Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
184. Apa Yang Akan Terjadi?


__ADS_3

Semua ujian cabang lomba, telah usai. Malam ini, akan di adakan penyerahan hadiah bagi pemenang olimpiade tahun ini.


Ivanna keluar sebagai juara satu dalam cabang lomba, Matematika, sementara untuk cabang lomba IPA, ia tidak masuk ke dalam grand final. Ia menempati urutan ke 5 dari 16 peserta. Namun gadis kecil itu tidak peduli, yang penting ia sudah bisa membawa satu buah medali emas pulang.


Sementara Fajri, ia bisa meraih juara dua dalam cabang lomba matematika, dan juara satu dalam cabang lomba Biologi. Senyuman dua bocil genius itu tidak henti mengembang, karna sebentar lagi ia akan menambah koleksi medali dan sertifikatnya di rumah.


"Selamat malam, Di hari yang berbahagia ini, tidak terasa, empat hari sudah kita mengadakan Olimpiade Sains tingkat Asia. Malam ini kita akan menyerahkan hadiah untuk para pemenang Olimpiade,"


"Mungkin kita sudah tau, siapa yang menjadi pemenangnya, langsung saja kita panggilan adik-adik manis, Siswa-siswi terbaik yang di utus dari negara masing-masing, dan yang pastinya telah membuat orang tua mereka bangga,"


"Lomba ini, dilakukan secara adil tanpa adanya bocoran soal, baik itu kepada anak dari pemilik perusahaan yang menjadi sponsor, maupun anak founder acara ini. Semuanya memang hasil dari kerja keras anak-anak genius kita. Mereka berjuang dengan segala kemampuannya agar bisa mendapatkan juara terbaik dari setiap lombanya,"


Para pemenang lomba di panggil satu persatu di iringi tepuk tangan yang sangat terdengar riuh dari bangku penonton. Para wartawan internasional dari Indonesia, berbondong-bondong untuk meliput hari bersejarah ini. Dua anak genius berdiri di sana dengan wajah yang tersenyum bangga dengan pencapaian mereka.


Perkataan Ivanna beberapa hari yang lalu, tersebar dengan cepat di berbagai negara, Sehingga gadis manis itu viral dengan berbagai macam fakta yang mampu di beberan oleh mereka.


"Beginilah sosok nona muda. keluarga Dirgantara yang selama ini di sembunyikan!"


"Sosok cantik Ivanna yang begitu tegas di usianya yang masih sangat kecil, berhasil mencuri perhatian dengan ucapannya!"


"Tak kalah pintar dari abangnya, Ivanna berhasil meraih juara satu pada olimpiade matematika tingkat Asia tahun ini!"


Begitulah berita yang mencuat ke permukaan beranda sosial media. Banyak orang yang memuji kecantikan gadis manis itu. Fajri dan Ivanna langsung menjadi idola di kalangan masyarakat Noveltoon.


Ponsel mereka tak hentinya berbunyi karna mendapatkan notifikasi dari beberapa akun online shop yang menawarkan berbagaimana endorsment dan kerja sama lainnya.


Setelah pembagian hadiah, Tiba saatnya penutupan acara dimulai. Semua pihak yang telah dipilih menyampaikan sapatah kata untuk mengucapkan selamat ataupun sedikit berbasa-basi. Kali ini, perusahaan Fajri kembali menjadi utusan untuk menutup acara olimpiade nan megah itu.


"kata sambutan, sekaligus menutup acara Olimpiade Sains Internasional ini, oleh Founder PT. FHD Indonesia. yang kebetulan sudah bergabung bersama kita saat ini. Kepada, tuan Fajrianda Hanindyo Dirgantara, selaku donatur terbesar olimpiade kali ini, dipersilahkan untuk naik ke atas panggung!" ucap MC.


Fajri dengan gagah berjalan tegap menaiki satu-persatu anak tangga menuju ke atas panggung bersama Ray. Dengan balutan jas kotak-kotak yang berwarna abu-abu, Ia berjalan dengan senyum manisnya yang tidak akan luntur sedikitpun.

__ADS_1


Semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat. Dengan rasa tidak percaya mereka mengiringi langkah Fajri menuju ke panggung itu.


"Selamat malam!" ucap Fajri tersenyum ketuka sudah berada di deoan podium.


"Saya Fajrianda Hanindyo Dirgantara, Founder dari PT. FHD INDONESIA. Saya merasa sangat tersanjung karna bisa berdiri di sini untuk memberikan kata sambutan sekaligus menutup acara olimpiade sains pada tahun ini" ucap Fajri dalam bahasa Inggris dan menjeda ucapannya.


