
"Bos, Berita penculikan Nyonya Fajira sudah tersebar bahkan sampai ke luar negeri" ucap salah satu bodyguard.
"kenapa tidak kalian tahan bodoh!" bentak laki-laki itu frustrasi.
"Ma-maaf bos, Kami tidak tau jika berita ini akan naik begitu cepat, dan mereka juga membiarkannya begitu saja. Sementara anggota yang lain sedang berusaha untuk meredam berita ini."
Laki-laki itu mengeraskan rahangnya, ia harus segera pergi dari vila itu dengan cepat agar tidak bisa di temukan oleh siapapun. Ia melangkah menuju kamar Fajira dan membukanya pelan.
"sayang? Fajira?" panggilnya dengan lembut ketika melihat Fajira duduk dengan tatapan kosong sambil bersandar di atas tempat tidur.
"Apa yang kakak inginkan? Aku sudah memiliki suami dan aku sangat mencintainya" ucap Fajira menatap tajam laki-laki itu.
"Aku akan mengurus surat cerai kalian, dan sekarang kita harus pergi dari sini. Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi Fajira, tolong mengertilah"
"Aku tidak mau, Biarkan aku membusuk disini sampai ada malaikat yang menolongku" sarkas Fajira.
"FAJIRA!!" teriaknya.
"Sudahlah kak. Aku hanya mencintai suamiku. Kaka bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari pada aku! Bukankah aku juga sama dengan wanita lainnya?," Ucapan Fajira membuat laki-laki itu terdiam.
"kamu tau, aku rela menyamar sebagai seorang karyawan resto hanya untuk mendekatimu?"
"mak-maksud kaka?"
"aku mencintaimu semenjak kita bertemu beberapa waktu sebelum aku melamar sebagai karyawan disana,"
"Apa itu alasannya kenapa kakak selalu baik kepadaku?,"
"iya"
Mereka terdiam, Fajira bungkam ini sangat tidak penting untuknya. Ia hanya menginginkan pergi dari sini dan memeluk ke dua pria tampannya.
"Sekarang kamu ikut kakak"
Laki-laki itu menarik Fajira dengan kasar, namun perempuan itu selalu berusaha untuk menolak dan memberontak agar bisa melepaskan cengkeraman tangan laki-laki kasar itu.
"lepaskan aku kak! lepas! Aku gak mau ikut dengan kakak lagi!," bentak Fajira.
"kau harus ikut denganku atau kau ku tembak mati," ucapnya dengan mengarahkan pistol di kepada Fajira.
"tembak! tembak kalau kakak berani!," teriak Fajira menantang.
"kau! kau jangan sampai membuat kesabaranku habis Fajira!"
Fajira berusaha menguatkan dirinya walaupun rasa takut semakin menyeruak keluar dari tubuhnya. Namun Fajira menatap dan menantang laki-laki itu dengan tajam.
"Kenapa? Ayo tembak" tantang Fajira.
klik...
Ia menarik pelatuk pistol itu dan menembakkannya.
DOR!!
Fajira berjongkok sambil menutup telinganya mendengarkan bunyi tembakan yang sangat keras itu. Nafasnya tiba-tiba sesak, Namun ia tidak merasakan apapun pada tubuhnya.
Apa dia tidak jadi menembaku?.
Fajira mendongak, ia melihat tangan laki-laki itu terangkat ke atas dengan jejak tembakan yang terlihat di loteng kamar itu.
__ADS_1
"ikut aku, Atau salah satu peluru ini akan bersarang di tubuh kamu Fajira!" lirihnya
"tidak!, Aku tidak akan ikut dengan kaka!" sarkas Fajira.
Laki-laki itu segera menyeret Fajira dengan kasar dari rumah menuju ke luar. Namun matanya membola ketika melihat begitu banyaknya orang yang sudah mengepung vilanya.
deg...
Sial mereka lebih cepat.
Tanpa menunggu lama, Ia segera meraih Fajira dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
"Turunkan senjata kalian atau perempuan ini saya bunuh" teriaknya.
Sementara Irfan yang melihat itu menjadi meradang. Ia mengambil ancang-ancang dengan memberi kode kepada anggota yang lain untuk berjalan perlahan menghabisi anak buah laki-laki itu yang tertinggal di sana, sekitar 15 orang lagi.
"Mas..." panggil Fajira lirih.
"Sayang kamu tenang ya, Aku akan menyelamatkan kamu" lembut Irfan menguatkan Fajira.
"Lepaskan istriku bajingan. Siapa kau sebenarnya?" teriak Irfan.
"kau tidak perlu tau siapa saya. Yang jelas, ceraikan Fajira dan biarkan dia bersama saya. Karna anda tidak becus untuk menjaganya"
"Apa? cerai? Sampai saya matipun Fajira tidak akan pernah saya lepaskan!. Sekarang sebelum kau mati di tanganku, serahkan Fajira saat ini juga, dan buka topengmu Bajing*an!"
Laki-laki itu membuka topengnya. Betapa terkejutnyanya Irfan ketika mengetahui siapa yang sedang menyekap istrinya.
"Zayn Fernandes?" ucap Irfan terkejut.
"Hai, apa anda masih mengingat saya tuan Irfan yang terhormat? Mantan sahabat!"
