Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
218. Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Sepeninggal Fajri dan Safira, ivanna segera masuk ke dalam kelas. Mata indahnya menelisik salah satu mahasiswa yang baru ia lihat hari ini. Namun ia tidak mempedulikan laki-laki itu dan segera mencari tempat duduk yang nyaman untuknya.


Siapa dia? kenapa wajahnya begitu familiar dan tidak asing?. batin Ivanna bertanya.


Tak lama dosen masuk ke dalam ruangan dan pembelajaranpun di mulai. Tanya jawab dan perdebatan yang terjadi dengan sengit antara Ivanna dan laki-laki itu, menjadi tontonan yang seru di dalam kelas.


Ivanna seperti mendapatkan saingan baru di kelas. Namun gadis yang super pintar itu tidak akan pernah mau mengalah dengan siapapun. Hingga pelajaran selesai, Ivanna pun tidak ingin memperpanjang masalahnya.


Ia memilih untuk berjalan menuju kantin sambil menunggu Safira di sana. Namun hal yang akan membuatnya kesal, datang begitu saja tanpa bisa ia cegah.


"Hai!" ucap laki-laki tadi.


Ivanna mengernyit dan tidak menghiraukan laki-laki itu.


"Apa masih ingat denganku?" tanya Bryan tersenyum manis.


"tidak!" ketus Ivanna.


"wah, ternyata kamu masih seperti dulu, ketus dan galak!"


"Maaf, sepertinya kita gak kenal!" ucap Ivanna dingin.


"Ayolah, Na. Apa kamu melupakan aku? teman sebangkumu?" ucap Bryan tersenyum.


Siapa dia? teman sebangku? astaga!.


Ivanna melotot, ia menelisik laki-laki yang cukup tampan itu. Bryan, laki-laki yang di anggap bodoh dan ingusan berada di hadapannya lagi saat ini.


"Apa kamu sudah mengingatnya?" tanya Bryan menatap Ivanna lembut.


"Ternyata semakin kamu dewasa, terlihat semakin cantik!" ucap Bryan terpesona.


Blush!


Pipi Ivanna merona seketika mendengarkan pujian dari Bryan.


"wah, ternyata kamu masih suka merona juga! gak papa, itu terlihat sangat cantik dan aku suka!" puji Bryan lagi.


"Ada perlu apa?" tanya Ivanna ketus.


"Mau nikahin kamu boleh?"


"cih! sana tanya sama abangku kalau berani!" ucap Ivanna tersenyum smirk.


Glek!


Bryan langsung terkejut dan kesusahan untuk menelan ludahnya ketika mengingat siapa abang yang di maksud oleh Ivanna.


"kalau misalnya, bang Fajri setuju dan memperbolehkan aku, bagaimana?" tantang Bryan.


"Kamu harus bertemu dengan Ayah saya! siap-siap saja!" ucap Ivanna menantang.


"Okey. katakan pada mereka, aku akan datang malam minggu nanti!" ucap Bryan santai.

__ADS_1


Uhuk, uhuk!


Ivanna yang tengah minum menjadi tersedak. Bryan dengan sigap mengambil tisue dan membantu Ivanna.


Mata mereka beradu pandang, Detak jantung terasa mulai memompa dengan cepat. Ivanna termagu beberapa detik hingga tersadar dan segera membersihkan mulutnya.


"Maaf!" ucap Bryan menahan senyumnya.


Ivanna hanya terdiam dengan wajah merona, ia hanya memasang wajah datar dan kembali meminum minumannya.


"Aku serius, Na!" ucap Bryan menatap Ivanna serius, namun gadis itu hanya terdiam begitu saja.


"Ah iya, Aku ada sesuatu untukmu!" ucap Bryan.


Ia mengeluarkan satu kotak perhiasan yang terlihat sangat mewah. Dengan wajah yang berseri, ia membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah gelang yang sangat cantik bertuliskan 'B'. Terukir indah dan dihiasi oleh beberapa batu permata.


"ini untukmu! aku yang membuatnya sendiri. Maksudnya, aku yang membuat desainnya sendiri!" ucap Bryan tersenyum.


Ivanna terpesona dengan gelang itu, namun kenapa harus huruf B sih? begitu fikirnya.


"Aku pasangkan, ya!" ucap Bryan mengeluarkan gelang itu.


"Bry!" cegat Ivanna.


"kenapa?" sambungnya.


"Apa kamu melupakan ucapanku ketika perpisahan sekolah?" tanya Bryan.


"Terima kasih karna sudah mau menjadi temanku! Aku akan ikut orang tuaku pindah ke Singapura. Suatu hari, aku akan kembali, ketika aku merasa sudah pantas untuk menjadi temanmu. Aku janji akan membawa sesuatu yang akan membuat kamu menyukaiku!" ucap Bryan kecil tersenyum.


Ia juga menyerahkan sebuah kalung perak yang menjadikan cincin sebagai penghiasnya.


Ivanna terkejut dan mengeluarkan kalung itu dari dalam dompetnya. Ia sudah melupakan siapa orang yang telah memberikannya benda yang seolah menjadi simbol pengikat ini.


