
"Baiklah, lanjutkan!" ucap Safira dengan emosi.
"Surat wasiat, ini di tulis pada tanggal xx bulan xx tahun xx. Kepada Anak-anak dan cucu-cucuku, Ayah meninggalkan begitu banyak harta benda yang belum aku serahkan kepada kalian, Tolong jangan ada yang bertengkar setelah ini, dan biarkan aku hidup dengan tenang di sisi tuhan. Pembagian untuk anak dan cucu tertuaku, bla bla bla," ucap Pak Mina menjelaskan pembagian harta untuk anak cucunya.
"Untuk Safira, cucu kakek. Mungkin semua ini terlambat ketika kami menemukanmu. Namun ketahuilah, kakek begitu mencintaimu semenjak kamu berada di dalam kandungan. Tumbuhlah dengan baik setelah ini, sayang. Kakek yakin, jika suamimu adalah laki-laki yang tepat dan akan menjagamu hingga maut memisahkan kalian," ucap Pak Mina memjeda kalimatnya.
Safira hanya terdiam dengan air mata yang mulai menetes.
"Mungkin harta tidak akan bisa membayar semua kasih sayang yang telah terlewati. Namun, kakek sudah menyiapkan beberapa warisan untuk kamu. Ada sebuah villa dan beberapa resort di daerah maluku dan papua, itu sudah atas nama kamu, nak!. Saham 30 persen yang ada di T-group sudah di alihkan atas nama kamu juga. Rumah mewah ini juga akan diberikan kepadamu! Tolong terima semua pemberian kakek. Maaf karna kakek tidak bisa memberikan kasih sayang kepada kamu dengan utuh seperti sepupumu yang lain. Kakek mencintaimu, sungguh benar-benar mencintaimu! salam sayang kakek untuk semua anggota keluarga!" Ucap pak Mina.
Setelah pembacaan surat wasiat, wajah kakak dan adik Andika berubah masam sambil menahan emosi. Mereka sangat tidak terima dengan apa yang tertulis di sana. Apalagi Safira yang masih terasa asing di dalam keluarga mereka.
Dengan Keputusan sang kakek, Safira menjadi pemegang saham terbesar ke dua setelah ayahnya yang memiliki 35 persen saham di dalam T-Group. Ia bahkan bisa langsung menjadi Presdir, ketika Andika juga ikut menyerahkan sahamnya kepada Safira. Dan jika di total, ia akan mendapatkan saham sebanyak 65 persen.
"Apa bisa kami mengajukan banding? 30 persen itu saham yang sangat besar, pak! Saya juga menginginkan sebagian saham itu untuk anak-anak saya! Sementara, Andika sudah memiliki Saham paling besar di antara yang lain!" ucap kakak pertama Andika tidak terima.
"Maaf, Tuan besar mengatakan jika tidak ada satupun anggota keluarga yang bisa menentang keputusan beliau. Surat ini juga sudah di tanda tangani oleh beberapa Hakim di pengadilan, dengan isi surat, jika tidak ada satu orangpun yang bisa mengugat harta warisan milik, Nona Safira!" ucap Pak Mina menyerahkan beberapa bukti.
Mereka hanya bisa menahan kesal, sementara Andika bisa tersenyum lega, karna apa yang di takutkannya tidak terjadi. Yaitu, hak milik Safira di renggut dengan mudahnya.
Ternyata, Ayah memang adil. Aku akan memberikan semua saham untuk Safira agar dia bisa membuktikan pada dunia, jika ia pantas bersanding dengan, Tuan Fajri. Walaupun masih jauh dari kata layak. Tuhan, Aku bersyukur memiliki menantu sehebat pemuda ini, berikan dia kesehatan agar dia bisa menjaga putriku sampai tua nanti. Batin Andika menatap Fajri dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terima kasih banyak karna bapak sudah membacakan isi surat wasiat dari kakek. Tapi saya merasa tidak pantas untuk menerima itu semua, karna saya hanya orang baru di sini!" ucap Safira.
"Sayang, apa kamu ingin kakek sedih mendengar ucapanmu?" sanggah Andika.
"Tapi, Pa!"
"Terima saja, sayang. Berarti kakek memang lebih percaya kepada kamu untuk mengelola beberapa harta miliknya!" ucap Fajri tersenyum penuh arti sambil mengusap wajah Safira yang sudah penuh dengan air mata.
Tanpa berucap sepatah katapun, Kakak tertua dan adik Andika segera keluar dari ruangan itu dengan hati yang kesal, di ikuti oleh anak dan istrinya.
Tinggal lah Safira dan keluarganya di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Pa, sepertinya mereka kesal dengan ku!" ucap Safira lirih.
"Memang, mereka memang kesal, inilah alasan kenapa kakek memilih kamu untuk memiliki saham yang ada di perusahaan. Papa harap kamu bisa belajar banyak tentang bisnis, sayang!" ucap Papa Andika bernafas lega.
"Pa, aku hanya seorang petani, gak mungkin bisa menguasai bisnis papa yang sudah hampir merambat ke dunia!" ucap Safira.
"Apa kamu melupakan aku, sayang?" ucap Fajri cemberut.
"Maksud kamu apa, Mas?" tanya Safira mengernyit.
"Pa, sepertinya Putrimu menikahi orang biasa yang hanya bisa bekerja serabutan!" ucap Fajri mendelik.
