Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
81. Hari Bahagia Fajri


__ADS_3

Setelah sarapan, Fajira mengantarkan Fajri untuk berangkat ke sekolah. Pria kecil itu masih di antarkan oleh pak Sakti karna irfan sangat tidak mungkin untuk di tinggal.


"bunda" Panggil Fajri ketika mereka berjalan keluar dari kamar.


"iya sayang"


"kemarin Aji di pilih sama bu Rully untuk ikut lomba tingkat kota, apa boleh?" tanya Fajri menatao Fajira dengan jantung yang bergemuruh.


"boleh sayang, Memang kapan lombanya?"


"dua minggu lagi Bunda. Kemungkinan Aji juga akan pulang terlambat karna ada pelajaran tambahan untuk persiapan lomba" ucap Fajri tersenyum


"ya sudah, hati-hati ya. Kasih Bunda kabar terus, biar Bunda gak risau ya nak. Bekalnya sudah Bunda siapkan di dalam tas. Nanti kalau lapar lagi..."


"beli makanan yang sehat dan bergizi" potong Fajri.


"pintar anak bunda ini"


"kan sebentar lagi mau jadi abang" ucanya bangga


"Duh Bunda jadi semakin gemas sama Aji, Hati-hati ya nak. maafin Bunda ya belum bisa mengantarkan Aji. Kasihan ayah belum bisa Bunda tinggal,"


"iya Bunda Aji paham. Aji pergi dulu bidadariku," Fajri mengecup tangan Fajira lembut.


"Dede abang pergi sekolah dulu ya, sayang. muach" Ucapnya pamit kepada calon adiknya dan mengecup perut rata Fajira.


"iya abang, semangat sekolahnya" ucap Fajira menirukan suara anak kecil lalu tersenyum.


"dada bunda" ucap fajri melambaikan tangannya


"dada sayang"


Fajira menunggu mobil yang membawa Fajri hilang dari pandangannya. Setelah itu ia kembali ke kamar dan melihat kondisi irfan bagaimana. Terkadang Fajira merasa kasihan kepada suaminya yangbsetiap pagi harus mengalami mual yang cukup parah, namun satu sisi ia juga merasa bahagia, karna kata orang jika suami ikut merasakan ngidam, bisa jadi ikatan suami dan istri itu kuat atau bisa jadi rasa cinta dan sayang suami melebihi rasa yang di berikan oleh istri.


ddrrtt... ddrrtt...


ponsel Fajira berdering menandakan adanya panggilan masuk, Ia melihat di sana Riska tengah menatapnya.


"Halo Ris"


"halo kak?, Apa hari ini kakak gak masuk lagi?"


"sepertinya pagi ini aku gak datang, soalnya mas Irfan lagi mabok"


"eh mabok gimana kak?"


"hehe aku lagi hamil Ris, jadi Mas Irfan yang merasa ngidamnya"


"uwaaaah selamat kakak. Aduh aku terharu ini. sehat-sehat ya kakak sama Dede bayinya" ucap Riska histeris.

__ADS_1


"iya Ris, terima kasih. kakak sama Dede bayinya sehat, cuma ya ayahnya saja yang tepar"


"oalah... pasti lucu ya, kalau Pak Irfan yang terkenal arogan itu jadi manja sama kakak" gelak Riska.


"hehe iya Ris dia terlihat mengemaskan dengan wajah tampannya itu"


"Aduh kakak aku jadi pengen nikah jugaaa" Rengek Riska.


"hehe... kuliah betul-betul dulu baru nikah"


"iya kak, Ah iya kemarin Ibu Risma bilang, kalau kakak sering gak masuk nanti susah kalau mau tamat 3 tahun kak"


"kapan ibu Risma ngomong Ris?"


"kemarin sore kak"


"Gimana ya, Aku pengen tamat cepat. Tapi melihat kondisi sekarang, Aku takut kelelahan aja sih. Apalagi mas Irfan juga gak bisa jauh dari aku"


"iya juga sih kak. Terus bagaimana selanjutya kak?"


"Mungkin Aku akan ngambil yang 3.5 tahun aja Ris. Tapi kalau seandainya bisa tamat 3 tahun ya aku usahakan"


"semoga bisa ya kak. Aku cuma mau nyampein itu aja, bentar lagi dosen masuk kak"


"iya Ris, terima kasih ya. Nanti kak kirim surat izin lagi ke kamu"


"iya Ris"


tut...