Begitu juga dengan Bryan yang mengeluarkan kalung yang tengah ia pakai.


"Syukurlah, kalau kamu masih menyimpan pemberianku!" ucap Bryan tersenyum.


Ivanna masih terdiam menatap kalung itu tanpa mau mengeluarkan suaranya.


Apa ini? apa dia bermaksud untuk mengikatku dengan kalung dan cincin ini. Jadi selama ini dia sudah mengatakan jika aku miliknya dan akan kembali setelah dia merasa pantas untuk bersanding denganku?. Batin Ivanna.


Tanpa sadar, Bryan sudah memakaikan gelang itu ke tangan Ivanna. Ia terkesiap melihat perhiasan itu melekat dengan indah ditangannya.


"Maaf, aku lancang! Bukankah dari dulu kamu adalah milikku?" tanya Bryan.


Kan, apa yang aku bilang! ternyata dia menjebak Ivanna yang polos!. bathin Ivanna


Ia mencoba untuk menggenggam tangan Ivanna, namun gadis itu langsung menarik tangannya agar tidak di sentuh oleh Bryan.


"Apa maksud semua ini Bryan? saya tidak paham!" ucap Ivanna tegas.


"Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya berusaha untuk menepati janjiku dulu!" ucap Bryan.

__ADS_1


"bukankah, laki-laki itu yang di pegang omongannya?" sambung Bryan tersenyum.


"terima kasih. Tapi maaf, aku,.." ucap Ivanna sambil melepas gelang yang sudah melekat di tangannya.


Wajah Bryan yang tadinya berseri, sekarang terlihat kecewa dan murung. Ivanna menjadi tidak tega melihat wajah itu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karna ia tidak ingin Bryan menaroh hati lebih kepadanya, dan membuat laki-laki itu terluka.


"janji yang kamu ucapkan beberapa tahun lalu, sudah tertepati. Jangan berharap lebih kepadaku. Karna aku bukan Ivanna yang dulu, banyak yang sudah berubah. Aku harap kamu paham!" ucap Ivanna menyerahkan satu set perhiasan itu kepada Bryan dan berdiri dari tempat duduknya.


"Na, tunggu!" cegat Bryan ketika Ivanna mulai melangkah pergi.


"Apa aku memiliki kesempatan untuk dekat denganmu lagi?" taya Bryan.


"aku gak tau!" ucap Ivanna lirih.


"peganglah, kamu bisa menyerahkannya ketika aku benar-benar tidak bisa masuk ke dalam hatimu!" ucap Bryan menggenggam tangan Ivanna dan menyerahkan kotak itu.


Walaupun hatinya terluka, setidaknya ia memiliki kesempatan untuk mendekati Putri mahkota itu.


"Pergilah, dan aku akan mengejarmu!" ucap Bryan tersenyum.


Ivanna merasa tidak tega melihat pancaran mata yang begitu tulus dari Bryan. Banyak laki-laki yang mendekatinya, namun tidak ada satupun yang terlihat tulus seperti Bryan.


"Permisi!" ucap Ivanna berlalu dari hadapan pria tampan itu.


Ia memilih untuk segera pulang ketika melihat pak Sakti sudah datang. Tak lupa Ivanna juga memberitahukan kepada Safira jika ia harus segera pulang karna ada hal yang mendadak.


Tanpa mereka sadari, Safira sudah berada tak jauh dari dua sejoli itu, dan mendengarkan perbincangan mereka. Ia begitu iba melihat Bryan yang sudah di tolak sebelum berjuang.


Apa, kak Fajri juga seperti itu jika aku tolak nanti?. Bathin Safira tersenyum dan segera pergi menuju kantor Fajri menggunakan Ojek online.


Sementara Bryan yang di tinggal oleh Ivanna, hanya bisa menghela nafas beratnya. Hal ini sudah terfikirkan sebelum ia memutuskan untuk datang kesini.


Sepertinya, apa yang aku punya belum bisa menarik Ivanna. Tapi aku akan berjuang, semoga saja dia tidak memiliki pacar atau hal sebagainya. batin Bryan.


Ia memilih untuk pergi dari sana, sebelum wajah menyedihkannya terpampang di media sosial besok.


...🌺🌺...


Di dalam mobil, Ivanna termenung sambil menatap kotak perhiasan yang tengah ia genggam.


"kita pulang, Pak!" ucap Ivanna lirih.


"baik, Nona!"


Mobil membelah jalan hampir 15 menit lamanya. Ivanna segera turun, ketika mobil itu baru saja berhenti di halaman rumah. Ia segera mencari Fajira dan membicarakan hal yang baru saja ia alami.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Lama banget review bab ini dari aplikasi, gais. Aku udah upload ttgl 7 jan 10 pagi tadi, gak tau ini jam berapa Updatenya 😩😩


Btw, kalau aku bikin cerita Ivanna ada yang mau baca gak sih? koment gais 😁😁

__ADS_1


__ADS_2