
Hai,...
Alhamdulillah, akhirnya kita bisa menyelesaikan buku pertama Anak Sultan Milik CEO, yang berhasil membuat para pembaca begitu emosional, baik itu marah, sedih, kecewa dan lainnya.
Aku bersyukur karena adanya cerita anak sultan ini, aku bisa mengatakan kepada keluarga dan yang lain, jika aku memiliki sesuatu yang bisa di banggakan. Tentunya tidak lepas dari peran para readers dan author yang berkenan untuk mampir ke ceritaku ini.
Terima kasih banyak. π€
Belajar banyak dari kesalahan dan perjuangan, membuatku bisa menyelesaikan buku ini dengan baik.
Ahh, rasanya masih tidak rela jika Fajri tamat begitu saja, ya walaupun masih ada sambungan di buku berikutnya. Namun pasti feelnya akan berbeda, tetapi jika aku lanjutkan di sini, sangat tidak mungkin karena satu dan lain hal.
Sedikit aku ingin menjelaskan alasan kenapa kenapa Fajri aku buat berumur 2 tahun, karena begitu banyak yang menyayangkan kenapa tidak berumur 4 atau 6 tahun, biar lebih masuk akal.
Sebelum membuat cerita ini, aku sedikit mencari di google, berapa IQ paling tinggi di dunia, hal apa saja yang mereka lakukan, dan bagaimana mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Aku menuangkannya dalam bentuk cerita yang begitu bermain dengan imajinasi dan keinginan, menyuguhkan sesuatu yang memang di luar nalar manusia normal.
Banyak aku temui anak batita yang sudah bisa berbicara layaknya orang dewasa pada umur 1 tahun 5 bulan, bisa berjalan umur 9 bulan. Bahkan bisa berhitung dan mengenal ilmu yang lainnya secara otodidak dalam usia segitu.
Aku membungkusnya dengan kehaluan tingkat tinggi, berusaha membuat pembaca melongo tidak percaya dan berkata "Apa ada anak yang seperti ini di dunia?".
__ADS_1
Jika aku menjawab, Ada! Namun dalam bidang yang berbeda. Bahasa, ilmiah, komputer, perhitungan, bernyanyi, berbisnis. Pasti mereka memiliki satu di antaranya.
Namun Fajri dan Ivanna. Aku membungkus semua kepandaian itu menjadi satu, dengan menarik benang merahnya ini memang benar-benar sosok Anak Genius.
Selain itu, aku juga menghitung, ketika Fajira mendapatkan beasiswa kedokteran. Saat hamil usianya 18 tahun, dan tiga tahun kemudian ia sudah berusia 21, itu batas umur untuk mendaftar reguler di perguruan tinggi. Jika lewat, Fajira tidak akan mendapatkan beasiswa penuh untuk jalur reguler.
Fajri, adalah sosok Abang yang begitu sangat aku inginkan, karena aku anak paling besar dan cucu paling tua. Aku ingin memiliki seorang Abang, yang begitu penyayang dan dekat dengan keluarga. Memiliki sosok pelindung yang mampu untuk melindungi keluarga dengan cara apapun. Yang paling penting, yaitu berbagi tanggung jawab.
Cerita yang aku buat selalu menghadirkan karakter seorang Abang yang memang begitu penyayang seperti Fajri. Namun Apalah daya, kita tidak bisa merubah takdir. Makanya aku menuangkan disini, dengan semua keinginan dan hadapanku.
Sebenarnya, aku tidak ingin menjelaskan hal ini, namun tanganku gatal untuk menulisnya. π
Aku bersyukur, Fajri dan Ivanna mendapatkan tempat di hati masyarakat Noveltoon, walaupun banyak yang berhenti membaca di tengah, tetapi tidak masalah. Yang penting bagi aku, masih ada yang mau membacanya, itu sudah lebih dari cukup.
Semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman dengan pahala yang berlipat ganda. Sungguh, aku tidak akan mampu untuk membalas semuanya. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kecukupan rezeki oleh Tuhan. Aamiin.
Terima kasih banyak! π
Terkhusus kepada guru-guruku, mamak-mamak author yang begitu banyak mengajarkanku bagaimana cara menulis yang baik dan benar, walaupun penulisanku masih jauh dari kata baik.
@Restviani (takdir gintani), @pinkan miliar ( jantung hati sang dokter tampan), @syafridawati (pulau kematian) @reski Muchu kissky (jangan salahkan Takdirku), @tie_tik (surga hitam), @meylani putri putti (istri pengganti tuan muda yang cacat), @dealova (path to god 1 dan 2).
__ADS_1
Mereka tempatku bertanya, gais. Makanya aku selalu mempromosikan karya mereka sebagai bentuk terima kasihku atas ilmu yang mereka berikan.
Untuk komentar positif, komentar yang selalu memberikanku semangat, mempertanyakan sesuatu yang begitu detail, komentar yang memberikan ilmu bermanfaat, komentar yang membuatku menitikan air mata karna Rasa haru.
Terima kasih, aku membaca semua komentar yang teman-teman berikan, walaupun tidak semuanya aku balas. Bahkan tak jarang aku memosting beberapa komentar di medsos pribadiku.
Untuk like, poin, koin dan vote yang begitu banyak, terima kasih. Mungkin pulsa 20k gak akan cukup untuk mengganti semua nya.
Terima kasih banyak ππ.
Sungguh, aku tidak tau bagaimana cara meluapkan rasa terima kasihku kepada teman-teman semua. Semoga tuhan membalasnya dengan berlipat ganda.
Salam sayang, salam cinta dari kami segenap keluarga besar Anak Sultan Milik CEO π€
Tunggu kehadiran cerita Ivanna yang mungkin akan sedikit berbeda dengan cerita Fajri.
Stay safe, Stay healty, Stay tune. ππ
Saaaaaaayang kalian semua πππ
Terima kasih sudah membaca sedikit cuap-cuap author yang tidak penting ini. π π
__ADS_1
Sampai jumpa di buku ku selanjutnya ππ