Fajira menghela nafas beratnya. Ia sangat ingin tamat dalam waktu 3 tahun, namun jila tidak ada rezeki untuk tamat cepat ya mau di apakan lagi, toh dia sudah bahagia saat ini.


Sambil menunggu Irfan yang masih terlelap, Fajira memilih untuk mengerjakan tugas kuliah yang sudah menumpuk karna waktunya yang terkuras habis untuk meladeni suami mesum yang tengah terbaring lemas di ranjang.


"haihh... Aku masih bingung sama kamu mas, Sekarang aja lemas seperti gak bertulang, nanti kalau aku ajak huhah huhah semangatnya luar biasa. Hehe" ucap Fajira geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya.


"tapi sayang juga kalau misalnya aku tidak mengambil kesempatan untuk tamat dalam waktu 3 tahun, dannsekarang akubsudah berada di tahun ke dua. Apa bisa terkejar ya? huft.. Nak, bantu bunda ya sayang, yang anteng ya" Fajira mengelus lembut perut rata tuan tersenyum.


"lima anak? apa aku kuat ya, hehe"


Bagaimanapun Fajira adalah seorang istri yang ingin memberikan kebahagiaan kepada suaminya. Tanpa ia sadari jika Irfan sudah terbangun dan menatap Fajira sambil tersenyum. Perlaha ia berjalan ke arah fajira dan memeluknya dari belakang.


"Aku gak akan membebani kamu untuk melahirkan anak sebanyak itu, sayang. Yang penting kamu ikhlas mengandung anakku dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang" ucap Irfan lirih dan tersenyum, Tak lupa ia mengecup pundak Fajira lembut.


"ma-mas, kamu sejak kapan bangun" ucap Fajira gugup dengan wajah yang merona.


Apa Mas Irfan mendengar ucapanmu tadi ya? duh malu banget ini huaa. Bathin Fajira menjerit.


"Aku terbangun karna mendengarkan suara merdu dan mendayu sambil terkikik sendiri. Bicara sendiri sambil menghayal"

__ADS_1


"ihh... Apa Mas sudah lebih baik?" tanya Fajira sambil memegang wajah Irfan yang masih bersandar di bahunya.


"sudah sayang, Sepertinya aku harus mengganti body lotion dan parfum sampai ngidam ini berakhir"


"Mana yang kamu nyaman saja Mas. istirahat lagi sana, Aku mau menyelesaikan tugas dulu"


"temenin"


"ya sudah"


Fajira kembali menemani Irfan tidur dan beristirahat. Namun bukan Irfan yang tertidur malah ia yang lebih dulu terlelap dalam pelukan hangat itu. Pria tampan itu terkiki geli mendengar dengkuran halus dari Fajira.


"tidurlah sayang, kamu pasti capek mengurus semua kelakuanku. Terima kasih atas kesabaranmu selama bersamaku" Irfan mengecup kening Fajira dengan lembut dan tersenyum kaku terlelap menyusul Fajira.


🌺🌺


Sementara di sekolah, Fajri berjalan menuju kelasnya sambil tersenyum dan memancarkan rona bahagia di wajahnya.


"Pagi kak Hanna" sapa Fajri kepada gadis kecil yang lebih tua 4 tahun dj atasnya.


"eh, hai Fajri. Gak sedih lagi nih?" tanya Hanna yang melihat Fajri tersenyum manis.


"hehe, udah gak sedih kak. Soalnya Aji mau punya Dede bayi" ucapnya antusias


"Waaah, Selamat ya. Apa Bunda Aji sedang hamil?"


"iya kak. Tapi Ayah Aji yang Ngidam. makanya ayah sakit seperti itu setiap pagi. hehe" Ucapnya terkikik geli.


"wah, Selamat ya Aji. Ciee yang sebentar lagi mau jadi abang" ucap Hanna meledek Fajri.


"hehe. Iya kak" Fajri merona dan tersenyum senang.


"Ah iya apa Aji sudah bertanya kepada bunda tentang lomba itu?"


"eh iya, Sudah kak, kata Bunda Aji boleh ikut"


"wah, pasti sekolah kita bakalan menang"


"iya kak, semoga saja sekolah koIta menang"


Mereka berbincang banyak hal, hingga guru datang dan memulai pembelajaran pada pagi hari yang bahagia itu.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


TO BE CONTINUE


Mulai hari ini author akan crazy up 3 episode sampai akhir bulan ya gais.


Jangan lupa dukung author terus dengan cara terbaik dari readers semua. Berkah selalu πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2