"ka-kau. Ternyata kau dari dulu tidak pernah berubah! Sekali bajing*an tetap saja menjadi bajing*an" Ucap irfan sambil memberikan kode kepada yang lain dengan mengibaskan tangannya.
Ray sudah mewanti-wanti para penembak jitu yang memegang sniper agar segera membidik Zayn. Namun karna ia selalu bergerak, membuat mereka kesulitan untuk mengunci target tembakan mereka.
"Kembalikan istriku Zayn!" teriak irfan.
"jangan harap!" mereka masih berjalan menuju landasan itu.
"turunkan senjata kalian!"
Tush...
Bugh...
Lima orang anggota Zain tumbang secara bersamaan akibat tembakan dari sniper jitu itu. Mata Zayn membola namun ia tetap memegang Fajira sambil mengarahkan pistolnya ke arah kepada Fajira.
Sepertinya aku harus mengalihkan perhatian kak Zayn agar Mas Irfan bisa bergerak. Bathin Fajira menatap Irfan.
"kak, tolong lepaskan aku. Kakak bilang mencintaiku, tapi ini apa? kakak membuatku takut"
"Jika kakak tidak bisa mendapatkan kamu, maka siapapun juga tidak akan bisa!" tegas nya
"Kak, apa kakak benar-benar mencintaiku atau hanya obsesi semata?"
"Apa perlu kamu mempertanyakan lagi sayang?" ucapnya lirih namun terdengar oleh Irfan dan sukses membuatnya meradang.
Bajingan!. Umpat Irfan kasar di dalam hati.
__ADS_1
"bukankah titik tertinggi dalam mencintai adalah melepaskan?, kakak tidak pernah mencintaiku tapi itu rasa suka yang bercampur dengan obsesi" ucap Fajira lirih dengan air mata yang terus menetes, sementara Zayn terdiam mendengarkan penuturan Fajira.
"walaupun kaka memberikan aku segala yang kakak punya, aku belum tentu bahagia kak" sambungnya
"kenapa? kenapa kamu tidak bahagia dengan apa yang kakak punya Ji?" lirihnya.
"apa karna aku tidak lebih kaya dari pada dia?"
"bukan kak, justru jika waktu bisa di ulang aku lebih memilih hidup sederhana di bandingkan hidup dengan penuh kemewahan. Namun takdir berkata lain kak. Aku sudah memiliki Fajri dan mas Irfan dalam hidupku. Aku yakin jika kita bersama itu sama saja kaka membuatku menderita"
"Tidak Ji, kakak janji akan membuat kamu bahagia, Kamu ikut...."
Dor!!!
"arghh...!" Jerit Zayn ketika kakinya berhasil di tembak oleh Irfan.
Ray segera mengamankan laki-laki itu walaupun Zayn dengan perlawanan yang cukup sengit, dan dalam keadaan terluka.
Fajira yang terlepas dari tangan Zayn langsung berlari mengejar suaminya. Irfan yang melihat itu juga mengejar Fajira dan segera melindunginya.
"Maas!! hiks... Aku takut!!" isak fajira dalam pelukan Irfan.
"Aku disini sayang. Jangan takut ya" urdan mendekap Fajira erat sambil mebgelus kepalanya lembut.
"Fajira! jangan pergi sayang! Fajira" teriak Zayn yang sudah berada di dalam genggaman Ray.
Sementara anak buahnya yang lain sudah di lumpuhkan oleh anggota Ray. Irfan kembali menatap tajam laki-laki itu dengan mengacungkan pistolnya.
"Terkutuklah kau manusia jahanam!" ucap Irfan siap untuk menarik pelatuk senjatanya.
"Mas jangan kotori tangan kamu" cegah Fajira.
"Apa kamu masih mau membelanya sayang?"
"tidak Mas. Aku hanya tidak ingin kamu menjadi seorang pembunuh"
Irfan melunak, ia menurunkan pistolnya dan menatap Fajira lamat.
"Ray bereskan dia" ucap Irfan sambil menggandeng tangan Fajira lembut.
"siapkan helikopter Aku akan pulang" Ucapnya tersenyum melihat ke arah Fajira.
"Terima kasih sudah menjemputku Mas"
"Gak ada kata terima kasih sayang. Aku yang harusnya minta maaf karna sudah lalai menjaga kamu" ucap Irfan sedih.
Mereka segera menaiki helikopter itu dan terbang menuju kota yang menjadi saksi pertemuan dan pertempuran mereka setelah beberapa tahun.
Mereka saling memeluk satu sama lain dan saling menggenggam. Fajira bisa bernafas lega karna ia sudah bisa kembali bersama dengan keluarganya. Dua pria tampan yang paling ia sayangi.
Bunda pulang sayang. Bathin Fajira yang sudah sangat merindukan Fajri.
Sementara Zayn sudah di habisi oleh Ray yang masih tertinggal untuk membereskan kekacauan yang ada.
πππ
TO BE CONTINUE
Hayo lo, yang sudah menuduh Si Vino wkwkwk...
__ADS_1
Yuk dukung karya author dengan cara terbaik dari pada readers semua.
Terima kasih sudah membaca dan mendukung karya ku ini. berkah selalu gais π€π€