"Saya harap setelah ini tidak terjadi masalah, karna saya juga terdaftar sebagai peserta Olimpiade. Saya dan adik saya sudah lama mendaftar, jauh sebelum proposal lomba ini sampai ke meja kerja, saya. Lomba kali ini real, tanpa adanya kecurangan, kami sudah menandatangani surat pernyataan dengan matrai, agar tidak ada yang berlaku curang dalam lomba kali ini!"


"Setelah acara ini selesai, peserta lomba bisa mendapatkan bingkisan dari PT. FHD INDONESIA dan Dirgantara CORP, khusus untuk para perserta. Mungkin sudah lama saya berbicara di depan ini. Dengan berserah diri kepada tuhan, acara Olimpiade Sains Internasional Tingkat Asia ini, resmi saya tutup!" ucap Fajri lantang.


Tong,... Tong,... Tong,...


Bunyi gong yang terdengar nyaring di dalam ruangan itu. Fajri turun dengan lambaian tangan kecilnya. Ia terlihat berwibawa dengan dasi kupu-kupu yang bertengger di kerah baju kemeja putih itu. Ia menyalami semua petinggi perusahaan yang berdiri untuk menyambutnya.


Ruangan itu penuh dengan riuh tepuk tangan dan kilatan cahaya kamera yang tak henti mengambil gambar dirinya. Fajri yang ramah, membalas semua sapaan setiap orang hingga ia duduk di samping Irfan yang sudah tersenyum bangga.


"Apa, Abang keren, Ayah?" tanya Fajri tergelak.


Hingga acara selesai, Fajri dan Ivanna di berondong oleh banyak wartawan Internasional untuk di wawancarai. Namun malam sudah larut, Fajri dan Ivanna sudah terlihat mengantuk, sehingga Ray membereskan para wartawan dengan janji akan menjadwalkan konferensi pers untuk Fajri dan Ivanna besok.


Mereka mendesah kecewa dengan keputusan Ray, namun malam ini mereka harus beristirahat, karna besok akan ada berita yang bisa mrnaikkan rating perusahaan mereka, menyiapkan tenaga untuk menunggu jadwal untuk mewawancarai duo bocil genius itu.


...🌺🌺...


Fajira dan Irfan menatap anak-anaknya yang sudah terlelap. Mereka terlihat begitu tenang dengan wajah damainya.


"Bukankah mereka terlihat sangat mengemaskan, Sayang?" ucap Irfan.


"iya, Mas! Gak terasa, mereka sudah besar dan bahkan membuat kita tidak menyangka dengan apa yang anak-anak lakukan dengan umur yang masih kecil!" ucap Fajira.


"iya, sayang! rasanya baru kemarin kita bertemu, Sekarang sudah punya buntut dua!" ucap Irfan tersenyum.

__ADS_1


"iya, apa aku boleh hamil lagi?" tanya Fajira antusias.


"gak!" ketus Irfan sambil menatap Fajira tajam.


"huh, dasar!" Fajira mendengus kesal.


"Habis ini kamu siap-siap, akan banyak hal yang tidak terduga akan terjadi. Nanti jangan kaget, ya!" ucap Irfan serius.


"hal yang tidak terduga?, kamu jangan aneh-aneh, Mas!" ucap Fajira melotot.


"gak aneh-aneh, sayang! itu memang karna anak-anak kita memiliki daya tariknya tersendiri!" ucap Irfan tersenyum.


"jangan sampai anak-anakku kenapa-napa, karna kegilaan yang kamu ucapkan tadi!" ultimatum Fajira tegas.


"justru aku yang takut, jika kamu akan pingsan, sayang!" ucap Irfan.


Ia berpindah dan memeluk Fajira dari belakang. Ia merindukan istri cantiknya ini. Sementara Fajira hanya terdiam sambil mencerna apa yang tengah dikatakan oleh Irfan.


"jangan terlalu di fikirkan, nanti kamu akan tau sendiri!"


Mereka segera beristirahat karna hari ini begitu melelahkan dan juga membahagiakan. Fajira tertidur pulas dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Sementara Irfan ia sudah melalang buana memikirkan langkah selanjutnya yang akan ia lakukan untuk perusahaan Fajri kedepannya.


Ayah yakin, dalam waktu dekat Abang sudah bisa mengalahkan posisi perusahaan Ayah, nak. Sepertinya Ray harus mencari sekretaris tambahan untuk mengatur perusahaan. Bathin Irfan


Setelah puas berfikir, Ia segera beristirahat dengan nyaman di dalam dekapan Fajira.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Apa yang akan terjadi besok gais? yuk koment di bawah πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2