Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
152. Peresmian Rumah Sakit (S1 End)


__ADS_3

Satu minggu berlalu, saat ini Irfan dan Fajira tengah berbaring dalam keadaan naked setelah pertempuran panas mereka untuk yang pertama kali setelah Fajira melahirkan.


Pria tampan itu tersenyum puas, akhirnya setelah sekian purnama ia bisa merasakan kembali goa suci yang penuh dengan kenikmatan milik Fajira itu.


"Sayang, besok ikut sama aku ya, Kita akan pergi ke suatu tempat!" ucap Irfan setelah nafasnya stabil.


"kemana, Mas?" tanya Fajira menengadah menatap Irfan lekat dengan mata sayunya.


"Ke suatu tempat, besok kamu akan tau!" ucap Irfan tersenyum dan melayangkan kecupan di wajah Fajira tanpa pernah merasa puas.


Mereka terlelap setelah memastikan Ivanna dan Fajri sudah terlelap dengan nyaman.


🌺🌺


Keesokan harinya, Fajira bingung dengan permintaan Irfan yang sangat aneh, mereka memakai baju couple yang terbilang mewah. Namun karna ia tidak ingin mengacaukan rencana suaminya, Fajira hanya bisa pasrah mengikuti arahan yang diberikan oleh pria tampan itu.


Apa Mas Irfan menyiapkan kejutan ulang tahun untukku?. Yang benar saja! aku sudah tua untuk merayakan sebuah pesta ulang tahun !. Bathin Fajira menerka.


Fajri dan Ivanna tinggal di rumah bersama dengan Mama dan Ibu. Fajira semakin mengernyit, apa sebenarnya yang akan di lakukan oleh suami tampannya ini.


Irfan, Fajira dan Papa segera berangkat menuju gedung rumah sakit yang terlihat aesthetic di mata setiap orang yang memandangnya. Fajira tertegun melihat gedung putih yang di padukan dengan warna hijau yang terlihat menyegarkan mata.


Mereka segera menuju ke loby rumah sakit, di sana sudah terlihat tamu udangan dalam jumlah yang banyak sudah duduk di tempat yang tersedia.


MC membuka acara dengan sangat meriah, ia menceritakan bagaimana sejarah rumah sakit ini berdiri, dan apa saja perlengkapan yang ada di dalamnya nanti.


"Dengan ini kami meresmikan rumah sakit pertama Dirgantara!"


Sreet...


Pita itu di gunting oleh Irfan dan Fajira langsung. Sungguh ini berada di luar nalar perempuan cantik itu.


Bagaimana bisa Mas Irfan membuat rumah sakit ini dalam waktu singkat?. Bukankah ini terlalu berlebihan untuk sebuah acara ulang tahun?. bathin Fajira bertanya-tanya.


"Rumah sakit ini, merupakan hadiah ulang tahun untuk Nyonya Fajira. Kedepan Beliau akan memimpin rumah sakit ini dengan beberapa orang staf ahli lainnya!" begitulah ucap MC setelah acara pengguntingan pita


"Mas, kamu jangan bercanda! ini gak lucu!" ucap Fajira sambil melotot kearah pria tampan itu.


"Aku gak lagi bercanda sayang, Semua ini memang untuk kamu! bukankah kamu ingin mendirikan rumah sakit untuk membantu masyarakat kalangan mengah kebawah? Aku hanya berusaha untuk mewujudkan cita-cita kamu selagi aku mampu!" ucap Irfan menggenggam tangan Fajira lembut.


"Mas!" seru Fajira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku tidak menuntut balasan yang setimpal, Sayang!. Aku hanya ingin kamu selalu setia berada di samping, menemaniku hingga kapanpun!" ucap Irfan tersenyum.


Ini sangat membuat Fajira terkejut, ia masih berusaha untuk menerima apa yang sedang terjadi. Rumah sakit sebagai hadiah ulang tahunnya? apa tahun depan ia bisa memiliki pabrik mobil jika ia mengatakan ya kepada irfan? Barangkali bisa terjadi. Sepertinya tidak ada yang sulit bagi pria tampan itu.


