
Pagi menjelang, hari ini Fajri akan mengikuti beberapa rapat penting menggantikan direktur yang lama. Ia begitu marah dengan penghianatan yang di lakukan oleh pria paruh baya itu. Namun semua hanya bisa ia redamkan dengan mendengar ocehan Ivanna yang bisa membuat moodnya kembali bangkit.
"sudah dulu ya, sayang. Abang mau berangkat kerja lagi," ucap Fajri tersenyum melihat wajah cemberut Ivanna di baling telepon
"Ihh, ya sudah kalau begitu. Cepat pulang ya, minggu depan Dede mau ikut lomba nyanyi tingkat provinsi," ucap Ivanna.
"apa Abang perlu jadi sponsornya?"
"gak perlu, ihh! kan Dede sudah banyak Fans sekarang, hahaha" ucap Ivanna tergelak.
Ia dan Fajri memang sudah memiliki penggemar karna begitu banyak endorsment dan masuk kepada mereka, sehingga akun pribadi Ivanna dan Fajri memiliki followers yang sangat banyak dengan centang biru yang menghiasi nama akun mereka.
"Iya lah tu. yang artis mah. Abang apalah hanya remahan kuaci," ucap Fajri cemberut.
"Hehehe, jangan gitu dong remahan kunci,"
"aih, sudah dulu ya dek, Abang mau berangkat lagi!" ucap Fajri tersenyum.
"iya, bang. Hati-hati! nanti jangan lupa hubungi, Bunda!" ucap Ivanna.
"Iya, sayang."
Fajri segera pergi dari apartemennya dan berangkat menuju kantor. Dikarenakan, Bagas belum sampai di Jerman, terpaksa ia harus menghendel semua pekerjaan yang ada di perusahaan itu. Dengan jadwal yang padat, Fajri berusaha untuk menyelesaikan semua pekerjaannya dalam waktu yang singkat. Sehingga tidak ada kata istirahat bagi tubuh sehatnya saat ini.
"Selamat pagi. Tuan!" Sapa Zyu, sang sekretaris pribadi direktur yang lama. Ia sudah menanti kedatangan Fajri di loby perusahaan.
"Pagi, Zyu. Apa semuanya sudah siap?" tanya Fajri sambil berjalan mendahului Zyu.
"sudah, Tuan!"
Mereka segera melangkah menuju ruang rapat yang berada di lantai dua menggunakan tangga. Zyu mengernyit bingung ketika mengikuti Fajri berjalan kaki, sementara ada lift yang siap membawa mereka dengan cepat.
Aksa tidak ikut bersama Fajri kali ini, karna ia harus menghendel pekerjaan yang lain agar bisa lebih cepat selesai.
Ceklek,...
Zyu membukakan pintu untuk Fajri dan mempersilakan atasannya itu masuk terlebih dahulu. Fajri bersalaman dengan semua orang yang ada di sana. Namun ia tidak terlalu fokus untuk melihat orang-orang yang hadir di dalam ruangan itu.
Deg,...
Sepasang mata cantik berwarna biru menatap Fajri dengan terkejut. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan pria kecil yang dulu ia sukai, sudah tumbuh menjadi pria dewasa. dengan paras yang tampan dan tinggi. Ia termagu, ketika Fajri melambaikan tangannya.
"Nona?" panggil Fajri.
__ADS_1
"ah, iya. Maaf, saya Zwetta. Senang bertemu dengan anda, Tuan Fajri!" ucap Zwetta gugup.
Deg,...
Fajri terkesiap, ia merasa pernah mendengarkan nama itu, tapi ia lupa dimana pernah bertemu dengan gadis cantik itu.
"ah iya, Zwetta, senang bertemu denganmu!" ucap Fajri tersenyum dan kembali ke tempat duduknya.
Apa dia tidak mengenaliku? mungkin Fajri sudah lupa, karna pertemuan itu sudah berlangsung hampir 15 tahun yang lalu. Bathin Zwetta
Ia masih mengingat jelas sosok pria kecil yang berhasil mencuri perhatiannya. Dengan susah payah ia menarik sedikit saja perhatian dari pria kecil itu, namun sosok Hanna selalu berusaha untuk menghalanginya.
Apa ini yang di katakan takdir?. Bathin Zwetta penuh harap.
Rapat dimulai dengan presentasi dari masing-masing perusahaan yang sudah terpilih untuk bersaing dalam memenangkan tender pembuatan mesin-mesin canggih untuk pertanian. Dengan gambaran kasar yang sudah di berikan oleh Fajri, lima perusahaan terpilih, diberikan izin untuk mengelola dan berkreasi sebagus mungkin untuk mengembangkan mesin-mesin itu.
Hingga saat giliran Zwetta mempresentasikan proposalnya. Fajri terkesima dengan tutur kata dan cara penyampaian Zwetta.
"terkait design kendaraan bermesin atau kontraktor yang akan kita buat nanti, saya sudah memiliki berbagai macam terobosan yang di rasa akan sangat membantu masyarakat di Desa Selimut yang tertera pada proposal yang diberikan oleh perusahaan ini,"
"kebetulan, beberapa tahun yang lalu, saya pernah melakukan studi banding ke Indonesia dan salah satunya saya juga berkunjung ke desa selimut. Disana kehidupan masyarakatnya masih terbilang primitif dengan hanya mengandalkan cangkul, kerbau dan alat tradisional lainnya untuk bekerja. Saya rasa dengan terobosan baru yang kami buat, ini bisa membawa desa selimut menuju desa yang sangat maju dengan di bekal ilmu pertanian yang mumpuni. Cukup sekian, terima kasih!" ucap Zwetta membungkukkan sedikit badannya.
