Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Modus


__ADS_3

Selesai dengan ritual mandinya, Len dengan pakaian santainya keluar dari kamarnya yang tak sengaja ber pas-pasan dengan pak pet yang mengantar troli makanan mereka.


"Biar aku saja!! pak pet bisa kembali ke bawah". kata Len dengan bergantian mendorong troli makanan.


"Baik tuan, selamat pagi! " kata pak pet membungkukkan padannya sedikit tanda hormat sebelum berlalu pergi.


Len kembali melanjutkan perjalanannya ke kamar anya, meski pikirannya kalut tentang berita barusan, Len tak akan menyakiti gadis kecilnya dengan sikapnya seperti kemarin.


Sampai di kamar anya, Len tak menemukan sang pemilik kamar, tapi tak lama keluarlah anya dari dalam kamar mandi dengan wajah sedikit basah.


"Kenapa turun dari ranjang!! kepalamu sakit lagi nanti! " perhatian Len menuntun Len ke ranjang kembali.


" Anya hanya cuci muka!! hanya harus makan bukan! " kata anya.


" kenapa tidak menunggu daddy, daddy bisa membantumu baby!! "


Ada rasa hangat di hati anya yang menggumpal seperti es karena kemarin, bolehkah anya berharap banyak sekarang, toh kemarin daddy Len nya hanya lupa.


"Baiklah." kata anya dengan senyuman manisnya.


Sekarang berganti Len yang meleleh melihat senyuman manis anya lagi, ia sangat gemas sampai ingin memakan anya dengan lahap.


"Kita makan, daddy suapi oke! " kata Len menarik troli nya mendekat ke arah ranjang.


" Tidak, kita makan bersama - sama saja!! anya makan sendiri! " kata anya dengan senyuman hangatnya.


"Baiklah baby!! ". kata Len memberikan semangkuk bubur di tangannya.


Mereka makan dengan tenang sampai suapan terakhir mereka.


" Kenyangnya! " kata anya sambil mengelus perut ratanya.


"Benarkah? " kata Len sambil mengelap sisa bubur di bibir anya dengan sayang, di lanjutkan dengan bibirnya sendiri.


"hem! " kata anya sambil mengangguk lucu.


Membuat Len gemas mengecup bibir ranum itu sebentar, mengelus pipi anya dengan kedua tangannya yang membuat anya terpejam merasakannya.


Ciuman mereka berlanjut yang sekarang di balas oleh anya, Sama-sama memejamkan matanya, mereka menikmati setiap ciuman mereka, cukup lama sampai di rasa anya mulai kehabisan nafas, Len melepaskan lumayan nya secara berlahan.


Len sudah sangat bergairah sekarang apalagi dengan mata anya yang terlihat satu dengan wajah imutnya, tapi Len mencoba menahannya sampai waktu yang tepat tentunya.


Kembali mengecup sebentar bibir anya lalu menjauh dari wajah kecil anya, tapi melihat mata anya yang terpejam terus Len ingin menggoda anya.


"Kenapa menutup matamu!! kau mau lagi baby!!! " goda Len.


Langsung membuat mata terpejam anya membuka dengan lebar.


"Ti.. tidak!! " sangkal anya dengan gugup.


"Benarkah?? kamu ketagihan sekarang?? " tanya Len lagi.


"Si... siapa??? Ti.. tidak kok!! " kata anya masih gugup.


"Tenang saja!! daddy akan memberikan ciuman terbaik daddy setiap hari! " kata Len menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Daddy tidak ke kantor?? " tanya anya mengalihkan pembicaraan yang berujung mengucap kata daddy untuk pertama kalinya dari sekian lama.


"Daddy?? coba ulangi? " kata Len dengan antusias, ia senang anya sudah memanggilnya daddy lagi.


"Tidak mau!! "


"come on baby!! " mohon anya.


" Kenapa tidak berangkat kekantor hari ini? tanya anya lagi yang melihat Len memakai pakaian santai pagi ini.


"Panggil daddy dulu baru daddy jawab! " kata Len dengan manja entah kemana sifat kejamnya selama ini.


"Ck, manja!!! wajahmu tidak cocok tau!! " cibir anya.


"Biarin!! cepet panggil daddy, nanti daddy jawab!! "


" Tidak mau, tidak di jawab juga tak masalah! " kata anya santai.


Tambah membuat Len merajuk, dengan membanting tubuhnya di ranjang samping anya, tidur memunggungi anya.


Tak lama Len merasa anya akan beranjak dari tempat tidur, membuat Len membalikkan badannya mengajar anya, dan mencegah anya untuk berdiri.


"Mau kemana? " tanya Len dengan wajah juteknya.


