
Pukul 05.30, terdengar suara alarm jam weker berbunyi, membuat seorang gadis cantik terbangun, dan memulai rutinitas di pagi harinya. Tangannya meraih jam tersebut yang berada di samping ranjang yang berwarna pink dengan mata setengah mengantuk, lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang baru bangun tidur.
Setelah mandi, dan memakai seragamnya, lagi lagi selalu ada teriakan gadis cantik itu, yang tak menemukan barang yang di cari
"Mama dasi Anya mana? " kata Anya sambil teriak dari dalam kamar. "ma! " teriak lebih keras lagi, karena tak ada jawaban dari sang mama.
Tetapi tak lama masuklah mama Rosa kedalam kamar Anya. "Ada sayang! cari yang benar. " kata mama sambil mencari dasi yang ada di lemari bagian gantungan, dan memberikannya pada putri tercintanya.
"Terimakasih ma, mama yang terbaik. " kata Anya menerima dasi dari tangan mamanya, dan tak lupa mencium pipi kanan sang mama dengan sayang.
"Are you oke? " tanya mama ke pada Anya atas insiden tadi malam, untuk pertama kalinya papa Oscar membentak dan sejarah itu pada Anya. Dan di jawab anggukan lucu, dengan senyuman manis, walau di hati Anya paling dalam, ia merasa takut menghadap sang papa.
"Kita turun sama-sama ma. " kata Anya yang sudah bersiap, dan mengambil tas sekolahnya, lalu berjalan beriringan menuju lantai bawah ruang makan.
Melihat papa Oscar yang memandangnya dengan wajah serius, membuat Anya otomatis menundukkan kepalanya karena takut.
"Duduk sayang. " Kata mama, yang melihat anaknya hanya menunduk diam di tempat.
Anya duduk tanpa membantah, dan mengambil makan yang iya inginkan, dengan cepat menyelesaikan makanannya.
"Anya di antar pak buf aja. " kata yang sudah menyelesaikan makannya.
"Tanya di antar papa, di jemput papa, tidak usah ke restoran, langsung pulang. " kata papa Oscar yang baru angkat bicara, yang terdengar posesif.
"Tapi ujian semester nya masih seminggu lagi pa. " kata Anya yang tau maksud papa Oscar tak memperbolehkannya ke restoran A.
"Kamu akan bertemu dengan pria asing itu jika pergi ke restoran. " kata papa Oscar, yang memiliki dua maksud.
"Tidak akan pa! ".kata Anya yang tak mau mengalah.
" Tidak apanya, bukannya kamu bilang di pelanggan di restoran A, pasti dia akan ke sana lagi. Fokus belajarmu Vanya Waber." kata papa Oscar tak terbantahkan.
Papa Oscar hanya ingin melindungi putri semata wayangnya dari hal yang membahayakan nya. Papa oscar hanya akan memastikan pria yang mencoba mendekati putrinya itu orang tidak berbahaya, sebelum iya membiarkan anaknya bebas bertemu pria asing yang akan ia selidiki saat ini.
__ADS_1
Anya yang kehabisan kata-kata, lalu memandang sang mama, yang hanya di angguki saja untuk menurut.
"Berangkat sekarang! " kata papa Oscar penuh ketegasan.
Papa Oscar berpamitan dengan istri tercinta di ikuti Anya pada sang mama. Dan masuk kedalam mobil yang terparkir di halaman mansion Waber. Di perjalanan Anya hanya diam tanpa mau memandang sang papa. Membuat papa Oscar sedih tapi berusaha menutupinya dengan wajah tegasnya.
"Semua demi kebaikanmu sayang! " kata papa Oscar dalam hati, yang melihat anaknya hanya diam memandang luar mobil.
Sesampainya di sekolah Anya turun dari mobil papanya, di ikuti sang papa.
"Sekolah yang rajin sayang, seminggu lagi kamu ujian semester. " kata papa Oscar, yang sudah berhadapan dengan anaknya itu.
"Ya pa. " kata Anya dengan wajah sok seriusnya itu. Saat Anya akan berpamitan pada sang papa, tiba tiba Riky menghampirinya.
"Pagi Anya, pagi om." sapa Riky pada Anya dan papa Oscar. Yang membuat mood Anya semakin hancur pagi ini.
