Anak Sultan Milik CEO

Anak Sultan Milik CEO
205. Calon Kakak Ipar.


__ADS_3

"hmm, Na. Aku mau pamit pulang dulu ya, ini sudah terlalu larut," bisik Safira yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.23 malam.


"apa kakak gak tidur di sini saja?" ucap Ivanna cemberut.


"Kapan-kapan ya, dek!"


"ya udah deh!" ucap Ivanna pasrah.


Safira memang sering menginap di rumah mewah itu jika ia tidak memiliki jadwal kuliah pagi. Sehingga Ivanna tidak terlalu merasa kesepian


"Ayah, Bunda, semuanya. Fira izin pamit dulu, soalnya sudah sangat larut," ucap Safira sungkan.


"Apa tidak menginap saja?" ucap Fajira.


"besok ada kuliah pagi, Bunda!"


"ah, baiklah. Abang tolong antarkan Safira, ya nak!" ucap Fajira tersenyum.


deg,...


Jantung Safira mulai berdetak lebih cepat karna mendengarkan ucapan Fajira.


"Iya, bunda!" ucap Fajri tersenyum dan langsung melangkah keluar untuk mengeluarkan mobilnya.


"Bunda, Fira bisa,.. "


"jangan membantah! Tuh Abang kamu sudah keluar!" ucap Fajira tidak ingin di bantah.


"Ba-baiklah. Fira pulang dulu semuanya!" ucap Safira mencium tangan orang tua itu bergantian.


Gadis manis itu segera berjalan keluar menuju dimana Fajri berdiri.


"Tuan Fajri?" panggil Safira sambil menunduk.


"Iya, apa kita langsung berangkat?" tanya Fajri yang masih memperhatikan ponselnya.


"Iya, Tuan!" ucap Safira.


Fajri membukakan pintu untuk Safira dan membuat jantung gadis itu semakin berdetak lebih cepat dengan tangan yang mulai gemetaran.


Setelah menutup pintu, Fajri segera berjalan menuju kemudi dan menjalankan mobil. Tanpa mereka sadari, Ivanna tengah menguntit mereka melalui balkon kamarnya.


Setelah merekam vidio singkat perlakuan Fajri terhadap Safira. Ia mampu membuat heboh satu dunia dengan caption yang ia buat.


"Calon kakak iparku, hati-hati ya bang πŸ˜πŸ™ˆ"


"upload!" ucap Ivanna tersenyum penuh kemenangan ketika video buram itu sudah masuk ke akun media sosialnya.


Ia kembali masuk dan mematikan ponsel, karna di pastikan notifikasi yang masuk akan semakin bertambah banyak.


"selamat viral, Abang!" ucap Ivanna tertawa sambil memejamkan mata. Tak lupa, ia juga mengunci pintu dan mencari aman dari amukan Fajri nanti.


Sementara di dalam mobil, Keheningan melanda sejoli yang terlihat canggung itu.


"Hmm, kamu tinggal dimana?" tanya Fajri memecah keheningan itu.

__ADS_1


"Saya tinggal di rumah anda yang di depan super market, tuan!"


"Apa, Bunda yang meminta?"


"i-iya, Tuan!"


"tolong jangan panggil Tuan! saya tidak nyaman," ucap Fajri dingin.


"maaf!"


Suasana kembali canggung, tidak ada yang memulai pembicaraan kembali. hingga mobil berhenti di depan pagar rumah itu.


"apa kamu tinggal sendiri?" tanya Fajri


"sa-saya tinggal bersama dua orang anak panti, kak!" ucap Safira sedikit takut.


"kak? panggilan yang bagus! itu ada warung, apa kamu mempergunakannya?" tanya Fajri.


"i-iya kak, Bunda Fajira memberikan saya modal untuk berjualan,"


"terus bagaimana? apa berkembang?"


"lumayan kak, Dua bulan ini saya bisa mengembalikan modal dari bunda," ucap Safira tersenyum bangga, namun ia masih menunduk.


"wah, itu bagus. Aku yakin, Bunda memberi kamu modal yang cukup banyak! Dan kamu bisa mengembalikan itu dalam waktu dua bulan?" ucap Fajri tidak percaya.


"i-iya kak. Ini berkat bantuan dari Dede juga yang mempromosikan jualan ku!" ucap Safira.


"wah, Bagus-bagus. Nanti kirimkan beberapa produk kamu biar saya promosikan juga gratis!" ucap Fajri tersenyum dan menatap Safira.


Dag,... Dig,... Dug,...


Jantung keduanya berpacu dengan sangat cepat. Safira segera memutuskan kontak mata sebelum jantungnya rusak dan berhenti bekerja.


"i-iya, kak. Nanti akan saya kirim," ucap Safira.


"Ah iya, kita belum bertukar nomor ponsel, kemana kamu akan mengirimkan produk nanti?" ucap Fajri modus sambil menyerahkan ponsel mewahnya


"i-iya, kak."