Safira mulai paham dengan ucap Fajri, ia tersenyum manis sambil menatap suaminya. Ia melupakan identitas Fajri untuk sesaat.
"hehehe, maafkan aku baginda raja, Aku hanya lupa kita sedang berada di mana dan tiba-tiba saja mendapatkan harta yang begitu banyak!" ucap Safira terkekeh.
Hersy hanya tersenyum menatap anak gadis satu-satunya itu. Tak ada hal yang ia inginkan lagi setelah menemukan Putrinya.
"Ma, Pa, besok malam kami harus pulang, karna Safira akan menghadapi ujian semester, mungkin kami akan kembali setelah Safira libut kuliah. Dan saya juga minta maaf, karna Ivanna tiba-tiba saja pulang!" ucap Fajri merasa tidak enak.
"Ya, Semua itu terjadi karna salah, Aji!" ucap Fajri terdiam.
Mereka sedikit berbincang hingga waktu makan siang hampir masuk. Safira bergegas untuk ke dapur dan memasak makanan untuk Fajri. Memang suami tampannya tidak bisa memakan sembarangan. Beruntung Safira sudah belajar banyak hal bagaimana cara memasak makanan untuk Fajri. Tanpa micin dan beberapa bumbu penyedap lainnya.
Hanya masakan sederhana dengan bahan seadanya. Ikan salmon dan beberapa buah kentang. Safira membuat gulai kepala ikan Salmon, tak lupa lalapan sebagai pelengkapnya.
"Sudah jadi Nyonya besar, kok masih masak sih?" sindir sepupu Safira.
"Bunda mertua saya masih masak untuk anak dan suaminya, Padahal dia Nyonya yang lebih besar dari pada saya! Direktur rumah sakit, istri pengusaha kaya dan ibu dari anak yang sangat berpengaruh di dunia. kenapa tidak, jika saya melayani suami dengan baik!" ucap Safira santai.
"Suami juga suami saya! Dia hanya bisa makan, apa yang saya dan Bunda buat!" sambung Safira.
Perempuan itu terdiam, ia begitu kesal dengan Safira yang sudah menggeser tempatnya menjadi cucu perempuan satu-satunya di keluarga itu.
__ADS_1
"Apa kamu yakin, jika Tuan Fajri setia? bukankah setiap brand ambasador dari produknya mengatakan tengah menjalin hubungan dengan, Tuan Fajri? Saya rasa di setiap negara dia memiliki simpanan!" ucapnya memprofokasi.
"Oh ya? Kalau memang, Mas Fajri seperti itu, saya tidak akan mau sama bekasan orang! Tapi saya sering ikut kemanapun suami saya pergi, baik sebelum menikah ataupun sesudah menikah. Dia sudah mengenalkan saya dengan semua hal tanpa ada yang ditutupi. Model papan atas yang pernah mengakui kedekatannya dengan, Mas Fajri? tidak berkutik di hadapan saya! anak pengusaha kaya Eropa? kalah!" ucap Safira bangga.
Perempuan itu semakin tidak berkutik untuk melawan Safira. Tanpa mereka sadari, Fajri sudah berdiri tak jauh dari sana. Ia semakin gemas dengan Safira yang berusaha untuk membela dirinya agar tidak di jatuhkan oleh orang lain.
Ia berjalan mendekat ke arah Safira dan memeluk pinggangnya dengan erat.
"Masak apa, sayang?" tanya Fajri meletakkan dagunya di bahu Safira.
"Ini masak gulai ikan, Mas!" ucap Safira tersentak, namun ia kembali tersenyum sambil mengusap pelan tangan Fajri yang ada di perutnya.
"Nanti suapi aku, sayang!" ucap Fajri manja.
"Memang setiap hari aku ngapain?" tanya Safira terkekeh.
"Aku pikir kamu nanti merasa segan dengan yang lain! Aku kan susah kalau makan ikan!" ucap Fajri manja sambil mengosokkan hidungnya di tengkuk Safira.
"Iya, Mas! aku gak akan lupa dengan itu!" Ucap Safira tersenyum.
Sepupu Safira memilih untuk pergi dari sana, karna usahanya untuk menjatuhkan gadis itu tidak berhasil. Sementara Fajri dan Safira hanya bisa melempar senyuman dan melanjutkan acara memasak itu dengan romantis.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
Udah bab ke 3 ini, semoga gak lama ya reviewnya.
Bolehlah setangkai mawar untuk author π π
wkwkwk canda Bunga π
Aku ada referensi baca lagi nih untuk teman-teman, sambil menunggu anak sultan Update.
__ADS_1
Jodoh adalah rahasia Tuhan. Semua orang tidak ada yang tahu siapa jodohnya di masa depan. Salahkah jika seorang bad girl memiliki cita-cita menjadi istri seorang seorang ustadz muda atau biasa di sebut Mas Ustadz? Apakah pria baik hanya di kirim untuk wanita baik-baik juga? Ya, semua pertanyaan ini selalu berkeliaran dalam pikiran gadis bernama Intan, seorang gadis yang bekerja di salah satu studio tatto di daerah Tangerang selatan. Lalu, apakah Intan dapat menggapai cita-citanya setelah bertemu dengan seorang pria bernama Aji? Yuk, ikuti kisahnya dalam novel 'Surga Hitam'.