"Mau ambil obat anya, susu anya juga belum di minum! " kata anya dengan menahan senyum melihat tingkah pria dewasa di depannya.


"Daddy lupa, tunggu di sini!! duduk dengan tenang! " kata Len masih cemberut.


Dengan cekatan Len mengambil obat dan air dengan mendumel lucu pagi ini, membuat anya terhibur di buatnya, yang ternyata pria kejam itu punya sisi hello kitty dengan orang yang di cintai.


"Sama-sama baby!!! ucap Len penuh senyuman yang tadinya cemberut dengan ngedumel tidak jelas.


Penuh perjuangan anya melahap semua obat pagi ini, karena ia ingin cepat sembuh yang ternyata sakit itu sangatlah tidak enak, apalagi sakit hati obat apapun tak akan bisa mengobati.


"Daddy tidak minum? " tanya anya yang teringat daddy nya belum minum setelah makan tadi.


"mau, mau!! " kata Len salah mengartikan di kira menawarkan hingga merebut sisa air putih milik anya, ia minum sampai habis.


"Lo kok di minum! " protes anya tak di hiraukan oleh Len.


"saatnya minum susumu baby! " kata Len menyodorkan susu coklat kesukaan anya.


Karena itu minuman coklat kesukaannya, anya meminumnya hingga habis tanpa menawarkan pada Len.


"Daddy tidak di kasih? " tanya Len.


" Kalau susu anya yang ini tidak boleh berbagi!! " kata anya sambil mengembalikan gelas kosong pada Len.


" kalau susu yang itu? " tunjuk Len pada gunung kenyal anya.


"Ini? tunjuk anya juga. " ini tidak ada susunya daddy!! nanti kalau anya punya bayi barua ada susunya!! " kata anya polos yang tak tau arah pembicaraan Len.


" Benarkah? coba daddy lihat? " modus Len.


" Tidak mau!!! enak aja!! ini buat bayi anya nanti!! " tolak anya.

__ADS_1


"Justru harus di coba dulu sebelum ada bayinya baby!! biar kamu lebih paham nanti kalau sudah punya bayi!! " modus Len menjadi- jadi.


"Kan ada buku!! nanti bisa paham jika membaca! " kekeh anya.


" Baca juga harus di barengi dengan praktek bukan!! masak praktek saat sudah bunga bayi!! kan kasihan bayinya!! " modus terosssss....


"Ia juga ya! " polos anya malah membenarkan membuat Len tersenyum lebar sekarang.


"Mau coba? " tawar Len sambil membuka kancing bagian atas milik anya.


"Tapi sedikit saja! " kata anya yang juga tergiur.


"Oke! " kata Len dengan semangat membuka baju anya, dan bra hitam milik anya. "Kalau seperti ini tidak janji hanya sedikit! " pikir Len melihat dia gunung sintal anya yang sudah tak tertutup apa apa.


Len memandangi gunung sintal anya yang bersih tanpa noda, dengan di pucung nya berwarna pink, cukup besar dan kencang, yang belum apa-apa sudah membuat si boy tegak berdiri.


"Itu bagianku boy!! bagianmu masih panjang! " kata Len pada benda yang mirip lobak di dalam celananya.


"Kenapa hanya di lihat seperti itu?? bukannya mau praktek! " kata anya yang malah mendorong masuk otak mesum Len.


"Tentu saja kita praktek baby!! ".


Dengan posisi tidur sama- sama menyamping saling berhadapan, Len mulai melahap sumber mata air bayi itu dengan lahap.


" Sssssshhhhhh!!! " desah anya yang merasakan hal aneh pada tubuhnya.


Len tak mempedulikan itu, terus mengisap seperti anak kecil di barengi *******-******* kecil anya, bergantian kanan dan kiri terus tak mau berhenti, yang terkadang memberikan pijatan kecil pada gunung kenyal itu.


" Cu.. cukup daddddyyyyyy!! " kata anya di sela desahannya.


Dengan diliputi gairah, Len melepaskan hisapan nya sesuai permintaan anya, kuat-kuat Len harus menahan gairahnya.


"Baiklah!! sudah untuk praktek hari ini! " kata Len mulai memakaikan pakaian anya tanpa bra.


"Bra nya belum! " kata anya


" Tidak usah pakai bra, kita tidur lagi sekarang! " perintah Len, yang di anggiki anya.


Tapi tak sampai di situ, saat mereka memulai tidur pun Len menelusupkan tangannya ke dalam sumber air murni tadi, memberikan pijatan teratur.


" Daddy!! " risih anya.


" Diam baby!! tidur sekarang!! " perintah Len yang belum memindahkan tangannya, membuat anya pasrah.


Sampai mereka berdua mengarungi mimpinya kembali di pagi menjelang siang ini.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2