Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
125. Makan Malam


__ADS_3

"tunggulah disini sampai waktu makan malam, kak Ray" ucap Fajira ketika melihat Ray hendak pulang dari kediamannya.


"Maaf, nyonya, saya..."


"Aku tidak menerima penolakan, kak! dan berhenti memanggilku dengan sebutan seperti itu!" ucap Fajira tegas.


"baiklah." pasrah Ray ketika Fajira sudah berkata tegas.


Fajira memang memperlakukan Ray seperti seorang kakak, bukan seperti asisten dan Istri atasan biasanya. Karna itulah Ray merasa nyaman jika berbicara dengan ibu hamil itu.


Beruntung Irfan tidak melarang mereka untuk berkomunikasi, namun di garis bawahi, jangan sampai melewati batas yang seharusnya.


Fajira sudah memasak bersama Riska, gadis manis yang tidak menyadari kehadiran Ray di dalam rumah itu. Ia begitu bersemangat mempelajari berbagai masakan yang ia buat bersama dengan Fajira.


"Kak, habis makan malam Aku pulang, Ya! aku baru ingat kalau ada tugas untuk besok," ucap Riska yang tengah menyusun hidangan makan malam nanti.


"iya, Tapi nanti kamu pulang di antar saja ya, jangan pulang sendiri. Ntar malah seperti waktu itu lagi, ada yang mengikuti kamu!" ucap Fajira serius.


Namun di dalam hatinya ia terkikik geli karna mengetahui siapa yang tengah mengikuti adik angkatnya itu.


"ih kak, jangan di ingatkan lagi tentang itu! Aah aku jadi takut pulang ihh!" rengek Riska.


"hehe, makanya nanti waktu pulang kamu di antar saja, atau kamu mau tidur disini?" ucap Fajira menawarkan.


"gak lah kk, tugasku bagaimana kalau aku tidur disini. Mana bahannya ada di kost semua lagi!" keluhnya.


Ibu hamil itu hanya menggeleng melihat kelakuan Riska yang masih terlihat seperti anak-anak


Malam ini Fajira memasak beberapa makanan yang sangat menggugah selera bagi siapa saja yang melihatnya. Ada Seafood Bakar, Udang Goreng Krispy yang menjadi makanan wajib untuk Fajri, Randang, Ayam Pop, Capcay, Ayam Rica-rica dan sayur asem sebagai pelengkap menu makan malam kali ini.


"Aduh aku udah lapar kak, ini enak-enak semua!" ucap Riska yang sudah ngiler melihat hidangan yang seolah memanggilnya untuk segera dicicipi.


"iya, itu seafood dan udang untuk aku dan Fajri, Randang dan ayam pop kesukaan Mas Irfan dan Mama, Kamu suka ayam rica-rica kan? Kak Ray juga!" ucap Fajira menerangkan satu-persatu menu yang ada di sana.


deg...


A-apa dia juga akan ikut makan malam disini? Ya tuhan jangan sampai! Pasti aku akan grogi dan langsung kenyang nanti, huaa!. Jerit Riska di dalam hati.


"gak usah kaget gitu Ris, kak Ray memang sering makan malam disini kok! Kamu aja yang nolak terus kalau aku ajak,"


"yang benar kak?" mata polos itu mencari sedikit kebenaran dari manik mata ibu hamil itu.


"iya!"


Fajira kembali memastikan jika hidangan malam ini sudah lengkap. Hingga Fajri datang bersama Ray yang tengah menggendongnya.


"Bunda, Aji haus!" ucap Fajri.


Riska menoleh, seketika jantungnya berdegup lebih cepat, ia merasa kesulitan untuk bernafas ketika melihat Ray dengan santai berjalan mendekat ke arahnya.


Ganteng banget!. Bathin Riska termagu bahkan ia tidak lagi mendengar panggilan Fajri yang sudah ada di hadapannya.


"ONTY!" Teriak Fajri mengagetkan gadis manis itu.


"eh iya, nak? ada apa, sayang?" ucap Riska gelagapan.

__ADS_1


"Aji haus onty. Bunda tadi ke kamar mandi," ucap Fajri cemberut.


"se-sebentar ya, sayang. Onty ambilkan dulu" ucap Riska berjalan mengambilkan Fajri air dan menyerahkannya.


Tangan mulus itu bergetar dan terlihat jelas dari riak air yang ada di dalam gelas itu. Ray hanya bisa terdiam sambil tergelak di dalam hati.


Lihatlah ekspresinya yang sangat mengemaskan. Ahh rasanya aku ingin mencium bibir yang terlihat pucat itu agar bisa kembali merona. sabar Ray! sabar!. Bathin Ray gemas melihat Riska.


"Apa onty sakit?" tanya Fajri sambil menerima air yang di ambilkan oleh Riska.


"onty baik-baik saja, sayang. Apa Aji butuh yang lain?"


glek...


"Ahh. Segarnya!" ucap Fajri setelah kerongkongannya sudah terasa basah.


"terima kasih onty. Aji mau udangnya satu boleh?"


"boleh, sayang" Riska mengambilkan Fajri satu potong udang krispy dan memberikannya kepada Fajri.


