
Suasana pagi yang cerah di dukung dengan kebahagiaan penggantinya baru yang pagi-pagi sudah rapi tak seperti tiga hari yang lalu selalu bangun siang dengan pakaian santainya.
Hari ini memang berbeda kerena mereka akan menjemput pulang putra kesayangan mereka yang beberapa hari ini tinggal dengan grandma dan grandpa nya, sembari mengantarkan papa Oscar dan mama Rosa ke bandara karena mereka sudah menghabiskan waktu 7 harinya untuk pulang ke rumah mereka dan harus kembali untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai.
Tapi sayangnya ini bukan hari bahagia untuk suami Anya yang tampan gagah dan matang itu, karena waktu berdua dengan istrinya harus berakhir begitu cepat baginya, dan dengannya yang harus kembali dengan rutinitasnya sebagai boss perusahaan yang sudah ia tinggalkan selama 4 hari yang lalu.
"Sudah tampan, sudah rapi!! waktunya berangkat!! " Ucap Anya sedikit membenahi dasi yang Len kenakan.
"Tunggu!!! " ujar Len manahan tangan istrinya untuk tak pergi dulu. " Kiss!!! " lanjutnya dengan menyodorkan bibirnya untuk di cium sang istri.
cup...
"Sudah!!! nanti kita telat sarapan di rumah papa!! " ucap Anya menggandeng tangan Len untuk berjalan lebih cepat.
"Let's Go!!!!! " ujar Len yang semangat setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.
Hanya perlu waktu 30 menit, pasangan pengantin itu sampai di kediaman papa Oscar dan mama Rosa dengan sengaja tak memakai supir untuk menikmati waktu keluarga mereka.
"Mama!!!!!!! " teriak Anya manja berlari ke arah sang mama yang sedang sibuk menyiapkan makanan.
Dengan Len yang hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari berjalan ke arah meja makan, ia tak akan pernah lupa kalau dirinya itu telah menikahi gadis muda yang kemungkinan hal-hal manja seperti sekarang akan terjadi.
Jika di pikir-pikir ia malah terlihat memiliki dua anak di banding memiliki istri dan satu anak, tapi apapun itu bukanlah masalah berarti baginya, cukup berkumpul dan berbahagia bersama orang yang ia cintai tanpa harus melihat pandangan sekitar.
"Astaga sayang! kau sudah jadi istri sekarang!! kurang-kurangin manjanya!!! " ucap mama Rosa.
"Ma!!" sapa Len bergantian memeluk mama mertuanya sekilas .
"Hey mantu mama! " mama Rosa menjawab sapaan menantunya.
"Kenapa Anya gak boleh manja manja walau udah jadi istri, toh Anya masih tetap anak kalian!!! " ucap Anya yang tak setuju dengan ucapan mamanya.
"Papa setuju!! kau tetap Anya anak papa yang manja, tak ada yang bisa merubahnya walau statusmu menjadi istri atau orang tua sekalipun!! kau tetap putri manja papa!! " ucap papa Oscar yang memeluk tubuh putrinya dengan rasa bahagia. "Kau bahagia hm? " lanjutnya bertanya dengan menatap anak satu-satunya itu.
__ADS_1
"Tentu saja aku bahagia pa! " jawab Anya dengan senyum bahagianya.
"Mom!! " panggil Dante yang sedari tadi berdiri di samping papa Oscar.
"Sayang!!! mommy kangen tau!!! " ucap Anya yang memeluk tubuh yang lebih kecil darinya itu begitu erat.
"Pa!! " Sapa Len dengan memeluk sekilas papa Oscar.
"Ya!!! bagaimana?? sudah dapat? " tanya papa Oscar yang menurutnya hanya pria yang tau.
"Tentu saja aku mendapatkannya, aku tak akan menyia-nyiakan putri cantik mu itu pa!!! " jawab Len dengan menaik turunkan alisnya.
"Sudah-sudah!! kita sarapan sekarang! kalau tidak mama papa akan ketinggalan pesawat nanti!! " ucap mama Rosa yang membuat semua orang di sana seketika duduk di kursi makan masing masing.
