
"Wah siapa tuh? Ganteng banget!"
"Wah, Tuan Fajri harus tau imii, jika adiknya di modusin sama laki-laki!"
"Nona muda, jangan punya pasangan ya! Tunggu aku sukses dulu!"
"@Fajri_dgtr Tuan muda, Adik anda di ganggu oleh buaya darat!"
Dan masih banyak orang yang menandai Fajri di sana. Tanpa mereka sadari Fajri juga sudah menonton live streaming Ivanna sejak awal.
"Share lock! Abang kesana sekarang!!!!" tulis Fajri.
Kolom komentar Ivanna semakin ramai dan ricuh. Bahkan ada yang menyebut akan ikut pergi ke cafe Tono, karna ivanna sudah menyebutkannya di awal tadi.
Keringat dingin Tono mulai bercucuran membasahi bajunya, ketika membaca jika Fajri akan datang ke sini dan beberapa orang yang lain.
"Siap-siap, cafe Mu rame Tono!" ucap Ivanna menahan tawanya.
"Na, jangan ya! Na, nanti,..."
"Sudah, jangan khawatir. Aku akan menyediakan beberapa orang dari tim keamanan agar tidak ricuh!" ucap Ivanna mematikan live nya dan mengirim lokasinya kepada Fajri.
"Na!" panggil Tono frustrasi ketika melihat beberapa orang masuk ke dalam cafe seolah tengah mencari keberadaan Ivanna.
"Mereka tidak melihatku, 'kan?" tanya Ivanna santai.
"Sepertinya, tidak!" ucap Tono sedikit takut.
"Ya sudah. Layani lah mereka, biar aku yang menjaga kasir!" ucap Ivanna santai sambil memakan makanannya.
"Ta-tapi, Na!"
"Pergi sana, sebelum cafemu di cap tidak bagus!" ucap Ivanna tersenyum jahil.
"Baiklah!"
Tono semakin sibuk melayani pelanggan yang membludak, bahkan mereka rela mengantri dan duduk lesehan di sudut ruangan agar bisa mencicipi masakan Tono.
Bahkan mereka memesan menu yang sama dengan Ivanna. Sungguh gadis ini dengan mudah menaikkan omset pedagang yang mendapatkan lebel rekomendasi darinya.
Aku hanya bisa membantu dengan cara ini, semoga kedepannya kamu bisa lebih baik lagi, Tono!. batin Ivanna.
Ia memakai masker dan melayani pelanggan untuk membayar Bil dan memesan makanan. Sementara Tono dan dua orang Chef lainnya kewalahan mendapatkan pesanan yang begitu banyak hari ini.
πΊπΊπΊ
Masih ingat Nathan Avicenna? Yap dia cameo dari Jantung Hati Sang Dokter Tampan karya dari Pinkam Miliar. Kunjungi aja ya ππ
Jangan di unfav dulu, karena besok aku akan memberikan pengumuman tentang aturan give away. Sedikit bocoran aku akan bagi-bagi pulsa sebanyak 20 ribu untuk 15 orang pemenang. Bagaimana aturannya? akan aku beritahu besok pagi ya!.
Ah iya ada rekomendasi lagi nih, mampir dulu, semoga suka!
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hubungan terlarang dengan sang kekasih yang berbeda keyakinan.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cintai, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tetapi semua berubah ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
__ADS_1
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau kandas di tengah jalan? Mana yang akan terjadi?