"selamat ulang tahun, Sayang. Terima kasih karna kamu sudah memberikan aku banyak kebahagiaan hingga detik ini!" Irfan berkaca-kaca, ia hanya bisa mengecup kening Fajira dengan lembut dan memeluknya.


"Kita saling memberikan kebahagiaan, Mas! Terima kasih banyak untuk hadiah besar yang kamu berikan untukku. Tapi aku merasa belum mampu untuk mengelola rumah sakit ini. Apa kamu tidak memiliki Stok pimpinan untuk menggantikan posisiku?" ucap Fajira terharu dan membalas pelukan Irfan.


"Ya, Aku punya, sayang! tapi mereka lebih memilih untuk menjadi wakil dan asistenmu!" Irfan terkekeh mendengar perkataan istrinya.

__ADS_1


"Hah?, Siapa mereka?" tanya Fajira mengernyit.


Ia melihat seorang wanita yang sudah sangat lama tidak ia jumpai.


"Kakak?" pekik Fajira melihat seorang gadis yang sangat cantik berjalan ke arahnya.


"Hai Fajira masih ingat aku?" ucapnya.


"Masih, kak. Aku masih mengingatmu! kakak kemana saja?" tanya Fajira memeluk gadis itu.


"Aku menyelesaikan studiku ke luar negeri, jadi pantang pulang sebelum selesai! Wah udah lahiran ya?" ucap Annisa


"iya kak, Terima kasih karna waktu itu kakak mau menolongku!" ucap Fajira.


"sama-sama, Ji! Ah iya bagaimana kabar bajing'an itu? Apa dia masih bersikap kasar kepadamu?" ucap Annisa melirik abang sepupunya.


"gak kak! Mas Irfan sudah banyak berubah saat ini. Hmm kata Mas Irfan kakak yang akan menjadi wakil pimpinan rumah sakit ini?" tanya Fajira.


"iya, Aku yang akan menjadi wakil kamu! haha" Annisa tertawa pelan.


Ia sangat tidak menyangka jika Fajira dan Irfan memilih untuk bersatu. Ia juga sudah mendengar banyak hal tentang mereka, terutama Fajri dan Ivanna.


Irfan mengajak Fajira masuk kedalam rumah sakit itu untuk melihat keadaan yang ada di dalamnya.


Mata Fajira kembali berkaca-kaca ketika mengingat sesuatu. Ia menatap Irfan tidak percaya, ia sangat hafal dengan Design rumah sakit ini.


"Mas?"


"Kamu dapat Designnya dari mana?" tanya Fajira tercekat.


"Aku mendapatkannya dari Papa, sayang! beliau mendapatkannya di rumah orang tua kamu. Saat Papa dan beberapa orang bawahannya mencari petunjuk tentang keberadaan kamu, Papa menemukan design rumah sakit ini!" ucap Irfan mengusap air mata Fajira yang sudah mengalir.


"Terima kasih, Mas! Terima kasih!" Fajira terisak di dalam pelukan Irfan.


"Apapun untuk kebahagiaan kamu dan anak-anak kita, sayang!" Ucap Irfan.


Mereka berkeliling untuk melihat keadaan rumah sakit itu sambil sesekali berkenalan dan berbincang dengan para tamu undangan.


Setelah acara selesai, Irfan segera mengajak Fajira pulang, karna ia melihat istrinya sudah terlihat kelelahan.


"Mas, terima kasih, karna kamu sudah mewujudkan mimpiku!" ucap Fajira tersenyum sambil menggenggam tangan Irfan.


"Aku sudah bilang, Apapun akan aku berikan untuk kamu dan keluarga kita!"


Mobil melaju membawa mereka menuju pulang. Fajira mengernyit ketika tidak mendapati siapapun di dlan rumah mewah itu.


"Mas, kemana semua orang?" yabuy Fajira.