Mereka layaknya sebuah keluarga kecil yang tengah berbahagia. Tanpa mereka sadari, Fajira sudah keluar dari kamar mandi dan menyaksikan ke uwu an yang terjadi di antara rey dan Riska.


...🌺🌺...


Disini lah mereka, duduk saling berdampingan dengan suasana canggung yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Fajira mengatur tempat duduk makan malam saat ini dengan sangat baik.


Irfan dan Fajri duduk di sisi kiri dan kanannya, Mama duduk di samping Fajri. Sementara di seberang meja, Ray dan Riska duduk berdua dengan rasa gugup yang kian mendera.


"Ayo di makan, Ris, kak Ray! kenapa hanya bengong saja?" Ucap Fajira menahan senyumnya.


"iya, Ji" balas Ray.


Dengan wajah yang bersungut bercampur malu Riska membebanikan diri untuk menawarkan bantuan kepada pria tampan itu.


"Hmm, om sini aku ambilkan!" ucap Riska mengambil sendok nasi yang tengah di pegangnya.


Semua orang melotot mendengar panggilan Riska kepada Ray, termasuk empunya nama sendiri.


Ap-apa? dia memanggilku dengan sebutan Om?. Bathin Ray terkejut dengan mata yang melotot.


Aduh Ris, kenapa kamu malah manggil kak Ray, om sih!. bathin Fajira mendesah berat.


Riska dengan canggung mengambilkan Ray satu piring nasi lengkap beserta lauknya.


"sudah cukup nona!" ucap Ray sungkan.


"ini, Om!"


"te-terima kasih,"


Riska juga mengambil makanan untuknya. Fajira dan yang lain hanya menggeleng menatap dua orang yang sedang .engalami situasi canggung itu.


"makan dulu, sayang!" ucap Fajira Menyuapkan Fajri satu sendok nasi.


Ia terus menyuapi Fajri dan juga melayani Irfan. Hingga ia pun melupakan makanannya.

__ADS_1


"Kamu juga harus makan, sayang! kebiasaan deh!" ucap Irfan menyodorkan satu sendok nasi lengkap di hadapan Fajira. Ibu hamil itu tersenyum manis dan memakan suapan itu.


Hap...


"enak, Mas" Fajira berbinar senang.


Walaupun hanya mendapatkan suapan dari Irfan, itu adalah satu hal yang paling membahagiakan bagi ibu hamil itu. Ia merasa lebih di perhatikan dan sangat di sayang.


Irfan, fajri dan Fajira makan dengan suasana yang sangat romantis, di baluri dengan kasih sayang. Berbeda dengan dua orang yang berseberangan. Mereka hanya bisa menjadi penonton dari kisah romantis antara Fajira dan Irfan.


"Kamu mau saya suapi juga?" celetuk Ray sambil berbisik ke arah Riska.


"eh, gak lah om! Malu, lagian kita juga gak terlalu kenal" bisik Riska.


"apa harus kita mencoba untuk menjalin hubungan agar saya bisa menyuapi kamu?" ucap Ray santai.


deg...


"jangan bicara sembarangan! itu mustahil tau gak!" ketus Riska dan kembali memakan makanannya.


Apa dia marah? kenapa dia ketus seperti itu? Apa ada yang salah dengan ucapanku? ahh sudahlah nanti saja aku bahas hal ini!. bathin Ray berdialog.


Makan malam berlangsung dengan suasana yang romantis, terkesan hidup dan berwarna, karna perlakuan hangat irfan dan Fajira sangat berperan di sana. Sehingga rasa canggung itu perlahan menguap dan digantikan dengan perasaan senang ketika menyadari kesempatan seperti ini cukup langka.


Mereka makan dengan lahap hingga semua menu pada hari ini tandas tanpa bersisa.


"Hah,,, hah,,, udah Bunda, Abang kenyang!" keluh Fajri ketika Fajira memberikan suapan terakhir kepadanya.


"satu lagi sayang" ucap Fajira.


"udah kenyang bunda! Gak kuat lagi! nanti beratnya meledak!" rengek Fajri.


"Ya sudah sini untuk ayah saja" ucap Irfan.


"gak mau! ya udah aaa Bunda!" ucap Fajri membuka kembali mulutnya.


"Gitu dong, gak boleh mubazir sayang!" ucap Fajira tersenyum.


Setelah selesai mereka segera beranjak menuju ruang keluarga untuk berbuncang ringan. Hingga Riska memilih untuk segera pulang karna takut pulang kemalaman.


"Kak, aku pulang dulu ya"


"ya sudah, hati-hati. Bentar kakak panggilan Pak sakti dulu"


"Biar sama saya saja, Ji" tawar Ray dan membuat Riska menoleh, pandangan mereka bertemu namun Riska segera memutuskannya.


"ide yang bagus! Tolong antar Riska sampai kontrakannya ya kak" ucap Fajira tersenyum penuh arti.


"Siap! Ayo kita pulang sekarang." ucap Ray dengan bibir yang tersenyum tipis.


🌺🌺🌺


To be continue


Jangan lupa tinggalkan jejak gais.

__ADS_1


"kasih Aji bunga dong onty onlen, biar Aji bisa cepat sembuh. hehehe Maaci 😍" ucap Fajri dengan merona wkwk



__ADS_2