Menarik!. Bathin Fajri yang belum mengingat siapa Zwetta.
Ada semburat kecewa di dalam hati Zwetta, ketika melihat Fajri berlalu dari ruangan itu tanpa menyapanya. Namun ia hanya pasrah, 15 tahun tentu akan mengubah siapapun itu dan akan melupakan memori yang tidak penting didalam hidupnya.
Ia hanya termenung di dalam ruangan itu berdua dengan sekretaris pribadinya. Kebetulan ia adalah salah satu anak dari pengusaha kaya dan kebetulan ayahnya bisa mendapatkan slot untuk bersaing dan memenangkan proyek ini.
Fajri berjalan dengan cepat menuju ruangannya agar bisa menghubungi Fajira sang bidadari cantiknya. Ia begitu merasa bersalah karna tidak bisa mencuri waktu barang sedikit saja untuk membalas pesan bundanya.
Deg,...
Dia?. Bathin Fajri tiba-tiba saja teringat dengan sosok Zwetta.
"Fajri, apa aku boleh gabung?"
"Fajri boleh ajarkan aku materi yang ini? aku masih belum paham,"
"Fajri, kenapa kamu tampan sekali?"
Ucapan Zwetta kaku yang menggunakan bahasa Indonesia, kembali terngiang di dalam fikirannya. Namun sesaat ia terkesiap mendengarkan ponselnya berbunyi. Ia segera mengangkat panggilan itu sambil menunggu makan siang datang.
...πΊπΊ...
__ADS_1
"Selamat saya ucapkan kepada, Nona Zwetta karna perusahaan anda telah berhasil memenangkan proyek ini, Saya harap anda bisa mengemban tanggung jawab dengan baik. Karna kinerja anda akan berdampak pada dunia nantinya. Sekali lagi saya ucapkan selamat!" ucap Fajri tersenyum dan menjabat tangan Zwetta hangat.
"terima kasih, Terima kasih banyak. Saya akan mengemban tanggung jawab ini dengan hasil terbaik yang mampu saya lakukan. Terima kasih karna sudah memberikan kami kesempatan untuk menangani proyek ini," ucap Zwetta dengan mata yang berkaca-kaca.
Semua orang memberikan selamat kepada gadis manis itu karna poposalnya memang sangat bagus menarik dan pastinya ia memiliki pengalaman pergi ke desa itu.
"Setelah ini, tolong temui saya secepatnya untuk membahas kelanjutan proyek ini!" ucap Fajri tersenyum.
"kalau begitu, saya permisi terlebih dahulu, mari!" Fajri keluar dari ruangan itu dengan senyuman hangatnya yang berhasil membuat semua karyawan terpesona dengan paras tampannya.
Zwetta segera membereskan berang-barangnya dan menemui Fajri di ruangan direktur yang berada di lantai lima. Dengan jantung yang berdetak lebih cepat dan senyuman yang tidak bisa ia tahan, Zwetta mengetuk pintu ruangan itu.
"Masuk!" ucap Fajri.
Ceklek,...
Zwetta mengedarkan pandangannya melihat Fajri tengah memeriksa beberapa berkas yang harus ia selesaikan hari ini juga.
"silahkan duduk dulu, Nona! Maaf, saya ada sedikit pekerjaan yang tidak bisa di tunda!" ucap Fajri tersenyum.
"ah iya tidak masalah, Tuan!" ucap Zwetta gugup.
Hanya ada mereka berdua di dalam ruangan itu dengan keheningan yang menyelimuti, membuat Zwetta tanpa sadar memandang wajah tampan Fajri dengan lekat. Sebentar pandangan mereka bertemu sepersekian detik.
Zwetta langsung menundukkan wajahnya yang merona karna malu, ketahuan memandangi Fajri. Sementara pria tampan itu hanya tersenyum melihat tingkah Zwetta yang begitu manis.
Setelah selesai, ia segera menyusul semua berkas itu di atas meja dan menyusul Zwetta yang sedang duduk di atas sofa. Berjalan menuju lemari pendingin dan membawa satu botol minuman mahal non alkohol.
"maaf membuat anda menunggu lama!" ucap Fajri menuangkan minuman itu ke gelas.
"tidak masalah, Tuan Fajri. Hmm, maaf saya tidak meminum alkohol," tolak Zwetta sungkat.
"ah, ini bukan alkohol, ini hanya minuman soda!" ucap Fajri sedikit terpesona dengan ucapan Zwetta.
"Apa kabar, Zwetta? sudah lama sekali kita tidak bertemu!" ucap Fajri berhasil membuat mata biru yang indah itu membola terkejut.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
Huh Zwetta hadir lagi gais. siapa yang akan di pilih oleh Fajri nanti? yuk koment di bawah π€π€
Aku akan mengimbangi kisah percintaan dengan cerita kompaknya Fajri dan Ivanna nanti, semoga tidak membosankan ππ
__ADS_1