Namun ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari suaminya. Fajira mengernyit, Irfan malah menghilang.


"Mas?, Fajri? Mama? ibu?" panggil Fajira, namun ia tidak mendapatkan jawaban apapun.

__ADS_1


Ia terus mencari keberadaan penghuni rumah sambil berkeliling. Dapur kosong, kamar juga kosong, ruang keluarga apalagi.


Matanya mengerjab menatap halaman belakang yang sudah dihiasi oleh balon, pita dan sebuah kue ulang tahun yang cukup besar. Fajira melangkah dengan perlahan menghampiri meja bundar itu dengan tersenyum haru.


Ia melihat tulisan 'Happy birthday, Bunda' terukir indah di atas kue ulang tahun yang terlihat sedikit berantakan itu.


"Happy birthday, bunda" ucap Fajri lembut yang sudah berdiri di belakang Fajira.


Wanita cantik itu berbalik. Ia tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca melihat pria kecilnya membawa satu buket bunga mawar segar.


"Terima kasih, sayang!" Fajira berjongkok dan mengambil bunga itu dari tangan Fajri.


"Selamat ulang tahun, Bunda. Semoga Bunda selalu sehat dan bisa menemani Aji dan Dede sampai tua nanti. Aji... Aji sayang Bunda sampai kapan 'pun!" Ucap Fajri menangis di dalam pelukan Fajira.


"Bunda juga sayang Aji, nak! sayang banget!" Mereka berpelukan.


"sekarang, kita merayakan ulang tahun gak hanya berdua saja Bunda. Ada Ayah dan Dede juga!" ucap Fajri.


Irfan keluar dari persembunyiannya bersama dengan Ivanna yang sudah terlihat sangat cantik.


"Ada Oma, Opa dan nenek!"


"ada onty Riska dan om Ray!"


"Ada uwak dan keluarganya!"


Mereka semua keluar satu persatu, berikut dengan para ART dan driver yang ada di rumah itu.


Air mata Fajira tidak lagi terbendung melihat semua orang yang hadir pada hari ulang tahunnya.


Secara bergantian mereka memeluk Fajira mereka satu persatu, dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada wanita hebat itu. Mereka begitu bersyukur karna semenjak kehadiran Fajira dan Fajri. rumah mewah itu menjadi hangat dan penuh dengan kebahagiaan.


Tuhan, terima kasih banyak atas apa yang telah engkau berikan hari ini. Panjangkanlah umurku agar aku bisa menemani mereka hingga kapanpun. terima kasih. Bathin Fajira berusaha untuk menahan harunya.


Kejutan demi kejutan tak henti mendatanginya. Hari ini terasa begitu spesial, Karna tanpa sengaja Fajira melihat bayangan orang tua dan adiknya berdiri di dekat pintu masuk. Tersenyum dengan indah dan memancarkan aura yang begitu menenangkan.


Ayah, Bunda, adek. aku sudah mendapatkan kebahagiaanku! Beristirahatlah dengan tenang di alam sana!.


Ingin rasanya ia menjerit mengejar bayangan itu, namun ia tidak ingin merusak hari bahagia ini. Ia hanya bisa memesannya sendiri berselimutkan kebahagiaan.


...Season 1 Tamat...


🌺🌺🌺


Sebenarnya masih ada beberapa part lagi, namun aku sudah tidak sabar menulis bagaimana Fajri besar nantinya.


Aku akan membuat Season 2 di sini saja gais. Gak banyak mungkin sekitar 60 chapter lagi.


Sesuai dengan keinginan readers, aku akan membuat Fajri dan Ivanna besar dengan keposesifan tingkat tinggi. Serta kita akan melihat apa yang bisa di lakukan oleh Ivanna. Apakah ucapan Fajira tempo hari terwujud? atau bahkan lebih gila?.


Yuk dukung terus ceritaku, jangan lupa beri hadiah untuk ulang tahun Fajira gais, wkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

__ADS_1


__ADS_2