"Tunggu!! bukankah grandma akan pakai jet pribadi milik daddy!! grandma tak mungkin ketinggalan pesawat, malah pesawat yang menunggu kedatangan grandma!!! " ucap anak cerdas itu yang sangat masuk akal.
Dan ucapan itu membuat orang dewasa di meja makan tertawa mendengar ucapan Dante, tapi tidak dengan pria kecil itu yang cemberut karena ucapan benarnya malah di tertawakan.
"Kata siapa mommy hamil? " tanya Anya.
Sedangkan orang yang membuat Dante berfikir demikian mulai was-was, apa lagi sang istri yang menatap tak bersahabat padanya.
"Grandpa!! setelah 3 hari aku tinggal di rumah grandpa, katanya akan ada adik bayi nantinya!!! " ucap Dante yang membuat semua menatap papa Oscar dengan penuh intimidasi kecuali sang menantu.
"Mana ada orang hamil dalam waktu 3 hari, semua juga butuh proses, tidak seperti mu yang sekarang minta ipad dan besok langsung ada!! tidak!! gak gitu anak kecil!!! " ucap Len yang mencoba membantu mertuanya dari aura intimidasi menjadi lebih netral.
Sedangkan Dante yang mendapatkan jawaban peperangan dari sang daddy nya mulai menatap tajam seolah tak takut yang padahal daddy nya adalah ketua mafia yang paling di takuti di dunia.
"Aku akan belajar tentang kehamilan wanita biar tidak di olok-olok daddy lagi!!! " ujar Dante yang malah membuat Len terkena imbasnya.
Sekarang malah berubah Len yang mendapatkan tatapan penuh intimidasi dari sang istri yang membuatnya tak berani menatap ke arah samping.
"Cukup!! kita makan dulu!! nanti papa malah ketinggalan pesawat lagi!!! " ucap tegas papa Oscar menengahi dengan alasan yang konyol tapi tak ada yang berani membenahi dan melakukan apa yang di perintahkan papa Oscar.
__ADS_1
1 jam berlalu, kini keluarga besar itu berkumpul di depan rumah dengan dua mobil berjejer, yang sedang menunggu pak Buf supir kediaman Waber mengangkat beberapa koper masuk ke dalam mobil.
"Dante dengan mommy ya? " ajak Anya.
"Tidak! aku mau dengan grandpa sebelum pergi!! " tolak Dante.
"Tapi mommy kangen!!! " ujar Anya yang masih ingin mempertahankan keinginannya.
"Tapi sebentar lagi grandpa juga akan pergi lama!! Dante hanya memanfaatkan kesempatan yang ada mommy!!! " kata Dante yang juga tak mau kalah.
"Oh, oke!!! " ucap Anya yang sedikit ada rasa kecewa di hatinya Tapi ia tak sedikitpun memudarkan senyumannya untuk sang anak.
Len yang sangat tau dengan topeng senyuman itu hanya menghela napas kecil, merangkul pinggang istri dengan sayang dan memberikan senyum terbaiknya saat Anya menatapnya yang setidaknya bisa mengurangi rasa tak enak di hati istrinya.
Di dalam perjalanan pun Anya hanya diam dengan kepala yang ia senderkan di bahu suami yang sedang menyetir itu dengan ke arah depan di mana mobil yang membawa orang tua dan putranya berada.
"Jangan sedih!! kau setelah ini akan melewatkan hari hari mu bersama putra kita dan itu tak akan terhitung banyaknya!! biarkan putra kita menikmati kebersamaan bersama papa mama sampai di titik di mana mereka akan benar-benar berpisah, mereka tak memiliki waktu sebanyak darimu baby!! jangan sedih sedih dong!!" ucap Len yang menghibur istrinya itu.
"Kau tau? kau tau apa yang aku rasakan sekarang dad!" ucap Anya mengangkat kepalanya menatap sang suami.
"tentu! aku sangat tau semua tentang istriku! luar dan dalam!! " ucap Len yang terdengar ambigu apa lagi di dukung dengan alis nya yang ia naik turunkan seolah punya maksud lain dari ucapannya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1