"Ya." kata papa Oscar dengan dingin. Sikap tuan Oscar akan hangat saat bersama orang yang di sayangnya, dan dingin pada orang baru, lebih ke waspada. Jiwa mafianya masih melekat di dirinya.
"Saya Riky teman Anya, kelas saya ada di sebelah kelas Anya om. " kata Riky yang memperkenalkan diri tanpa tau malu.
"Saya juga permisi om. " pamit Riky dan mengejar langkah Anya yang ada di depannya.
"Aku baru sadar, banyak yang mengejar Anya ku. " kata papa Oscar sambil menatap punggung putrinya yang semakin menjauh. "Apa aku harus menyelidiki semua pria yang mendekati putriku? Apa Anya ku homeschooling saja! tidak tidak. Anya ku pasti akan sedih. " kata papa Oscar geleng-geleng kepala, menyadarkan pikiran posesif berlebihan nya. Dan berlalu pergi meninggalkan sekolah Anya.
"Anya, baby, hay! " kata Riky yang mengikuti Anya saat berjalan dari gerbang tadi.
"ihh, jangan ikutin aku lagi." kata Anya yang risih di ikuti terus terusan.
"why baby? " tanya Riky
Anya lalu menghentikan jalannya, dan berbalik menghadap Riky yang sedari tadi dibelakangnya. "Jangan panggil aku baby, " kata anya. "Hanya dia yang boleh memanggilku baby. " kata Anya dalam hati memikirkan daddy yang yang memanggilnya baby. "Anya tidak suka! " kata Anya lagi setelah sang daddy terlintas di pikirannya.
"Ok, honey. " kata Riky dengan senyum cerahnya.
__ADS_1
"ihhhhhhhhhhh." kata Anya ilfil pada laki-laki di depannya. lalu berlari cepat menjauh kepada laki-laki yang terus memanggilnya tanpa henti itu.
Sampainya di dalam kelas, Anya duduk di pangku miliknya, dengan nafas tidak beraturan.
"Kamu kenapa, habis di kejar hantu? " tanya Rika, sahabat Anya, yang melihat keadaan temannya itu. Dengan senta memberikan air minumnya pada Anya tanpa mengatakan apapun.
"Ya, hantu playboy gila. " kata Anya setelah meminum air di tangannya, hingga habis setangah .
Kedua sahabatnya yang tau maksud Anya itu malah tertawa terbahak-bahak, dan tiba-tiba guru mata pelajaran pertama datang, membuat mereka menghentikan tawanya, dan duduk di bangku masing masing dengan tenang memulai pembelajaran.
Jam istirahat berbunyi. Anya dan kedua sahabatnya berjalan keluar kelas, menuju ke kantin. Di depan kelas, kedua sahabatnya sudah di jemput oleh kedua pacar mereka masing masing. Alhasil membuat Anya berjalan paling belakang tanpa gandengan.
Namun tiba-tiba dari arah belakang ada yang memegang tangan Anya sambil berjalan beriringan. membuat Anya menoleh dan melihat orang yang menggenggam tangannya.
"Lepas". Kata Anya, mengempas kasar tangan Riky yang menggenggam tangannya.
Dua pasangan di depan seketika menolehkan wajah mereka ke sumber suara. Melihat itu, Anya berlalu lebih dulu ke kantin, di ikuti Riky yang terus mengikutinya, membuat kedua pasangan itu geleng-geleng kepala.
Di kantin Anya duduk di bangku yang masih kosong, di ikuti Riky yang langsung duduk di sampingnya, dan kedua sahabat Anya yang berpasangan itu.
"Aku akan memesan kesukaanmu honey. " kata Riky berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Anya.
"Ini honey. " kata Riky menyerahkan pesanan Anya dan meletakkan miliknya juga di samping Anya dan duduk bersebelahan, di ikuti bobby dan brian kedua pacar sahabat Anya.
Anya menerimanya tanpa berbicara, karena terlalu malah menanggapi laki-laki playboy itu.
Berta dan geng gengnya yang melihat interaksi laki-laki yang di cintainya dengan perempuan yang dia benci, membuatnya naik darah, dan akan memberikan pelajaran pada Anya.
"awas kamu wanita sialan! ". kata Berta dalam hati
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...