Mereka segera bertukar nomor agar bisa saling menghubungi satu sama lain. Setelah selesai, Safira segera mengembalikan ponsel Fajri dan pamit untuk masuk ke dalam rumahnya.


"kalau begitu, saya pamit dulu kak. Terima kasih sudah mengantarkan saya!" ucap Safira tersenyum manis.


Sejenak Fajri tertegun memandang perempuan cantik yang tengah tersenyum kepadanya.


"iya, sama-sama. Saya juga berterima kasih karna kamu sudah menemani Ivanna selama saya pergi. Jujur saya takut Ivanna tidak memilik teman karna sifatnya yang dingin dan cenderung ketus kepada orang lain," ucap Fajri menatap stir kemudi.


"Mungkin itu hanya bentuk dari perlindungan diri. Karna siapa saja pasti ingin berteman dengan Ivanna karna kekayaannya,"


"saya harap, kamu memang benar-benar menyayangi Ivanna. Saya tidak masalah jika kamu, Maaf menjadi salah satu dari mereka. Namun tolong jangan kecewakan adik saya, selain orang tua hanya dia yang saya miliki!" ucap Fajri lirih sambil memohon.


"Saya memang tulus menyayangi Ivanna. Tidak pernah sekalipun ada niat jahat untuk memanfaatkan adik, kakak. Saya harap kakak tidak melarang aku untuk berteman dengan Ivanna,"


"Tidak. Saya tidak akan melarang Ivanna untuk berteman dengan kamu, justru saya bersyukur. Selain keluarga, Ivanna juga memiliki teman untuk mengobrol di luar. Terima kasih banyak!" ucap Fajri tersenyum manis.

__ADS_1


Safira kembali terpana dengan pesona yang terpancar dari wajah Fajri.


Jangan sampai aku menyukai, kak Fajri. Itu sangat tidak mungkin. Aku dan dia bagaikan langit dan inti bumi. Ayo Fira jaga hatimu!. Bathin Safira.


"silahkan!" ucap Fajri membuka kunci pintu.


"Sekal lagi terima kasih, kak!" ucap Safira tersenyum.


"sama-sama. Jika kamu butuh bantuan, jangan sungkan untuk mengatakannya kepada saya!"


"baik, kak!" ucap Safira kembali menutup pintu mobil.


Fajri menunggu Safira hingga masuk ke dalam rumah. Barulah ia kembali pulang dengan wajah yang masih tersenyum, karna mengingat bagaimana ekspresi Safira yang terlihat sangat mengemaskan.


Ketika ia asik mengemudi sambil tersenyum. Ponsel Fajri tak henti berbunyi sedari tadi. Ia penasaran, namun tidak berniat untuk melihat apa yang tengah terjadi di dalam sana.


Hingga mobil berhenti di halaman rumah mewah itu. Fajri segera keluar dan menuju kamarnya. Semua orang sudah kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Huft,...


Fajri semakin penasaran karna ponselnya tidak henti bergetar sedari tadi. Hingga panggilan dari, Boy memaksanya untuk mengangkat panggilan itu.


"hmm, halo Boy?" ucap Fajri malas.


"lo dimana? lihat sosmed sekarang! lo lagi viral!" teriak Boy dari balik telefon dan sukses membuat Fajri mengernyit.


"viral kenapa lagi? bosan gua viral mulu!" ucap Fajri semakin malas.


"Alah, jangan sok berkilah, Ivanna memosting video lo sedang mengantar cewek pulang. Dengan caption, hati-hati calon kakak ipar, siapa itu? lo gak cerita sama kita?" ucap Boy.


Deg,...


"se-serius lo?" pekik Fajri dengan mata yang membola.


Ia segera mematikan panggilan itu dan membuka sosial medianya. Benar saja, sudah banyak notifikasi yang menandai dirinya. vidionya sudah tersebar dan menjadi pencarian paling utama di kolom berita.


Ia membuka sosial media milik Ivanna dan melihat apa yang benar yang di katakan oleh Boy tadi atau tidak. Mata Fajri semakin membola ketika membaca caption yang sudah membuat gempar dunia itu.


@an.ni_Aaa siapa itu? aku belum rela jika pangeranku dimiliki oleh perempuan lain.


@ra__isa. wah, bang Aji udah berani nih bawa perempuan ke rumah. Kenalin dong!.


@boy-Avicenna gila! baru pulang aja lo udah bawa perempuan. bukannya kemarin baru patah hati? gila lo!.


@ken1_ ah profesor kita ini cepat kali move on nya. dek apa benar itu? tapi kenapa vidionya buram?.


Begitu isi komentar yang baru saja di baca oleh Fajri. Dan masih ada 6 juta komentar lainnya, sementara postingan itu sudah di sukai oleh hampir 10 juta orang.


"kamu gila, dek! gilaaaaa!" teriak Fajri frustrasi.


Fajri memilih untuk mematikan ponselnya dan segera beristirahat karna besok ia harus menjawab berbagai pertanyaan dari orang-orang yang tidak bisa ia lewati dengan mudah.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE

__ADS_1


Aku gemas sendiri bikinnya gais.


__ADS_2